PENGGANTIAN BENDA WAKAF TATKALA RUSAK ATAU TIDAK BERMANFAAT: ANALISIS KOMPARATIF FIKIH ISLAM DAN KOMPILASI HUKUM ISLAM (KHI)
DOI:
https://doi.org/10.51878/knowledge.v5i3.6891Keywords:
Istibdal Wakaf, Fikih Islam, Kompilasi Hukum Islam, Hukum Wakaf.Abstract
Istibdal waqf refers to the replacement of endowed property that is damaged, unfit, or has lost its relevance to the original purpose. According to data from the Indonesian Waqf Board (BWI), over 4,000 plots of waqf land in Indonesia remain unproductive, indicating an urgent need for an appropriate legal solution. This study aims to comparatively analyze the perspectives of the four major Islamic legal schools Hanafiyyah, Malikiyyah, Shafi‘iyyah, and Hanabilah with the prevailing national legal frameworks, particularly the Compilation of Islamic Law (KHI) and Law Number 41 of 2004 on Waqf. The study adopts a normative qualitative approach using library research and legal content analysis through a normative-comparative matrix. The analysis includes eight relevant articles from KHI and the Waqf Law, as well as ten authoritative classical fiqh sources. The findings reveal that all four schools permit istibdal under certain conditions: Hanafiyyah tends to be permissive, Malikiyyah selective, Shafi‘iyyah highly restrictive, and Hanabilah moderate. While KHI and the Waqf Law do not explicitly mention the term “istibdal,” they establish a strict legal mechanism requiring the approval of the Religious Court and recommendations from BWI. This study integrates the principles of maslahah (public benefit) and donor intent in fiqh with legal certainty and accountability in positive law, forming an adaptive and accountable waqf management model. Its main contribution is the formulation of a normative-applicative evaluation framework that can serve as a practical guide for nazhir (waqf managers), BWI, and the Religious Courts in making lawful, transparent, and benefit-oriented istibdal decisions.
ABSTRAK
Istibdal wakaf adalah mekanisme penggantian harta wakaf yang rusak, tidak layak, atau kehilangan relevansi terhadap tujuan awal. Berdasarkan data Badan Wakaf Indonesia (BWI), lebih dari 4.000 bidang tanah wakaf di Indonesia masih tidak produktif, menunjukkan kebutuhan mendesak akan solusi hukum yang tepat. Penelitian ini bertujuan menganalisis secara komparatif pandangan empat mazhab fikih utama Hanafiyah, Malikiyah, Syafi’iyah, dan Hanabilah dengan regulasi hukum positif, khususnya Kompilasi Hukum Islam (KHI) dan Undang-Undang Nomor 41 Tahun 2004. Pendekatan yang digunakan adalah kualitatif normatif dengan metode studi pustaka dan teknik analisis konten hukum melalui matriks analisis normatif-komparatif. Kajian dilakukan terhadap delapan pasal dalam KHI dan UU Wakaf serta sepuluh sumber fikih klasik. Hasil menunjukkan bahwa semua mazhab membolehkan istibdal dalam kondisi tertentu: Hanafiyah cenderung permisif, Malikiyah selektif, Syafi’iyah sangat restriktif, dan Hanabilah moderat. KHI dan UU Wakaf, meskipun tidak menyebut istilah "istibdal", menyediakan prosedur hukum yang ketat melalui mekanisme persetujuan Pengadilan Agama dan rekomendasi BWI. Studi ini menyatukan prinsip maslahat dan niat wakif dari perspektif fikih dengan kepastian hukum dan akuntabilitas dalam hukum positif, membentuk model pengelolaan wakaf yang adaptif dan terukur. Kontribusi utama berupa kerangka evaluasi normatif-aplikatif sebagai panduan bagi nazhir, BWI, dan pengadilan agama dalam mengambil keputusan istibdal wakaf yang sah, transparan, dan berorientasi kemaslahatan.
Downloads
References
Al-Baihaqi. (2003). Sunan al-Kubra. D?r al-Kutub al-?Ilmiyyah.
