APLIKASI LEWISHAM ISOLATION PRIORITY SCORE (LIPS) DALAM MANAJEMEN ALOKASI KAMAR ISOLASI TUNGGAL
DOI:
https://doi.org/10.51878/natural.v1i2.16144Keywords:
Lewisham Isolation Priority Score (LIPS), Manajemen Alokasi, Kamar Isolasi Tunggal, Prioritas Isolasi, Multidrug-Resistant Organisms (MDRO)Abstract
Limited availability of single isolation rooms in hospitals can create challenges in determining bed allocation priorities for patients with multidrug-resistant organisms (MDROs). Decision-making without a structured assessment instrument may result in inappropriate allocation and increase the risk of infection transmission within the hospital environment. This study aimed to examine the application of the Lewisham Isolation Priority Score (LIPS) to compare single isolation room allocation priorities in two case studies at Banyumas Regional General Hospital. A descriptive qualitative design with a comparative case study approach was employed. Two patients with MDRO infections who required single isolation rooms in the Edelweis Ward were assessed using the seven parameters of the LIPS instrument. The first patient (Mr. M), who was admitted to the Melati Ward with an Escherichia coli infection producing extended-spectrum beta-lactamase (ESBL), accompanied by acute gastroenteritis with active vomiting and diarrhea, obtained a LIPS score of 45, placing him at the upper end of the Medium Priority category. The second patient (Mr. B), who was in the emergency department with a methicillin-resistant Staphylococcus aureus (MRSA) infection and no signs of active pathogen dissemination, obtained a score of 25, placing him at the lower end of the Medium Priority category. This difference in scores indicates that clinical conditions and the potential for pathogen dissemination should be considered when determining isolation priorities. In these two case studies, LIPS demonstrated potential as a structured decision-support tool for comparing single isolation room allocation priorities. However, these findings do not establish the overall effectiveness of LIPS in preventing infection transmission in hospitals.
ABSTRAK
Keterbatasan kapasitas kamar isolasi tunggal di rumah sakit dapat menimbulkan permasalahan dalam penentuan prioritas alokasi tempat tidur bagi pasien dengan Multidrug-Resistant Organisms (MDRO). Pengambilan keputusan tanpa instrumen penilaian yang terstruktur berpotensi menghasilkan ketidaktepatan alokasi dan meningkatkan risiko penularan infeksi di lingkungan rumah sakit. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji penggunaan Lewisham Isolation Priority Score (LIPS) dalam membandingkan prioritas alokasi kamar isolasi tunggal pada dua studi kasus di RSUD Banyumas. Penelitian menggunakan desain kualitatif deskriptif dengan pendekatan studi kasus komparatif. Dua pasien dengan infeksi MDRO yang membutuhkan kamar isolasi tunggal di Ruang Edelwais dinilai menggunakan tujuh parameter dalam instrumen LIPS. Pasien pertama (Tn. M), yang dirawat di Ruang Melati dengan diagnosis Escherichia coli penghasil extended-spectrum beta-lactamase (ESBL) disertai gastroenteritis akut dengan muntah dan diare aktif, memperoleh skor LIPS 45 yang termasuk kategori Medium Priority pada batas atas. Sementara itu, pasien kedua (Tn. B), yang berada di instalasi gawat darurat dengan diagnosis Staphylococcus aureus resisten metisilin (MRSA) tanpa gejala dispersi aktif, memperoleh skor 25 yang termasuk kategori Medium Priority pada batas bawah. Perbedaan skor tersebut menunjukkan bahwa kondisi klinis dan potensi dispersi patogen perlu dipertimbangkan dalam penentuan prioritas isolasi. Pada kedua studi kasus ini, LIPS menunjukkan potensi sebagai alat bantu pengambilan keputusan yang terstruktur untuk membandingkan prioritas alokasi kamar isolasi tunggal. Namun, hasil ini belum dapat digunakan untuk menyimpulkan efektivitas LIPS secara umum dalam mencegah penularan infeksi di rumah sakit.
References
Ahmad, P., Tilome, E., & Hatibie, T. (2023). Evaluasi penerapan standar operasional prosedur (SOP) pencegahan dan pengendalian infeksi pasien di unit rawat inap bedah RSUD Dr. M. M. Dunda Limboto. Jurnal Ilmiah dr. Aloei Saboe, 3(2), 173–185.
https://doi.org/10.47918/jias.v10i2.316
Anugrahsari, S., Wahyutomo, R., & Darmadjaja, D. (2022). Implementasi program pengendalian resistensi antimikroba dalam standar nasional akreditasi rumah sakit. The Journal of Hospital Accreditation, 4(2), 53–58. https://doi.org/10.35727/jha.v4i02.132
Armanda, F. R., Sarwhadamana, R. J., Ulhaq, M. Z., Putri, I. R. R., Emelda, H. O., Indriani, I., & Muhajir, M. A. (2022). Analisis struktur bangunan ruang perawatan isolasi dan logistik non medik Rumah Sakit Dr. Soetarto Yogyakarta. JARSI: Jurnal Administrasi Rumah Sakit Indonesia, 1(2), 66–73.
https://jurnal.stikesbaptis.ac.id/index.php/jarsi/article/view/646
Fadil, M., Rasyid, R., & Hidayat, M. (2022). Gambaran sensitivitas bakteri penghasil enzim extended spectrum beta-lactamase terhadap beberapa antimikroba di RSUP Dr. M. Djamil Padang periode 2018–2019. Jurnal Ilmu Kesehatan Indonesia, 2(2), 87–94.
