https://jurnalp4i.com/index.php/learning/issue/feed LEARNING : Jurnal Inovasi Penelitian Pendidikan dan Pembelajaran 2026-05-31T00:00:00+00:00 Randi Pratama Murtikusuma, M.Pd randi.popo@gmail.com Open Journal Systems <p style="text-align: justify;"><strong>LEARNING : Jurnal Inovasi Pendidikan dan Pembelajaran</strong> | <a href="https://sinta.kemdiktisaintek.go.id/journals/profile/11680"><strong>Terakreditasi Sinta 4 </strong></a>diterbitkan 4 kali setahun (Februari, Mei, Agustus, dan November) oleh Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I) yang berafiliasi dengan Perguruan Tinggi Indonesia. Jurnal ini berisi artikel hasil pemikiran dan penelitian yang ditulis oleh para guru, dosen, pakar, ilmuwan, praktisi, dan pengkaji dalam semua disiplin ilmu yang berkaitan dengan pendidikan dan pembelajaran.<br /><strong>e-ISSN : </strong><strong>2777-0575 </strong><strong>| </strong><strong>p-ISSN :</strong> <strong>2777-0583</strong></p> https://jurnalp4i.com/index.php/learning/article/view/9684 ANALISIS KESALAHAN BERBAHASA SISWA SD MELALUI PENELITIAN TINDAKAN KELAS 2026-03-01T14:21:10+00:00 Orance Federika Balan orancebalan@gmail.com Husina Humaira orancebalan@gmail.com R. Panji Hermoyo orancebalan@gmail.com <p>Writing skills are essential basic competencies that must be mastered by elementary school students as a means of expressing ideas, but in reality the quality of students' writing is still very low due to the many errors in the application of language rules. The focus of the problem in this study is directed at the analysis of language errors that include aspects of spelling, syntax, morphology, and word choice in grade IV students of SD Inpres Sikam, East Nusa Tenggara. The important steps or stages of this study use the Classroom Action Research approach which is implemented through two systematic cycles, including the planning stage, implementation of actions with structured exercises, process observation, and critical reflection. Based on the findings of the research, quantitative data shows a significant downward trend in the number of language errors by 31%, from a total of 198 errors in cycle I to 157 errors in cycle II. In detail, a significant decrease is seen in the morphology aspect by 57%, word choice by 46%, neatness of writing by 37%, syntax by 34%, and spelling by 18%. These findings prove that identifying dominant error patterns makes it easier for teachers to provide targeted corrective feedback to students. The main conclusion confirms that the application of classroom action research through error analysis is very effective in improving the understanding of language rules and increasing the quality of students' writing skills in a sustainable manner through dynamic instructional improvements.</p> <p><strong>ABSTRAK</strong></p> <p>Keterampilan menulis merupakan kompetensi dasar esensial yang harus dikuasai siswa sekolah dasar sebagai sarana ekspresi gagasan, namun pada kenyataannya kualitas tulisan siswa masih sangat rendah akibat banyaknya kesalahan penerapan kaidah bahasa. Fokus masalah dalam penelitian ini diarahkan pada analisis kesalahan berbahasa yang mencakup aspek ejaan, sintaksis, morfologi, hingga pilihan kata pada siswa kelas IV SD Inpres Sikam, Nusa Tenggara Timur. Langkah atau tahapan penting penelitian ini menggunakan pendekatan Penelitian Tindakan Kelas yang dilaksanakan melalui dua siklus sistematis, meliputi tahap perencanaan, pelaksanaan tindakan dengan pemberian latihan terstruktur, observasi proses, serta refleksi kritis. Berdasarkan temuan hasil penelitian, data kuantitatif menunjukkan adanya tren penurunan jumlah kesalahan berbahasa secara signifikan sebesar 31 %, dari total 198 kesalahan pada siklus I menjadi 157 kesalahan pada siklus II. Secara terperinci, penurunan signifikan terlihat pada aspek morfologi sebesar 57 %, pilihan kata 46 %, kerapian tulisan 37 %, sintaksis 34 %, serta aspek ejaan 18 %. Temuan ini membuktikan bahwa identifikasi pola kesalahan yang dominan memudahkan guru dalam memberikan umpan balik korektif yang tepat sasaran bagi siswa. Simpulan utama menegaskan bahwa penerapan penelitian tindakan kelas melalui analisis kesalahan sangat efektif dalam memperbaiki pemahaman kaidah bahasa serta meningkatkan kualitas keterampilan menulis siswa secara berkelanjutan melalui perbaikan instruksional yang dinamis.</p> <p> </p> <p> </p> 2026-03-15T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2026 LEARNING : Jurnal Inovasi Penelitian Pendidikan dan Pembelajaran https://jurnalp4i.com/index.php/learning/article/view/8538 PEMETAAN PELAKSANAAN PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA BERBASIS PROYEK PADA KELAS VIII SMP 2026-03-01T14:15:12+00:00 Abdi Ajar Susilo abdi.susilo@mhs.unsoed.ac.id Memet Sudaryanto memet.sudaryanto@unsoed.ac.id Vera Krisnawati vera.krisnawati@unsoed.ac.id <p>This Study aims to describe the implementation of project-based learning in Indonesian language instruction for eighth-grade students at public junior high schools in Purwokerto during the 2024/2025 academic year. The research was conducted in ten public junior high schools in Purwokerto, with one teacher form each school serving as a research respondent. This study employed a qualitative approach in the form of a case study. Data were collected through interviews, documentation, and observation. The data analysis technique used an interactive model consisting of data collection, data reduction, data display, and conclusion drawing. The results indicate that eighth-grade teachers from the ten public junior high schools in Purwokerto have implemented project-based learning. The learning materials implemented include popular scientific articles, poetry, observation report texts, as well as advertisements, slogans, and posters. Teachers carried out project-based learning activities through the stages of introduction, core activities, and closing. The project stages were also implemented comprehensively, including: (1) determining essential questions; (2) designing project plans; (3) developing project schedules; (4) monitoring project implementation; (5) assessing project outcomes; and (6) evaluating learning experiences. Overall, the projects implemented by teachers at public junior high schools in Purwokerto are aligned with the characteristics of the project-based learning model and the Merdeka Curriculum.</p> <p><strong>ABSTRAK</strong></p> <p>Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pelaksanaan pembelajaran Bahasa Indonesia berbasis proyek pada kelas VIII SMP Negeri di Purwokerto Tahun Ajar 2024/2025. Penelitian dilakukan di 10 SMP Negeri di Purwokerto dengan masing-masing sekolah terdapat satu guru sebagai responden penelitian. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan bentuk studi kasus. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara, dokumentasi, dan observasi. Teknik analisis data menggunakan model interaktif yang meliputi pengumpulan, reduksi, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan guru kelas VIII dari sepuluh SMP Negeri di Purwokerto melaksanakan pembelajaran berbasis proyek. Sebaran materi yang guru implementasikan di antaranya adalah artikel ilmiah populer, puisi, teks laporan hasil observasi, serta iklan, slogan, dan poster. Guru melaksanakan kegiatan pembelajaran berbasis proyek dengan tahapan pendahuluan, inti, dan penutup. Tahapan proyek juga dilaksanakan guru secara lengkap yang meliputi: (1) menentukan pertanyaan mendasar; (2) mendesain perencanaan proyek; (3) menyusun jadwal proyek; (4) mengawasi pelaksanaan proyek; (5) melakukan penilaian hasil; dan, (6) evaluasi pengalaman. Secara keseluruhan proyek yang dilakukan guru SMP Negeri di Purwokerto sudah sesuai dengan karakteristik model dan kurikulum merdeka.</p> <p> </p> 2026-03-15T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2026 LEARNING : Jurnal Inovasi Penelitian Pendidikan dan Pembelajaran https://jurnalp4i.com/index.php/learning/article/view/9688 EVALUASI PROGRAM EKSTRAKURIKULER PENCAK SILAT DI SD DENGAN PENDEKATAN MODEL STAKE 2026-03-01T14:25:12+00:00 Asyraf Suryadin asyraf.suryadin@unmuhbabel.ac.id Yogi Alif Agustina asyraf.suryadin@unmuhbabel.ac.id Siska Aprilia asyraf.suryadin@unmuhbabel.ac.id Delvi Rani asyraf.suryadin@unmuhbabel.ac.id <p>Elementary school at SD Negeri 57 Pangkalpinang integrates character building through the pencak silat extracurricular program, recognized as a national cultural heritage. The focus of this study is to evaluate the effectiveness of the program's implementation to ensure alignment between planning and actual results. The research used a descriptive evaluative approach through the Stake model, which included analysis of antecedents, transactions, and outcomes, involving the principal, coaches, and parents. The findings revealed that at the antecedents stage, the program's objectives were not formally documented, and coaches needed to strengthen child-specific pedagogical competencies. In the transactions dimension, activities ran routinely twice a week with good interaction, although there were no standard operating procedures related to discipline. The outcomes showed that the program was highly effective in improving physical fitness and fostering discipline and sportsmanship in students, with adequate mastery of basic techniques. The main conclusion emphasized that although the pencak silat program had a positive impact on students' non-academic development, schools needed to immediately standardize the objective documents, improve training facilities, and set more competitive achievement targets. This systematic evaluation serves as a crucial foundation for school management to optimize the potential of local culture in realizing holistic, targeted, and sustainable character education so that it can provide real benefits for all school members in the future.</p> <p><strong>ABSTRAK</strong></p> <p>Pendidikan dasar di SD Negeri 57 Pangkalpinang mengintegrasikan pembinaan karakter melalui ekstrakurikuler pencak silat sebagai warisan budaya nasional. Fokus masalah dalam penelitian ini adalah mengevaluasi efektivitas pelaksanaan program tersebut untuk memastikan keselarasan antara perencanaan dan hasil nyata di lapangan. Langkah penelitian menggunakan pendekatan deskriptif evaluatif melalui model Stake yang mencakup analisis <em>antecedents</em>, <em>transactions</em>, dan <em>outcomes</em> dengan melibatkan kepala sekolah, pelatih, serta orang tua siswa. Temuan penelitian mengungkapkan bahwa pada tahap <em>antecedents</em>, tujuan program belum terdokumentasi secara formal dan pelatih memerlukan penguatan kompetensi pedagogik khusus anak. Pada dimensi <em>transactions</em>, kegiatan berjalan rutin dua kali seminggu dengan interaksi yang baik, meskipun belum memiliki standar operasional prosedur terkait kedisiplinan. Hasil capaian atau <em>outcomes</em> menunjukkan bahwa program ini sangat efektif meningkatkan kebugaran jasmani serta membentuk karakter disiplin dan sportivitas peserta didik, dengan penguasaan teknik dasar yang memadai. Simpulan utama menegaskan bahwa meskipun program pencak silat memberikan dampak positif bagi perkembangan nonakademik siswa, sekolah perlu segera melakukan standarisasi dokumen tujuan, melengkapi sarana latihan, dan menetapkan target prestasi yang lebih kompetitif. Evaluasi sistematis ini menjadi landasan krusial bagi manajemen sekolah guna mengoptimalkan potensi budaya lokal dalam mewujudkan pendidikan karakter yang holistik, terarah, dan berkelanjutan sehingga dapat memberikan manfaat nyata bagi seluruh warga sekolah di masa depan.</p> <p> </p> 2026-03-15T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2026 LEARNING : Jurnal Inovasi Penelitian Pendidikan dan Pembelajaran https://jurnalp4i.com/index.php/learning/article/view/9031 PENERAPAN REPETITION DAN REINFORCEMENT DALAM PEMBENTUKAN KETERAMPILAN PRAKTIK KEJURUAN MURID SMK 2026-03-01T14:24:57+00:00 Dwi Retno P retnodwi008@gmail.com Ratna Dwi N retnodwi008@gmail.com Khurrota A'yuni retnodwi008@gmail.com Kuntianah Kuntianah retnodwi008@gmail.com Erna Handayanah retnodwi008@gmail.com Arief Rahman Yusuf retnodwi008@gmail.com <p>This research examines the implementation of repetition and reinforcement methods in developing vocational practical skills of students at SMK Negeri 1 Ponorogo. The gap between vocational school graduates' competencies and industry needs drives the necessity for evaluating more effective learning methods. The study employs a quantitative approach with quasi-experimental pretest-posttest control group design involving 120 eleventh-grade students from Visual Communication Design and Accounting programs. Samples were divided into experimental groups receiving repetition and reinforcement methods treatment, and control groups with conventional learning. The intervention was conducted for 12 weeks with measurements using practical skills tests and observation sheets. Data analysis using descriptive and inferential statistics showed significant results. The experimental group achieved N-Gain 0.72 with score improvement from 64.23 to 85.45, while the control group only achieved N-Gain 0.28 with improvement from 63.87 to 72.18. Independent samples t-test produced t-value 10.127 with Cohen's d effect size of 1.85 indicating very large impact. Both vocational programs showed consistent improvement patterns with Visual Communication Design reaching effect size 1.92 and Accounting 1.81. Findings prove that integration of repetition and reinforcement methods effectively enhances students' vocational practical skills through structured repeated practice and continuous positive reinforcement.</p> <p><strong>ABSTRAK</strong></p> <p>Penelitian ini mengkaji implementasi metode repetition dan reinforcement dalam pembentukan keterampilan praktik kejuruan siswa SMK Negeri 1 Ponorogo. Kesenjangan antara kompetensi lulusan SMK dengan kebutuhan industri mendorong perlunya evaluasi metode pembelajaran yang lebih efektif. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain quasi-experimental pretest-posttest control group design yang melibatkan 120 siswa kelas XI dari program Desain Komunikasi Visual dan Akuntansi. Sampel dibagi menjadi kelompok eksperimen yang mendapat perlakuan metode repetition dan reinforcement, serta kelompok kontrol dengan pembelajaran konvensional. Intervensi dilaksanakan selama 12 minggu dengan pengukuran menggunakan tes keterampilan praktik dan lembar observasi. Analisis data menggunakan statistik deskriptif dan inferensial menunjukkan hasil signifikan. Kelompok eksperimen mencapai N-Gain 0,72 dengan peningkatan skor dari 64,23 menjadi 85,45, sementara kelompok kontrol hanya mencapai N-Gain 0,28 dengan peningkatan dari 63,87 menjadi 72,18. Uji independent samples t-test menghasilkan nilai t hitung 10,127 dengan effect size Cohen's d sebesar 1,85 yang mengindikasikan dampak sangat besar. Kedua program keahlian menunjukkan pola peningkatan konsisten dengan DKV mencapai effect size 1,92 dan Akuntansi 1,81. Temuan membuktikan bahwa integrasi metode repetition dan reinforcement secara efektif meningkatkan keterampilan praktik kejuruan siswa melalui praktik berulang terstruktur dan penguatan positif berkelanjutan. </p> <p> </p> 2026-03-15T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2026 LEARNING : Jurnal Inovasi Penelitian Pendidikan dan Pembelajaran https://jurnalp4i.com/index.php/learning/article/view/9678 SHOBAHUL LUGHOH'S EFFECTIVENESS IN IMPROVING ENGLISH SPEAKING SKILLS OF MAHASANTRI AT MA'HAD AL-JAMI'AH SAYYID ALI RAHMATULLAH 2026-03-01T14:16:12+00:00 Elok Abidatut Thoyyibah elokabidatutthoyyibah@gmail.com <p>English speaking skills are an essential component in mastering a foreign language, especially for students in the context of Islamic education. This study analyzes the effectiveness and impact of Shobahul Lughoh learning on improving students' speaking skills at Ma’had Al-Jami’ah UIN Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung. Using a mixed methods approach with a quasi-experimental nonequivalent control group design and semi-structured interviews, the sample consisted of 76 students (40 in the experimental group and 36 in the control group). Data were collected through speaking tests (pre-test and post-test) and interviews with eight participants from the experimental group. Quantitative analysis using t-tests showed a significant difference between the experimental and control groups (t(74)=4.82, p=0.000 &lt; 0.05). The average speaking ability score of the experimental group increased from 45.12 to 61.87, while the control group only increased from 44.88 to 48.25. Qualitatively, the interview findings revealed an increase in self-confidence, fluency in spontaneous speaking, and vocabulary enrichment in daily communication. The Shobahul Lughoh program has been empirically and pedagogically proven effective in improving speaking competence, with implications for integrating Islamic values such as discipline and collaboration in language learning. This study provides new contributions to the study of practice-based language learning in Islamic educational settings, as well as recommendations for the development of similar programs.