ANALISIS FAKTOR PSIKOLOGIS DALAM KETIDAKSESUAIAN PEMAHAMAN DAN PENGAMALAN AJARAN AGAMA
DOI:
https://doi.org/10.51878/paedagogy.v5i2.5770Keywords:
Psikologi agama, disonansi kognitif, krisis spiritual, hipokrisi, pengendalian diriAbstract
The discrepancy between understanding and practicing religious teachings is a significant psychological phenomenon that often leads to internal crises and behavioral inconsistencies. This research aims to deeply explore the main psychological factors that cause the gap. Using a qualitative approach through case study methods, this research analyzes various psychological dynamics that influence individuals. The main findings indicate that cognitive dissonance is the core trigger that creates an inner conflict between beliefs and actions. This conflict is exacerbated by external pressures from the modern social and cultural environment. Internally, factors such as spiritual crises, character weaknesses, and the dominance of worldly ambitions have proven to weaken religious discipline. As a defense mechanism, individuals tend to use hypocrisy and justification theories to rationalize their actions, thereby presenting a religious image that is not in line with their actual practices. Thus, this research provides deep insights into the central role of psychology in religiosity and offers a foundation for educational institutions and religious communities to design more effective mentoring approaches in helping individuals achieve integrity between beliefs and actions.
ABSTRAK
Ketidaksesuaian antara pemahaman dan pengamalan ajaran agama merupakan fenomena psikologis signifikan yang sering kali menimbulkan krisis internal dan inkonsistensi perilaku. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi secara mendalam faktor-faktor psikologis utama yang menyebabkan kesenjangan tersebut. Menggunakan pendekatan kualitatif melalui metode studi kasus, penelitian ini menganalisis berbagai dinamika psikologis yang memengaruhi individu. Temuan utama menunjukkan bahwa disonansi kognitif adalah pemicu inti yang menciptakan konflik batin antara keyakinan dan tindakan. Konflik ini diperburuk oleh tekanan eksternal dari lingkungan sosial dan budaya modern. Secara internal, faktor-faktor seperti krisis spiritual, kelemahan karakter, dan dominasi ambisi duniawi terbukti melemahkan disiplin beragama. Sebagai mekanisme pertahanan, individu cenderung menggunakan hipokrisi dan teori pembenaran untuk merasionalisasi tindakannya, sehingga menampilkan citra religius yang tidak sejalan dengan praktik nyata. Dengan demikian, penelitian ini memberikan wawasan mendalam tentang peran sentral psikologi dalam keberagamaan dan menawarkan landasan bagi lembaga pendidikan serta komunitas keagamaan untuk merancang pendekatan pembinaan yang lebih efektif dalam membantu individu mencapai integritas antara keyakinan dan perbuatan.
Downloads
References
Agarwal, A., & Chaudhary, N. (2016). Religious practices, age and gender as determinants of psychological well-being. Indian Journal of Psychological Science, 6(2), 32–37.
Anwar, A. S., et al. (2022). Internalisasi nilai-nilai moderasi beragama abad 21 melalui media sosial. JIIP - Jurnal Ilmiah Ilmu Pendidikan, 5(8), 3044–3052. https://doi.org/10.54371/jiip.v5i8.795
Ashifa, A. S. (2021). Pengaruh nilai-nilai etika konsumsi Islam, hedonisme, dan religiusitas terhadap perilaku konsumtif.
Cecep, S., et al. (2023). Sang kyai bicara agama & politik (S. I. Asep, Ed.). Gunung Djati Publishing.
Anggelia D, et al. (2022). Penerapan model project-based learning ditinjau dari Kurikulum Merdeka dalam mengembangkan kreativitas belajar pendidikan agama Islam. Jurnal Pendidikan Agama Islam Al-Thariqah, 7(2), 398–408. https://doi.org/10.25299/al-thariqah.2022.vol7(2).11377
Gunawan, Y. (2024). Kajian surat Ibrahim: Relevansi nilai ketauhidan dan keteguhan dalam pengembangan karakter pendidikan spiritual. Sports Culture, 15(1), 72–86. https://doi.org/10.25130/sc.24.1.6
Holilah, I., & Fahrurrozi. (2021). Media dan eksistensi agama (A. Humaeni, Ed.). AHI PRESS.
