REGISTER BAHASA KOMUNIKASI PETANI PEJAWARAN DI KABUPATEN BANJARNEGARA: KAJIAN SOSIOLINGUISTIK

Authors

  • Arum Berliana Prasanty Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Program Pascasarjana, Universitas Muhammadiyah Purwokerto, Indonesia
  • Kuntoro Kuntoro Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Program Pascasarjana, Universitas Muhammadiyah Purwokerto, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.51878/language.v5i1.4987

Keywords:

Register Bahasa, Komunikasi Petani Pejawaran, Sosiolinguistik

Abstract

ABSTRACT

This study aims to describe the form, context, and function of language registers in farmer communication in the Pejawaran community, Banjarnegara Regency. This study uses a qualitative descriptive approach with the type of ethnographic research to understand the linguistic practices of the community in daily life. Data were collected through participatory observation, in-depth interviews, and recording techniques on the oral speech of farmers in the community. The results of the study showed that farmers in Pejawaran use various forms of registers that vary depending on the social context. The form of the word class of the Pejawaran farmer profession register was found in the form of a noun word class, a verb word class, an adverbial word class, and an adjective word class. The registers used not only show lexical variations, but also reflect social identities, relationships between actors, and upheld local cultural values. This phenomenon reinforces that language functions not only as a means of communication, but also as a symbol of identity and social cohesion. These findings are expected to contribute to the development of sociolinguistic studies as well as the preservation of regional languages and cultures.

ABSTRAK

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk, konteks, dan fungsi register bahasa dalam komunikasi petani di masyarakat Pejawaran, Kabupaten Banjarnegara. Kajian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan tipe penelitian etnografi untuk memahami praktik kebahasaan masyarakat dalam kehidupan sehari-hari. Data dikumpulkan melalui observasi partisipatif, wawancara mendalam, serta teknik rekam dan catat terhadap tuturan lisan petani di masyarakat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa petani di Pejawaran menggunakan berbagai bentuk register yang berbeda-beda tergantung pada konteks sosial. Bentuk  kelas  kata register profesi petani daerah Pejawaran  ditemukan berupa   kelas   kata   nomina, kelas kata verba, kelas kata adverbial, dan kelas kata adjektiva. Register yang digunakan tidak hanya menunjukkan variasi leksikal, tetapi juga mencerminkan identitas sosial, hubungan antarpelaku, serta nilai-nilai budaya lokal yang dijunjung tinggi. Fenomena ini menguatkan bahwa bahasa berfungsi tidak hanya sebagai alat komunikasi, tetapi juga sebagai simbol identitas dan kohesi sosial. Temuan ini diharapkan dapat memberikan kontribusi dalam pengembangan kajian sosiolinguistik serta pelestarian bahasa dan budaya daerah.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Adzim, S. (2016). Register pertanian pada dialek masyarakat Kabupaten Demak berlatar belakang budaya Jawa dari tinjauan sinkronis: Kajian sosiolinguistik. Prosiding Prasasti, 1(1), 755–765.

Arifin, Z. (2015). Pergeseran Bahasa Lokal dan Dampaknya terhadap Identitas Budaya Komunitas Petani di Jawa Tengah. Jurnal Bahasa dan Budaya, 6(2), 120-130.

Arizka Nudia Tami, A., & Prabawa, A. H. (2015). Register Pedagang Pasar Karangkobar, Kecamatan Karangkobar, Kabupaten Banjarnegara Dengan Dialek Banyumasan: Tinjauan Sosiolinguistik (Doctoral dissertation, Universitas Muhammadiyah Surakarta).

Chaer, A., & Agustina, L. (2010). Sosiolinguistik perkenalan awal. Jakarta: Rineka Cipta.

Fatoni, A. S. (2020). Register Profesi Gojek Yogyakarta (Analisis Sosiolinguistik). Tsaqofiya: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Arab, 2(2), 67-83.

Kusuma, R. (2017). Komunikasi pertanian dan hambatan bahasa dalam penyuluhan di daerah pedesaan. Jurnal Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat, 9(2), 112–121.

Pahu, A., Supriyadi, S., & Ntelu, A. (2025). Register Bahasa Masyarakat Petani di Desa Keimanga Kecamatan Bolangitang Barat Kabupaten Bolaang Mongondow Utara. Jurnal Review Pendidikan dan Pengajaran (JRPP), 8(1), 2343-2349.

Paryono. (2012). Ciri khas dialek Banyumasan dalam perspektif linguistik. Jurnal Bahasa dan Seni, 40(2), 175–187.

Pawestri, A. G. (2019). Membangun identitas budaya Banyumasan melalui dialek Ngapak di media sosial. Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra, 19(2), 123–134.

Retnosari, H. (2013). Pergeseran Bahasa Jawa Dialek Banyumasan di Kalangan Remaja dalam Berkomunikasi (Studi Kasus di Desa Adimulya, Wanareja, Cilacap dalam Penggunaan Bahasa Banyumas). Universitas Negeri Semarang.

Sari, D. P., & Wibowo, A. (2018). Dokumentasi bahasa daerah dan upaya pelestarian: Studi kasus bahasa Ngapak Banyumasan. Jurnal Linguistik Terapan, 12(1), 45–56.

Sanjaya, A. R. (2012). Register perdagangan di Beteng Trade Center Solo: Sebuah kajian sosiolinguistik (Skripsi, Pendidikan Bahasa, Sastra Indonesia dan Daerah, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Muhammadiyah Surakarta).

Sobiroh, A. (2021). Register Petani Padi di Desa Penusupan Kecamatan Randudongkal Kabupaten Pemalang (Kajian Sosiolinguistik). Jurnal Iswara: Jurnal Kajian Bahasa, Budaya, dan Sastra Indonesia, 1(1), 7-21.

Sumarsono. (2013). Sosiolinguistik. Yogyakarta: PustakaPelajar.

Susanto, A. (2018). Verba khas dalam dialek Banyumasan: Studi linguistik pada komunitas petani Pejawaran. Jurnal Linguistik Indonesia, 36(2), 145–160.

Utomo, D. W. (2014). Register laporan pandangan mata komentator sepakbola: Sebuah kajian sosiolinguistik. Jurnal Sasindo Unpam, 1(1).

Wijana, I. D. P. (2021). Pengantar sosiolinguistik. UGM Press.

Downloads

Published

2025-05-26

How to Cite

Prasanty, A. B., & Kuntoro, K. (2025). REGISTER BAHASA KOMUNIKASI PETANI PEJAWARAN DI KABUPATEN BANJARNEGARA: KAJIAN SOSIOLINGUISTIK. LANGUAGE : Jurnal Inovasi Pendidikan Bahasa Dan Sastra, 5(1), 13-24. https://doi.org/10.51878/language.v5i1.4987

Issue

Section

Articles