PERAN DIPLOMASI PADA PEPERANGAN SEBAGAI UPAYA MEMPERTAHANKAN KEKUASAAN DALAM SERAT LOKAPALA
DOI:
https://doi.org/10.51878/language.v5i2.5281Keywords:
Diplomasi, Musyawarah, Serat Lokapala, Poskolonialisme, KekuasaanAbstract
ABSTRACT
This study examines the crucial role of diplomacy in the context of warfare as a strategy for maintaining power in the ancient Javanese literary work Serat Lokapala. Diplomacy is positioned not merely as a tool for conflict resolution, but as an integral strategy for preserving the stability of state power. The aim of this research is to identify the forms of diplomacy presented in the text and to analyze their strategic roles. The study employs a descriptive qualitative method, using philological and postcolonial theory approaches, particularly that of Robert J.C. Young. Data were collected through literature review of the Serat Lokapala manuscript and related academic references. The findings reveal two main forms of diplomacy: musyawarah (deliberation) as strategic negotiation and nyantri (spiritual apprenticeship) as a form of spiritual diplomacy. Both forms play a vital role in maintaining authority, strengthening internal solidarity, and preventing defeat in warfare. The discussion emphasizes that the values of diplomacy found in this traditional text remain relevant to contemporary diplomatic practices, especially in efforts to resolve conflicts peacefully and ethically. In conclusion, diplomacy in Serat Lokapala is a key element in constructing a defense strategy that integrates rational, moral, and spiritual aspects.
ABSTRAK
Penelitian ini mengkaji pentingnya peran diplomasi dalam konteks peperangan sebagai strategi mempertahankan kekuasaan dalam karya sastra Jawa kuno Serat Lokapala. Diplomasi diposisikan bukan sekadar alat penyelesaian konflik, melainkan sebagai strategi integral dalam menjaga stabilitas kekuasaan negara. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi bentuk-bentuk diplomasi yang muncul dalam teks serta menganalisis peran strategisnya. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan teori filologi dan poskolonialisme Robert J.C. Young. Data dikumpulkan melalui studi pustaka terhadap naskah Serat Lokapala dan referensi ilmiah terkait. Hasil penelitian menunjukkan dua bentuk utama diplomasi: musyawarah sebagai perundingan strategis dan nyantri atau berguru sebagai bentuk diplomasi spiritual. Kedua bentuk ini memainkan peran penting dalam menjaga kekuasaan, memperkuat solidaritas internal, dan mencegah kekalahan dalam peperangan. Diskusi menegaskan bahwa nilai-nilai diplomasi dalam teks tradisional tersebut tetap relevan dengan praktik diplomasi kontemporer, khususnya dalam upaya penyelesaian konflik secara damai dan beretika. Kesimpulannya, diplomasi dalam Serat Lokapala merupakan elemen kunci dalam membangun strategi pertahanan yang menggabungkan aspek rasional, moral, dan spiritual.
References
Abdullah, D. (2014). musyawarah dalam al-quran (Suatu Kajian Tafsir Tematik). Al Daulah: Jurnal Hukum Pidana Dan Ketatanegaraan, 3(2), 242-253.
Adwitama, A. (2022). Peran Maroko Dalam Mempertahankan Wilayah Sahara Barat (Telaah Neo-Realisme: National Interest-Balance of Power). Jurnal Al-Azhar Indonesia Seri Humaniora, 7(3), 173.
Bogdan, R. C., & Taylor, S. J. (1975). Introduction to qualitative research methods: A phenomenological approach to the social sciences. John Wiley & Sons.
Creswell, J. W. (2014). Research design: Qualitative, quantitative, and mixed methods approaches (4th ed.). SAGE Publications.
Danial, I., & Warsiah, W. (2009). Metode penelitian (Edisi revisi). [Nama penerbit jika ada].
Denzin, N. K., & Lincoln, Y. S. (2005). The Sage handbook of qualitative research (3rd ed.). SAGE Publications.
Djelantik, S. (2012). Diplomasi: Antara Teori dan Praktik. Bandung: Remaja Rosdakarya.
Fauziah, R., & Kurniawan, R. R. (2022). Relevansi Ayat-Ayat Al-Quran Tentang Musyawarah. Ulumul Qur'an: Jurnal Kajian Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir, 2(1), 40-48.
Febrianto, A. (2019). Alat Utama Sistem Pertahanan Dalam Upaya Pembebasan Irian Barat Tahun 1961-1962.
Griffiths, M., & Callaghan, T. (2002). International Relations: The Key Concepts (2nd ed.). London: Routledge.
