PENERAPAN LEAN HOSPITAL MANAGEMENT UNTUK OPTIMALISASI WAKTU TUNGGU OBAT DI APOTEK RSUD MAS AMSYAR KASONGAN
DOI:
https://doi.org/10.51878/knowledge.v5i3.7026Keywords:
Lean Hospital Management, Waktu Tunggu Obat, Instalasi FarmasiAbstract
Long waiting times for medicines in hospital pharmacies remain a major challenge in Indonesia. At Mas Amsyar Kasongan General Hospital, the average waiting time was 38 minutes for ready-to-dispense medicines and 73 minutes for compounded medicines, exceeding the National Quality Indicator standard (?30 minutes for non-compounded and ?60 minutes for compounded). This issue lowered outpatient satisfaction to 65% (target: 80%) and generated around 25 monthly complaints. This study aimed to evaluate the effectiveness of Lean Hospital Management in reducing dispensing time at the hospital pharmacy. The research applied an action research design with a mixed-methods approach over 3–4 months, involving 14 pharmacy staff and 30 patients. Quantitative data were analyzed using descriptive statistics and comparative tests, while qualitative data were examined through thematic analysis. The intervention produced significant improvements: average waiting time decreased from 15–20 minutes to 3–5 minutes, compliance with national standards increased from 60% to 96%, and patient satisfaction rose, with 56.7% reporting satisfaction and 26.7% moderate satisfaction. Waste identification revealed five major categories—overproduction, waiting, overprocessing, defects, and transportation—with dominant causes including limited human resources, slow computer systems, and excessive patient volume. In conclusion, Lean Hospital Management proved effective in optimizing medicine waiting times, with success strongly supported by managerial commitment, staff engagement, and improved technological infrastructure.
ABSTRAK
Waktu tunggu obat di instalasi farmasi masih menjadi persoalan utama di banyak rumah sakit di Indonesia. Di RSUD Mas Amsyar Kasongan, rata-rata waktu tunggu obat jadi 38 menit dan racikan 73 menit, melampaui standar Indikator Mutu Nasional (?30 menit untuk non-racikan dan ?60 menit untuk racikan). Kondisi ini berdampak pada rendahnya kepuasan pasien rawat jalan (65% dari target 80%) serta munculnya 25 komplain per bulan. Penelitian ini bertujuan mengkaji efektivitas penerapan Lean Hospital Management dalam mempercepat pelayanan obat di apotek rumah sakit. Desain penelitian menggunakan action research dengan pendekatan campuran (kuantitatif dan kualitatif) selama 3–4 bulan, melibatkan 14 staf apotek dan 30 pasien. Data kuantitatif dianalisis dengan statistik deskriptif dan uji komparatif, sedangkan data kualitatif menggunakan analisis tematik. Hasil intervensi menunjukkan perbaikan signifikan: rata-rata waktu tunggu menurun dari 15–20 menit menjadi 3–5 menit, kepatuhan terhadap standar mutu meningkat dari 60% menjadi 96%, serta tingkat kepuasan pasien naik dengan 56,7% menyatakan puas dan 26,7% cukup puas. Identifikasi pemborosan mencakup lima kategori utama, yaitu overproduction, waiting, overprocessing, defects, dan transportation, dengan faktor dominan berupa keterbatasan SDM, lambatnya sistem komputer, dan tingginya beban pasien. Kesimpulannya, Lean Hospital Management efektif menekan waktu tunggu obat dan keberhasilannya sangat bergantung pada dukungan manajerial, keterlibatan tenaga farmasi, serta perbaikan infrastruktur teknologi.
Downloads
References
Aboelmaged, M., Hashem, G., & Mouakket, S. (2021). The influence of Lean practices on patient satisfaction: The mediating roles of operational efficiency and quality of care. International Journal of Lean Six Sigma, 12(6), 1123–1145.
Alaqad, M., Goh, Y. M., Hing, E., & Ng, B. (2023). Implementation of Lean Six Sigma methodology to reduce wait time in hospital outpatient pharmacy. International Journal of Lean Six Sigma, 14(3), 845–866.
Astuti, W. D., Ilyas, Y., & Permana, I. (2022). Analisis faktor yang memengaruhi waktu tunggu pelayanan resep rawat jalan di RSUD Cengkareng dengan pendekatan Lean Thinking. Jurnal Kebijakan Kesehatan Indonesia, 11(1), 42–51.
Chairul, M., Irawati, S., & Sudarwanto, A. (2023). Penerapan Value Stream Mapping untuk mengurangi waste pada proses pelayanan resep di RSUP Dr. Kariadi Semarang. Jurnal Farmasi Komunitas, 10(2), 89–101.
