TINGKAT PENGETAHUAN IBU NIFAS MENGENAI MOBILISASI DINI POST SECTIO CAESAREA DI RS NUR HIDAYAH BANTUL 2025
DOI:
https://doi.org/10.51878/healthy.v4i3.6736Keywords:
Pengetahuan, Mobilisasi Dini, Sectio Caesarea, Ibu NifasAbstract
ABSTRACT
Cesarean section (CS) deliveries have increased significantly both globally and nationally, exceeding the World Health Organization’s (WHO) recommended rate of 10–15%. In the Special Region of Yogyakarta, the CS rate reached 30.2% in 2022. This increase is accompanied by risks of post-CS complications such as infection, thrombosis, and delayed recovery. Early mobilization after CS has been proven effective in accelerating the healing process and preventing various complications. However, many mothers still lack understanding of the importance of early mobilization. This study aimed to determine the level of knowledge among postpartum mothers regarding early mobilization after CS at Nur Hidayah Hospital Bantul in 2025. This research employed a quantitative approach with a descriptive design and a cross-sectional method. The study sample consisted of 30 postpartum mothers after CS in April to May 2025, selected using purposive sampling. Data were collected using a validated and reliable questionnaire, and analyzed univariately with categories of good, sufficient, and poor knowledge. The study found that participants were predominantly aged 20–35 (76.7 years), had a high school education (50%), were housewives (70%), and had one child (43.3%). Knowledge of early mobilization after a CS was categorized as good (90%), fair (10%), and none were considered poor. It is concluded that most postpartum mothers at Nur Hidayah Hospital Bantul had good knowledge of early mobilization after CS.
ABSTRAK
Persalinan sectio caesarea (SC) mengalami peningkatan signifikan secara global dan nasional, melampaui standar WHO sekitar 10–15%. Daerah Istimewa Yogyakarta mencatat angka persalinan SC sebesar 30,2% pada tahun 2022. Peningkatan ini turut disertai dengan risiko komplikasi post SC seperti infeksi, trombosis, dan keterlambatan pemulihan. Mobilisasi dini post SC terbukti efektif dalam mempercepat proses penyembuhan dan mencegah berbagai komplikasi. Tetapi masih banyak ibu yang belum memahami pentingnya mobilisasi dini. Studi ini ingin mencermati tingkat pengetahuan ibu nifas mengenai mobilisasi dini pasca SC di RS Nur Hidayah Bantul tahun 2025. Studi ini berpendekatan kuantitatif dengan berdesain deskriptif serta rancangan cross-sectional. Sampel studi ini mencakup 30 ibu nifas pasca SC pada bulan April sampai Mei 2025, dipilih dengan metode purposive sampling. Di kumpulkan datanya dari kuesioner yang sudah diujikan validitas serta reliabilitasnya, kemudian dianalisa secara univariat dengan kategori pengetahuan baik, cukup, dan kurang. Hasil studi ini menampilkan jika dominan responden berumur 20–35 tahun (76,7%), berpendidikan SMA/SMK (50%), berstatus ibu rumah tangga (70%), dan memiliki satu anak (43,3%). Tingkat pengetahuan ibu nifas mengenai mobilisasi dini pasca SC dikategorikan baik (90%), cukup (10%), dan tidak ada yang masuk kategori kurang. Disimpulkan bahwa sebagian besar ibu nifas di RS Nur Hidayah Bantul memiliki pengetahuan yang baik mengenai mobilisasi dini post SC.
References
Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan. (2018). Laporan Nasional Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2018. Jakarta: Kementerian Kesehatan Republik Indonesia.
Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan. (2018). Laporan Provinsi Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2018: Daerah Istimewa Yogyakarta. Jakarta: Kementerian Kesehatan Republik Indonesia.
Budiani, N. N., Suarniti, & Kompiang Sekarini, N. L. (2021). Gambaran pengetahuan ibu nifas post sectio caesarea tentang mobilisasi dini di RSUD Wangaya Denpasar tahun 2021. Jurnal Riset Kebidanan Indonesia, 5(2), 175–179. https://doi.org/10.32536/jrki.v5i2.199
Citrawati, N.K., Rahayu, N.L.G., & Eka Sari, N.A.M. (2021). Hubungan Tingkat Pengetahuan dengan Sikap Ibu dalam Mobilisasi Dini Post Sectio Cesarean di Ruang Dara RSUD Wangaya Denpasar. Health Care: Jurnal Kesehatan, 10(1), 1-7.
Cahyaningtyas, R. D., & Rahmawati, I. (2020). Hubungan mobilisasi dini dengan penyembuhan luka jahitan pada ibu post sectio caesarea. Jurnal Kebidanan Malahayati, 6(3), 345–352. https://doi.org/10.33024/jkm.v6i3.2563
Damayanti, E., Utami, T., & Ida Ayu T.P, N.R. (2022). The Relationship of Knowledge Level with The Attitude of Post sectio caesarea Mother About Early Mobilization at Mother and Children's Hospital Bunda Arif Purwokerto. Caring: Jurnal Keperawatan, 11(1), 30-36. DOI: 10.29238/caring.v11i1.1100.