</p> <p><strong>ABSTRAK</strong></p> <p>Keterampilan berbicara bahasa Inggris merupakan komponen esensial dalam penguasaan bahasa asing, terutama bagi mahasantri di konteks pendidikan Islam. Penelitian ini menganalisis efektivitas dan dampak pembelajaran Shobahul Lughoh terhadap peningkatan keterampilan berbicara mahasantri di Ma’had Al-Jami’ah UIN Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung. Menggunakan pendekatan mixed methods dengan desain quasi-experimental nonequivalent control group dan wawancara semi-terstruktur, sampel terdiri dari 76 mahasantri (40 kelompok eksperimen dan 36 kelompok kontrol). Data dikumpul melalui tes berbicara (pre-test dan post-test) serta wawancara dengan delapan partisipan dari kelompok eksperimen. Analisis kuantitatif menggunakan t-test menunjukkan perbedaan signifikan antara kelompok eksperimen dan kontrol (t(74)=4.82, p=0.000 &lt; 0.05). Rata-rata skor kemampuan berbicara kelompok eksperimen meningkat dari 45,12 menjadi 61,87, sedangkan kelompok kontrol hanya meningkat dari 44,88 menjadi 48,25. Secara kualitatif, temuan wawancara mengungkap peningkatan kepercayaan diri, kelancaran berbicara spontan, serta pengayaan kosakata dalam komunikasi sehari-hari. Program Shobahul Lughoh terbukti efektif secara empiris dan pedagogis dalam meningkatkan kompetensi berbicara, dengan implikasi integrasi nilai-nilai Islam seperti disiplin dan kolaborasi dalam pembelajaran bahasa. Penelitian ini memberikan kontribusi baru pada kajian pembelajaran bahasa berbasis praktik di lingkungan pendidikan Islam, serta rekomendasi untuk pengembangan program serupa.</p> <p> </p> 2026-03-15T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2026 LEARNING : Jurnal Inovasi Penelitian Pendidikan dan Pembelajaran https://jurnalp4i.com/index.php/learning/article/view/9686 PENGEMBANGAN BAHAN AJAR “LESTARI” BERBASIS POTENSI LOKAL BAGI SISWA KELAS IV SD 2026-03-01T14:23:28+00:00 Ervawaty Ervawaty ervawat0504@gmail.com Fathul Zannah ervawaty0504@gmail.com Tazkiyatunnafs Elhawwa ervawaty0504@gmail.com <p>The background of this research is based on the minimal integration of the richness of local potential of Katingan Regency in national textbooks, so that the learning of science at SDN 4 Kasongan Lama becomes less contextual for fourth grade students. The focus of the research problem is directed at the development and testing of the validity, effectiveness, and efficiency of integrated thematic teaching materials entitled "LESTARI". The research procedure applies the Research and Development method through the ADDIE model which includes the stages of needs analysis, material structure design, prototype development, classroom implementation, and comprehensive evaluation. The validation results from material experts, media, and education practitioners indicate that this product is in the category of very feasible for use. Quantitative findings prove a significant increase in learning achievement, where the average student score jumped from 61.46 to 80.21. Statistical analysis through paired sample t-test produces a t-value of 19.25 which exceeds the t-table of 2.069, supported by the acquisition of an effect size of 3.93 which is classified as very large. The main conclusion confirms that the "LESTARI" teaching material is proven to be valid, effective, and efficient in supporting meaningful environment-based learning. The use of local content such as peat swamp ecosystems and Dayak culture not only optimizes cognitive achievement, but also successfully internalizes environmental care and ecological awareness in students from an early age in a sustainable, systematic, and holistic manner for the future sustainability of the Katingan environment.<br /><strong>ABSTRAK</strong><br />Latar belakang penelitian ini berpijak pada minimnya integrasi kekayaan potensi lokal Kabupaten Katingan dalam buku teks nasional, sehingga pembelajaran IPAS di SDN 4 Kasongan Lama menjadi kurang kontekstual bagi siswa kelas IV. Fokus masalah penelitian diarahkan pada pengembangan serta pengujian validitas, efektivitas, dan efisiensi bahan ajar tematik terpadu berjudul "LESTARI". Prosedur penelitian menerapkan metode Research and Development melalui model ADDIE yang mencakup tahapan analisis kebutuhan, perancangan struktur materi, pengembangan prototipe, implementasi kelas, hingga evaluasi menyeluruh. Hasil validasi dari para ahli materi, media, dan praktisi pendidikan menunjukkan bahwa produk ini berada pada kategori sangat layak untuk digunakan. Temuan kuantitatif membuktikan adanya peningkatan prestasi belajar yang signifikan, di mana nilai rata-rata siswa melonjak dari 61,46 menjadi 80,21. Analisis statistik melalui uji paired sample t-test menghasilkan nilai t<sub>hitung</sub> sebesar 19,25 yang melampaui t<sub>tabel</sub> senilai 2,069, didukung perolehan effect size sebesar 3,93 yang tergolong sangat besar. Simpulan utama menegaskan bahwa bahan ajar "LESTARI" terbukti valid, efektif, dan efisien dalam mendukung pembelajaran berbasis lingkungan yang bermakna. Penggunaan konten lokal seperti ekosistem rawa gambut dan budaya Dayak tidak hanya mengoptimalkan capaian kognitif, tetapi juga berhasil menginternalisasi karakter peduli lingkungan serta kesadaran ekologis siswa sejak usia dini secara berkelanjutan, sistematis, serta holistik bagi keberlangsungan masa depan lingkungan Katingan.</p> <p> </p> 2026-03-15T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2026 LEARNING : Jurnal Inovasi Penelitian Pendidikan dan Pembelajaran https://jurnalp4i.com/index.php/learning/article/view/9682 STRATEGI KEPALA SEKOLAH DALAM MANAJEMEN PEMANFAATAN LINGKUNGAN TK TERPADU 2026-03-01T14:19:32+00:00 Farah Dhafiya farahdhafiya@gmail.com Nurhalisa Khatami farahdhafiya@gmail.com Nur Syahida Zaria farahdhafiya@gmail.com <p>Utilizing the school environment as a learning resource is one of the strategic approaches in early childhood education to instill environmental awareness from an early age. However, the success of implementing this approach is greatly influenced by the role of the school principal's leadership, teacher empowerment, and partnerships with various parties. This study aims to describe the strategies of the school principal in managing the utilization of an eco-school-based environment at TK Terpadu Omah Kepompong Banjarbaru. This research uses a qualitative approach with a case study method. Data collection techniques were carried out through observation, interviews, and documentation. The research focuses on the principal's leadership strategies, teacher empowerment strategies, and partnership strategies in utilizing the school environment. The results of the study show that the principal plays a central role in building an environmental vision, organizing task distribution systematically, and provide a role model for environmentally friendly behavior. Teachers are empowered through training, mentoring, and support for environmentally-based learning innovations, so that the school environment is optimally utilized as a contextual learning space for children. In addition, schools build active and sustainable partnerships with parents, the community, and external parties to support the consistency of the eco-school program. These findings confirm that the management of environment-based utilization through eco schools can be effective if supported by visionary leadership, empowered teachers, and participatory partnerships.</p> <p><strong>ABSTRAK</strong></p> <p>Pemanfaatan lingkungan sekolah sebagai sumber belajar merupakan salah satu pendekatan strategis dalam pendidikan anak usia dini untuk menanamkan karakter peduli lingkungan sejak dini. Namun, keberhasilan implementasi pendekatan tersebut sangat dipengaruhi oleh peran kepemimpinan kepala sekolah, pemberdayaan guru, serta kemitraan dengan berbagai pihak. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan strategi kepala sekolah dalam manajemen pemanfaatan lingkungan berbasis <em>eco school</em> di TK Terpadu Omah Kepompong Banjarbaru. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Fokus penelitian meliputi strategi kepemimpinan kepala sekolah, strategi pemberdayaan guru, dan strategi kemitraan dalam pemanfaatan lingkungan sekolah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepala sekolah memiliki peran sentral dalam membangun visi lingkungan, mengatur pembagian tugas secara sistematis, serta memberikan keteladanan perilaku ramah lingkungan. Guru diberdayakan melalui pelatihan, pendampingan, dan dukungan inovasi pembelajaran berbasis lingkungan, sehingga lingkungan sekolah dimanfaatkan secara optimal sebagai ruang belajar kontekstual bagi anak. Selain itu, sekolah membangun kemitraan yang aktif dan berkelanjutan dengan orang tua, masyarakat, dan pihak eksternal untuk mendukung konsistensi program <em>eco school</em>. Temuan ini menegaskan bahwa manajemen pemanfaatan lingkungan berbasis <em>eco school</em> dapat berjalan efektif apabila didukung oleh kepemimpinan yang visioner, guru yang berdaya, serta kemitraan yang partisipatif.</p> <p> </p> 2026-03-15T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2026 LEARNING : Jurnal Inovasi Penelitian Pendidikan dan Pembelajaran https://jurnalp4i.com/index.php/learning/article/view/9291 PENINGKATAN LITERASI BACA DENGAN MENGGUNAKAN MODEL COOPERATIVE LEARNING PADA SISWA KELAS IV SD 2026-03-01T14:14:26+00:00 Helga Nahakleky nahaklekyhelga@gmail.com Zainudin Notanubun z_notanubun@yahoo.co.id Stelie Dorce Ratumanan Stelie16ratu@gmail.com <p>The results of the 2022 Programme for International Student Assessment (PISA) show that Indonesia's reading literacy score is only 359 points, far below the OECD average of 476 points. Similar problems were also found at Kaiwatu Christian Elementary School, particularly among fourth-grade students who had difficulty understanding the content of the reading material, determining the main ideas, and retelling the content of the text they had read. This study aims to improve the reading literacy of fourth-grade students at Kaiwatu Christian Elementary School through the application of the Cooperative Learning model. This study uses the Classroom Action Research (CAR) method, which is carried out in two cycles, including the planning, implementation, observation, and reflection stages. The research subjects were 17 fourth-grade students at Kaiwatu Christian Elementary School in Southwest Maluku Regency. The research instruments used included tests and observation sheets with data collection techniques through observation, tests, and documentation. The success indicator was set at a minimum of 75% of students achieving a score of 65 according to the KKTP standard. The results of the study indicate that the application of the Cooperative Learning model can significantly improve students' reading literacy. At the beginning of the pre-cycle, the average score of students was only 60 with a mastery rate of 18% or 3 students. In Cycle I, the average score remained at 60, but the number of students in the “Poor” category decreased from 35% to 12%. A significant improvement occurred in Cycle II, with the average score increasing to 80 and the mastery rate reaching 100% or 17 students. The improvement was comprehensive, covering cognitive, psychomotor, and affective aspects. It can be concluded that the application of the Cooperative Learning model is proven to be effective in improving the reading literacy of fourth-grade students at Kaiwatu Christian Elementary School</p> <p><strong>ABSTRAK</strong></p> <p>Hasil Programme for International Student Assessment (PISA) tahun 2022 menunjukkan bahwa skor literasi membaca Indonesia hanya mencapai 359 poin, jauh di bawah rata-rata negara OECD sebesar 476 poin. Permasalahan serupa juga ditemukan di SD Kristen Kaiwatu, khususnya pada siswa kelas IV yang mengalami kesulitan dalam memahami isi bacaan, menentukan gagasan pokok, dan menceritakan kembali isi teks yang telah dibaca. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan literasi baca siswa kelas IV SD Kristen Kaiwatu melalui penerapan model Cooperative Learning. Penelitian ini menggunakan metode Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam dua siklus, meliputi tahap perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi. Subjek penelitian adalah 17 siswa kelas IV SD Kristen Kaiwatu Kabupaten Maluku Barat Daya. Instrumen penelitian yang digunakan meliputi tes dan lembar observasi dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, tes, dan dokumentasi. Indikator keberhasilan ditetapkan apabila minimal 75% siswa mencapai nilai 65 sesuai standar KKTP. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan model Cooperative Learning dapat meningkatkan literasi baca siswa secara signifikan. Pada kondisi awal pra-siklus, rata-rata nilai siswa hanya mencapai 60 dengan persentase ketuntasan 18% atau 3 siswa. Pada Siklus I, rata-rata nilai tetap 60 namun jumlah siswa kategori Kurang menurun dari 35% menjadi 12%. Peningkatan signifikan terjadi pada Siklus II dengan rata-rata nilai meningkat menjadi 80 dan ketuntasan mencapai 100% atau 17 siswa. Peningkatan terjadi secara komprehensif meliputi aspek kognitif, psikomotor, dan afektif. Dapat disimpulkan bahwa penerapan model Cooperative Learning terbukti efektif dalam meningkatkan literasi baca siswa kelas IV SD Kristen Kaiwatu..</p> <p> </p> 2026-03-15T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2026 LEARNING : Jurnal Inovasi Penelitian Pendidikan dan Pembelajaran https://jurnalp4i.com/index.php/learning/article/view/9502 PERAN KEPEMIMPINAN KEPALA SEKOLAH DALAM MENINGKATKAN PROFESIONALISME GURU DI SMP 2026-03-11T02:53:12+00:00 Hilmi Hidayatulloh Poetra Azhar hilmiazhar954@gmail.com Istikomah Istikomah hilmiazhar954@gmail.com <p>Principal leadership plays a crucial role in improving the quality of national education, but is often hampered by a purely administrative approach. This study focuses on an in-depth analysis of the principal's strategic role in improving teacher professionalism at SMPN 2 Jabon by identifying various indicators of effective and adaptive leadership. Using a descriptive qualitative approach, the research was systematically implemented, including data collection through field observations, in-depth interviews with school stakeholders, and documentation studies, which were then analyzed using the interactive model of Miles, Huberman, and Saldana. The results revealed that leadership effectiveness in this institution is realized through the systematic integration of transformational, instructional, and participatory styles. Key findings indicate a significant improvement in the aspects of sustainable teacher competency development, stable work motivation, and the implementation of a more transparent and constructive performance evaluation system. A humanistic leadership style oriented towards empowering human resources has been proven to create a conducive work climate and accelerate pedagogical innovation among educators. The main conclusion of the study confirms that the figure of a principal who is able to adapt various leadership styles according to the unique context of the school makes a major contribution to strengthening teacher professionalism and improving the quality of school education in order to create a superior generation that has character, is intelligent, competitive, and is ready to face all the dynamics of the global era.</p> <p><strong>ABSTRAK</strong></p> <p>Kepemimpinan kepala sekolah berperan krusial dalam mendongkrak mutu pendidikan nasional, namun sering kali masih terkendala oleh pendekatan yang bersifat administratif semata. Penelitian ini berfokus pada analisis mendalam mengenai peran strategis kepala sekolah dalam meningkatkan profesionalisme guru di SMPN 2 Jabon melalui identifikasi berbagai indikator kepemimpinan yang efektif dan adaptif. