TEACHER WELL-BEING GURU GEN-Z: PERAN WORK LIFE BALANCE DAN PERCEIVED ORGANIZATIONAL SUPPORT

Authors

  • Sofiya Najwa Herdianti Universitas Buana Perjuangan Karawang
  • Nita Rohayati Universitas Buana Perjuangan Karawang
  • Regi Ramadan Universitas Buana Perjuangan Karawang

DOI:

https://doi.org/10.51878/paedagogy.v6i3.11843

Keywords:

Guru Generasi Z, Dukungan Organisasi Yang Dirasakan, Kesejahteraan Guru, Keseimbangan Kehidupan Kerja

Abstract

Teacher well-being has become an important issue due to increasing work demands, administrative pressures, and emotional challenges faced by teachers, particularly Generation Z teachers who are in the early stages of their careers. Although previous studies have examined various factors associated with teacher well-being, studies simultaneously examining the roles of Work-Life Balance and Perceived Organizational Support in Teacher Well-Being among Generation Z teachers remain limited, particularly in Karawang. This study aimed to examine the effects of Work-Life Balance and Perceived Organizational Support on Teacher Well-Being among Generation Z teachers in Karawang. This study employed a quantitative approach with a predictive correlational design. The participants were 204 Generation Z teachers aged 19–29 years residing in Karawang, selected using convenience sampling. Data were collected using the Teacher Well-Being Scale, Survey of Perceived Organizational Support, and Work-Life Balance Scale and analyzed using multiple linear regression. The results showed that Work-Life Balance and Perceived Organizational Support each had a positive and significant effect on Teacher Well-Being. Simultaneously, both variables also had a significant effect on Teacher Well-Being among Generation Z teachers in Karawang. These findings highlight that maintaining a balance between work and personal life and perceiving adequate organizational support are important factors in promoting the well-being of Generation Z teachers. The findings imply that schools should develop work policies that facilitate work-life balance, recognize teachers’ contributions, and strengthen organizational support for teachers’ needs and well-being.

ABSTRAK

Teacher Well-Being menjadi isu penting seiring meningkatnya tuntutan kerja, tekanan administratif, dan tantangan emosional yang dihadapi guru, terutama guru Generasi Z yang berada pada tahap awal karier. Meskipun berbagai penelitian telah membahas faktor-faktor yang berkaitan dengan kesejahteraan guru, kajian yang secara simultan menguji peran Work-Life Balance dan Perceived Organizational Support terhadap Teacher Well-Being pada guru Generasi Z masih terbatas, khususnya di Karawang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh Work-Life Balance dan Perceived Organizational Support terhadap teacher well-being pada guru Generasi Z di Karawang. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain korelasional prediktif. Partisipan berjumlah 204 guru Generasi Z berusia 19–29 tahun yang berdomisili di Karawang dan dipilih menggunakan teknik convenience sampling. Pengumpulan data dilakukan menggunakan teacher well-being Scale, Survey of Perceived Organizational Support, dan Work-Life Balance Scale. Data dianalisis menggunakan regresi linear berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Work-Life Balance dan Perceived Organizational Support masing-masing berpengaruh positif dan signifikan terhadap teacher well-being. Secara simultan, kedua variabel juga terbukti berpengaruh signifikan terhadap teacher well-being pada guru Generasi Z di Karawang. Temuan ini menegaskan bahwa kemampuan menjaga keseimbangan antara kehidupan kerja dan pribadi serta persepsi terhadap dukungan organisasi merupakan faktor penting dalam mendukung kesejahteraan guru Generasi Z. Implikasinya, sekolah perlu mengembangkan kebijakan kerja yang mendukung keseimbangan kehidupan kerja, memberikan apresiasi terhadap kontribusi guru, serta memperkuat dukungan terhadap kebutuhan dan kesejahteraan guru.

Downloads

Download data is not yet available.

Author Biographies

Nita Rohayati , Universitas Buana Perjuangan Karawang

Dosen Psikologi

Regi Ramadan , Universitas Buana Perjuangan Karawang

Dosen Psikologi 

References

Arifin, M., & Muharto, A. (2022). Pengaruh Worklife Balance Terhadap Kinerja Karyawan (Studi Pada PT. Livia Mandiri Sejati Pasuruan). Jurnal Riset Ekonomi dan Bisnis, 1, 37–46.

Azwar, S. (2016). Reliabilitas Dan V Aliditas Aitem. University of Virginia Press.

