MENINGKATKAN LITERASI KESEHATAN MENTAL MELALUI PSIKOEDUKASI PADA MAHASISWA BARU PROGRAM STUDI BIMBINGAN KONSELING
DOI:
https://doi.org/10.51878/paedagogy.v5i2.6069Keywords:
Literasi Kesehatan Mental, Psikoedukasi, Mahasiswa BaruAbstract
This research investigates the effectiveness of psychoeducational intervention in enhancing mental health literacy among first-year students in the Guidance and Counselling program. The research employed a quasi-experimental with pretest-post test a nonequivalent control group design, using two groups: an experimental group receiving psychoeducation and a control group receiving standard treatment (with 48 students in each group). Mental health literacy scale was assessed using a validated questionnaire administered as both a pretest and a posttest measure. Statistical analysis using the Mann-Whitney U test revealed a significance value of 0.000 (p < 0.05), indicating a statistically significant difference between the experimental and control groups. The experimental group demonstrated substantial improvement, with mean scores increasing from 87.77 (pretest) to 114.13 (posttest), representing a gain of 26.36 points. In contrast, the control group showed minimal improvement, with scores rising from 87.40 to 95.00, a gain of only 7.60 points. These findings provide empirical evidence that psychoeducational intervention significantly enhances mental health literacy among first-year students.
ABSTRAK
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh psikoedukasi dalam meningkatkan literasi kesehatan mental mahasiswa baru Program Studi Bimbingan dan Konseling. Metode yang digunakan adalah quasi eksperimen dengan pretest-posttest Non equivalent Control Group Design. Sampel terdiri dari dua kelompok: eksperimen dan kontrol, masing-masing terdiri dari 48 mahasiswa Instrumen yang digunakan adalah angket skala literasi kesehatan mental. Perlakuan menggunakan psikoedukasi pada kelompok eksperiman. Hasil analisis statistik menggunakan uji Mann-Whitney menunjukkan nilai signifikansi 0.000 < 0.05, yang berarti terdapat perbedaan signifikan antara kelompok eksperimen dan kontrol. Rata-rata skor posttest kelompok eksperimen meningkat dari 87.77 menjadi 114.13, sedangkan kelompok kontrol dari 87.40 menjadi 95,00. Temuan ini membuktikan bahwa psikoedukasi efektif dalam meningkatkan literasi kesehatan mental mahasiswa baru.
Downloads
References
Agustin, A. (2019). Menurunkan kecemasan sosial pada remaja tunarungu. Jurnal Psikologi, 17, 9–13.
Angela, V., & Novianty, A. (2022). Psikoedukasi literasi dasar kesehatan mental di setting sekolah sebagai upaya promosi kesehatan mental remaja. Sendimas, 8(4), 178–182.
Anwar, A. (2023). Prevalensi gangguan kesehatan mental pada remaja di Indonesia. Jurnal Psikiatri Nusantara, 9(1), 55–63.
Carvalho, J. P., Simões, A., & Almeida, M. (2022). Positive mental health literacy: A systematic review. International Journal of Mental Health Promotion, 24(2), 132–145.
Fadhilah, C. R., Liza Lubis, I. S., Nisfiary, R. K., Fitria, S., & Sarah, C. (2024). Psikoedukasi kesehatan mental pada mahasiswa psikologi Universitas Tjut Nyak Dhien. Jurnal Pengabdian Masyarakat Tjut Nyak Dhien, 3(1), 1–12. https://doi.org/10.36490/jpmtnd.v3i1.1004
Hendriati, R. (2024). Prinsip-prinsip psikoedukasi dalam praktik bimbingan. Jurnal Praktik Konseling Indonesia, 6(1), 40–52.
Izzah, L., Hamdi, R., Yuliza, E., Nadifa, C., & Fanny, S. (2024). Psikoedukasi literasi kesehatan mental: Gangguan psikologis pada mahasiswa. Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat (AJPKM), 8(1), 1–8.
Kutcher, S., Wei, Y., & Coniglio, C. (2016). Mental health literacy: Past, present, and future. Canadian Journal of Psychiatry, 61(3), 154–158. https://doi.org/10.1177/0706743715616609
Maharani, L. N., Putra, A. N., & Hidayat, M. (2024). Efektivitas psikoedukasi terhadap kesadaran kesehatan mental mahasiswa. Jurnal Intervensi Psikologi, 5(1), 22–34.
Moningka, A., Susanto, H., & Febrianti, A. (2021). Psikoedukasi sebagai intervensi kesehatan mental. Jurnal Intervensi Psikologi Indonesia, 7(2), 65–73.
Nasri, L. A., Maulana, R., & Sahrazad, S. (2023). Layanan informasi bermuatan cinematherapy untuk meningkatkan pemahaman siswa tentang kesehatan mental. Teraputik: Jurnal Bimbingan dan Konseling, 7(1), 55–62. https://doi.org/10.26539/teraputik.711857
Rachel, K., & Novianty, A. (2023). Implementasi modul literasi dasar kesehatan mental remaja melalui penelitian tindakan. Jurnal Pengabdian Masyarakat Multidisiplin, 7(1), 91–102. https://doi.org/10.36341/jpm.v7i1.3726
Rasido, I., Hasan, H., Eka, N., & Riyadi, W. (2025). Mental health literacy study of Tadulako University students.Bulletin of Counseling and Psychotherapy, 7(1), 1–9. https://doi.org/10.51214/002025071157000
Rasido, I., & Patodo, M. (2020). Post disaster: Earthquake, tsunami, liquefaction mental health prevalence of Tadulako University students. Enfermería Clínica, 30, 214–218. https://doi.org/10.1016/j.enfcli.2019.10.071
Sari, R., Setianingsih, E. S., & Maulia, D. (2024). Peran layanan bimbingan kelompok dengan teknik problem solving untuk meningkatkan kesehatan mental siswa. Jurnal Konseling dan Psikologi Pendidikan, 8(2), 110–120.
Sufartianinsih, E. & Nr, R. W. (2023). Efektivitas psikoedukasi online untuk meningkatkan literasi kesehatan mental. Jurnal Psikologi Pendidikan dan Konseling, 2(1), 23–28.
Sutinah. (2020). Konsep dan strategi psikoedukasi dalam intervensi psikososial. Dalam P. Buana (Ed.), Psikoedukasi di Era Digital (hlm. 100–114). Yogyakarta: Psikogenesis Press.
WHO. (2020). Mental Health Atlas 2020. World Health Organization. https://www.who.int/publications/i/item/9789240036703
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 PAEDAGOGY : Jurnal Ilmu Pendidikan dan Psikologi

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.













