KETAHANAN IDENTITAS BUDAYA MINANGKABAU DALAM DINAMIKA KEHIDUPAN PERANTAUAN
DOI:
https://doi.org/10.51878/language.v4i4.5232Keywords:
Budaya Minangkabau, Merantau, Identitas Budaya, Pendidikan Surau, Nilai AdatAbstract
ABSTRACT
Minangkabau culture is renowned for its unique matrilineal system and the tradition of migration (merantau) as an integral part of identity formation. This study aims to describe the resilience of Minangkabau cultural identity within the context of migration, focusing on the role of language, customary values, and informal education such as surau. The research employs a descriptive qualitative method using a narrative study approach based on the transcript of a personal interview with a Minangkabau migrant. The findings reveal that the use of the Minangkabau language and proverbs, such as “Dimano bumi dipijak, disitu langik dijunjuang” (wherever the land is stepped on, the sky above is upheld), serves as a moral compass in everyday interactions. Customary values, especially the role of the “mamak” (maternal uncle) in guiding and preserving family honor, remain crucial even when living far from the homeland. Surau is remembered as a vital space for nurturing religious and social character. However, modernization and the influence of foreign cultures pose significant challenges, particularly for younger generations who are increasingly distancing themselves from traditional values. Therefore, the revitalization of cultural values through family involvement and culturally-rooted education is essential to ensure the sustainability of Minangkabau cultural identity. This study provides insights for future programs on character education based on local wisdom, especially among Minangkabau migrants.
ABSTRAK
Budaya Minangkabau dikenal dengan sistem matrilineal yang unik dan tradisi merantau sebagai bagian penting dalam pembentukan jati diri. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan ketahanan identitas budaya Minangkabau di tengah dinamika perantauan, dengan fokus pada peran bahasa, nilai adat, dan pendidikan informal seperti surau. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan pendekatan studi naratif berdasarkan transkrip wawancara personal seorang perantau Minangkabau. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan bahasa Minangkabau dan ungkapan adat seperti "Dimano bumi dipijak, disitu langik dijunjuang" menjadi kompas moral dalam kehidupan di perantauan. Nilai-nilai adat, khususnya peran mamak sebagai pendidik moral dan penjaga kehormatan suku, tetap dijunjung meskipun jarak memisahkan dari kampung halaman. Pendidikan surau dikenang sebagai ruang pembentukan karakter religius dan sosial yang mendalam. Meski demikian, modernisasi dan pengaruh budaya luar menimbulkan tantangan signifikan, terutama bagi generasi muda yang cenderung menjauhi nilai-nilai tradisional. Oleh karena itu, revitalisasi nilai-nilai budaya melalui peran keluarga dan pendidikan berbasis adat menjadi kebutuhan mendesak agar identitas budaya Minangkabau tetap lestari. Temuan ini diharapkan dapat menjadi rujukan untuk memperkuat program pendidikan karakter berbasis budaya lokal, khususnya di kalangan perantau Minangkabau.
Downloads
References
Ayu, R., & Fikri, M. (2023). Revitalisasi peran mamak dalam keluarga Minangkabau di era globalisasi. Jurnal Sosial Budaya, 18(2), 147-159. https://doi.org/10.31294/jsb.v18i2.4567
Azizah, N., & Firmansyah, D. (2021). Peran keluarga dalam membentuk karakter anak berbasis nilai budaya lokal. Jurnal Pendidikan Karakter, 12(1), 34-48. https://doi.org/10.21831/jpk.v12i1.34567
Az-zahroh, F., & Fitri, M. R. (2023). Peran Mamak Kanduang Dalam Struktur Keluarga Minang Di Perantauan (Studi Kasus: Persatuan Keluarga Silungkang). Multikultural: Jurnal Ilmu Sosial, 1(1), 47-58.
Fitriani, Y. (2019). Peran Mamak dalam Pendidikan Anak Minangkabau di Era Modern. Padang: Pustaka Minang.
Habibie, M., & Yusuf, H. (2020). Surau sebagai institusi pendidikan karakter dalam masyarakat Minangkabau. Jurnal Pendidikan Islam, 11(3), 203-217. https://doi.org/10.21043/jpi.v11i3.4321
Melalatoa, J. L. (2020). Ensiklopedi Suku Bangsa di Indonesia. Jakarta: Balai Pustaka.
Nasution, M. (2017). Revitalisasi Surau sebagai Lembaga Pendidikan Informal di Minangkabau. Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan, 22(3), 245–254. https://doi.org/10.24832/jpnk.v22i3.558
Nurfadhillah, N., & Andriani, A. (2021). Pengaruh budaya lokal terhadap kemampuan adaptasi mahasiswa perantau. Jurnal Psikologi Sosial, 9(2), 91–104. https://doi.org/10.25077/jps.v9i2.901
Putra, R., & Widyastuti, S. (2020). Pemertahanan bahasa Minangkabau pada komunitas perantau di Jakarta. Jurnal Linguistik Indonesia, 38(2), 115–128.
Rahman, A., & Sari, D. (2022). Revitalisasi nilai budaya dalam menghadapi tantangan digitalisasi pada generasi muda. Jurnal Komunitas, 14(1), 1–13. https://doi.org/10.15294/komunitas.v14i1.6789
Rahmatullah, A., & Fitria, N. (2022). Tradisi Merantau dan Ketahanan Budaya Lokal: Studi Kasus Pemuda Minangkabau. Jurnal Antropologi Indonesia, 43(1), 71–89.
Ramdani, F., Widodo, S., & Lestari, P. (2022). Soft skill development in perantauan experience among Indonesian youth. International Journal of Cultural Studies, 25(3), 342–356. https://doi.org/10.1177/13678779211067532
Ratnaningtyas, E. M., Ramli, R., Syafruddin, S., Saputra, E., Suliwati, D., Nugroho, B. T. A., Karimuddin, Aminy, M. H., Saputra, N., Khaidir, & Susilo, A. J. (2023). Metodologi penelitian kualitatif. Yayasan Penerbit Muhammad Zaini.
Sari, M. (2021). Perubahan struktur kekerabatan Minangkabau di perantauan: Studi kasus di Surabaya. Jurnal Sosial dan Budaya, 17(1), 45–59.
Saputra, D., & Lestari, I. (2020). Ethnic resilience dalam komunitas perantau Minangkabau. Jurnal Antropologi Indonesia, 41(2), 127–140. https://doi.org/10.7454/ai.v41i2.11230
Syamsir, S., & Pranoto, H. (2021). Mobilitas sosial dan budaya perantauan Minangkabau dalam perspektif antropologi budaya. Jurnal Masyarakat & Budaya, 23(1), 73–90. https://doi.org/10.14203/jmb.v23i1.1122
Waruwu, M. (2024). Pendekatan Penelitian Kualitatif: Konsep, Prosedur, Kelebihan dan Peran di Bidang Pendidikan. Afeksi: Jurnal Penelitian Dan Evaluasi Pendidikan, 5(2), 198–211. https://doi.org/10.59698/afeksi.v5i2.236
Yuliana, R., & Fadli, M. (2023). Reaktualisasi fungsi surau dalam komunitas perantau Minang: Studi di Pekanbaru dan Jakarta. Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan, 29(3), 233–248.
Yusrita, E. (2020). Bahasa dan Identitas: Menelusuri Peran Bahasa Daerah dalam Pembentukan Jati Diri. Bahasa dan Sastra, 9(2), 112–123.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 Selly Aprilia Santana, Rifda Sa’adatul Laila, Raisa Lastiana, Sifa Yustika

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.













