https://jurnalp4i.com/index.php/knowledge/issue/feedKNOWLEDGE: Jurnal Inovasi Hasil Penelitian dan Pengembangan2026-01-04T00:23:46+00:00Randi Pratama Murtikusuma, M.Pdrandi.popo@gmail.comOpen Journal Systems<p><strong>KNOWLEDGE : Jurnal Inovasi Hasil Penelitian dan Pengembangan | <a href="https://sinta.kemdiktisaintek.go.id/journals/profile/15117">Terakreditasi Sinta 5 </a></strong>diterbitkan 4 kali setahun (Maret, Juni, September, dan Desember) oleh Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I) yang berafiliasi dengan Perguruan Tinggi Indonesia.. Jurnal ini berisi artikel hasil pemikiran dan penelitian yang ditulis oleh para guru, dosen, pakar, ilmuwan, praktisi, dan pengkaji dalam semua hasil penelitian dan pengembangan orang guru, dosen, pakar, ilmuan, praktisi dan umum.<br /><strong>e-ISSN : 2809-4042 | p-ISSN : 2809-4034</strong></p>https://jurnalp4i.com/index.php/knowledge/article/view/8643DARI PENOLAKAN KE PENERIMAAN STRATEGI EDUKASI TERPADU DALAM PROGRAM KB IMPLANT DAN IUD2025-12-25T00:20:18+00:00Indra Wijayaindrapemkobjm@gmail.com<p><strong>ABSTRACT </strong></p> <p>The low level of community acceptance of Long-Acting Reversible Contraceptive Methods (LARCs), particularly contraceptive implants and intrauterine devices (IUDs), remains a challenge in the implementation of the Family Planning Program due to the persistence of myths, medical misconceptions, and religiously based doubts. This study aims to analyze the process of attitude change from rejection to acceptance of contraceptive implants and IUDs through the implementation of an integrated educational strategy. The study employed a qualitative approach with a reflective case study design conducted in family planning program target areas in Banjarmasin City, involving couples of reproductive age, prospective and current contraceptive users, religious leaders, and healthcare providers selected through purposive sampling. Data were collected through in-depth interviews, participant observation, and document analysis, and were analyzed thematically with triangulation to ensure data credibility. The findings indicate that the integration of medical education and religious clarification effectively reduces myths, enhances understanding, and builds community trust in contraceptive implants and IUDs. Changes in attitudes were reflected in increased openness and willingness to use LARCs, as indicated by the achievement of new LARC user ratios exceeding program targets. The study concludes that acceptance of LARCs is strongly influenced by the alignment of educational approaches with the social and religious context of the community, suggesting that integrated educational strategies have the potential to serve as a contextual and sustainable alternative model for the implementation of family planning programs.</p> <p><strong>ABSTRAK</strong></p> <p>Rendahnya penerimaan masyarakat terhadap Metode Kontrasepsi Jangka Panjang (MKJP), khususnya KB <em>implant</em> dan <em>intrauterine device</em> (IUD), masih menjadi tantangan dalam Program Keluarga Berencana (KB) akibat kuatnya mitos, miskonsepsi medis, dan keraguan berbasis pemahaman keagamaan. Penelitian ini bertujuan menganalisis perubahan sikap masyarakat dari penolakan menuju penerimaan KB implant dan IUD melalui penerapan strategi edukasi terpadu. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus reflektif di wilayah binaan program KB Kota Banjarmasin, melibatkan pasangan usia subur, calon dan akseptor KB, tokoh agama, serta tenaga kesehatan yang dipilih secara <em>purposive</em>. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan dokumentasi, kemudian dianalisis secara tematik dengan triangulasi untuk menjaga keabsahan data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa integrasi edukasi medis dan klarifikasi keagamaan mampu mengurangi mitos, meningkatkan pemahaman, serta membangun kepercayaan masyarakat terhadap KB implant dan IUD. Perubahan sikap tercermin dari meningkatnya keterbukaan dan kesediaan menggunakan MKJP yang ditunjukkan oleh capaian rasio peserta KB baru yang melampaui target. Simpulan penelitian menegaskan bahwa penerimaan MKJP sangat dipengaruhi oleh kesesuaian pendekatan edukasi dengan konteks sosial dan religius, sehingga strategi edukasi terpadu berpotensi menjadi model alternatif yang kontekstual dan berkelanjutan dalam pelaksanaan program KB.</p>2026-01-02T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 KNOWLEDGE: Jurnal Inovasi Hasil Penelitian dan Pengembanganhttps://jurnalp4i.com/index.php/knowledge/article/view/8825HUBUNGAN ANTARA KEPUASAN KERJA DAN KOMITMEN ORGANISASI DENGAN TURNOVER INTENTION PADA KARYAWAN BENTO KOPI SEMARANG2026-01-04T00:23:46+00:00Ficki Hadi PratamaFitriawanariffirmansyah65@1gmail.comFitri Awan Arif FirmansyahFitriawanariffirmasnyah651@gmail.com<p><strong>ABSTRACT</strong></p> <p>The high rate of employee turnover at Bento Kopi Semarang has become a concern that negatively affects service quality, particularly because newly hired employees require an adjustment period to adequately master their job responsibilities. This situation indicates potential issues related to job satisfaction and organizational commitment, which may contribute to increased employee turnover intention. This study aims to examine the relationship between job satisfaction and organizational commitment with turnover intention among employees of Bento Kopi Semarang. The research adopts a quantitative approach with a correlational design, involving 30 employees from the waiter, barista, and kitchen divisions selected through purposive sampling. Data were collected using a Likert-scale questionnaire and analyzed using Pearson Product Moment correlation analysis. The findings reveal that job satisfaction and organizational commitment have a negative and significant relationship with turnover intention, both partially and simultaneously. These results indicate that higher levels of job satisfaction and organizational commitment are associated with a lower tendency for employees to intend to leave the organization. Therefore, enhancing job satisfaction and strengthening organizational commitment are strategic factors that should be considered by management in efforts to reduce turnover intention and improve employee retention.</p> <p><strong>ABSTRAK</strong></p> <p>Tingginya tingkat <em>turnover</em> karyawan di Bento Kopi Semarang menjadi persoalan yang berdampak pada penurunan kualitas pelayanan, terutama karena karyawan baru membutuhkan waktu adaptasi untuk menguasai pekerjaan. Kondisi tersebut mengindikasikan adanya permasalahan pada aspek kepuasan kerja dan komitmen organisasi yang berpotensi meningkatkan <em>turnover</em> <em>intention</em> karyawan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara kepuasan kerja dan komitmen organisasi dengan <em>turnover intention</em> pada karyawan Bento Kopi Semarang. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain korelasional, melibatkan 30 karyawan dari divisi waiter, barista, dan <em>kitchen</em> yang dipilih melalui teknik <em>purposive sampling</em>. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner skala Likert, sedangkan analisis data menggunakan korelasi <em>Pearson Product Moment</em>. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepuasan kerja dan komitmen organisasi memiliki hubungan negatif dan signifikan dengan turnover intention, baik secara parsial maupun simultan. Temuan ini mengindikasikan bahwa semakin tinggi tingkat kepuasan kerja dan komitmen organisasi, semakin rendah kecenderungan karyawan untuk memiliki niat keluar dari organisasi. Oleh karena itu, peningkatan kepuasan kerja dan penguatan komitmen organisasi menjadi faktor strategis yang perlu diperhatikan manajemen dalam upaya menekan <em>turnover intention</em> dan meningkatkan retensi karyawan.</p>2026-01-10T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 KNOWLEDGE: Jurnal Inovasi Hasil Penelitian dan Pengembangan