TINGKAT SERANGAN HAMA DAN PENYAKIT DI PESEMAIAN PT BUKIT ASAM UNIT PELABUHAN TARAHAN, PROVINSI LAMPUNG
DOI:
https://doi.org/10.51878/knowledge.v4i3.3704Keywords:
bibit pohon, hama, penyakitAbstract
Land rehabilitation of the post-mining requires healthy tree seedlings, namely seedlings that are not attacked by the pests or disease. The health condition of tree seedlings can be determined from the types of damage to the seedling organs as a sign of pest and disease attacks. Therefore, identification of damage to tree seedlings in the nursery owned by PT Bukit Asam, Tarahan Port Unit was carried out to determine the attack level of pest and disease. Observation of attack signs and symptoms of pest and disease were carried out systematically using the cluster sampling method at 16 sampel plots with a plot size of 1 m x 1 m. The results of this research showed that there were 2 types of damage caused by pests, namely perforated leaves and rolled leaves, as well as 4 types of damage caused by disease, namely leaf spot, leaf fall, yellowing leaves, and stem cancer. The average number of tree seedlings found to have signs of pest and disease attacks was 77.57%. All of the tree seedlings (100%) found to have signs of pest and disease attacks were Eugenia oleana, Handroanthus impetiginosus, Durio zibethinus, Myristica fragrans, Polyalthia longifolia, Diospyros celebica, and Terminalia catappa. The tree seedlings that showed no signs of pest and disease attacks was Casuarina equisetifolia. The average percentage of pest and disease attacks on tree seedlings was 21.21%. Based on the research results, it can be concluded that the level of pest and disease attacks on tree seedlings is in the light category. Therefore, to prevent an increase in attacks, it is possible to improve the sanitation of the nursery environment and increase the distance between seedlings.
ABSTRAK
Rehabilitasi lahan pascapenambangan membutuhkan bibit pohon yang sehat, yaitu bibit yang tidak terserang hama maupun penyakit. Kondisi kesehatan bibit pohon dapat diketahui dari jenis-jenis kerusakan pada organ bibit sebagai tanda adanya serangan hama dan penyakit. Oleh karena itu, identifikasi kerusakan bibit pohon di pesemaian PT Bukit Asam Unit Pelabuhan Tarahan dilakukan untuk mengetahui tingkat serangan hama dan penyakit. Pengamatan tanda dan gejala serangan hama dan penyakit dilakukan secara sistematik dengan metode cluster sampling pada 16 plot pengamatan dengan ukuran plot 1 m x 1 m. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat 2 jenis kerusakan yang disebabkan oleh hama yaitu daun berlubang dan daun tergulung, serta 4 jenis kerusakan yang disebabkan oleh penyakit yaitu bercak daun, gugur daun, daun menguning, dan kanker batang. Rata-rata jumlah bibit pohon yang ditemukan adanya tanda serangan hama dan penyakit sebesar 77,57%. Bibit pohon yang semuanya (100%) ditemukan adanya tanda serangan hama dan penyakit adalah Eugenia oleana, Handroanthus impetiginosus, Durio zibethinus, Myristica fragrans, Polyalthia longifolia, Diospyros celebica, dan Terminalia catappa. Bibit pohon yang tidak ditemukan adanya tanda serangan hama dan penyakit adalah Casuarina equisetifolia. Rata-rata persentase serangan hama dan penyakit pada bibit pohon adalah sebesar 21,21%. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa tingkat serangan hama dan penyakit pada bibit pohon berkategori ringan. Oleh karena itu, untuk mencegah meningkatnya serangan dapat dilakukan perbaikan sanitasi lingkungan pesemaian dan perenggangan jarak antarbibit.