https://doi.org/10.25077/jikesi.v2i2.448
Fanny, N., Nofikasari, I., & Putri, R. M. (2023). Analisis pelaksanaan program pencegahan dan pengendalian infeksi di Rumah Sakit X Kota Surakarta. Prosiding Seminar Informasi Kesehatan Nasional (SIKesNas 2023), 237–244. https://doi.org/10.47701/sikenas.vi.2873
Guritna, K. A., & Kurnia, E. (2025). Literature review: Kebijakan pencegahan dan pengendalian infeksi di rumah sakit. Jurnal Administrasi Rumah Sakit Indonesia, 4(1).
https://doi.org/10.32660/jarsi.v4i1.885
Kurniawati, M., Budiarti, E., & Irianto, S. E. (2022). Implementasi pencegahan dan pengendalian penyakit infeksi di RS MH tahun 2022. Prosiding Seminar Nasional Pengabdian kepada Masyarakat: Peduli Masyarakat, 2(2), 233–238.
https://jurnal.globalhealthsciencegroup.com/index.php/PSNPKM/article/view/1284
Lestari, D., Triana, A., & Prasetyorini, T. (2022). Profil keberadaan extended spectrum beta lactamase berdasarkan jenis bakteri, jenis spesimen dan sumber ruangan. Jurnal Kesehatan Saintika Meditory, 5(1), 1–12. https://doi.org/10.30633/jsm.v5i1.1341
Makbul, I., Sastrawan, S., & Karjono, K. (2026). Analisis implementasi program pencegahan dan pengendalian infeksi (PPI) di RSUD Provinsi NTB: Deskriptif kualitatif metode studi kasus. MAHESA: Malahayati Health Student Journal, 6(4).
https://doi.org/10.33024/mahesa.v6i4.21921
Pandeiroot, I., Niode, N. J., & Rampengan, N. H. (2024). Analisis pelaksanaan program pencegahan dan pengendalian infeksi nosokomial di Rumah Sakit Umum Daerah Anugerah Tomohon. e-CliniC, 12(1), 111–115. https://doi.org/10.35790/ecl.v12i1.45864
Purbandaru, E. P., & Supriyadi, S. (2022). Tindakan pengendalian infeksi pada perawat di ruang rawat inap di Rumah Sakit Kota Semarang. LINK, 18(2), 141–148.
https://doi.org/10.31983/link.v18i2.9350
Putri, C. D. A., Najmah, & Syakurah, R. A. (2023). Analisis implementasi kebijakan pencegahan dan pengendalian infeksi COVID-19 di Rumah Sakit Kabupaten Musi Rawas. Jurnal Manajemen Kesehatan Indonesia, 11(1), 52–63.
https://doi.org/10.14710/jmki.11.1.2023.52-63
Rusdi, R., Taufik, M., & A’in, A. (2022). Gambaran kinerja infection prevention control link nurse (IPCLN) dalam pelaksanaan pencegahan dan pengendalian infeksi (PPI) HAIs di instalasi rawat inap RSUD Kudungga. Jurnal Keperawatan Wiyata, 3(1), 24–31.
https://doi.org/10.35728/jkw.v3i1.546
Tallupadang, D. P., Purwadhi, P., & Veranita, M. (2024). Efektivitas penerapan Sistem Informasi Manajemen Rumah Sakit dalam implementasi bed management rawat inap di Rumah Sakit X. Innovative: Journal of Social Science Research, 4(6), 8454–8470.
https://doi.org/10.31004/innovative.v4i6.16580
Toriawaty, D. D., Windiyaningsih, C., & Trigono, A. (2022). Peningkatan strategi bed occupancy rate (BOR) pelayanan rawat inap RS Anggrek Mas Jakarta. Jurnal Manajemen dan Administrasi Rumah Sakit Indonesia, 6(1), 6–14.
https://doi.org/10.52643/marsi.v6i1.1747
Wahyutomo, R., Purwanto, L. M. F., & Ardiyanto, A. (2022). Perbandingan desain ruang isolasi terhadap jumlah kuman udara di ruang isolasi (Studi analitik pada ruang isolasi COVID-19). Arsitekta: Jurnal Arsitektur dan Kota Berkelanjutan, 4(2), 63–72.
https://doi.org/10.47970/arsitekta.v4i02.363
Wirajaya, K. M., Resmiani, M. K. P., & Farmani, P. I. (2024). Efisiensi hunian tempat tidur pada ruang isolasi COVID-19 di Rumah Sakit Universitas Udayana. Jurnal Manajemen Kesehatan Yayasan RS.Dr. Soetomo, 10(1), 1–16.
https://doi.org/10.29241/jmk.v10i1.1784
Yanti, B., Nauval, I., Azhar, M., & Teo, C. D. N. (2023). Edukasi dan pelatihan tenaga kesehatan untuk menunjang pengendalian dan pencegahan infeksi di rumah sakit. Martabe: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, 6(4), 1198–1206.
https://doi.org/10.31604/jpm.v6i4.1198-1206
Yunita, Yusuf, S., & Hengky, H. K. (2022). Pencegahan dan pengendalian health-care associated infection (HAIs) pada penjaga pasien rawat inap Rumah Sakit Umum ‘Aisyiyah St. Khadijah Kabupaten Pinrang. Jurnal Ilmiah Manusia dan Kesehatan, 5(1), 521–528. https://jurnal.umpar.ac.id/index.php/makes/article/view/754
Zaenal, Z. (2022). Pengaruh kebijakan dan pengawasan terhadap penerapan pencegahan dan pengendalian infeksi nosokomial di RSUD Kota Makassar. Syntax Literate: Jurnal Ilmiah Indonesia, 7(2), 2138–2161. https://doi.org/10.36418/syntax-literate.v7i2.6194