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif, tahapan penelitian dilaksanakan secara sistematis meliputi pengumpulan data melalui observasi lapangan, wawancara mendalam dengan pemangku kepentingan sekolah, serta studi dokumentasi yang kemudian dianalisis menggunakan model interaktif Miles, Huberman, dan Saldana. Hasil penelitian mengungkap bahwa efektivitas kepemimpinan di institusi ini terwujud melalui integrasi gaya transformasional, instruksional, serta partisipatif secara sistematis. Temuan utama menunjukkan adanya peningkatan nyata dalam aspek pengembangan kompetensi guru yang berkelanjutan, motivasi kerja yang stabil, serta implementasi sistem evaluasi kinerja yang lebih transparan dan konstruktif. Gaya kepemimpinan yang humanis serta berorientasi pada pemberdayaan sumber daya manusia terbukti mampu menciptakan iklim kerja yang kondusif sekaligus memicu akselerasi inovasi pedagogik para pendidik. Simpulan utama penelitian menegaskan bahwa figur kepala sekolah yang mampu mengadaptasi berbagai gaya kepemimpinan sesuai konteks unik sekolah memberikan kontribusi besar terhadap penguatan profesionalisme guru dan perbaikan mutu pendidikan sekolah demi terciptanya generasi unggul yang berkarakter, cerdas, kompetitif, dan siap menghadapi seluruh dinamika zaman global.</p> <p> </p> 2026-03-15T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2026 LEARNING : Jurnal Inovasi Penelitian Pendidikan dan Pembelajaran https://jurnalp4i.com/index.php/learning/article/view/9681 STRATEGI KEPALA SEKOLAH DALAM MENGEMBANGKAN PROFESIONALISME GURU TK 2026-03-01T14:18:37+00:00 Huriah Huriah huriah679@gmail.com Siti Rayhanah huriah679@gmail.com Erni Erawati huriah679@gmail.com Suriansyah Suriansyah huriah679@gmail.com Ratna Purwanti huriah679@gmail.com <p><strong>ABSTRACT </strong></p> <p>Improving the quality of Early Childhood Education is highly dependent on the professional capacity of teachers, yet the development of this competency is often not systematically planned. This study aims to analyze the principal's leadership strategy in developing professionalism and empowering teachers at Azzahra Kandangan Kindergarten. Using a qualitative approach with a case study method, the research stages included data collection through in-depth interviews, participatory observation, and documentation studies, whose validity was tested through source triangulation. Data were analyzed using an interactive model that encompasses reduction, presentation, and accurate conclusion drawing. The results revealed that the principal implemented humanistic participatory leadership through routine academic supervision and providing equitable learning opportunities for all teaching staff. The findings indicated active collaboration within the internal learning community and teacher involvement in strategic curriculum planning such as the development of RPPH, semester programs, and annual programs. This strategy significantly increased teacher work motivation, self-confidence, and independence in aspects of pedagogical competence and professional personality. The main conclusion confirms that a non-authoritarian leadership style based on collective empowerment can create a supportive school climate that is essential for sustainable professional growth. This research recommendation points to the need for a more integrated teacher development structure to ensure the quality of early childhood education services remains superior and adaptive to the dynamics of modern developments.</p> <p> </p> <p><strong>ABSTRAK</strong></p> <p>Peningkatan mutu Pendidikan Anak Usia Dini sangat bergantung pada kapasitas profesional guru, namun sering kali pengembangan kompetensi ini belum terencana secara sistematis. Penelitian ini bertujuan menganalisis strategi kepemimpinan kepala sekolah dalam mengembangkan profesionalisme serta memberdayakan guru di TK Azzahra Kandangan. Menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus, tahapan penelitian meliputi pengumpulan data melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan studi dokumentasi yang diuji keabsahannya melalui triangulasi sumber. Data dianalisis menggunakan model interaktif yang mencakup reduksi, penyajian, hingga penarikan simpulan secara akurat. Hasil penelitian mengungkap bahwa kepala sekolah menerapkan kepemimpinan partisipatif yang humanis melalui supervisi akademik rutin dan pemberian kesempatan belajar yang adil bagi seluruh staf pendidik. Temuan menunjukkan adanya kolaborasi aktif dalam komunitas belajar internal serta pelibatan guru dalam perencanaan kurikulum strategis seperti penyusunan RPPH, program semester, dan program tahunan. Strategi ini secara nyata meningkatkan motivasi kerja, kepercayaan diri, serta kemandirian guru dalam aspek kompetensi pedagogik maupun kepribadian profesional. Simpulan utama menegaskan bahwa gaya kepemimpinan yang tidak otoriter dan berbasis pemberdayaan kolektif mampu menciptakan iklim sekolah suportif yang esensial bagi pertumbuhan profesional berkelanjutan. Rekomendasi penelitian ini mengarah pada perlunya struktur pengembangan guru yang lebih terintegrasi guna memastikan kualitas layanan pendidikan anak usia dini tetap unggul dan adaptif terhadap dinamika perkembangan zaman.</p> 2026-03-15T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2026 LEARNING : Jurnal Inovasi Penelitian Pendidikan dan Pembelajaran https://jurnalp4i.com/index.php/learning/article/view/9679 PEMANFAATAN MEDIA WAYGROUND SEBAGAI ALAT EVALUASI PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM KELAS X-11 DI SMA 2026-03-01T14:17:53+00:00 Laila Musfirah Sofiyati lailamusfirah.pasca2410160281@iain-palangkaraya.ac.id Jasiah Jasiah lailamusfirah.pasca2410160281@iain-palangkaraya.ac.id <p>The challenges of education in the modern era require teachers to shift from conventional assessment methods to digital instruments that are far more adaptive for the entire millennial generation. The focus of this research is to describe the use of Wayground media as an evaluation tool for Islamic Religious Education learning for students in grades X-11 at SMAN 2 Palangka Raya, especially on Islamic muamalah and economics. The research steps were carried out through a descriptive qualitative approach that involved systematic observation of class interactions, dissecting the documentation of evaluation results on the Wayground system, and collecting other supporting visual documentation. The research findings revealed that Wayground was successfully implemented as an interactive formative evaluation tool that significantly increased the enthusiasm, participation, and learning motivation of students in the classroom. Quantitative data from the research results recorded successful understanding of the material with a very high level of student answer accuracy, reaching a percentage above 90 percent overall. In addition, the real-time monitoring feature makes it easier for educators to identify learning obstacles and provide instant and objective feedback. The main conclusion confirms that Wayground is a highly effective and efficient evaluation tool innovation to strengthen the quality of the teaching process. The use of this digital media can encourage the creation of a competitive yet healthy learning atmosphere and support accurate learning reflection to refine our future educational strategies.</p> <p><strong>ABSTRAK</strong></p> <p>Tantangan pendidikan di era modern menuntut guru beralih dari metode penilaian konvensional menuju instrumen digital yang jauh lebih adaptif bagi seluruh generasi milenial. Fokus masalah dalam penelitian ini adalah mendeskripsikan pemanfaatan media Wayground sebagai alat evaluasi pembelajaran Pendidikan Agama Islam bagi siswa kelas X-11 di SMAN 2 Palangka Raya, terutama pada materi muamalah dan ekonomi Islam. Langkah penelitian dilaksanakan melalui pendekatan kualitatif deskriptif yang melibatkan tahapan observasi sistematis terhadap interaksi kelas, bedah dokumentasi hasil evaluasi pada sistem Wayground, serta pengambilan dokumentasi visual pendukung lainnya. Temuan penelitian mengungkapkan bahwa Wayground berhasil diimplementasikan sebagai sarana evaluasi formatif interaktif yang secara nyata mampu meningkatkan antusiasme, partisipasi, dan motivasi belajar para peserta didik di dalam kelas. Data kuantitatif hasil penelitian mencatat keberhasilan pemahaman materi dengan tingkat akurasi jawaban siswa yang sangat tinggi, yakni mencapai persentase di atas 90 persen secara keseluruhan. Selain itu, fitur pemantauan real-time memudahkan pendidik dalam mengidentifikasi hambatan belajar dan memberikan umpan balik secara instan serta objektif. Simpulan utama menegaskan bahwa Wayground merupakan inovasi alat evaluasi yang sangat efektif dan efisien untuk memperkuat kualitas proses pengajaran. Penggunaan media digital ini mampu mendorong terciptanya suasana belajar kompetitif namun sehat serta mendukung refleksi pembelajaran akurat guna menyempurnakan strategi edukasi masa depan pendidikan kita.</p> <p> </p> 2026-03-15T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2026 LEARNING : Jurnal Inovasi Penelitian Pendidikan dan Pembelajaran https://jurnalp4i.com/index.php/learning/article/view/9683 TAWAKKAL: KONSEP SPIRITUAL PENGUATAN KARAKTER DAN HARMONI SOSIAL DI ERA PENDIDIKAN MODERN (KAJIAN TEMATIK QS. AL- ANFAL [8]:61) 2026-03-01T14:20:14+00:00 M. Aris Akin arisakin1983@gmail.com Halimah Basri arisakin1983@gmail.com Andi Miswar arisakin1983@gmail.com <p>Tawakkal is understood as a manifestation of faith that integrates sincere effort and total submission to Allah SWT, encouraging maximal endeavor as well as a peaceful and just response rooted in trust in God. This study examines the concept of tawakkal in QS. Al‑Anfāl [8]:61 as a spiritual foundation for strengthening student character and fostering social harmony in contemporary education. The research employs a library research approach using primary sources from the Qur’an and authoritative tafsirs alongside relevant academic literature; data are analyzed descriptively through thematic interpretation (<em>tafsīr maudhu‘ī</em>). The findings indicate that integrating the value of tawakkal in education can enhance students’ emotional resilience, sense of responsibility, and <em>growth mindset</em>, and support a harmonious learning environment. This value aligns with educational directions that emphasize compassion, tolerance, and appreciation of diversity as essential aspects of character education. The study concludes that ideal education is not merely the transfer of knowledge but the transformation of moral and social values, producing generations who are both intellectually capable and morally mature, and able to contribute to peace and harmony in pluralistic societies.</p> <p><strong>ABSTRAK</strong></p> <p>Tawakkal dipahami sebagai manifestasi iman yang mengintegrasikan usaha nyata dan penyerahan diri kepada Allah SWT, mendorong upaya maksimal serta respon damai yang adil dan percaya kepada Allah. Penelitian ini mengkaji konsep tawakkal dalam QS. Al‑Anfāl [8]:61<strong> s</strong>ebagai landasan spiritual dalam penguatan karakter peserta didik dan penciptaan harmoni sosial dalam pendidikan kontemporer<strong>.</strong> Metode yang digunakan adalah penelitian kepustakaan (<em>library research</em>) dengan sumber primer Al‑Qur’an dan tafsir otoritatif serta literatur akademik; data dianalisis secara deskriptif‑analitis melalui <em>tafsīr maudhu‘ī</em>. Hasil kajian menunjukkan bahwa integrasi nilai tawakkal dalam pendidikan dapat memperkuat ketahanan emosional, tanggung jawab, dan <em>growth mindset</em> peserta didik serta mendukung lingkungan belajar yang harmonis. Nilai <em>tawakkal</em> ini konsisten dengan arah pembelajaran yang menanamkan nilai kasih sayang, toleransi, dan penghargaan terhadap perbedaan sebagai bagian dari pendidikan karakter terhadap peseerta didik . Penelitian menegaskan bahwa pendidikan ideal bukan hanya transfer ilmu, tetapi transformasi nilai moral dan sosial yang menghasilkan generasi unggul secara intelektual dan matang secara moral, serta mampu berkontribusi pada perdamaian dan keharmonisan masyarakat yang majemuk.</p> <p> </p> 2026-03-15T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2026 LEARNING : Jurnal Inovasi Penelitian Pendidikan dan Pembelajaran https://jurnalp4i.com/index.php/learning/article/view/9475 ANALISIS PROBLEMATIKA PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM PADA SEKOLAH KATEGORI TERPENCIL DI SD 2026-03-01T14:34:30+00:00 Muhammad Ghulam Saifullah ghulamsaifullah17@gmail.com Istikomah Istikomah ghulamsaifullah17@gmail.com <p>Islamic Religious Education (PAI) plays a strategic role in shaping the character of students to be faithful, pious, and noble. However, its implementation in elementary schools, especially in areas with limited resources, still faces various obstacles. This study aims to analyze the problems of Islamic Religious Education (IRE) learning at SDN 2 Gebang Sidoarjo, which is classified as a school in the 3T (remote, outermost, disadvantaged) category. The research focuses on identifying problems in PAI learning in terms of teacher human resources, learning facilities and infrastructure, learning methods, and student interest and participation. This study uses a descriptive qualitative approach with a case study method. Data collection was carried out through participant observation, in-depth interviews with the principal, IRE teachers, and students, as well as analysis of learning documents. Data analysis was carried out using the Miles and Huberman interactive model, which includes the stages of data reduction, data presentation, and conclusion drawing. The results of the study indicate that PAI learning at SDN 2 Gebang Sidoarjo faces various interrelated problems, including the limited number and competence of PAI teachers who must also serve as classroom teachers, the lack of learning support facilities and infrastructure, the dominance of conventional learning methods due to the multi-grade system, and low student interest and participation influenced by a lack of learning variety and family support. The conclusion of this study emphasizes that improving the quality of PAI learning requires comprehensive improvement efforts through strengthening teacher competence, providing adequate facilities and infrastructure, applying contextual and innovative learning methods, and strengthening collaboration between schools, parents, and the community.</p> <p><strong>ABSTRAK</strong></p> <p>Pendidikan Agama Islam (PAI) memiliki peran strategis dalam membentuk karakter peserta didik yang beriman, bertakwa, dan berakhlak mulia. Namun, pelaksanaannya di sekolah dasar, khususnya di daerah dengan keterbatasan sumber daya, masih menghadapi berbagai kendala. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis problematika pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) di SDN 2 Gebang Sidoarjo yang tergolong sebagai sekolah dengan kategori 3T (terpencil, terluar, tertinggal). Fokus penelitian diarahkan pada identifikasi permasalahan pembelajaran PAI yang ditinjau dari aspek sumber daya manusia (SDM) guru, sarana dan prasarana pembelajaran, metode pembelajaran, serta minat dan partisipasi peserta didik. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode studi kasus. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi partisipan, wawancara mendalam dengan kepala sekolah, guru PAI, dan peserta didik, serta analisis dokumen pembelajaran. Analisis data dilakukan dengan model interaktif Miles dan Huberman yang meliputi tahap reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran PAI di SDN 2 Gebang Sidoarjo menghadapi berbagai problematika yang saling berkaitan, antara lain keterbatasan jumlah dan kompetensi guru PAI yang harus merangkap sebagai guru kelas, minimnya sarana dan prasarana pendukung pembelajaran, dominasi metode pembelajaran konvensional akibat sistem kelas rangkap, serta rendahnya minat dan partisipasi siswa yang dipengaruhi oleh kurangnya variasi pembelajaran dan dukungan lingkungan keluarga. Simpulan penelitian ini menegaskan bahwa peningkatan kualitas pembelajaran PAI memerlukan upaya perbaikan yang komprehensif melalui penguatan kompetensi guru, penyediaan sarana prasarana yang memadai, penerapan metode pembelajaran yang kontekstual dan inovatif, serta penguatan kolaborasi antara sekolah, orang tua, dan masyarakat.