References
Abi, Oramahi, H., & Wulandari, R. S. (2017). Identifikasi morfologi serangga berpotensi sebagai hama dan tingkat kerusakan pada bibit meranti merah (Shorea leprosula) di Pesemaian PT. Sari Bumi Kusuma. Jurnal Hutan Lestari, 5(3), 644-652. DOI: https://doi.org/10.26418/jhl.v5i3.21141
Abimanyu, B., Safe'i, R., & Hidayat, W. (2019). Analisis kerusakan pohon di hutan kota
hutan kota stadion Kota Metro Provinsi Lampung. Jurnal Hutan Pulau-Pulau Kecil, 3(1), 1-12. DOI: https://doi.org/10.30598?jhppk.2019.3.1.1
Afin, A. P. & Kiono, B. F. T. (2021). Potensi energi batu bara serta pemanfaatan dan teknologinya di Indonesia tahun 2020–2050: gasifikasi batu bara. Jurnal Energi Baru dan Terbarukan, 2(2), 144-122. DOI: https://doi.org/10.14710/jebt.2021.11429
Agustini, S., Redin, H., Kulu, I. P., Amelia, V., Surawijaya, P., & Ludang, Y. (2023). Dinamika populasi hama dan penyakit utama pada tanaman cabai merah (Capsicum annuum L.) di Kota Palangka Raya. Agrienvi: Jurnal Ilmu Pertanian, 17(2), 85-100. DOI: https://doi.org/10.36873/aev.v17i2.12662
Aksar, A. M. V., Rachmawati, N., & Naemah, D. (2022). Frekuensi kerusakan akibat serangan hama dan penyakit pada bibit gaharu (Aquilaria malaccensis) di pesemaian. Jurnal Sylva Scienteae, 5(1), 67-71. DOI: https://doi.org/10.20527/jss.v5i1.5048
Arisanti, S., Sulistyantara, B., & Nasrullah, N. (2022). Evaluasi kerusakan fisik pohon dalam upaya menghadirkan pohon jalur hijau yang aman di Kota Padang. Jurnal Lanskap Indonesia, 14(2), 69-77. DOI: https://doi.org/10.29244/jli.v14i2.40196
Arwanda, E. R., Safe'i, R., Kaskoyo, H., & Herwanti, S. (2021). Identifikasi kerusakan pohon pada hutan tanaman rakyat PIL, Kabupaten Bangka, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Indonesia. Agro Bali: Agricultural Journal, 4(3), 351-361. DOI: https://doi.org/10.37637/ab.v4i3.746
Asmaliyah, Imanullah, A., & Herdiana, N. (2010). “Pengamatan serangan hama pada tanaman jelutung rawa (Dyera lowii) di pesemaian.” Pp. 193–98 in Prosiding Seminar Hasil-hasil Penelitian Peran IPTEK dalam Mendukung Pembangunan Hutan Tanaman Rakyat, edited by Suhaendi, H., Efendi, R., Mindawati, N., Wibowo, A., & Anggraeni, I. Palembang: Pusat Penelitian dan Pengembangan Peningkatan Produktivitas Hutan, Badan Penelitian dan Pengembangan Kehutanan.
Azwin., Suhesti, E., & Ervayenri, E. (2022). Analisis tingkat kerusakan serangan hama dan penyakit dipersemaian BPDASHL Indragiri Rokan Pekanbaru. Wahana Forestra: Jurnal Kehutanan, 17(1), 85-101. DOI: https://doi.org/10.31849/forestra.v17i1.8376
Febbiyanti, T. R. & Fairuzah, Z. (2019). Identifikasi penyebab kejadian luar biasa penyakit gugur daun karet di Indonesia. Jurnal Penelitian Karet, 193-206. DOI: https://doi.org/10.22302/ppk.jpk.v37i2.616
Firman, F., Rizhan, M., & Sahidi, A.A. (2020). Analisis kandungan logam berat abu batu bara PLTU Bangko Barat Kab. Muara Enim Sumatera Selatan. Journal Of Science and Engineering, 3(1), 10-16. DOI: https://doi.org/10.33387/josae.v3i1.2070
Haerumi, W., Suryantini, R., & Herawatiningsih, R. (2019). Identifikasi dan tingkat kerusakan oleh serangga perusak pada bibit sengon (Falcataria moluccana) di Persemaian Permanen Balai Pengelolaan Daerah Aliran Sungai dan Hutan Lindung Kapuas Pontianak. Jurnal Hutan Lestari, 7(1), 349-362. DOI: https://doi.org/10.26418/jhl.v7i1.31959
Hawiyah, A. N., Afifah, L., Abadi, S., Prabowo, D. P., Irfan, B., & Widiawan, A. B. (2022). Identifikasi dan pengaruh pengendalian hama kutu daun Rhopalosiphum maidis Fitch (Hemiptera: Aphididae) pada pertanaman jagung. Jurnal Agrotech, 12(2), 79-86. DOI: https://doi.org/10.31970/agrotech.v12i2.98
Indriyanto. (2022). Teknik dan Manajemen Pesemaian. 1st ed. Yogyakarta: Plantaxia. 312 p.