Brady, J., & Wilson, E. (2021). Teacher wellbeing in England: teacher responses to school-level initiatives. Cambridge Journal of Education, 51(1), 45–63. https://doi.org/10.1080/0305764X.2020.1775789

Brough, P., Timms, C., O’Driscoll, M. P., Kalliath, T., Siu, O. L., Sit, C., & Lo, D. (2014). Work–life balance: A longitudinal evaluation of a new measure across Australia and New Zealand workers. International Journal of Human Resource Management, 25(19), 2724–2744. https://doi.org/10.1080/09585192.2014.899262

Collie, R. J., Shapka, J. D., Perry, N. E., & Martin, A. J. (2015). Teacher well-being: Exploring its components and a practice-oriented scale. Journal of Psychoeducational Assessment, 33(8), 744–756. https://doi.org/10.1177/0734282915587990

Dara, Y. P., Agusta, E. V., Rahma, U., & Faizah. (2021). Suppression sebagai mediator peranan emotional job demand terhadap teacher well-being. Jurnal Sains Psikologi, 10(1), 55–65. https://doi.org/10.17977/um023v10i12021p55-65

Dhamayanti, L. A., & Suhermin. (2025). The Effect of Organizational Support and Person-Organization Fit on Organizational Commitment with Job Embeddedness as a Mediating. Formosa Journal of Multidisciplinary Research, 4(8), 3977–3992. https://doi.org/10.55927/fjmr.v4i8.430

Dirfa, Y. N., & Prasetya, B. E. A. (2019). Hubungan antara work-life balance dengan psychological well-being pada dosen wanita di perguruan tinggi Salatiga. Jurnal Psikohumanika, 11(2), 151–169. https://doi.org/10.31001/j.psi.v11i2.699

Fu, W., Wang, L., He, X., Chen, H., & He, J. (2022). Subjective Well-being of Special Education Teachers in China: The Relation of Social Support and Self-Efficacy. Frontiers in Psychology, 13. https://doi.org/10.3389/fpsyg.2022.802811

Hakim, A. P. N., Sabela, S., Tsaqib, M. F., & Wardani, A. (2024). Partisipasi Gen Z dalam konteks dinamika pembangunan di Indonesia. Jurnal Penelitian Sosial Ilmu Komunikasi, 8(1), 21–29. http://journal.unpak.ac.id/index.php/apik/article/view/9817

Hascher, T., & Waber, J. (2021). Teacher well-being: A systematic review of the research literature from the year 2000–2019. Dalam Educational Research Review (Vol. 34). Elsevier Ltd. https://doi.org/10.1016/j.edurev.2021.100411

Hutasuhut, S., Siagian, I., Silaban, H., Sitio, F., Silalahi, H. H., Naibaho, S. D., & Lahagu, P. H. (2025). Kesejahteraan Guru di Indonesia. Future Academia : The Journal of Multidisciplinary Research on Scientific and Advanced, 3(1), 227–235. https://doi.org/10.61579/future.v3i1.277

Khawand, S., & Zargar, P. (2022). Job autonomy and work-life conflict: A conceptual analysis of teachers’ wellbeing during COVID-19 pandemic. Frontiers in Psychology, 13, 01–11. https://doi.org/10.3389/fpsyg.2022.882848

Magano, J., Silva, C., Figueiredo, C., Victoria, A., Nogueira, T., & Dinis, M. A. P. (2020). Generation Z: Fitting project management soft skills competencies—A mixed-method approach. Education Sciences, 10(7), 1–24. https://doi.org/10.3390/educsci10070187

Maimunah, F., Kadiyono, A. L., & Nugraha, Y. (2024). Reliabilitas dan validitas konstruk work-life balance pada remote working employee di Indonesia. TEKMAPRO: Journal of Industrial Engineering and Management, 19(1). https://doi.org/10.33005/tekmapro.v19i1.387

Mubarak, A. (2023). Apakah Work-Life Balance Masih Layak Diteliti? Systematic Review Mengenai Work-Life Balance Terkini. Schema: Journal of Psychological Research, 68–81. https://doi.org/10.29313/schema.v0i0.12781

Nurhidayati, N., Kusnilawati, N., & Santoso, A. (2022). Employee satisfaction: Determinants and its effect on performance. Jurnal Manajemen, 26(1), 67–81. https://doi.org/10.24912/jm.v26i1.838

Pratiwi, A. R., & Muzakki. (2021). Perceived Organizational Support Terhadap Komitmen Organisasi dan Kinerja Karyawan. Jurnal Ilmiah Manajemen dan Bisnis, 22(1), 111–120. https://doi.org/10.30596/jimb.v22i1.5282