</p> <p> </p> 2026-03-15T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2026 LEARNING : Jurnal Inovasi Penelitian Pendidikan dan Pembelajaran https://jurnalp4i.com/index.php/learning/article/view/8982 IMPLEMENTASI TEKNOLOGI DIGITAL DALAM PENYUSUNAN RENCANA KERJA SEKOLAH: SYSTEMATIC LITERATURE REVIEW 2026-03-01T14:22:40+00:00 Muhammad Sofyan Atsauri muhammadsofyan.2561@student.unisnu.ac.id Sukarman Sukarman pakar@unisnu.ac.id Muhammad Aris Kurniawan muhammadaris.2561@student.unisnu.ac.id <p>This study synthesizes scholarly evidence on the implementation of digital technologies in the preparation of School Work Plans <em>(Rencana Kerja Sekolah/RKS)</em> as strategic and operational planning instruments that guide programmes, budgeting, and school performance monitoring. Although information systems, data dashboards, and collaborative platforms are increasingly adopted in educational administration, knowledge about how these technologies enhance the quality of school planning remains fragmented. A Systematic Literature Review (SLR) was conducted following PRISMA 2020. Literature was searched in Scopus, Web of Science, ERIC, and ScienceDirect/Google Scholar using keywords related to school development plan, school improvement planning, management information system, dashboard, and digital budgeting (2015–2025). After de-duplication, title/abstract screening, full-text assessment, and Quality Assessment (QA1–QA3), 15 studies were retained and analysed via thematic synthesis. Findings indicate five dominant technology clusters: (1) data infrastructures (EMIS/SMIS/SIS) for needs diagnosis and priority mapping; (2) analytics and dashboards for sense-making and target setting; (3) digital collaboration platforms that expand stakeholder participation in programme design; (4) e-budgeting/e-procurement systems that strengthen budgeting accountability; and (5) indicator-based monitoring and evaluation systems that accelerate reporting and feedback loops. Successful implementation depends on data literacy, digital leadership, technical support, data governance, and change management. This review proposes a 'Digital Data-Enabled RKS Cycle' to guide technology integration across the entire school planning process.</p> <p><strong>ABSTRAK</strong></p> <p>Penelitian ini mensintesis bukti ilmiah tentang implementasi teknologi digital dalam penyusunan Rencana Kerja Sekolah (RKS) sebagai instrumen perencanaan strategis dan operasional yang memandu program, penganggaran, serta pemantauan kinerja sekolah. Walaupun adopsi sistem informasi, data dashboard, dan platform kolaborasi meningkat pada administrasi pendidikan, pengetahuan mengenai bagaimana teknologi tersebut meningkatkan kualitas perencanaan sekolah masih tersebar. Kajian ini menggunakan metode <em>Systematic Literature Review </em>(SLR) dengan pedoman PRISMA 2020. Pencarian literatur dilakukan pada Scopus, Web of Science, ERIC, dan ScienceDirect/Google Scholar menggunakan kata kunci terkait school development plan, school improvement planning, management information system, dashboard, dan digital budgeting pada rentang 2015–2025. Setelah penghapusan duplikasi, penyaringan judul atau abstrak, penilaian teks penuh, serta <em>Quality Assessment</em> (QA1–QA3), terpilih 15 studi yang dianalisis melalui sintesis tematik. Hasil menunjukkan lima kelompok teknologi dominan: (1) infrastruktur data (EMIS/SMIS/SIS) untuk diagnosis kebutuhan dan pemetaan prioritas; (2) analitik dan dashboard untuk sense-making dan penetapan target; (3) platform kolaborasi digital yang memperluas partisipasi pemangku kepentingan dalam penyusunan program; (4) sistem <em>e-budgeting</em> atau <em>e-procurement</em> yang meningkatkan akuntabilitas penganggaran; serta (5) sistem monitoring dan evaluasi berbasis indikator yang mempercepat pelaporan dan umpan balik. Keberhasilan implementasi ditentukan oleh literasi data, kepemimpinan digital, dukungan teknis, tata kelola data, dan manajemen perubahan. Penelitian ini merekomendasikan kerangka 'Siklus RKS Berbasis Data Digital' sebagai panduan integrasi teknologi pada seluruh tahapan perencanaan sekolah.</p> <p> </p> 2026-03-15T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2026 LEARNING : Jurnal Inovasi Penelitian Pendidikan dan Pembelajaran https://jurnalp4i.com/index.php/learning/article/view/9685 IDEOLOGI NASIONALISME DALAM TUTURAN UPACARA BENDERA: ANALISIS WACANA KRITIS WODAK PADA SISWA SMA 2026-03-01T14:21:52+00:00 Nora Elmirna noraelmirna79@guru.sma.belajar.id Ulfa Rahma noraelmirna79@guru.sma.belajar.id R. Panji Hermoyo noraelmirna79@guru.sma.belajar.id <p>Nationalism is often considered a natural characteristic, yet it is routinely produced through educational institutions to shape students' collective identity. The main focus of this research is to examine the construction of nationalist ideology in the speech of the flag ceremony at SMA Negeri 02 Bombana using Ruth Wodak's Critical Discourse Analysis model of Discourse-Historical Approach. The research stages were conducted qualitatively through the process of transcribing the speech of the ceremony instructor, field observations, and in-depth interviews to understand the institutional context. Data analysis focused on discursive strategies that include aspects of nomination, predication, argumentation, perspectivization, and the intensification and mitigation of meaning. The research findings indicate that nationalism is constructed through the framing of the inclusive identity of "we" as the subject of the nation who bears moral responsibility. This narrative dominates all segments of the ceremony with an emphasis on the topos of obligation and the threat of being left behind to legitimize students' compliance with school rules. Furthermore, institutional power relations are disguised through the use of paternalistic greetings that make ideological instructions feel like nurturing advice. The main conclusion confirms that the flag ceremony functions as a mechanism for reproducing state ideology that is normative and sacred in nature within the educational ecosystem. This discursive practice successfully transformed critical awareness into disciplinary compliance without any open resistance through very intensive and systematic national symbolism in a sustainable manner to create pure loyalty among all students.</p> <p><strong>ABSTRAK</strong></p> <p>Nasionalisme sering kali dianggap sebagai karakter yang alami, padahal ia diproduksi secara rutin melalui institusi pendidikan guna membentuk identitas kolektif siswa. Fokus utama penelitian ini adalah mengkaji konstruksi ideologi nasionalisme dalam tuturan upacara bendera di SMA Negeri 02 Bombana dengan menggunakan Analisis Wacana Kritis model Discourse-Historical Approach milik Ruth Wodak. Tahapan penelitian dilakukan secara kualitatif melalui proses transkripsi tuturan amanat pembina upacara, observasi lapangan, serta wawancara mendalam untuk memahami konteks institusional. Analisis data difokuskan pada strategi diskursif yang mencakup aspek nominasi, predikasi, argumentasi, perspektivisasi, serta intensifikasi dan mitigasi makna. Temuan penelitian menunjukkan bahwa nasionalisme dibangun melalui pembingkaian identitas inklusif "kita" sebagai subjek bangsa yang memikul tanggung jawab moral. Narasi tersebut mendominasi seluruh segmen upacara dengan penekanan pada topos kewajiban dan ancaman ketertinggalan guna melegitimasi kepatuhan siswa terhadap aturan sekolah. Selain itu, relasi kuasa institusional disamarkan melalui penggunaan sapaan paternalistik yang membuat instruksi ideologis terasa sebagai nasihat pengasuhan. Simpulan utama menegaskan bahwa upacara bendera berfungsi sebagai mekanisme reproduksi ideologi negara yang bersifat normatif dan sakral dalam ekosistem pendidikan. Praktik diskursif ini berhasil mengubah kesadaran kritis menjadi kepatuhan disipliner tanpa adanya resistensi terbuka melalui simbolisme nasional yang sangat intensif dan sistematis secara berkelanjutan guna menciptakan loyalitas murni pada seluruh peserta didik.</p> <p> </p> 2026-03-15T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2026 LEARNING : Jurnal Inovasi Penelitian Pendidikan dan Pembelajaran https://jurnalp4i.com/index.php/learning/article/view/9029 INOVASI MEDIA SMART BOX SEBAGAI SARANA STIMULASI MEMBACA PERMULAAN PADA ANAK USIA DINI 2026-03-01T14:26:11+00:00 Zamalla Faradiba Jauzza zamallafj@gmail.com Aprilia Wahyuning Fitri apriliawfitri94@gmail.com <p>This study aims to develop smart box media to improve early reading skills of children aged 4–5 years, which are appropriate in terms of validity, practicality, and feasibility. The method used was Research and Development (R&amp;D) employing the 4D model (define, design, develop, and disseminate). The research subjects involved two kindergartens with two teachers in the feasibility test, and two kindergartens with four teachers in the practicality test. The data collection instruments consisted of media expert validation sheets, material expert validation sheets, and teacher/user questionnaires. The data analysis techniques included validity testing, practicality testing, and feasibility testing of the learning media. The results of the learning media validity were obtained from expert evaluations, showing a 94% score categorized as very valid for media validation and 92% categorized as very valid for material validation. The practicality results, based on teacher questionnaire assessments, achieved a 100% score, categorized as very practical. The implications of this study indicate that the integration of smart box learning media in the learning process can have a significant positive impact on children’s learning outcomes. The findings provide a foundation for teachers to adopt similar media in instructional practices and offer insights for educational media developers in creating more innovative and effective learning tools. Thus, this study contributes to improving the quality of education and achieving better learning outcomes in schools.</p> <p><strong>ABSTRAK</strong></p> <p>Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan media smart box untuk meningkatkan kemampuan membaca permulaan pada anak usia 4-5 tahun yang layak ditinjau dari segi kevalidan, kepraktisan, dan kelayakan. Metode yang digunakan adalah penelitian dan pengembangan atau <em>research and development</em> dengan menggunakan model 4D <em>(define, design, develop, disseminate)</em>. Subjek penelitian yang digunakan pada ujian kelayakan pada 2 TK dengan 2 guru, dan uji kepraktisan pada 2 TK dengan 4 guru. Instrumen pengumpulan data adalah lembar validasi ahli media, lembar validasi ahli materi, lembar angket guru/ pengguna. Teknik analisis data yang digunakan adalah uji kevalidan, uji kepraktisan, uji kelayakan media pembelajaran. Hasil data kevalidan media pembelajaran diperoleh berdasarkan hasil penilaian validasi media oleh ahli yang memperoleh persentase sebesar 94% dengan kategori sangat valid, validasi materi sebesar 92% dengan kategori sangat valid. Hasil data kepraktisan diperoleh berdasarkan hasil penilaian angket guru yang memperoleh persentase 100% dengan kategori sangat praktis. Implikasi dari penelitian ini menunjukkan bahwa integrasi media pembelajaran <em>smart box</em> dalam proses belajar dapat memberikan dampak positif yang signifikan terhadap hasil belajar anak. Hasil penelitian ini dapat menjadi dasar bagi guru untuk mengadopsi media serupa dalam proses belajar, serta memberikan wawasan bagi pengembang media pendidikan dalam menciptakan alat bantu belajar yang lebih inovatif dan efektif. Dengan demikian, penelitian ini berkontribusi pada peningkatan kualitas pendidikan dan pencapaian hasil belajar yang lebih baik di sekolah.</p> 2026-03-15T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2026 LEARNING : Jurnal Inovasi Penelitian Pendidikan dan Pembelajaran https://jurnalp4i.com/index.php/learning/article/view/9687 PENGEMBANGAN MEDIA LEMPAR DADU BERBANTUAN FLASH CARD UNTUK PEMBELAJARAN KOSA KATA BAHASA ARAB 2026-03-01T14:24:08+00:00 Paliya Faizatul Aulia paliyafaizatulaulia00@gmail.com Umi Hijriyah paliyafaizatulaulia00@gmail.com Erlina Erlina paliyafaizatulaulia00@gmail.com <p>Language is the primary means of communication used by humans to convey feelings, ideas, and concepts. One of the most widely used languages ​​is Arabic. Furthermore, Arabic is a vital part of Islamic knowledge, and scholars have devoted every effort to achieving this, including devoting full attention to the language itself. However, memorizing vocabulary, or mufrodat, is a key element for easy communication. The purpose of this research is to develop learning methods and media that can foster student interest and overall activeness during the learning process. This research used a development method, also known as Research and Development (R&amp;D), with the ADDIE development model, implementing a dice game and flashcards. Media validation results showed that the dice game with flashcards was highly suiTabel for use, with average ratings of 100% and 85.5% from material and media experts. Furthermore, after use, students demonstrated an average of 97% in using the media effectively and very helpfully. The t-test results indicated that this learning media was effective for students. The t-test results show a significance value of 0.000, meaning that the media is effective if the significance value is less than 0.05. Therefore, a significance value of 0.000 above 0.05 indicates that the media is effective.</p> <p><strong>ABSTRAK</strong></p> <p>Bahasa adalah alat utama komunikasi yang digunakan manusia untuk menyampaikan perasaan, ide, dan gagasan. Salah satu Bahasa yang paling banyak digunakan adalah Bahasa Arab. Terlebih bahasa Arab merupakan bagian penting dari ilmu Islam, dan para ulama mengerahkan semua upaya mereka untuk mencapainya, termasuk memberikan perhatian penuh pada bahasa itu sendiri. Namun, terdapat kesulitan dalam menghafal kosa kata atau mufrodat yang menjadi modal awal untuk mudah berkomunikasi. Tujuan penelitian ini adalah mengembangkan metode dan media pembelajaran yang diperlukan adalah yang dapat menumbuhkan minat siswa dan keaktifan mereka secara keseluruhan selama proses pembelajaran. Penelitian ini menggunakan metode pengembangan atau bisa disebut juga Research and Development atau R&amp;D dengan model pengembangan ADDIE dengan mengimplemantisak permainan lempar dadu dan flash card. Hasil validasi media menunjukkan bahwa media lempar dadu berbantuan flash card ini sangat layak digunakan, dengan penilaian ahli materi dan media rata-rata 100% dan 85.5%. Selain itu, setelah digunakan, siswa menunjukkan hasil rata-rata 97% dalam penggunaan media yang efektif dan sangat membantu. Hasil uji t menunjukkan bahwa media pembelajaran ini efektif bagi siswa. Hasil uji t menunjukkan bahwa nilai signifikansi 0.000, yang berarti bahwa media efektif jika nilai signifikansi lebih kecil dari 0.05. Oleh karena itu, nilai signifikansi 0.000 di atas 0.05 menunjukkan bahwa media efektif.</p> <p> </p> 2026-03-15T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2026 LEARNING : Jurnal Inovasi Penelitian Pendidikan dan Pembelajaran https://jurnalp4i.com/index.php/learning/article/view/8787 LITERASI KEUANGAN SISWA DAN PENGELOLAAN UANG SAKU DI SMA 2026-03-01T14:17:04+00:00 Yunita Sulastri yunitasulastri08@gmail.com Daroe Iswatiningsih daroe@umm.ac.id <p>Financial literacy is an essential competency for the younger generation to face the dynamics of the digital economy, but currently there is still a wide gap between the level of conceptual knowledge and the actual practice of pocket money management among teenagers. The focus of this research problem is to analyze the in-depth relationship between financial literacy and pocket money management behavior among 10th grade students of SMA Mu'allimin Muhammadiyah West Lombok in the Islamic boarding school education ecosystem. This study uses a quantitative approach with an exploratory correlational design to twenty respondents through a saturated sampling technique. The systematic research stages involved distributing a five-point Likert scale questionnaire that has been tested for validity and reliability, followed by data analysis using descriptive statistics and Spearman's correlation test. The results showed an average financial literacy score of 23.40 and a pocket money management score of 6.50. Quantitative findings revealed a very strong and significant positive relationship between the two variables with a Spearman correlation coefficient value of 0.974 at a significance level of 0.000. The main conclusion confirms that mastery of financial concepts, positive attitudes, and access to information play a crucial role in shaping students' financial behavior that is much more planned, responsible, and rational. This study suggests the integration of financial education programs based on real economic behavior habits in schools to strengthen students' financial independence in a comprehensive and sustainable manner.