Abdullah, M. (2018). Waqf, sustainable development goals (SDGs) and maqasid al-Shariah. International Journal of Social Economics, 45(1), 158–172. https://doi.org/10.1108/IJSE-10-2016-0295
Al-?a???b, M. ibn M. (1992). Maw?hib al-Jal?l li-Shar? Mukhta?ar Khal?l. D?r al-Fikr.
Azhari, M. (2020). Pengelolaan Wakaf dalam Perspektif Ekonomi Berkelanjutan. Jurnal Hukum Islam dan Ekonomi, 12(1), 45–60.
Che Zuina Ismail, Dalila Daud, Amir Shaharuddin, & Al Amirul Mukmin Al Amin. (2023). Istibdal Method for Sustainable Development: Analyses of Jurisprudence and Implementation on Waqf Properties. ISL?MIYY?T, 45(1), 81–92. https://doi.org/10.17576/islamiyyat-2023-4501-08
Departemen Agama RI. (2001). Kompilasi Hukum Islam. Direktorat Jenderal Pembinaan Kelembagaan Agama Islam.
Fadillah, R. (2023). Reformulasi Hukum Wakaf Produktif dalam Konteks Perubahan Sosial Masyarakat Islam Kontemporer. Jurnal Hukum Islam dan Pemberdayaan Umat, 11(2), 145–158.
Fathullah, A., Noor, A. M., & Hasbulah, M. H. (2023). Management of cash waqf fund generation through the implementation of istibdal in Kedah. Qualitative Research in Financial Markets. https://doi.org/10.1108/qrfm-03-2022-0048
Fauzi, A. (2020). Revitalisasi Konsep al-‘Ayn dalam Wakaf Produktif: Telaah atas Pemikiran Ibn Qudamah. Jurnal Syariah dan Ekonomi Islam, 8(2), 233–248.
Fikri, H., & Munawar, M. (2017). Peran Wakaf Produktif dalam Pemberdayaan Ekonomi Umat: Studi Kasus pada Lembaga Wakaf XYZ. Jurnal Ekonomi Syariah Indonesia, 7(2), 115–130.
Hasanah, N., & Lubis, M. F. (2019). Pengembangan Konsep Istibdal Wakaf dalam Konteks Kebutuhan Sosial Modern. Jurnal Hukum dan Syariah, 7(1), 91–104.
Hasbullah, M., Yusoff, S. H., & Zakaria, M. Z. (2019). Istibdal Harta Wakaf: Kajian Ringkas Terhadap Peranan dalam Mengembangkan Produk Wakaf. Journal of Fatwa Management and Research, 16(2), 160–171. https://doi.org/10.33102/jfatwa.vol16no2.13
Hariyanto, & Zaki, I. (2019). Istibdal waqf relevance on development of waqf in Indonesia. AFEBI Islamic Finance and Economic Review, 4(1). https://doi.org/10.47312/aifer.v4i01.371
Hariri, M., & Salim, R. A. (2021). Ijtihad Mazhab dalam Isu Istibdal Wakaf: Kajian Normatif terhadap Ragam Pendekatan. Al-Ahkam: Jurnal Hukum Islam, 31(1), 23–38.
Ibn Qud?mah. (1994). al-Mughn?. D?r al-Kutub al-?Ilmiyyah.
Ibn ?Utsaimin, M. ibn ??li?. (2005). Syar? al-Mumti? ?al? Z?d al-Mustaqni?. D?r Ibn al-Jauz?.
Imron, M., Risnandar, R., Amalia, P., & R. Z. (2024). Kajian pemetaan potensi aset wakaf komersial nasional dan identifikasi sumber pendanaan pengembangan aset wakaf dalam kerangka pengembangan wakaf uang. Pusat Kebijakan Sektor Keuangan dan Center for Islamic Business and Economic Studies (CI-BEST), IPB University. https://fiskal.kemenkeu.go.id/kajian/2024/12/11/2460-kajian-pemetaan-potensi-aset-wakaf-komersial-nasional-dan-identifikasi-sumber-pendanaan-pengembangan-aset-wakaf-dalam-kerangka-pengembangan-wakaf-uang
Indonesia, B. W. (2020). Pedoman Pengelolaan dan Pengembangan Harta Benda Wakaf. BWI.