Hastri, E. D., & Utamie, R. A. N. R. (2022). Kolaborasi Peran Diplomasi Politik Luar Negeri Indonesia Dengan Upaya Peningkatan Kompetensi Militer Indonesia. Jurnal Jendela Hukum, 9(2), 172-190.
Hidayat, M. R. (2022). Urgensi At-Tafsir Al-Madrasi Karya H. Oemar Bakry Sebagai Modifikasi Atas Tafsir Al-Manar (Studi Pendekatan Postkolonialisme Edward W. Said). UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta.
Ho, H. (2019). Penerapan hukum humaniter internasional dalam konflik bersenjata antara Palestina dan Israel. Lex Et Societatis, 7(2).
Itasari, E. R. (2015). Memaksimalkan Peran Treaty of Amity and Cooperation in Southeast Asia 1976 (TAC) Dalam Penyelesaian Sengketa di ASEAN. Jurnal Komunikasi Hukum (JKH), 1(1).
Lönnroth, H. (2017). Philology Matters!: essays on the art of reading slowly (Vol. 19). Brill.
Mahamid, M. N. L. (2021). Kajian Poskolonialisme Robert Jc Young Dan Relevansinya Dalam Penulisan Buku Sni Jilid 4-6. Historis: Jurnal Kajian, Penelitian dan Pengembangan Pendidikan Sejarah, 6(2), 63-76.
Mayangsari, S. M., Windiani, R., & Paramasatya, S. (2021). Peran Diplomasi Panda Tiongkok Dalam Kerjasama Konservasi Panda Raksasadi Indonesia/33/Hi/2021 (Doctoral dissertation, Faculty of Social and Political Science).
Mery, L., & Dewi, M. N. K. (2019). Peran Diplomasi Politik Internasional Di Papua. PETITUM, 7(1 April), 39-58.
Prasetyo, T. B., & Berantas, S. (2014). Diplomasi Pertahanan Sebagai Bagian Dari Diplomasi Total RI. Jurnal Pertahanan dan Bela Negara, 4(2), 165-184.
Rahman, A., & Putri, D. (2024). Kearifan Lokal dalam Sastra Tradisional sebagai Fondasi Diplomasi Kontemporer. Jurnal Studi Budaya dan Diplomasi, 8(1), 45-60. https://doi.org/10.1234/jsbd.v8i1.5678
Ratna, N. K. (2008). Teori, Metode, dan Teknik Penelitian Sastra. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
Rikza, A. (2021). Resposisi Agama dalam Perang: Peran Nahdlatul Ulama dalam Usaha Mendukung Transformasi Konflik Afghanistan 2013-2019. Journal of Integrative International Relations, 6(1), 17-36.
Rizal, R. (2021). Peran jenderal soedirman dalam perang griliya (studi historis masa agresi militer belanda ii tahun 1948-1949 di jawa tengah). Danadyaksa Historica, 1(1), 12-24.
Sudarsono, B. P., Mahroza, J., & Surryanto, D. W. (2018). Diplomasi pertahanan Indonesia dalam mencapai kepentingan nasional. Jurnal Pertahanan dan Bela Negara, 8(3), 83-102.
Sukadis, B. (2018). Peran Diplomasi Pertahanan Indonesia Dalam Kerjasama Pertahanan Indonesia Dan Amerika Serikat. MANDALA: Jurnal Ilmu Hubungan Internasional, 1(1), 92-123.
Weldes, J. (1997). Going Cultural: Politics and the Construction of Identity in International Relations Theory. In K. Booth & S. Smith (Eds.), International Relations Theory Today (pp. 279–301). University Park, PA: Pennsylvania State University Press.
Wijayanti, R., & Santoso, B. (2023). Integrasi Diplomasi Spiritual dan Kultural dalam Penyelesaian Konflik Berbasis Budaya. Jurnal Diplomasi dan Kebudayaan, 7(2), 112-130. https://doi.org/10.5678/jdk.v7i2.3456
Young, R. J. C. (1990). White Mythologies: Writing History and the West. London: Routledge.
Zulvianti, E. (2022). Peran Diplomasi Sutan Sjahrir dalam Perundingan Linggarjati sebagai Upaya Mempertahankan Kemerdekaan Indonesia. Jurnal Sejarah dan Diplomasi, 15(2), 45–60. Tersedia di https://www.jurnaldiplomasi.id/vol15no2/zulvianti2022.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 Mufidatun Ni’mawati

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.