Dinas Kesehatan Daerah Istimewa Yogyakarta. (2022). Profil Kesehatan Daerah Istimewa Yogyakarta Tahun 2022. Yogyakarta: Dinas Kesehatan DIY.
Ekawati, E., Albertina, M., & Widiastuti, H. P. (2024). Pengaruh mobilisasi dini terhadap nyeri luka ibu post operasi sectio caesarea di ruang nifas RSUD Panglima Sebaya Tana Paser tahun 2022. Jurnal Ilmu Kebidanan dan Kesehatan (Journal of Midwifery Science and Health), 15(1), 23–29. https://doi.org/10.52299/jks.v15i1.156
Indriani, S., Sakti, B., & Kusniasih, S. (2023). Sikap ibu dalam mobilisasi dini post sectio caesarea dipengaruhi oleh tingkat pengetahuan. Jurnal Keperawatan Indonesia Florence Nightingale, 3(2), 23–27. https://doi.org/10.34011/jk-ifn.v3i2.1779
Kartini, A., Sumarmi, S., & Nuryana, R. (2023). Hubungan Pengetahuan Ibu Tentang Mobilisasi Dini Terhadap Penurunan Involusio Uteri pada Post Sectio Caesaria. Borobudur Nursing Review, 4(1), 1-7. https://doi.org/10.31603/bn-ur.11069
Mardiawati, D. (2017). Tingkat pengetahuan ibu nifas tentang mobilisasi dini pada pasien post sectio caesarea di ruang kebidanan RSUD dr. Rasidin Padang. Menara Ilmu: Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmiah, 11(76). https://doi.org/10.33559/mi.v11i76.446
Purwati, P., Rofiqoch, I., & Margiana, W. (2022). Pendidikan kesehatan mobilisasi dini pasca bersalin. ABDIMAS?HIP: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, 1(2), 101–110. https://doi.org/10.37402/abdimaship.vol1.iss2.101
Purwati, A. (2022). Gambaran pengetahuan tentang mobilisasi dini pada pasien post sectio caesarea di RSUD Undata Provinsi Sulawesi Tengah. Jurnal Kebidanan, 5(2).
Rahmawati, A., Putri, D., & Lestari, S. (2023). Risiko komplikasi persalinan sectio caesarea tanpa indikasi medis: Tinjauan literatur. Jurnal Kesehatan Reproduksi, 14(2), 112–120. https://repository.unissula.ac.id/37068
Rangkuti, N. A., Zein, Y., Batubara, N. S., Harahap, M. A., & Sodikin, M. A. (2023). Hubungan mobilisasi dini post sectio caesarea dengan proses penyembuhan luka operasi di RSUD Pandan. Jurnal Education and Development, 11(1), 570–575. https://doi.org/10.37081/ed.v11i1.4563
Samrida, W. O. N. J. (2023). Tingkat pengetahuan ibu nifas tentang manfaat mobilisasi dini di BLUD RSUD Kota Baubau. Maternal Child Health Care, 5(1), 848.
Simangunsong, R., Rottie, J., & Hutauruk, M. (2018). Hubungan mobilisasi dini dengan proses penyembuhan luka post sectio caesarea di RSU GMIM Pancaran Kasih Manado. Jurnal Keperawatan, 6(1), https://doi.org/10.35790/jkp.v6i1.18778
Suryanti, Y., Yuanita, V., Qudratullah, F., & Emilda, S. (2022). Mobilisasi dini untuk penyembuhan luka post operasi sectio caesarea: studi literatur. Jurnal Kesehatan dan Pembangunan, 14(27). https://doi.org/10.52047/jkp.v1-4i27.306
Suryanti, Y., & Wijayanti, A. (2023). Kemampuan Merawat Diri Ibu Post sectio caesarea (Studi Literatur). Community Development Journal: Jurnal Pengabdian Masyarakat, 4(2), 1042–1046. https://doi.org/10.31004/cdj.v4i-2.1828
Syahida, A., Mirani, N., & Hartimah, H. (2025). Hubungan usia dan mobilisasi dini dengan penyembuhan luka sectio caesarea. Jurnal Promotif Preventif, 8(1), 121–127. https://doi.org/10.47650/jpp.v8i1.1700
WHO. (2020). Statement on Caesarean Section Rates. Diakses pada 23 November 2024, dari https://www.who.int.
Wijaya, R., Hidayat, T., & Sari, M. (2023). Dampak sectio caesarea elektif terhadap kesehatan ibu dan komplikasi pascapersalinan. Jurnal Kebidanan Indonesia, 12(1), 45–53. http://repository.mercubaktijaya.ac.id/45-53
Yuliani, R., & Widyaningrum, E. (2022). Hubungan mobilisasi dini dengan percepatan penyembuhan luka post sectio caesarea di Rumah Sakit Charitas Hospital Klepu. Jurnal Ilmiah Kesehatan (Joh), 5(2), 75–82. https://journal.ukmc.ac.id/index.php/joh/article/vi-ew/811