Purwaniningtyas, D. A., Adira, N., Kusmaryani, R. E., & Nurbayati, S. R. (2023). Teacher well-being & engagement: The importance of teachers’ interpersonal relationships quality at school. Psychological Research and Intervention, 6(1), 7–17. https://doi.org/10.21831/pri.v6i1.61869

Özcan, M. (2024). Subjective well-being levels of classroom teachers. European Journal of Education, 59(3), e12693. https://doi.org/10.1111/ejed.12693

Qorifah, R. M. (2025). Dukungan sosial sebagai faktor penentu kesejahteraan subjektif guru di lingkungan sekolah dasar Islam. JKKP (Jurnal Kesejahteraan Keluarga dan Pendidikan), 12(1), 97–107. https://doi.org/10.21009/JKKP.121.09

Rachman, A., Yochanan, C. E., Samanlangi, A. I., & Purnomo, H. (2024). Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif Dan R&D. 1–249.

Rahmawati, A. D., & Mulyana, O. P. (2021). Hubungan antara perceived organizational support dengan komitmen organisasi pada guru SMA Negeri I Soko. Character: Jurnal Penelitian Psikologi, 8(1). https://ejournal.unesa.ac.id/index.php/character/article/view/38271

Rombean, C., Rahmadi, P., & Appulembang, O. D. (2021). Pentingnya penyampaian informasi yang tepat untuk membangun komunikasi efektif kepada siswa kelas III sekolah dasar [The importance of delivering information appropriately in building effective communication to grade 3 of primary students]. JOHME: Journal of Holistic Mathematics Education, 5(1), 13–30. https://doi.org/10.19166/johme.v5i1.2055

Sastaviana, D. (2023). Persepsi dukungan organisasi sebagai pembentuk kesejahteraan psikologis dosen dan tenaga kependidikan. PESHUM: Jurnal Pendidikan, Sosial dan Humaniora, 2(2), 332–338. https://al-haramjournal.co.id/PESHUM/article/view/1396?articlesBySimilarityPage=34

Siahaan, I. R., Yoana, M., Nasution, H., & Fitria, K. S. (2026). Determinasi kinerja kelompok pelaku usaha perikanan: Peran dukungan organisasi, komitmen afektif dimediasi oleh kompensasi. Relasi: Jurnal Ekonomi, 22(1). https://jurnal.itsm.ac.id/index.php/relasi/article/view/1895

Siahaan, S. M., & Naibaho, D. (2025). Tanggung jawab profesional seorang guru. Jurnal Pendidikan Sosial dan Humaniora, 4(1). https://publisherqu.com/index.php/pediaqu/article/view/1701

Singh, A., & Maini, J. J. (2021). Quality of work life and job performance: A study of faculty working in the technical institutions. Higher Education Quarterly, 75(4), 667–687. https://doi.org/10.1111/hequ.12292

Sugiyono. (2019). Metode penelitian kuantitatif. Alfabeta.

Syahputra, W., Yundianto, D., & Indrawardhana, E. (2022). Instrument validation of perceived organizational support (POS) indonesian version: A rasch model analysis. Psikoislamika : Jurnal Psikologi dan Psikologi Islam, 19(2), 423–436. https://doi.org/10.18860/psikoislamika.v19i2.15985

Winesa, S. A., & Saleh, A. Y. (2020). Resiliensi sebagai prediktor teacher well-being. Mind Set, 11(2), 116–128. https://journal.univpancasila.ac.id/index.php/mindset/article/view/1446/1068

Wintara, I Made Satya. 2017. Pentingnya Peran Guru Dalam Pengembangan Minat Bakat dan Kreativitas Siswa Melalui Ekstrakurikuler. Bali: Universitas Pendidikan Ganesha.

Zulfatunnisa, S., & Maknun, L. (2022). Pentingnya peran guru dalam proses pembelajaran. Jurnal Gentala Pendidikan Dasar, 7(2), 199–213. https://online-journal.unja.ac.id/gentala/article/view/16603

Downloads

Published

2026-08-13

How to Cite

Najwa Herdianti, S., Rohayati , N., & Ramadan , R. (2026). TEACHER WELL-BEING GURU GEN-Z: PERAN WORK LIFE BALANCE DAN PERCEIVED ORGANIZATIONAL SUPPORT. PAEDAGOGY : Jurnal Ilmu Pendidikan Dan Psikologi, 6(3), 2627–2641. https://doi.org/10.51878/paedagogy.v6i3.11843

Issue

Section

Articles

Similar Articles

1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 > >> 

You may also start an advanced similarity search for this article.

Most read articles by the same author(s)