</p> <p><strong>ABSTRAK</strong></p> <p>Literasi keuangan merupakan kompetensi esensial bagi generasi muda guna menghadapi dinamika ekonomi digital, namun saat ini masih terdapat kesenjangan lebar antara tingkat pengetahuan konseptual dan praktik nyata pengelolaan uang saku di kalangan remaja. Fokus masalah penelitian ini adalah menganalisis kaitan mendalam antara literasi keuangan dengan perilaku pengelolaan uang saku pada siswa kelas X SMA Mu’allimin Muhammadiyah Lombok Barat dalam ekosistem pendidikan pesantren. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain korelasional eksploratif terhadap dua puluh responden melalui teknik sampling jenuh. Tahapan penelitian sistematis melibatkan penyebaran kuesioner skala Likert lima poin yang telah teruji validitas serta reliabilitasnya, kemudian dilanjutkan dengan analisis data menggunakan statistik deskriptif dan uji korelasi Spearman. Hasil penelitian menunjukkan nilai rata-rata literasi keuangan sebesar 23,40 dan skor pengelolaan uang saku sebesar 6,50. Temuan kuantitatif mengungkap adanya hubungan positif yang sangat kuat dan signifikan antara kedua variabel tersebut dengan nilai koefisien korelasi Spearman sebesar 0,974 pada taraf signifikansi 0,000. Simpulan utama menegaskan bahwa penguasaan konsep keuangan, sikap positif, serta akses informasi berperan sangat krusial dalam membentuk perilaku finansial siswa yang jauh lebih terencana, bertanggung jawab, dan rasional. Studi ini menyarankan integrasi program pendidikan keuangan berbasis pembiasaan perilaku ekonomi nyata di sekolah guna memperkuat kemandirian finansial siswa secara komprehensif serta berkelanjutan.</p> <p> </p> 2026-03-15T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2026 LEARNING : Jurnal Inovasi Penelitian Pendidikan dan Pembelajaran https://jurnalp4i.com/index.php/learning/article/view/9677 EFEKTIVITAS GAMIFIKASI DALAM PEMBELAJARAN PAI TERHADAP MOTIVASI BELAJAR GENERASI Z : SYSTEMATIC LITERATURE REVIEW 2026-03-01T14:13:42+00:00 Yunita Sari yunitasari1264028@email.com.id Koderi Koderi yunitasari1264028@email.com.id Fitriani Fitriani yunitasari1264028@email.com.id <p>This study aims to analyze the effectiveness of gamification in Islamic Religious Education (IRE) learning on Generation Z students’ learning motivation in the digital era. The research employed a Systematic Literature Review (SLR) method based on the PRISMA guidelines. Data were collected from various scientific databases, including Scopus, Google Scholar, SINTA, and Publish or Perish, covering publications from 2020 to 2025. Out of 225 identified articles, 16 studies met the inclusion criteria and were analyzed in depth. The findings indicate that gamification in IRE learning is understood as the integration of game elements, such as points, levels, challenges, and reward systems, into the learning process without diminishing Islamic values. Gamification has been proven effective in enhancing students’ learning motivation and interest, participation and engagement, understanding of IRE materials, as well as fostering Islamic attitudes and character development. Commonly applied gamification strategies involve the use of digital platforms and Learning Management Systems (LMS), with teachers playing a key role as instructional designers aligned with pedagogical objectives. However, several challenges were identified, including limited teacher digital competence and inadequate infrastructure. Therefore, educational policy support, infrastructure development, and continuous teacher professional training are essential to optimize the sustainable implementation of gamification in IRE learning within the digital era.</p> <p><strong>ABSTRAK</strong></p> <p>Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas gamifikasi dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) terhadap motivasi belajar generasi Z di era digital. Metode yang digunakan adalah Systematic Literature Review (SLR) dengan mengacu pada pedoman PRISMA. Data diperoleh dari berbagai basis data ilmiah seperti Scopus, Google Scholar, SINTA, dan Publish or Perish dengan rentang publikasi tahun 2020–2025. Dari total 225 artikel yang teridentifikasi, sebanyak 16 artikel memenuhi kriteria inklusi dan dianalisis secara mendalam. Hasil kajian menunjukkan bahwa gamifikasi dalam pembelajaran PAI dipahami sebagai integrasi elemen permainan, seperti poin, level, tantangan, dan sistem penghargaan, ke dalam proses pembelajaran tanpa menghilangkan nilai-nilai keislaman. Penerapan gamifikasi terbukti efektif dalam meningkatkan motivasi dan minat belajar, partisipasi dan keterlibatan peserta didik, pemahaman materi PAI, serta pembentukan sikap dan karakter Islami. Strategi gamifikasi yang banyak digunakan melibatkan pemanfaatan platform digital dan Learning Management System (LMS) dengan peran guru sebagai perancang pembelajaran yang berorientasi pada tujuan pedagogis. Meskipun demikian, penerapan gamifikasi masih menghadapi tantangan berupa keterbatasan kompetensi guru dan sarana prasarana. Oleh karena itu, dukungan kebijakan pendidikan, penguatan infrastruktur, serta peningkatan kompetensi guru menjadi faktor penting dalam mengoptimalkan penerapan gamifikasi dalam pembelajaran PAI di era digital.</p> <p> </p> 2026-03-15T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2026 LEARNING : Jurnal Inovasi Penelitian Pendidikan dan Pembelajaran https://jurnalp4i.com/index.php/learning/article/view/9689 REKONSEPTUALISASI DIKLAT GURU DALAM PENGEMBANGAN PROFESIONAL BERKELANJUTAN: ANALISIS LITERATUR 2026-03-01T14:27:46+00:00 Pardiyawan Pardiyawan pardiyawan93@guru.sd.belajar.id Sugiantoro Sugiantoro pardiyawan93@guru.sd.belajar.id Mukti Ali pardiyawan93@guru.sd.belajar.id Muhammad Afdal pardiyawan93@guru.sd.belajar.id Khaeruddin Khaeruddin pardiyawan93@guru.sd.belajar.id Irnie Victorynie pardiyawan93@guru.sd.belajar.id <p>Continuing professional development for teachers is currently experiencing a paradigm shift from traditional models to more personalized and collaborative learning. This study aims to systematically synthesize international literature on the reconceptualization of teacher education and training (CPD) over the past ten years. Using a systematic literature review (SLR) method strictly guided by the PRISMA framework, researchers analyzed 20 high-quality articles from the Scopus database for the period 2015-2025. The analysis results show a fluctuating but increasing trend in publication growth, dominated by the social sciences (56.3%) and primarily focused on the digital transformation of post-pandemic education. Quantitative data revealed that technology integration was the most influential theme, with the most cited articles reaching 47 times. Methodologically, quantitative approaches dominated up to 60% of all reviewed studies. The findings identified that practice-based models, professional learning communities (PLCs), and mentoring have proven effective in improving pedagogical competence. However, the sustainability of CPD is strongly influenced by the interaction of individual intrinsic motivation, school leadership support, and the availability of adequate supporting infrastructure. The main conclusion emphasizes the need to reconceptualize training design from an episodic-technocratic approach to an adaptive, contextual, and long-term professional learning ecosystem. This systemic strategy is crucial for bridging national policy reforms with real-world classroom practice, ensuring that teacher professional development significantly impacts the quality of student learning.<br /><strong>ABSTRAK</strong></p> <p>Pengembangan profesional berkelanjutan bagi guru saat ini mengalami pergeseran paradigma dari model tradisional ke arah pembelajaran yang lebih personal dan kolaboratif. Penelitian ini bertujuan untuk mensintesis secara sistematis literatur internasional mengenai rekonseptualisasi pendidikan dan pelatihan guru (CPD) dalam sepuluh tahun terakhir. Dengan menerapkan metode <em>systematic literature review</em> (SLR) yang dipandu secara ketat oleh kerangka kerja PRISMA, peneliti menganalisis 20 artikel berkualitas tinggi dari basis data Scopus periode 2015-2025. Hasil analisis menunjukkan tren pertumbuhan publikasi yang fluktuatif namun cenderung meningkat, didominasi oleh bidang ilmu sosial (56,3%) dan fokus utama pada transformasi digital pendidikan pascapandemi. Data kuantitatif mengungkapkan bahwa tema integrasi teknologi merupakan yang paling berpengaruh, dengan artikel tersitasi tertinggi mencapai 47 kali. Secara metodologis, pendekatan kuantitatif mendominasi hingga 60% dari keseluruhan studi yang diulas. Temuan mengidentifikasi bahwa model berbasis praktik, komunitas belajar profesional (PLC), serta <em>mentoring</em> terbukti efektif meningkatkan kompetensi pedagogik. Namun, keberlanjutan CPD sangat dipengaruhi oleh interaksi motivasi intrinsik individu, dukungan kepemimpinan sekolah, dan ketersediaan infrastruktur pendukung yang memadai. Simpulan utama menegaskan perlunya rekonseptualisasi desain diklat dari yang bersifat episodik-teknokratis menuju ekosistem pembelajaran profesional yang adaptif, kontekstual, dan berorientasi jangka panjang. Strategi sistemik ini sangat krusial untuk menjembatani reformasi kebijakan nasional dengan praktik nyata di dalam kelas guna memastikan pengembangan profesional guru berdampak signifikan pada kualitas belajar peserta didik.</p> 2026-03-15T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2026 LEARNING : Jurnal Inovasi Penelitian Pendidikan dan Pembelajaran https://jurnalp4i.com/index.php/learning/article/view/9695 MENINGKATKAN KEMAMPUAN MENULIS PARAGRAF DESKRIPSI MELALUI MEDIA POWERPOINT INTERAKTIF PADA SISWA KELAS III SD 2026-03-01T14:31:03+00:00 Faiby Putri Olii faibyolii312@gmail.com <p>The skill of writing descriptive paragraphs is a basic competency that is often difficult for third-grade elementary school students to master due to limited thinking power and the lack of use of innovative learning media, as identified at SDN 2 Pinolosian through the low initial ability of students which only reached 18%. The focus of the problem includes obstacles in vocabulary selection, inaccurate punctuation, and weak coherence between sentences triggered by conventional lecture methods. This Classroom Action Research was carried out through two systematic cycles including planning, action, observation, and reflection stages by applying interactive PowerPoint media as the main learning instrument. The quantitative research findings showed a very significant increase in ability at each stage: in the first meeting of cycle I, student achievement increased to 36%, jumped to 63% in the second meeting, and finally reached the target of 81% in cycle II. The integration of visual and animation elements in this digital media proved effective in overcoming boredom and guiding students to express ideas logically and systematically. The main conclusion confirms that the use of interactive PowerPoint can substantially improve elementary school students' descriptive paragraph writing skills. Through this approach, internal and external barriers in Indonesian language learning can be mitigated, thereby creating a learning ecosystem that is more productive, creative, and oriented towards optimal academic results for students in a sustainable manner.</p> <p><strong>ABSTRAK</strong></p> <p>Keterampilan menulis paragraf deskripsi merupakan kompetensi dasar yang sering kali sulit dikuasai siswa kelas III SD karena keterbatasan daya pikir serta kurangnya penggunaan media pembelajaran yang inovatif, sebagaimana teridentifikasi di SDN 2 Pinolosian melalui rendahnya kemampuan awal siswa yang hanya mencapai 18%. Fokus permasalahan mencakup kendala dalam pemilihan kosakata, ketidaktepatan tanda baca, serta lemahnya koherensi antar-kalimat yang dipicu oleh metode ceramah konvensional. Penelitian Tindakan Kelas ini dilaksanakan melalui dua siklus sistematis meliputi tahap perencanaan, tindakan, observasi, dan refleksi dengan menerapkan media PowerPoint interaktif sebagai instrumen utama pembelajaran. Temuan penelitian secara kuantitatif menunjukkan peningkatan kemampuan yang sangat signifikan di setiap tahapan: pada siklus I pertemuan pertama capaian siswa meningkat menjadi 36%, melonjak ke angka 63% pada pertemuan kedua, dan akhirnya mencapai target ketuntasan sebesar 81% pada siklus II. Integrasi elemen visual dan animasi dalam media digital ini terbukti efektif mengatasi kejenuhan serta memandu siswa menuangkan ide secara logis dan sistematis. Simpulan utama menegaskan bahwa penggunaan PowerPoint interaktif mampu meningkatkan kemampuan menulis paragraf deskripsi siswa sekolah dasar secara substansial. Melalui pendekatan ini, hambatan internal dan eksternal dalam pembelajaran bahasa Indonesia dapat dimitigasi, sehingga menciptakan ekosistem belajar yang lebih produktif, kreatif, dan berorientasi pada hasil akademik yang optimal bagi peserta didik secara berkelanjutan.</p> <p> </p> 2026-03-15T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2026 LEARNING : Jurnal Inovasi Penelitian Pendidikan dan Pembelajaran https://jurnalp4i.com/index.php/learning/article/view/9491 STRATEGI ADAPTASI PONDOK PESANTREN DALAM MEMPERSIAPKAN SUMBER DAYA MANUSIA MENGHADAPI ERA SOCIETY 5.0 2026-03-01T14:40:11+00:00 Agus Trioni Nawa agustrioninawa@metrouniv.ac.id Yeasy Agustina Sari yeasyagustina@metrouniv.ac.id <p>The development of digital technology in the of Society 5.0 requires educational institutions to adapt in preparing competent, adaptive, and strong character human resources. Pesantren (Islamic Boarding School), as value-based educational institutions, face challenges in integrating technology without neglecting long-established traditions and moral values. This study aims to analyze the learning adaptation strategies of pesantren in preparing human resources to face the Society 5.0 era through educational implementation. This study employed a qualitative approach using a case study method conducted at one pesantren. Data were collected through in-depth interviews, participatory observation, and documentation, involving pesantren leaders, teachers, and students as research subjects. The data were analyzed using thematic analysis through data reduction, data display, and conclusion drawing, while data validity was ensured through source triangulation. The findings indicate that pesantren adaptation strategies include strengthening a digital literacy–based curriculum, developing 21st-century skills, implementing information technology–based extracurricular programs, and enhancing teachers’ competencies in utilizing educational technology. These adaptations are carried out through a progressive–conservative approach, which integrates technological innovation with traditional pesantren values. This study contributes by offering an adaptive educational model for pesantren that is relevant to addressing the challenges of the Society 5.0 era.</p> <p><strong>ABSTRAK</strong></p> <p>Perkembangan teknologi digital pada era Society 5.0 menuntut lembaga pendidikan untuk mampu beradaptasi dalam menyiapkan sumber daya manusia (SDM) yang kompeten, adaptif, dan berkarakter. Pondok pesantren sebagai lembaga pendidikan berbasis nilai menghadapi tantangan dalam mengintegrasikan teknologi tanpa mengabaikan tradisi dan nilai moral yang telah mengakar. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi adaptasi pondok pesantren dalam mempersiapkan SDM menghadapi era Society 5.0 melalui penyelenggaraan pendidikan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus pada satu pondok pesantren. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan dokumentasi, dengan subjek penelitian meliputi pimpinan pesantren, guru, dan santri. Data dianalisis menggunakan teknik analisis tematik melalui proses reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan, serta diuji keabsahannya melalui triangulasi sumber. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi adaptasi pesantren meliputi penguatan kurikulum berbasis literasi digital, pengembangan keterampilan abad ke-21, penyelenggaraan program ekstrakurikuler teknologi informasi, serta peningkatan kompetensi guru dalam pemanfaatan teknologi pembelajaran. Adaptasi tersebut dilakukan dengan pendekatan progresif-konservatif, yaitu mengintegrasikan inovasi teknologi dengan nilai-nilai tradisional pesantren. Penelitian ini berkontribusi dalam memberikan model adaptasi pendidikan pesantren yang relevan dalam menghadapi tantangan Society 5.0.</p> <p> </p> 2026-03-15T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2026 LEARNING : Jurnal Inovasi Penelitian Pendidikan dan Pembelajaran https://jurnalp4i.com/index.php/learning/article/view/9533 ANALISIS TINGKAT LITERASI DIGITAL MAHASISWA BERDASARKAN DIMENSI CAKAP, BUDAYA, ETIKA, DAN KEAMANAN DIGITAL 2026-03-01T14:40:51+00:00 Lukman Samatowa lukman.samatowa@ung.ac.id Chindy Dahlia Mokoginta chindymokoginta@gmail.com Tria Primayanti Primayanti.ung@gmail.com <p>Advances in information technology require students to have adequate digital literacy to face the challenges of the Industrial Revolution 4.0, but the facts show a competency gap among early-year students. This study aims to analyze the digital literacy level of Science Education students in the first, third, and fifth semesters of Gorontalo State University based on the dimensions of digital competence, culture, ethics, and security. The method applied is descriptive quantitative through the distribution of structured questionnaires to seventy-two respondents. The research stages include data collection, organization, processing, and descriptive analysis using performance level classification. The research findings indicate that overall, students' digital literacy skills are in the very good category. In detail, quantitative achievement in the digital media competence dimension is 82.64%, the digital culture dimension reaches 96.12%, the digital ethics dimension is 97.2%, and the digital security dimension reaches 96.27%. Although the ethics and security dimensions show the highest scores, students in the early semesters still have deficiencies in technical skills in operating certain application features. The main conclusion of the study confirms that students have a high awareness in implementing Pancasila values ​​and ethical governance in the digital environment. Continuous improvement of technical guidance is still needed so that mastery of hardware and software can support students' academic effectiveness optimally in the future through the integration of a more targeted and systematic technology-based curriculum.</p> <p><strong>ABSTRAK</strong><br />Kemajuan teknologi informasi menuntut mahasiswa memiliki literasi digital mumpuni guna menghadapi tantangan Revolusi Industri 4.0, namun fakta menunjukkan adanya kesenjangan kompetensi pada mahasiswa tingkat awal. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat literasi digital mahasiswa Pendidikan IPA Universitas Negeri Gorontalo semester satu, tiga, dan lima berdasarkan dimensi cakap, budaya, etika, serta keamanan digital. Metode yang diterapkan adalah deskriptif kuantitatif melalui penyebaran angket terstruktur kepada tujuh puluh dua responden. Tahapan penelitian mencakup pengumpulan data, pengorganisasian, pengolahan, hingga analisis deskriptif menggunakan klasifikasi tingkat kinerja. Temuan penelitian menunjukkan bahwa secara keseluruhan kemampuan literasi digital mahasiswa berada pada kategori sangat baik. Secara terperinci, capaian kuantitatif pada dimensi cakap bermedia digital sebesar 82,64%, dimensi budaya digital mencapai 96,12%, dimensi etika digital sebesar 97,2%, dan dimensi keamanan digital mencapai 96,27%. Meskipun dimensi etika dan keamanan menunjukkan skor tertinggi, mahasiswa pada semester awal masih memiliki kekurangan dalam kecakapan teknis pengoperasian fitur aplikasi tertentu. Simpulan utama penelitian menegaskan bahwa mahasiswa telah memiliki kesadaran tinggi dalam menerapkan nilai Pancasila dan tata kelola etika dalam lingkungan digital. Peningkatan bimbingan teknis secara berkelanjutan tetap diperlukan agar penguasaan perangkat keras maupun perangkat lunak dapat mendukung efektivitas akademik mahasiswa secara optimal di masa depan melalui integrasi kurikulum berbasis teknologi yang lebih terarah dan sistematis.</p> <p> </p> 2026-03-15T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2026 LEARNING : Jurnal Inovasi Penelitian Pendidikan dan Pembelajaran https://jurnalp4i.com/index.php/learning/article/view/9702 HUBUNGAN GREEN PRODUCT, GREEN ROOM LAYOUT, DAN SERVICE QUALITY TERHADAP REPURCHASE INTENTION PADA PEMBELAJARAN MAHASISWA KAMPUS X 2026-03-01T14:39:59+00:00 Budi Christanto bchristanto@bundamulia.ac.id Christy Sarah Ayu bchristanto@bundamulia.ac.id Abigail Theodora Tanzil bchristanto@bundamulia.ac.id Christian Gregory bchristanto@bundamulia.ac.id <p>Growing environmental awareness has encouraged higher education institutions to integrate sustainability principles into learning activities. The implementation of environmentally friendly concepts on campus, such as green products, green room layout, and improved service quality, is believed to influence students’ learning experiences and foster their loyalty to educational institutions. This study aims to analyze the effects of green product, green room layout, and service quality on students’ repurchase intention in the learning context at Campus X. This research employs a quantitative approach using a survey method. Data were collected through questionnaires distributed to 176 students selected using purposive sampling, with the sample size determined using the Slovin formula. Data analysis was conducted using Partial Least Squares–Structural Equation Modeling (PLS-SEM) with SmartPLS 4. The results indicate that green product has a positive and significant correlation on students’ repurchase intention. Furthermore, green room layout also shows a positive and significant correlation on repurchase intention. Service quality emerges as the most dominant variable, exerting a strong and significant correlation on repurchase intention compared to the other variables. Simultaneously, green product, green room layout, and service quality explain 63.2% of the variance in students’ repurchase intention. These findings highlight that the implementation of an integrated green campus concept supported by high-quality educational services can create sustainable learning experiences, enhance student loyalty, and promote environmental awareness within higher education institutions.</p> <p><strong>ABSTRAK</strong></p> <p>Peningkatan kesadaran terhadap isu lingkungan mendorong perguruan tinggi untuk mengintegrasikan prinsip keberlanjutan dalam kegiatan pembelajaran. Penerapan konsep ramah lingkungan di lingkungan kampus, seperti penggunaan green product, green room layout, dan peningkatan service quality, diyakini dapat memengaruhi pengalaman belajar mahasiswa serta mendorong loyalitas mereka terhadap institusi pendidikan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh green product, green room layout, dan service quality terhadap repurchase intention mahasiswa pada pembelajaran di Kampus X. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei. Data dikumpulkan melalui penyebaran kuesioner kepada 176 mahasiswa yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling, dengan jumlah sampel ditentukan berdasarkan rumus Slovin. Analisis data dilakukan menggunakan Partial Least Squares–Structural Equation Modeling (PLS-SEM) dengan bantuan SmartPLS 4. Hasil penelitian menunjukkan bahwa green product berhubungan positif dan signifikan terhadap repurchase intention mahasiswa. Selain itu, green room layout juga terbukti memiliki hubungan positif dan signifikan terhadap repurchase intention. Variabel service quality menunjukkan hubungan paling dominan dan signifikan terhadap repurchase intention dibandingkan variabel lainnya. Secara simultan, ketiga variabel tersebut mampu menjelaskan 63,2% variasi repurchase intention mahasiswa. Temuan ini menegaskan bahwa penerapan konsep green campus yang terintegrasi dengan kualitas layanan pendidikan yang baik dapat menciptakan pengalaman belajar yang berkelanjutan, meningkatkan loyalitas mahasiswa, serta menumbuhkan budaya kepedulian lingkungan di lingkungan perguruan tinggi.</p> <p> </p> 2026-03-15T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2026 LEARNING : Jurnal Inovasi Penelitian Pendidikan dan Pembelajaran https://jurnalp4i.com/index.php/learning/article/view/9690 PEMBELAJARAN LAGU DAERAH GORONTALO “TIDI LO POLOPALO MELALUI STRATEGI ACTIVE LEARNING PADA SISWA KELAS VIII-B SMP 2026-03-01T14:27:58+00:00 Arika Polamolo ikhapolamolo@gmail.com Rahmawati Ohi ikhapolamolo@gmail.com Mimy Astuty Pulukadang ikhapolamolo@gmail.com <p>Music education, particularly the teaching of regional songs, plays an important role in fostering cultural appreciation and developing students’ musical skills. However, in practice, the learning of regional songs at SMP Negeri 3 Bone still faces various challenges, such as low student interest and learning motivation, as well as limited mastery of vocal techniques, including intonation, articulation, and breathing. This study aims to describe the learning process of the Gorontalo regional song Tidi Lo Polopalo through the implementation of an active learning strategy and to determine the effectiveness of this strategy in improving the vocal abilities of eighth-grade students (Class VIII-B) at SMP Negeri 3 Bone. This research employs a qualitative approach with a descriptive research design. Data collection techniques include observation, interviews, and documentation. The results indicate that the application of the active learning strategy increases students’ participation in the learning process, creates a more interactive and enjoyable learning atmosphere, and enhances students’ vocal abilities in terms of intonation, articulation, and breathing. Furthermore, learning regional songs through this strategy fosters students’ self-confidence, cooperation, and appreciation of Gorontalo local culture. Therefore, the active learning strategy is considered effective for use in teaching the regional song Tidi Lo Polopalo in the Cultural Arts subject at SMP Negeri 3 Bone.</p> <p><strong>ABSTRAK</strong></p> <p>Pembelajaran seni musik, khususnya pembelajaran lagu daerah, memiliki peran penting dalam menumbuhkan apresiasi budaya dan mengembangkan keterampilan musikal peserta didik. Namun, pada praktiknya pembelajaran lagu daerah di SMP Negeri 3 Bone masih menghadapi berbagai kendala, seperti rendahnya minat dan motivasi belajar siswa serta kurangnya penguasaan teknik vokal, meliputi intonasi, artikulasi, dan pernapasan. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan proses pembelajaran lagu daerah Gorontalo <em>Tidi Lo Polopalo</em> melalui penerapan strategi <em>active learning</em> serta mengetahui efektivitas strategi tersebut dalam meningkatkan kemampuan vokal siswa kelas VIII-B di SMP Negeri 3 Bone. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Teknik pengumpulan data meliputi observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan strategi <em>active learning</em> mampu meningkatkan keaktifan siswa dalam proses pembelajaran, menciptakan suasana belajar yang lebih interaktif dan menyenangkan, serta meningkatkan kemampuan vokal siswa dalam aspek intonasi, artikulasi, dan pernapasan. Selain itu, pembelajaran lagu daerah melalui strategi ini juga menumbuhkan rasa percaya diri, kerja sama, dan apresiasi siswa terhadap budaya lokal Gorontalo. Dengan demikian, strategi <em>active learning</em> dinilai efektif untuk diterapkan dalam pembelajaran lagu daerah <em>Tidi Lo Polopalo</em> pada mata pelajaran Seni Budaya di SMP Negeri 3 Bone.</p> <p> </p> 2026-03-15T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2026 LEARNING : Jurnal Inovasi Penelitian Pendidikan dan Pembelajaran https://jurnalp4i.com/index.php/learning/article/view/9562 STUDI LITERATUR MENGENAI PENGARUH JUDI ONLINE TERHADAP MORALITAS PELAJAR DALAM PERSPEKTIF PENDIDIKAN ISLAM 2026-03-01T14:41:00+00:00 Agung Kurniawan assyaroniah@gmail.com Koderi Koderi assyaroniah@gmail.com Fitriani Fitriani assyaroniah@gmail.com <p>The development of digital technology has opened up opportunities for students to access various risky content, including online gambling, which can have serious impacts on morals and character development. In the context of Islamic Religious Education (PAI), this issue is crucial because it contradicts Islamic values ​​that emphasize good morals, piety, and social responsibility. This study aims to explore the influence of online gambling on students' morals, the factors that encourage students to engage in online gambling, and how Islamic Education plays a role in preventing and mitigating these effects. The method used in this study was a Systematic Literature Review (SLR) following PRISMA guidelines. The literature search was conducted using several trusted databases with publication dates between 2020 and 2025. Of the 138 articles found, 20 met the inclusion criteria and were systematically analyzed. The study findings indicate that online gambling significantly weakens the values ​​of honesty, trustworthiness, discipline, and responsibility, reduces the quality of worship and piety, undermines social ethics, and hinders the formation of Islamic character. The main factors contributing to student involvement are psychological pressure, peer influence, easy access to technology, lack of supervision from parents and teachers, and the desire for quick profits. The study's conclusion confirms that Islamic Religious Education plays a crucial role in preventing online gambling through strengthening moral values, spiritual approaches, innovations in Islamic-based digital learning, and collaboration between schools, families, and the social environment in fostering student character in the digital age.</p> <p><strong>ABSTRAK</strong></p> <p>Perkembangan teknologi digital telah membuka kesempatan bagi siswa untuk mengakses berbagai konten berisiko, termasuk perjudian online, yang dapat memberikan dampak serius terhadap moral dan pembentukan karakter. Dalam konteks Pendidikan Agama Islam (PAI), masalah ini sangat penting karena bertentangan dengan nilai-nilai keislaman yang menekankan pada akhlak baik, ketakwaan, dan tanggung jawab sosial. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi pengaruh perjudian online terhadap moral siswa, faktor-faktor yang mendorong siswa terlibat dalam perjudian online, serta bagaimana Pendidikan Islam berperan dalam mencegah dan mengurangi efek tersebut. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Systematic Literature Review (SLR) dengan mengikuti pedoman PRISMA. Pencarian literatur dilakukan menggunakan beberapa database terpercaya dengan rentang waktu publikasi antara tahun 2020 dan 2025. Dari 138 artikel yang ditemukan, ada 20 artikel yang memenuhi kriteria inklusi dan dianalisis secara sistematis. Temuan penelitian menyatakan bahwa perjudian online secara signifikan melemahkan nilai-nilai kejujuran, amanah, disiplin, dan tanggung jawab, mengurangi kualitas ibadah dan ketakwaan, merusak etika sosial, serta menghalangi pembentukan karakter Islami. Faktor utama yang menyebabkan keterlibatan siswa adalah dorongan psikologis, pengaruh teman, kemudahan akses teknologi, kurangnya pengawasan dari orang tua dan guru, serta motivasi untuk mendapatkan keuntungan dengan cepat. Kesimpulan dari penelitian ini menegaskan bahwa Pendidikan Agama Islam memiliki peran penting dalam mencegah perjudian online melalui penguatan nilai akhlak, pendekatan spiritual, inovasi dalam pembelajaran digital yang berbasis nilai Islami, serta kolaborasi antara sekolah, keluarga, dan lingkungan sosial dalam pembinaan karakter siswa di era digital.