Julmulyani, J., et al. (2021). Pelaksanaan pendidikan karakter melalui pembelajaran PPKn di SMP Negeri 2 Wawo. Jurnal Pendidikan Sosial Keberagaman, 8(2), 106–116. https://doi.org/10.29303/juridiksiam.v8i2.251
Karori, J. K. (2024). Integration between spirituality and psychology in the transformation of body, mind, and soul of the human person with an encounter with the divine. Journal of Philosophy and Religion (JPR), 3(1), 1–11. https://doi.org/10.51317/jpr.v3i1.493
Kurniawati, A., & Najicha, F. U. (2023). Pentingnya peningkatan kesadaran kewarganegaraan pada mahasiswa di lingkungan kampus. Jurnal Global Citizen : Jurnal Ilmiah Kajian Pendidikan Kewarganegaraan, 12(2), 98–109. https://doi.org/10.33061/jgz.v12i2.9971
Masinambow, Y., & Nasrani, Y. (2021). Pendidikan Kristiani sebagai sarana pembentukan spiritualitas generasi milenial. PASCA : Jurnal Teologi Dan Pendidikan Agama Kristen, 17(1), 64–81. https://doi.org/10.46494/psc.v17i1.114
Mofferz, M. W. (2020). Meretas makna post-truth: Analisis kontekstual hoaks, emosi sosial dan populisme agama. Societas Dei: Jurnal Agama Dan Masyarakat, 7(1), 3. https://doi.org/10.33550/sd.v7i1.141
Mofid, M. (2020). Teori dasar psikologi agama. Institut Agama Islam Sunan Kalijogo Malang.
Montero-Marin, J., et al. (2019). Religiosity and meditation practice: Exploring their explanatory power on psychological adjustment. Frontiers in Psychology, 10. https://doi.org/10.3389/fpsyg.2019.00630
Mu’amalah, H., & Syarif, M. (2024). Peran guru PAI dalam penguatan moderasi beragama studi di SMA N 1 Anak Tuha. TEACHER : Jurnal Inovasi Karya Ilmiah Guru, 4(2), 1–23.
Nasichah, F. A., et al. (2024). Rasionalisasi pada film “Merindu Cahaya De Amstel.” Jurnal Ilmu Komunikasi Dan Sosial Politik, 02(01), 54–59.
Nurbani, R. M. (2020). Komunikasi antarpribadi dengan lawan jenis pada perempuan fatherless. [Nama Jurnal], 159–170.
Puspayanti, A., et al. (2023). Konsep Tri Hita Karana untuk pengembangan budaya harmoni melalui pendidikan karakter. Andragogi: Jurnal Diklat Teknis Pendidikan Dan Keagamaan, 11(1), 87–98. https://doi.org/10.36052/andragogi.v11i1.314
Putriana, et al. (2020). Perempuan di tanah para raja: Titik temu antara Qasim Amin (S. Adi, Ed.). IAIN PONTIANAK PRESS.
Rachmayani, A. N. (2022). Religious/spiritual development and positive psychology: Toward an integrative theory.
Revianto, M. A. A., & N. P. A. (2024). Kemunculan kembali fenomena LGBTQ di negara-negara barat dan dampaknya pada pemikiran masyarakat dunia. [Nama Jurnal].
Saputra, R., et al. (2021). Menyeimbangkan ritualitas dan partisipasi sosial: Konsep tasawuf sosial Amin Syukur. NALAR: Jurnal Peradaban Dan Pemikiran Islam, 5(1), 14–30.
Sipuan, S., et al. (2022). Pendekatan pendidikan multikultural. Aksara: Jurnal Ilmu Pendidikan Nonformal, 8(2), 815. https://doi.org/10.37905/aksara.8.2.815-830.2022
Squire, L. R. (2009). Adolescents who are less religious than their parents are at risk for externalizing and internalizing symptoms: The mediating role of parent-adolescent relationship quality. Neuron, 61(1), 1–7.
Sudrajat, A. (2023). Kontribusi pendidikan agama pada kesehatan mental remaja di lingkungan sekolah. Jurnal Tinta Jurnal Ilmu Keguruan Dan Pendidikan, 5(1), 83–93.
Suhartiningsih, L. (2021). Tasawuf sebagai terapi problematika masyarakat modern. IRSYADUNA: Jurnal Studi Kemahasiswaan, 1(2), 131–147.
Susmoro, H. (2023). Bela negara untuk mahasiswa. Sekretariat Jenderal Dewan Ketahanan Nasional. http://www.wantannas.go.id
Taves, A. (2020). Psychology of religion approaches to the study of religious experience. In The Cambridge companion to religious experience (pp. 25–54). https://doi.org/10.1017/9781108575119.004
Tumanggor, R. O. (2016). The conversion of religion in psychological perspective. Prosiding Psychology Forum UMM, 836–844. https://doi.org/10.5281/ZENODO.4441621
Wijaya, & Minangsih. (2023). LGBT dalam persepsi mahasiswa. Jurnalkommas. http://jurnalkommas.com/docs/JurnalD0218036.pdf
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 PAEDAGOGY : Jurnal Ilmu Pendidikan dan Psikologi

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.













