HUKUM PERJANJIAN BUY BACK GUARANTEE TERHADAP KREDIT KEPEMILIKAN RUMAH
DOI:
https://doi.org/10.51878/manajerial.v5i4.8668Keywords:
Buy Back Guarantee, Kredit, RumahAbstract
ABSTRACT
According to Law No. 1 of 2011 on Housing and Residential Areas, a house functions as a decent place to live, a means of family development, a reflection of the occupants’ dignity, and an asset of the owner. In addition, housing and residential development supports economic growth through job creation and capital formation. The research applied in this study uses a normative approach, which is a form of legal research conducted by examining various literature sources or secondary data as the basis for analyzing statutory provisions. In the implementation of credit agreements, the most commonly used collateral consists of land and buildings or houses. Banks generally require consumers/debtors to submit part of their assets as collateral to ensure debt repayment in the event that the debtor fails to fulfill their obligations at the end of the agreement period. Collateral serves as an additional guarantee required in the provision of credit facilities. In home ownership loans (KPR), the object used as collateral is the house to be purchased by the customer. Therefore, it can be concluded that a buy-back guarantee agreement constitutes a contractual relationship between the bank and the developer cooperating in the distribution of credit funds. This credit agreement generally contains various general provisions regarding housing or property financing, including the loan amount, interest rate, credit term, installment amount, related fees, as well as the rights and obligations of each party. In practice, cases of non-performing KPR loans frequently occur due to the customer’s failure to fulfill their obligations.
ABSTRAK
Menurut UU No. 1 Tahun 2011, tentang Perumahan dan Kawasan Pemukiman, rumah berfungsi sebagai tempat tinggal layak, sarana pembinaan keluarga, cerminan martabat penghuninya, sekaligus aset pemilik. Selain itu, perumahan dan pemukiman mendukung ekonomi melalui penyediaan lapangan kerja dan pembentukan modal. penelitian yang diterapkan adalah pendekatan normatif, yaitu bentuk penelitian hukum yang dilakukan dengan menelaah berbagai sumber kepustakaan atau data sekunder sebagai dasar untuk menganalisis ketentuan perundang-undangan. Dalam pelaksanaan perjanjian kredit, jaminan yang paling sering dipakai adalah tanah dan bangunan atau rumah. Bank umumnya meminta Konsumen/Debitur menyerahkan sebagian harta kekayaannya sebagai jaminan untuk memastikan pelunasan utang apabila Debitur tidak memenuhi kewajibannya pada akhir masa perjanjian. Agunan menjadi jaminan tambahan yang dibutuhkan dalam pemberian fasilitas kredit. Dalam kredit pemilikan rumah (KPR), objek yang dijadikan jaminan adalah rumah yang akan dibeli oleh nasabah. Maka disimpulkan bahwa perjanjian buy back guarantee merupakan bentuk perikatan antara pihak bank dan pengembang (developer) yang bekerja sama dalam penyaluran dana kredit. Perjanjian kredit ini umumnya memuat berbagai ketentuan umum mengenai pembiayaan rumah atau properti, termasuk jumlah pinjaman, suku bunga, jangka waktu kredit, besaran cicilan, biaya terkait, serta hak dan kewajiban masing-masing pihak. Dalam praktiknya, sering terjadi kredit KPR yang mengalami kemacetan karena nasabah gagal memenuhi kewajibannya.
References
Anadi, Y. R. (2019). Kekuatan Hukum Akta Buy Back Guarantee Dengan Kuasa Menjual Bagi Pihak Developer. Jurnal Hukum dan kenotariatan, 3(1), 115-125. https://doi.org/10.33474/hukeno.v3i1.1923
Arifin, A. (2024). Produk Kredit Pemilikan Rumah Bank Syariah Indonesia Parepare (Antara Peran Dan Risiko). BANCO: Jurnal Manajemen Dan Perbankan Syariah, 6(1), 61-76. https://doi.org/10.35905/banco.v6i1.8919
Febrianti, A. A. (2021). Legal protection for housing loan customers (Study at PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk). Jurnal Ilmu Sosial dan Pendidikan (JISIP), 5(4), 691–697. http://ejournal.mandalanursa.org/index.php/JISIP/index