</p> <p> </p> 2026-03-15T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2026 LEARNING : Jurnal Inovasi Penelitian Pendidikan dan Pembelajaran https://jurnalp4i.com/index.php/learning/article/view/9698 PENGARUH KREATIVITAS DAN SELF-EFFICACY TERHADAP KEMAMPUAN PENGAMBILAN KEPUTUSAN DIMEDIASI KEMAMPUAN MEMECAHKAN MASALAH DALAM TEORI DASAR KULINER PADA SISWA SMK KULINER 2026-03-01T14:31:38+00:00 Fadilah Ony Khanza fadilah.23001@mhs.unesa.ac.id Any Sutiadiningsih fadilah.23001@mhs.unesa.ac.id Subuh Isnur Haryudo fadilah.23001@mhs.unesa.ac.id <p>The high unemployment rate among vocational high school graduates and their low soft skills proficiency pose serious obstacles to employment in the culinary industry. The main problem lies in students' reliance on teacher instructions during practical work, indicating a lack of independent decision-making skills. This quantitative research with an explanatory design aims to analyze the influence of creativity and self-efficacy on decision-making skills through the mediation of problem-solving skills. The research location included three public vocational high schools in the Kediri area, involving one hundred and sixty tenth-grade students as a purposive sample. The research stages included the distribution of Likert-scale questionnaires and data analysis using Structural Equation Modeling–Partial Least Squares through SmartPLS software. The results of the quantitative analysis indicate that creativity significantly influences decision-making (p=0.000) and problem-solving skills (p=0.000). Likewise, self-efficacy is proven to significantly influence problem-solving (p=0.000). The mediation findings confirm that problem-solving skills indirectly link creativity (p=0.003) and self-efficacy (p=0.002) to the quality of final decisions. The main conclusion confirms that culinary students' decision-making does not emerge instantly but rather through a complex cognitive process fueled by self-confidence and flexible creative thinking. Therefore, the Basic Culinary Theory curriculum must integrate problem-based learning methods to train students' independence and prepare them for the dynamics of the modern, competitive, global workplace.</p> <p><strong>ABSTRAK</strong></p> <p>Angka pengangguran lulusan SMK yang tinggi serta rendahnya penguasaan soft skill menjadi kendala serius dalam penyerapan tenaga kerja di industri kuliner. Permasalahan utama terletak pada ketergantungan siswa terhadap instruksi guru saat praktikum yang mengindikasikan lemahnya kemampuan pengambilan keputusan mandiri. Penelitian kuantitatif dengan desain eksplanatori ini bertujuan menganalisis pengaruh kreativitas dan self-efficacy terhadap kemampuan pengambilan keputusan melalui mediasi kemampuan memecahkan masalah. Lokasi penelitian mencakup tiga SMK Negeri di wilayah Kediri dengan melibatkan seratus enam puluh siswa kelas sepuluh sebagai sampel purposive. Tahapan penelitian meliputi penyebaran kuesioner skala Likert dan analisis data menggunakan Structural Equation Modeling–Partial Least Squares melalui software SmartPLS. Hasil analisis kuantitatif menunjukkan bahwa kreativitas berpengaruh signifikan terhadap pengambilan keputusan (p=0,000) dan kemampuan memecahkan masalah (p=0,000). Begitu pula self-efficacy terbukti memengaruhi pemecahan masalah (p=0,000) secara nyata. Temuan mediasi mengonfirmasi bahwa kemampuan memecahkan masalah menghubungkan kreativitas (p=0,003) dan self-efficacy (p=0,002) terhadap kualitas keputusan akhir secara tidak langsung. Simpulan utama menegaskan bahwa pengambilan keputusan siswa kuliner tidak muncul secara instan melainkan melalui proses kognitif kompleks yang dipicu oleh keyakinan diri dan fleksibilitas berpikir kreatif. Oleh karena itu, kurikulum Teori Dasar Kuliner wajib mengintegrasikan metode pembelajaran berbasis masalah guna melatih kemandirian serta kesiapan siswa dalam menghadapi dinamika dunia kerja modern global yang kompetitif.</p> <p> </p> 2026-03-15T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2026 LEARNING : Jurnal Inovasi Penelitian Pendidikan dan Pembelajaran https://jurnalp4i.com/index.php/learning/article/view/9194 DIGITAL INNOVATION IN AUTOMOTIVE EDUCATION : IMPROVING COLLABORATION SKILL OF STUDENT USING INTERACTIVE FLIPBOOK 2026-03-01T14:31:14+00:00 Faisal Anas Kunesa faisalanask@gmail.com Warju Warju faisalanask@gmail.com A. Grummy Wailanduw faisalanask@gmail.com Hamid Ramadhan Nur faisalanask@gmail.com <p> </p> <p>Students in the twenty-first century need to be able to work together effectively and be actively involved in their own education. Creating interactive learning material based on flipbooks is one way to bolster these abilities. The purpose of this research is to investigate how students' collaborative abilities are impacted by the use of flipbook media and to document their reactions to the created materials. The researchers in this study used a quasi experimental (group posstest design), which meant that only one set of students received the instructional materials (flipbooks) and the associated activities. An observation sheet for teamwork abilities and a questionnaire for student feedback made up the study tools. After using flipbook media, students cooperation abilities significantly improved, as shown by a significance value of 0.000 &lt; 0.05 in the comparative test on collaboration skills. In addition, the reliability test yielded a Cronbach's Alpha score of 0.846, reflecting strong reliability, and the validity test showed that all ten questionnaire questions had correlation coefficients higher than 0.361, proving that all items were valid. Evident from these results, the flipbook medium was well-received by the student. Thus, the created flipbook-based learning material is well-received and useful for improving students teamwork abilities and receives positive responses, making it suitable for use as an interactive learning medium in twenty-first century learning.</p> <p> </p> <p><strong>ABSTRAK</strong></p> <p>Siswa di abad ke-21 perlu mampu bekerja sama secara efektif dan terlibat aktif dalam pendidikan mereka sendiri. Membuat materi pembelajaran interaktif berbasis flipbook adalah salah satu cara untuk meningkatkan kemampuan ini. Tujuan penelitian ini adalah untuk menyelidiki bagaimana kemampuan kolaborasi siswa dipengaruhi oleh penggunaan media flipbook dan untuk mendokumentasikan reaksi mereka terhadap materi yang dibuat. Para peneliti dalam studi ini menggunakan desain kuasi eksperimental (desain posttest kelompok), yang berarti hanya satu kelompok siswa yang menerima materi pembelajaran (flipbook) dan aktivitas terkait. Lembar observasi untuk kemampuan kerja tim dan kuesioner untuk umpan balik siswa merupakan alat penelitian. Setelah menggunakan media flipbook, kemampuan kerja sama siswa meningkat secara signifikan, seperti yang ditunjukkan oleh nilai signifikansi 0,000 &lt; 0,05 dalam uji komparatif pada keterampilan kolaborasi. Selain itu, uji reliabilitas menghasilkan skor Alpha Cronbach sebesar 0,846, yang mencerminkan reliabilitas yang kuat, dan uji validitas menunjukkan bahwa semua sepuluh pertanyaan kuesioner memiliki koefisien korelasi lebih tinggi dari 0,361, membuktikan bahwa semua item valid. Terbukti dari hasil ini, media flipbook diterima dengan baik oleh siswa. Dengan demikian, materi pembelajaran berbasis flipbook yang dibuat diterima dengan baik dan bermanfaat untuk meningkatkan kemampuan kerja tim siswa serta mendapat respons positif, sehingga cocok digunakan sebagai media pembelajaran interaktif dalam pembelajaran abad ke-21.</p> 2026-03-15T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2026 LEARNING : Jurnal Inovasi Penelitian Pendidikan dan Pembelajaran https://jurnalp4i.com/index.php/learning/article/view/9700 STRATEGI HUBUNGAN GURU-SISWA DALAM PENINGKATAN MUTU PENDIDIKAN DI PROGRAM KEAGAMAAN MAN 2026-03-01T14:34:41+00:00 Feriska Listrianti feriska.list28@gmail.com Siti Khoiriyah feriska.list28@gmail.com <p>An effective relationship between teachers and students is a crucial element in the learning process, particularly in pesantren-based schools that integrate formal education with moral and spiritual development. This study aims to analyze the strategies for building effective teacher–student relationships in the learning process of the Religious Program class at MAN 1 Probolinggo, Nurul Jadid Islamic Boarding School. This research employs a qualitative approach with a case study design. Data were collected through in-depth interviews with teachers and students of the Religious Program, classroom observations during the learning process, and analysis of instructional documentation. The results indicate that effective teacher–student relationships are developed through dialogical communication, pedagogical empathy, and consistent role modeling, which collectively create a safe, comfortable, and participatory learning environment. Observational findings reveal the prevalence of two-way interactions, active student participation, and humanistic classroom management, all of which are achieved without compromising discipline. Meanwhile, documentation analysis reveals the integration of relational strategies in lesson planning, as reflected in lesson plans and syllabi that incorporate pesantren values. Overall, this study confirms that effective teacher–student relationship strategies in the pesantren context are not only pedagogical but also spiritual in nature, thereby strengthening students’ intrinsic motivation, learning participation, and character development.</p> <p><strong>ABSTRAK</strong></p> <p>Hubungan efektif antara guru dan siswa merupakan elemen krusial dalam proses pembelajaran, khususnya dalam konteks sekolah berbasis pesantren yang menggabungkan pendidikan formal dengan pembinaan moral dan spiritual. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi hubungan efektif antara guru dan siswa dalam proses pembelajaran di kelas Program Keagamaan (PK) MAN 1 Probolinggo Pondok Pesantren Nurul Jadid. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus, dimana data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dengan guru dan siswa Program Keagamaan, observasi selama proses pembelajaran, serta analisis dokumentasi pembelajaran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hubungan efektif antara guru dan siswa Program Keagamaan MAN 1 Probolinggo dibangun melalui komunikasi dialogis, empati pedagogis, dan keteladanan sikap yang konsisten, yang kemudian menciptakan iklim pembelajaran yang aman dan partisiptif. Temuan observasi memperlihatkan dominannya interaksi dua arah, partisipasi aktif siswa, serta pengelolaan kelas yang humanis tanpa mengurangi disiplin. Sementara itu, hasil dokumentasi menunjukkan adanya interasi strategi relasional dalam perencanaan pembelajaran yang tercermin dalam RPP dan silabus berbasis nilai-nilai pesantren. Secara keseluruhan, penelitian ini menegaskan bahwa strategi hubungan efektif antara guru dan siswa dalam konteks pesantren tidak hanya bersifat pedagogis, akan tetapi juga spritual, sehingga memperkuat motivasi intrinsik, partisipatif siswa, dan pembentukan karakter siswa.</p> <p> </p> 2026-03-15T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2026 LEARNING : Jurnal Inovasi Penelitian Pendidikan dan Pembelajaran https://jurnalp4i.com/index.php/learning/article/view/9699 PEMBUATAN VIDEO PEMBELAJARAN DESTINASI PARIWISATA DENGAN MENGGUNAKAN MODEL ADDIE 2026-03-01T14:33:55+00:00 Fitriyah Fitriyah fitriyah@polinela.ac.id Ni Made Ayu Windu Kartika fitriyanasyawalin@gmail.com Reski Meidasari fitrotunkhasanah0809@gmail.com Desmala Sari fitri.hsundawati@polman-bandung.ac.id Sylvia Sylvia fitriyah@polinela.ac.id <p>The background of this research is based on the importance of innovative learning media to overcome student boredom due to monotonous material in the Tourism Destination course at the Lampung State Polytechnic. The focus of the problem is the design of interactive learning videos to improve understanding and learning motivation. This research uses the Research and Development (R&amp;D) method through the ADDIE model which includes the stages of analysis, design, development, implementation, and evaluation. The quantitative validation results show that the media is categorized as very feasible with a percentage of assessments from media experts of 86.9% and material experts reaching 88%. The implementation stage in the classroom proved a significant increase in student learning outcomes, as seen from the comparison of pre-test and post-test scores that showed progress after the use of the video. Through a systematic process, technical obstacles such as audio noise and software limitations were successfully overcome to produce an educational product. The main conclusion of the study confirms that creating learning videos with the ADDIE model effectively transforms the delivery of theoretical material to be more interactive and adaptive to technological developments. This media not only facilitates various student learning styles but also becomes a strategic solution in enriching digital teaching materials in the tourism sector. Thus, the integration of technology in the higher education curriculum can provide a real contribution to the achievement of students' academic achievements in a sustainable and professional manner in the future.</p> <p><strong>ABSTRAK</strong></p> <p>Latar belakang penelitian ini didasarkan pada pentingnya media pembelajaran inovatif untuk mengatasi kejenuhan mahasiswa akibat materi yang monoton pada mata kuliah Destinasi Pariwisata di Politeknik Negeri Lampung. Fokus masalah adalah perancangan video pembelajaran interaktif guna meningkatkan pemahaman dan motivasi belajar. Penelitian ini menggunakan metode Research and Development (R&amp;D) melalui model ADDIE yang mencakup tahapan analisis, desain, pengembangan, implementasi, serta evaluasi. Hasil validasi secara kuantitatif menunjukkan bahwa media tersebut dikategorikan sangat layak dengan persentase penilaian dari ahli media sebesar 86,9% dan ahli materi mencapai 88%. Tahap implementasi di kelas membuktikan adanya peningkatan hasil belajar mahasiswa yang signifikan, terlihat dari perbandingan nilai pre-test dan post-test yang menunjukkan kemajuan setelah penggunaan video tersebut. Melalui proses sistematis, kendala teknis seperti kebisingan audio dan keterbatasan perangkat lunak berhasil diatasi demi menghasilkan produk yang edukatif. Simpulan utama penelitian menegaskan bahwa pembuatan video pembelajaran dengan model ADDIE efektif mentransformasi penyampaian materi teoritis menjadi lebih interaktif dan adaptif terhadap perkembangan teknologi. Media ini tidak hanya memfasilitasi berbagai gaya belajar mahasiswa tetapi juga menjadi solusi strategis dalam memperkaya bahan ajar digital di sektor pariwisata. Dengan demikian, integrasi teknologi dalam kurikulum pendidikan tinggi mampu memberikan kontribusi nyata bagi pencapaian prestasi akademik mahasiswa secara berkelanjutan dan profesional di masa depan nanti.</p> <p> </p> 2026-03-15T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2026 LEARNING : Jurnal Inovasi Penelitian Pendidikan dan Pembelajaran https://jurnalp4i.com/index.php/learning/article/view/9704 MANAJEMEN PEMBELAJARAN BERDIFERENSIASI PADA KELAS GEMUK DI SEKOLAH DASAR: STUDI KASUS IMPLEMENTASI STRATEGI DI SEKOLAH DASAR PERKOTAAN 2026-03-01T14:40:41+00:00 Guntur Dwi Purwanto gunturdwipurwanto@stkipdarussalamcilacap.ac.id <p>The phenomenon of "overcrowded classes" in urban elementary schools with a student ratio of 35 to 40 students creates significant obstacles to the realization of meaningful, personalized learning. Heterogeneous student characteristics and limited space are the main focus of problems that demand agile instructional management innovation at Cimanggu 02 Public Elementary School. This qualitative case study research was conducted through systematic stages that included participant observation, in-depth interviews, and a comprehensive analysis of curriculum documents. The research findings indicate that efficient time allocation was successfully managed through the use of non-verbal communication codes as attention anchors and the implementation of autonomous visual schedules for students. Flexible grouping strategies were implemented by engineering limited space into various functional learning stations, including the use of corridors as controlled group activity zones. In the media dimension, the principle of ecological sensitivity was applied through the conversion of recycled materials and the optimization of open-source digital platforms to overcome the limitations of the school's minimal operational budget. Field data confirmed that overcrowding that exceeds the ideal threshold triggers a real psychological burden for educators in the field. The main conclusion of the study confirms that managerial resilience and adaptive creativity of teachers can transform infrastructure barriers into inclusive learning environments. Nevertheless, standardizing a more humane teacher-student ratio is an absolute prerequisite for central authorities in ensuring national quality equity.