Darwis, R. S., Noviana, A., & Purnama, F. B. (2021). Pengaruh implementasi Lean Hospital terhadap kepuasan pasien di Instalasi Farmasi Rawat Jalan RSUP Fatmawati. Jurnal Manajemen dan Pelayanan Farmasi, 11(2), 105–116.
Dharmawan, V., Kusumawardani, N., & Sutrisno, E. (2023). Implementasi Lean Six Sigma untuk menurunkan waktu tunggu pelayanan obat di Depo Farmasi Rawat Jalan RSUD Pasar Rebo. Jurnal Kesehatan Masyarakat Nasional, 17(3), 143–152.
Fajriyah, N., Saputra, M., & Saidah, S. N. (2022). Analisis pemborosan (waste) pada pelayanan resep rawat jalan dengan pendekatan Lean Hospital di RSUD Ulin Banjarmasin. Jurnal Farmasi Klinik Indonesia, 11(2), 126–137.
Gunawan, W., Octavia, T., & Felecia. (2023). Analisis penerapan 5S (Seiri, Seiton, Seiso, Seiketsu, Shitsuke) untuk meningkatkan efisiensi pelayanan resep di Instalasi Farmasi RSUD Arifin Achmad Pekanbaru. Jurnal Rekayasa Sistem Industri, 12(1), 45–56.
Handayani, S., Sugiharto, M., & Hartini, S. (2021). Implementasi just-in-time dan Kanban dalam manajemen persediaan obat di Instalasi Farmasi RS PKU Muhammadiyah Surakarta. Jurnal Administrasi Kesehatan Indonesia, 9(2), 113–122.
Hidayat, T., Kusmayadi, D., & Syaiful, F. L. (2022). Analisis waktu tunggu pelayanan resep pasien BPJS rawat jalan di Instalasi Farmasi RSUD Dr. Slamet Garut dengan metode Lean Hospital. Jurnal Ilmu Kefarmasian Indonesia, 20(2), 145–154.
Kurniawan, F., Rozany, F., & Santoso, A. P. (2023). Penerapan metode Lean Hospital untuk mengurangi waktu tunggu pasien di Instalasi Farmasi Rawat Jalan RSUD AWS Samarinda. Jurnal Ilmiah Ibnu Sina, 8(1), 42–52.
Nugraha, A., et al. (2023). Multi-center study on waiting time in five regional hospitals in Indonesia.
Pertiwi, N. K., Galistiani, G. F., & Dianita, P. S. (2022). Penerapan Lean Thinking untuk optimalisasi waktu tunggu pelayanan resep di Instalasi Farmasi RSUD Banyumas. Jurnal Farmasi Indonesia, 19(1), 63–74.
Purnomo, A., Santoso, H., & Wahyuni, R. S. (2021). Implementasi Lean Healthcare untuk optimalisasi layanan instalasi farmasi rumah sakit. Jurnal Sistem dan Manajemen Industri, 5(2), 128–138.
Puspitasari, D., et al. (2023). Studi di RS kelas B di Jakarta tentang waktu tunggu pelayanan farmasi rawat jalan.
Rahman, A., et al. (2022). Implementasi sistem terintegrasi pada pelayanan resep di rumah sakit kelas C di Surabaya.
Rahmawati, F., Akbar, P. S., & Widyawati, I. Y. (2021). Upaya optimalisasi waktu tunggu pelayanan obat rawat jalan dengan metode Lean Hospital di RSUD Dr. Soetomo Surabaya. Jurnal Administrasi Kesehatan Indonesia, 9(1), 73–84.
Rahayu, S. R., Pristianty, L., & Hidayati, I. R. (2023). Analisis Value Stream Mapping untuk eliminasi waste pada alur pelayanan resep rawat jalan di RS Islam Jemursari Surabaya. Jurnal Farmasi Komunitas, 10(1), 24–35.
Rizany, I., Hariyati, R. T. S., & Purwaningsih, S. (2022). Lean management in hospital pharmacies: A systematic review. Journal of Multidisciplinary Healthcare, 15, 1105–1117. https://doi.org/10.2147/JMDH.S372038
Trakulsunti, Y., Antony, J., Ghadge, A., & Gupta, S. (2020). Reducing medication errors using Lean Six Sigma methodology: A systematic literature review and key findings. Total Quality Management & Business Excellence, 31(5–6), 550–568.
Widiastuti, R., et al. (2022). Penelitian di 15 rumah sakit di Pulau Jawa tentang ketidakpuasan pasien rawat jalan terhadap waktu tunggu obat.