Haikal, M., & Yani, T. A. (2022). Penyelesaian Wanprestasi Dalam Perjanjian Kredit Usaha Di Bank Perkreditan Rakyat (Bpr) Artha Aceh Sejahtera. Jurnal Ilmiah Mahasiswa Bidang Hukum Keperdataan, 6(4), 469-477. https://jim.usk.ac.id/perdata/article/view/22906
Handayani, W. D. (2022). Takeover of objects by developers due to consumer default in housing loan agreements. Jurnal Akta Notaris, 1(1), 105–122. https://doi.org/10.56444/aktanotaris.v1i1.194
Khomaria, N., & Syah, S. (2024). Penyelesaian KPR Macet dengan Restrukturisasi (PT Bank Tabungan Negara Tbk Cabang Bangkalan). Jurnal Ekonomi Bisnis, Manajemen Dan Akuntansi (JEBMA), 4(2), 893-902. https://doi.org/10.47709/jebma.v4i2.4144
Kurniawan, S. A. M., & Suhermi, S. (2022). Kredit Macet Dalam Perjanjian Kredit Pemilikan Rumah. Zaaken: Journal of Civil and Business Law, 3(3), 378-391. https://doi.org/10.22437/zaaken.v3i3.18647
Media, Y., & Cornelia, D. (2021). Process of settlement of default in credit agreements at Bank Nagari Main Branch Padang. Jurisprudentia: HAM dan Ilmu Hukum, 4(2), 32–43. https://jurisprudentia.bunghatta.ac.id/index.php/jurisprudentia/article/download/13/10/55
Muttaqin, N., & Sukarman, H. (2023). Strategi Penyelesaian Kredit Macet Dalam Perjanjian Kredit Pemilik Rumah Pada Bank Tabungan Negara Cabang Tasikmalaya. Case Law: Journal of Law, 4(2), 134-151. https://ojs.unigal.ac.id/index.php/caselaw
Nasution, A. N., Hasian Manurung, A. N., & Kesya Anindia, B. (2025). Perlindungan hukum bagi bank yang terikat perjanjian kerja sama penyediaan fasilitas KPR dengan skema perjanjian buy back guarantee ketika terjadi kredit macet. Amandemen: Jurnal Ilmu Pertahanan, Politik dan Hukum Indonesia, 2(2), 1–16. https://doi.org/10.62383/amandemen.v2i2.848
Prasetyo, A. B., & Pudjihardjo, M. (2024). Menganalisis Faktor Yang Mempengaruhi Permintaan Kredit Pemilikan Rumah. Journal of Development Economic and Social Studies, 3(4), 1087-1097. https://doi.org/10.21776/jdess.2024.03.4.09
Qatrunnada, A., Badriyah, S. M., & Prananda, R. R. (2024). Analisis Buy Back Guarantee Dalam Perjanjian Antar Bank Dengan Developer Pada Kredit Pemilikan Rumah. Diponegoro Law Journal, 13(2). https://doi.org/10.14710/dlj.2024.43520
Randy, T. O. (2022). Tinjauan Yuridis Buy Back Guarantee Sebagai Alternatif Terhadap Penyelesaian Debitur Bermasalah Atas Kredit Pemilikan Rumah Bersubsidi Pada Bank (Studi Pada Bank Di Sumatera Utara). Ilmu Hukum Prima (IHP), 5(1), 89-107. https://doi.org/10.34012/jihp.v5i1.2532
Rohmawati, T. (2024). Optimalisasi Implementasi Prosedur Realisasi Pembiayaan Kredit Pemilikan Rumah (KPR) PT. X KC Gresik. Management Studies and Entrepreneurship Journal (MSEJ), 5(1), 743-757. https://doi.org/10.37385/msej.v5i1.4176
Shara, D., Hasan, D., & Wahjuni, S. (2019). Hak bank sebagai kreditur dalam pemberian kredit pemilikan apartemen dengan jaminan perjanjian pengikatan jual beli apartemen. Acta Diurnal: Jurnal Ilmu Hukum Kenotariatan dan Ke-PPAT-an, 2(2), 172–185. https://jurnal.fh.unpad.ac.id/index.php/acta/article/view/201
Siregar, H. F., Nurwulan, S., & Fania, F. (2021). Kepastian Hukum Payment Guarantee Memitigasi Resiko Kontrak Bank dan Developer. Jurnal Pamator: Jurnal Ilmiah Universitas Trunojoyo, 14(1), 15-21. https://doi.org/10.21107/pamator.v14i1.8585
Suparji, S., & Pratamalistya, A. P. (2020). Kredit Pemilikan Rumah Dalam Perspektif Hukum Perlindungan Konsumen. Jurnal Magister Ilmu Hukum, 5(1), 1-12. https://journal.uai.ac.id/index.php/JMIH/article/view/766
Widiati. (2022). Service quality of subsidized housing loans at PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk Banjarbaru Branch. Jurnal PUBBIS, 6(1), 81–98. https://doi.org/10.35722/pubbis.v6i1.581
Zwespa, T. A., Rembrandt, & Syam., M. (2025). Perjanjian Pembelian Kembali (Buy Back Guarantee) Kredit Pemilikan Rumah Subsidi. Andalas Notary Journal, 2(1), 84-94. https://anj.fhuk.unand.ac.id/index.php/anj/article/view/80
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 MANAJERIAL : Jurnal Inovasi Manajemen dan Supervisi Pendidikan

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.