Ismail, C. Z., Daud, D., Shaharuddin, A., & Al-Amin, A. M. (2023). Istibdal method for sustainable development: Analyses of jurisprudence and implementation on waqf properties. Isl?miyy?t, 45(1), 81–92. https://doi.org/10.17576/islamiyyat-2023-4501-08
Johari, F. (2023). Signifying the crucial role of performance measurement in istibdal waqf. Journal of Muamalat and Islamic Finance Research, 16(2). https://doi.org/10.33102/jmifr.530
Kementerian Agama RI. (2019). Al-Qur’an dan Terjemahannya. Lajnah Pentashihan Mushaf Al-Qur’an.
Mahsun, M., et al. (2022). Green waqf: Sustainable surplus perspective balanced scorecard analysis. KARSA: Jurnal Sosial dan Budaya Keislaman, 30(2). https://doi.org/10.19105/karsa.v30i2.8472
Muslim ibn al-?ajjaj. (1993). ?a??? Muslim. D?r al-Fikr.
Prihanto, Y. R., & Faizah, S. I. (2020). Implementasi Wakaf Istibdal Pada Mushola Wakaf (Studi Kasus Pembangunan Tol Gempol-Pasuruan Seksi I Dan Seksi Ii). Jurnal Ekonomi Syariah Teori Dan Terapan, 7(3), 513. https://doi.org/10.20473/vol7iss20203pp513-531
Rahman, A., & Aziz, M. R. (2017). The Concept of Waqf According to Ibn Utsaimin and Its Contemporary Application. Journal of Islamic Law Studies, 5(1), 45–58.
Ramadhan, T., & Hidayat, F. (2022). Eksistensi Istibdal dalam Hukum Wakaf Nasional: Studi Komparatif Hukum Islam dan UU No. 41 Tahun 2004. Jurnal Legislatif Syariah, 6(1), 77–92.
Syaifudin, A. (2021). Alih Fungsi Objek Wakaf Dalam Perspektif Mazhab Syafi’I Dan Mazhab Hambali. Jurnal Studi Hukum Islam, 8(2). https://ejournal.unisnu.ac.id/JSHI/article/view/2711
Tiswarni, T. (2023). Istibdal Wakaf Sebagai Solusi Pendayagunaan Benda Wakaf Masa Post Covid-19: Analisis Pendapat Ulama Mazhab. Muqaranah, 7(1), 11–24. https://doi.org/10.19109/muqaranah.v7i1.18315
Wahbah al-Zu?ail?. (2006). al-Fiqh al-Isl?m? wa Adillatuhu. D?r al-Fikr.
Wahyuni, D., & Mubarok, H. (2022). Model Penguatan Regulasi Wakaf Produktif dalam Perspektif Maqasid Syariah dan Hukum Positif. Jurnal Ekonomi dan Hukum Islam, 10(2), 213–228.
Ya?y? ibn Sharaf al-Nawaw? ibn Sharaf. (1997). al-Majm?? Syar? al-Muhadzdzab. D?r al-Fikr.
Yusuf, M. Z. (2022). Optimalisasi Wakaf Tanah Perspektif Istibdal (Studi Pada Harta Wakaf Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kota Yogyakarta). Jurnal Magister Ekonomi Syariah, 1(1), 63–73. https://doi.org/10.14421/jmes.2022.011-06
Zed, M. (2008). Metode Penelitian Kepustakaan. Yayasan Pustaka Obor Indonesia.
Zulfikar, T. A. (2021). Adaptasi Hukum Wakaf terhadap Perubahan Sosial: Tinjauan atas Praktik Istibdal di Indonesia. Al-Awqaf: Jurnal Wakaf dan Ekonomi Islam, 4(2), 113–128.