Jimmy, N. & Merang, K. R. I. (2020). Dampak pertambangan batu bara dalam kehidupan sosial ekonomi masyarakat di Desa Apung Kecamatan Tanjung Selor Kabupaten Bulungan. Jurnal Ilmu Administrasi Negara (JUAN), 8(2), 111-121. DOI: https://doi.org/10.31629/juan.v8i2.2679
Muliya, N. S., Naemah, D., & Rachmawati, N. (2021). Analisis kesehatan bibit sengon laut (Paraseriantes falcataria) di persemaian. Jurnal Sylva Scienteae, 4(6), 947-954. DOI: https://doi.org/10.20527/jss.v4i6.4569
Nuraeni, Y., Anggraeni, I., & Nuroniah, H. S. (2017). Keanekaragaman serangga yang berpotensi hama pada tanaman kehutanan. In Seminar Nasional PBI 2016. https://eprints.uai.ac.id/26/1/KEANEKARAGAMAN%20SERANGGA%20YANG%20BERPOTENSI%20HAMA%20PADA%20TANAMAN%20KEHUTANAN.pdf
Oktorina, S. (2018). Kebijakan reklamasi dan revegetasi lahan bekas tambang: studi kasus tambang batu bara Indonesia. Al-Ard: Jurnal Teknik Lingkungan, 4(1), 16-20. DOI: https://doi.org/10.29080/alard.v4i1.411
Pratiwi, L. & Safe’i, R. (2018). Penilaian vitalitas pohon jati dengan forest health monitoring di KPH Balapulang. Ecogreen, 4(1), 9–15. https://ojs.uho.ac.id/index.php/green/article/view/4156
Pribadi, A. & Anggraeni, I. (2011). Pengaruh temperatur dan kelembaban terhadap tingkat kerusakan daun jabon (Anthocephalus cadamba) oleh Arthrochista hilaralis. Jurnal Penelitian Hutan Tanaman, 8(1), 1-7. DOI: 10.20886/jpht.2011.8.1.1-7
Putri, A. F., Rachmawati, N., & Naemah, D. (2021). Identifikasi kerusakan daun pada tanaman balangeran (Shorea balangeran) di kawasan hutan dengan tujuan khusus (KHDTK) Tumbang Nusa. Jurnal Sylva Scienteae, 4(1), 28-35. DOI: https://doi.org/10.20527/jss.v4i1.3088
Ramadhan, M., Haneda, N. F., & Putra, E. I. (2023). Identifikasi kerusakan pohon di kawasan agrowisata Tahura Sultan Adam, Provinsi Kalimantan Selatan menggunakan metode forest health monitoring. Jurnal Hutan Tropis, 11(2), 178-188. DOI: 10.20527/jht.v11i2.16767
Sari, A. S., Utamakno, L., Ar-Rasyid, A., Ramadhani, K. S., & Agustina, T. (2022). Pemanfaatan lahan pasca tambang sebagai destinasi wisata taman reklamasi “Danau Goa Pote” Kabupaten Bangkalan, Provinsi Jawa Timur. Jurnal Sumberdaya Bumi Berkelanjutan (SEMITAN), 1(1), 362-367. https://ejurnal.itats.ac.id/semitan
Setyowati, R. D. N., Amala, N. A., & Aini, N. N. U. (2017). Studi pemilihan tanaman revegetasi untuk keberhasilan reklamasi lahan bekas tambang. Al-Ard: Jurnal Teknik Lingkungan, 3(1), 14-20. DOI: https://doi.org/10.29080/alard.v3i1.256
Suharti, T., Kurniaty, R., & Darwiati, W. (2015). Identifikasi dan teknik pengendalian hama dan penyakit bibit kranji (Pongamia pinnata). Jurnal Perbenihan Tanaman Hutan, 3(2), 71-80. DOI: 10.20886/bptpth.2015.3.2.71-80
Surachman, I. F., Indriyanto, dan Hariri, A. M. (2014). Inventarisasi hama pesemaian di hutan tanaman rakyat Desa Ngambur Kecamatan Bengkunat Belimbing Kabupaten Lampung Barat. Jurnal Sylva Lestari, 2(2), 7-16. DOI: http://dx.doi.org/10.23960/jsl227-16
Susilawati, S., Naemah, D., Rezekiah. A. A., Fithria, A., & Heriannor, F. (2023). Identifikasi kerusakan daun kayu manis (Cinnamomun burmanii) di taman hutan hujan tropis Indoneisa (th2ti) Banjarbaru. Jurnal Hutan Tropis, 11(2), 253-261. DOI: http://dx.doi.org/10.20527/jht.v11i2.16776
Tsani. M.K. & Safe'i, R. (2017). Identifikasi tingkat kerusakan tegakan pada kawasan pusat pelatihan gajah Taman Nasional Way Kambas. Jurnal Hutan Tropis, 5(3), 215-221.DOI: http://dx.doi.org/10.20527/jht.v5i3.4788
Wardhani, E., Sutisna, M., & Dewi, A. H. (2012). Evaluasi pemanfaatan abu terbang (fly ash) batu bara sebagai campuran media tanam pada tanaman tomat (Solanum lycopersicum). Jurnal Itenas Rekayasa, 16(1), 45-56. https://ejurnal.itenas.ac.id/index.php/rekayasa/article/view/438/604
Wattimena, C. M. A. (2019). Identifikasi gejala serangan hama dan penyakit utama tanaman kakao (Theobroma Cacao L) serta upaya pengendaliannya. J-DEPACE. 2(1): 66-74. DOI: https://doi.org/10.34124/jpkm.v2i1.25
Yosephine, I. O., Guntoro, G., Tistama, R., Adinugroho, P., & Dalimunthe, C. (2020). Penggunaan mineral kalium dan silikon untuk menekan serangan penyakit gugur daun pada tanaman karet (Hevea brasiliensis L.). AGRIUM: Jurnal Ilmu Pertanian, 22(3), 172-177. DOI: https://doi.org/10.30596/agrium.v22i3.4690
Yustika, V., Indriyanto, & Asmarahman, C. (2022). Identifikasi dan pengendalian hama dan penyakit di Pesemaian PT Natarang Mining Kabupaten Tanggamus. Jurnal Rimba Lestari, 1(2), 78-87. DOI:10.29303/rimbalestari.v1i2.16