</p> <p><strong>ABSTRAK</strong></p> <p>Fenomena "kelas gemuk" di sekolah dasar perkotaan dengan rasio tiga puluh lima hingga empat puluh siswa menciptakan hambatan signifikan bagi terwujudnya pembelajaran personal yang bermakna. Heterogenitas karakteristik siswa dan keterbatasan lahan menjadi fokus masalah utama yang menuntut inovasi manajemen instruksional lincah di SD Negeri Cimanggu 02. Penelitian kualitatif studi kasus ini dilakukan melalui tahapan sistematis yang meliputi observasi partisipatif, wawancara mendalam, serta bedah dokumen kurikulum secara menyeluruh. Temuan penelitian menunjukkan bahwa efisiensi alokasi waktu berhasil dikelola melalui penggunaan kode komunikasi non-verbal sebagai jangkar perhatian dan penerapan jadwal visual otonom bagi peserta didik. Strategi pengelompokan fleksibel dijalankan dengan merekayasa keterbatasan ruang menjadi berbagai stasiun belajar fungsional, termasuk pemanfaatan selasar sebagai zona aktivitas kelompok yang terkendali. Dalam dimensi media, prinsip kepekaan ekologis diterapkan melalui konversi material daur ulang dan optimalisasi platform digital sumber terbuka guna mengatasi keterbatasan anggaran operasional sekolah yang minim. Data lapangan menegaskan bahwa kepadatan yang melebihi ambang batas ideal ini memicu beban psikologis nyata bagi pendidik di lapangan. Simpulan utama penelitian menegaskan bahwa resiliensi manajerial dan kreativitas adaptif guru mampu mentransformasi hambatan infrastruktur menjadi lingkungan belajar yang inklusif. Meskipun demikian, standarisasi rasio guru dan siswa yang lebih manusiawi menjadi prasyarat mutlak bagi otoritas pusat dalam menjamin keadilan kualitas nasional.</p> <p> </p> 2026-03-15T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2026 LEARNING : Jurnal Inovasi Penelitian Pendidikan dan Pembelajaran https://jurnalp4i.com/index.php/learning/article/view/9703 EFEKTIVITAS PENGGUNAAN YOUTUBE SEBAGAI MEDIA PEMBELAJARAN PADA MATA KULIAH FUNDAMEN TI POKOK BAHASAN JARINGAN DASAR 2026-03-01T14:40:23+00:00 Hamdan Muh Hadis hadishamdan08@gmail.com Alfiah Fajriani hadishamdan08@gmail.com Zila Razilu hadishamdan08@gmail.com <p>The development of information and communication technology (ICT) has transformed learning methods, including in the Fundamentals of Information Technology course. One of the essential concepts in this course is Basic Networking, which often poses challenges for students. This study aims to analyze the effectiveness of YouTube as a learning medium in enhancing students' understanding of Basic Networking concepts at Universitas Muhammadiyah Kendari. The research employs a mixed-method approach with a quasi-experimental design, involving 60 students as samples. The research instruments include questionnaires, interviews, and pre-test and post-test assessments. The results indicate an increase in the average student score from 60 (pre-test) to 78 (post-test), signifying a significant improvement in understanding. Additionally, 85% of students stated that YouTube helped them comprehend networking concepts through visualization and flexible learning. However, challenges such as video quality, content relevance, and information overload remain obstacles. Therefore, YouTube can be an effective learning medium when combined with lecturer guidance and a well-structured learning strategy.</p> <p><strong>ABSTRAK</strong></p> <p>Perkembangan teknologi informasi dan komunikasi (TIK) telah mengubah metode pembelajaran, termasuk dalam mata kuliah Fundamen Teknologi Informasi. Salah satu konsep penting dalam mata kuliah ini adalah Jaringan Dasar, yang sering menjadi tantangan bagi mahasiswa. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas YouTube sebagai media pembelajaran dalam meningkatkan pemahaman mahasiswa terhadap konsep Jaringan Dasar di Universitas Muhammadiyah Kendari. Penelitian menggunakan pendekatan mixed-method dengan desain kuasi-eksperimental, melibatkan 60 mahasiswa sebagai sampel. Instrumen penelitian mencakup kuesioner, wawancara, serta tes pre-test dan post-test. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan rata-rata skor mahasiswa dari 60 (pre-test) menjadi 78 (post-test), menandakan peningkatan pemahaman yang signifikan. Sebanyak 85% mahasiswa menyatakan bahwa YouTube membantu mereka memahami konsep jaringan melalui visualisasi dan fleksibilitas pembelajaran. Namun, tantangan seperti kualitas dan relevansi video serta information overload masih menjadi kendala. Dengan demikian, YouTube dapat menjadi media pembelajaran yang efektif jika dikombinasikan dengan bimbingan dosen dan strategi pembelajaran yang terstruktur</p> 2026-03-15T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2026 LEARNING : Jurnal Inovasi Penelitian Pendidikan dan Pembelajaran https://jurnalp4i.com/index.php/learning/article/view/9693 MEMBUMIKAN NILAI-NILAI TAUHID PADA SISWA SMP IT 2026-03-01T14:28:35+00:00 Husina Humaira husinahumaira50@gmail.com Mukayat Al Amin husinahumaira50@gmail.com <p><strong> </strong>Islamic education in contemporary Indonesia faces the critical challenge of bridging theological principles with practical implementation in students' daily lives. The cultivation of tauhid values represents a paramount objective in Islamic educational institutions, particularly in integrated Islamic schools that seek to harmonize religious instruction with holistic character development. This study examines the implementation of tauhid values in the quotidian practices of students at SMP IT Zurriyatul Qurani Almaarif Lhokseumawe. As the fundamental tenet of Islamic faith, tauhid values necessitate internalization across all dimensions of students' existence, transcending mere cognitive comprehension to encompass practical embodiment in daily conduct. This study examines the implementation of tauhid values in the quotidian practices of students at SMP IT Zurriyatul Qurani Almaarif Lhokseumawe. As the fundamental tenet of Islamic faith, tauhid values necessitate internalization across all dimensions of students' existence, transcending mere cognitive comprehension to encompass practical embodiment in daily conduct. Employing a qualitative research paradigm, this investigation utilizes descriptive methodology. Data acquisition was conducted through systematic observation, in-depth interviews with pedagogical staff, students, and school administrators, complemented by documentation of instructional activities. The findings reveal that SMP IT Zurriyatul Qurani Almaarif Lhokseumawe implements a comprehensive pedagogical framework for actualizing tauhid values through curricular integration, systematic habituation of religious observances, exemplary modeling by educators, and establishment of an Islamic milieu. The manifestation of tauhid values is evidenced in students' moral disposition, theological comprehension, and devotional comportment. Identified impediments encompass exogenous environmental factors, technological advancement, and habituation consistency. This research advocates for robust collaborative synergy among educational institutions, familial units, and community stakeholders in fostering sustainable cultivation of tauhid values.</p> <p><strong>ABSTRAK</strong></p> <p>Pendidikan Islam di Indonesia kontemporer menghadapi tantangan kritis dalam menjembatani prinsip-prinsip teologis dengan implementasi praktis dalam kehidupan sehari-hari siswa. Menanamkan nilai-nilai monoteisme merupakan tujuan penting di lembaga pendidikan Islam, khususnya di sekolah-sekolah Islam terpadu yang berupaya menyelaraskan pengajaran agama dengan pengembangan karakter holistik. Penelitian ini mengkaji penerapan nilai-nilai tauhid dalam praktik sehari-hari siswa di SMP IT Zurriyatul Qurani Almaarif Lhokseumawe. Sebagai prinsip dasar agama Islam, nilai-nilai tauhid membutuhkan internalisasi di seluruh dimensi kehidupan siswa, melampaui sekedar pemahaman kognitif semata hingga mencakup perwujudan praktis dalam perilaku sehari-hari. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi nilai-nilai tauhid dalam kehidupan sehari-hari siswa di SMP IT Zurriyatul Qurani Almaarif Lhokseumawe. Nilai tauhid sebagai fondasi keimanan Islam perlu diinternalisasikan dalam setiap aspek kehidupan siswa, tidak hanya sebagai pengetahuan kognitif tetapi juga sebagai praktik keseharian. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara mendalam dengan guru, siswa, dan kepala sekolah, serta dokumentasi kegiatan pembelajaran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa SMP IT Zurriyatul Qurani Almaarif Lhokseumawe menerapkan strategi holistik dalam membumikan nilai tauhid melalui integrasi kurikulum, pembiasaan kegiatan keagamaan, keteladanan guru, dan penciptaan lingkungan islami. Implementasi nilai tauhid tercermin dalam akhlak siswa, pemahaman keagamaan, serta perilaku ibadah sehari-hari. Tantangan yang dihadapi meliputi pengaruh lingkungan eksternal, perkembangan teknologi, dan konsistensi pembiasaan. Penelitian ini merekomendasikan perlunya sinergi yang kuat antara sekolah, keluarga, dan masyarakat dalam menanamkan nilai-nilai tauhid secara berkelanjutan.</p> <p> </p> 2026-03-15T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2026 LEARNING : Jurnal Inovasi Penelitian Pendidikan dan Pembelajaran https://jurnalp4i.com/index.php/learning/article/view/9634 PENGARUH PENGGUNAAN GEMINI SEBAGAI ALAT BANTU PENULISAN TERHADAP KUALITAS KARYA ILMIAH MAHASISWA 2026-03-01T14:41:27+00:00 Nadhifah Imro'atun imroatunnadhifah81@gmail.com Mochamad Chairudin khoirudin.mohammad@gmail.com <p>Digital transformation in higher education has accelerated the integration of generative artificial intelligence as a tool to support academic writing, including Google Gemini, which offers potential benefits for improving the quality of students' scientific writing while raising concerns about academic integrity. We adopted quantitative techniques with exploratory associative designs. A quantitative technique with an explanatory associative design was adopted. The population consisted of 45 third-semester university students, all of whom were recruited as research participants through a total sampling. Data were obtained by a structured four-point Likert-scale questionnaire that has been evaluated for validity and reliability. Data analysis comprises descriptive statistics, the Shapiro–Wilk normality test, linearity testing, simple linear regression, and hypothesis testing using IBM SPSS Statistics. The results indicate that the level of Google Gemini usage is identified as high and has a positive and statistically significant effect on the quality of students’ scientific papers (p &lt; 0.05), with a coefficient of determination of 30.1%. These data indicate that Google Gemini acts as a technical support tool that promotes writing structure, academic language accuracy, argumentation coherence, and citation consistency, it is not the main predictor of academic quality. The study concludes that the appropriate and ethical usage of Google Gemini can contribute to boosting academic writing quality in higher education.</p> <p><strong>ABSTRAK</strong><br />Transformasi digital dalam pendidikan tinggi mendorong pemanfaatan kecerdasan buatan generatif sebagai alat bantu penulisan akademik, termasuk Google Gemini, yang berpotensi meningkatkan kualitas karya ilmiah mahasiswa namun juga menimbulkan kekhawatiran terkait integritas akademik. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh penggunaan Google Gemini terhadap kualitas karya ilmiah mahasiswa Program Studi Pendidikan Agama Islam Universitas Qomaruddin. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain asosiatif eksplanatori. Populasi berjumlah 45 mahasiswa semester III yang seluruhnya dijadikan sampel melalui teknik total sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner tertutup berbasis skala Likert empat tingkat yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya. Analisis data meliputi statistik deskriptif, uji normalitas Shapiro–Wilk, uji linearitas, regresi linier sederhana, serta uji hipotesis menggunakan bantuan IBM SPSS Statistics. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan Google Gemini berada pada kategori tinggi dan berpengaruh positif serta signifikan terhadap kualitas karya ilmiah mahasiswa (p &lt; 0,05) dengan kontribusi determinasi sebesar 30,1%. Temuan ini menunjukkan bahwa Google Gemini berperan sebagai pendukung teknis dalam meningkatkan struktur penulisan, ketepatan bahasa akademik, koherensi argumentasi, serta konsistensi sitasi, namun bukan satu-satunya faktor penentu kualitas ilmiah. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pemanfaatan Google Gemini secara proporsional dan etis dapat mendukung peningkatan mutu akademik mahasiswa di perguruan tinggi.</p> <p> </p> 2026-03-15T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2026 LEARNING : Jurnal Inovasi Penelitian Pendidikan dan Pembelajaran https://jurnalp4i.com/index.php/learning/article/view/9705 KONTRIBUSI KELINCAHAN DAN KESIMBANGAN TERHADAP KEMAMPUAN MENGGIRING BOLA DALAM PERMAINAN SEPAK BOLA PADA SISWA SEKOLAH DASAR 2026-03-01T14:41:46+00:00 Ismail Ismail ismailbne24@gmail.com Alif Aryadi Hardi ismailbne24@gmail.com Khalid Rijaluddin ismailbne24@gmail.com <p>Childhood is a crucial period for the development of soccer technique, but the effectiveness of training is often hampered by a lack of data on dominant physical factors. This study analyzed the contribution of agility and balance to dribbling ability in thirty students at SD Inpres 6/75 Kading. A quantitative correlational approach was applied through a series of stages including the zigzag run test, the Modified Bass Test, and the dribbling test, using the Pearson correlation analysis technique using SPSS. The analysis results showed a significant positive contribution both partially and simultaneously. Quantitatively, agility contributed a correlation of r = 0.460 with a significance value of 0.001, while balance contributed r = 0.468 with a significance value of 0.009. The findings demonstrated that these two variables together explained 32.9% of the variation in dribbling ability with an r = 0.573 and an F-test of 6.606 with a significance value of 0.005. The main conclusion confirms that agility and body stability are crucial physical determinants in supporting manipulative movement performance in soccer. Therefore, this study recommends that coaches and sports teachers prioritize specific physical conditioning training programs to optimize students' mastery of basic techniques from an early age. This aims to build a solid fitness foundation for more effective and sustainable athletic performance development in the national future.</p> <p><strong>ABSTRAK</strong></p> <p>Masa kanak-kanak merupakan periode krusial bagi pengembangan teknik sepak bola, namun efektivitas latihan sering terhambat oleh minimnya data faktor fisik dominan. Penelitian ini menganalisis kontribusi kelincahan dan keseimbangan terhadap kemampuan menggiring bola pada tiga puluh siswa SD Inpres 6/75 Kading. Pendekatan kuantitatif korelasional diterapkan melalui serangkaian tahapan meliputi zig-zag run test, Modified Bass Test, serta tes dribbling, dengan teknik analisis korelasi Pearson menggunakan perangkat SPSS. Hasil analisis menunjukkan adanya kontribusi positif signifikan baik secara parsial maupun simultan. Secara kuantitatif, kelincahan menyumbang korelasi r = 0,460 dengan nilai signifikansi 0,001, sedangkan keseimbangan memberikan kontribusi r = 0,468 dengan signifikansi 0,009. Temuan membuktikan bahwa kedua variabel tersebut secara bersama-sama menjelaskan variasi kemampuan dribbling sebesar 32,9% melalui perolehan nilai r = 0,573 serta F hitung 6,606 dengan signifikansi 0,005. Kesimpulan utama menegaskan bahwa integritas kelincahan dan stabilitas tubuh merupakan determinan fisik yang sangat krusial dalam mendukung performa gerak manipulatif sepak bola. Oleh karena itu, studi ini merekomendasikan agar para pelatih dan guru olahraga lebih mengedepankan program latihan kondisi fisik spesifik guna mengoptimalkan penguasaan teknik dasar siswa sejak dini. Hal tersebut bertujuan untuk membangun fondasi kebugaran yang kokoh demi tercapainya pembinaan prestasi atletik yang lebih efektif dan berkelanjutan di masa depan nasional.</p> 2026-03-15T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2026 LEARNING : Jurnal Inovasi Penelitian Pendidikan dan Pembelajaran