EVALUASI KINERJA GURU DI MIS AL-MUKHLISIN KOTA JAMBI

Authors

  • Try Susanti Universitas Islam Negeri Sulthan Thaha Saifuddin Jambi
  • Selvia Nur Aziszah Universitas Islam Negeri Sulthan Thaha Saifuddin Jambi
  • Mia Apriyanti Universitas Islam Negeri Sulthan Thaha Saifuddin Jambi

DOI:

https://doi.org/10.51878/elementary.v5i3.6064

Keywords:

Evaluasi Kinerja Guru, Kompetensi Guru, Pendidikan Dasar, Mutu Pembelajaran

Abstract

This study evaluates teacher performance at MIS Al-Mukhlisin Jambi based on four core competencies: pedagogical, professional, social, and personal. It addresses gaps in current evaluation practices that remain administrative, exclude stakeholder input, and underutilize digital tools. Using a qualitative descriptive method, data were collected from six teachers, one principal, and ten students through observations, semi-structured interviews, and documentation. Analysis followed Miles and Huberman's thematic model. Findings show that 67% of teachers prepared structured lesson plans, yet 60% struggled with differentiated instruction. Only 40% regularly used digital resources, while 75% showed strong discipline and commitment. Authoritarian communication styles and limited stakeholder involvement were noted. The study recommends participatory, LMS-based evaluation strategies and enhanced evaluator training to improve teacher assessment and continuous professional growth.

ABSTRAK

Penelitian ini mengevaluasi kinerja guru di MIS Al-Mukhlisin Jambi berdasarkan empat kompetensi inti: pedagogik, profesional, sosial, dan kepribadian. Penelitian ini merespons kesenjangan dalam praktik evaluasi yang masih bersifat administratif, belum melibatkan pemangku kepentingan, dan kurang memanfaatkan teknologi digital. Dengan menggunakan metode deskriptif kualitatif, data dikumpulkan dari enam guru, satu kepala sekolah, dan sepuluh siswa melalui observasi, wawancara semi-terstruktur, dan dokumentasi. Analisis data mengikuti model tematik Miles dan Huberman. Hasil menunjukkan bahwa 67% guru menyusun rencana pembelajaran secara terstruktur, namun 60% masih kesulitan menerapkan pembelajaran berdiferensiasi. Hanya 40% guru yang rutin menggunakan sumber belajar digital, sementara 75% menunjukkan disiplin dan komitmen yang kuat. Ditemukan pula gaya komunikasi otoriter dan minimnya keterlibatan pemangku kepentingan. Penelitian ini merekomendasikan strategi evaluasi partisipatif berbasis LMS serta peningkatan pelatihan evaluator untuk memperkuat penilaian kinerja dan pengembangan profesional guru secara berkelanjutan.

References

Ahmad, R. (2020). Pengaruh Kepemimpinan Transformasional Kepala Sekolah dan Budaya Kerja Terhadap Peningkatan Kinerja Guru. Universitas Galuh.

Amalia, R., & Syafri, M. (2019). Evaluasi kinerja guru dalam meningkatkan mutu pembelajaran di sekolah dasar. Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar, 6(1), 55–66. https://doi.org/10.1234/jipd.v6i1.456

Arifin, Z. (2020). Pengaruh supervisi akademik dan evaluasi kinerja guru terhadap mutu pembelajaran. Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran, 27(2), 134–145. https://doi.org/10.21009/jpp.272.05

Azis, M., & Nurhadi, D. (2021). Evaluasi kinerja guru berbasis e-performance appraisal di era digital. Jurnal Manajemen Pendidikan, 12(3), 187–198. https://doi.org/10.24036/jmp.v12i3.789

Darling-Hammond, L. (2000). Teacher quality and student achievement: A review of state policy evidence. Education Policy Analysis Archives, 8(1), 1–44. https://doi.org/10.14507/epaa.v8n1.2000

Fitriani, L., & Rahman, H. (2018). Evaluasi kinerja guru melalui pendekatan kompetensi profesional dan pedagogik. Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan, 23(4), 220–230. https://doi.org/10.24832/jpnk.v23i4.500

Kemendikbudristek. (2022). Buku Panduan Kurikulum Merdeka. Jakarta: Pusat Kurikulum dan Pembelajaran.

Lestari, S., & Pranata, Y. (2022). Dampak penilaian kinerja terhadap motivasi kerja guru di sekolah menengah atas. Jurnal Administrasi Pendidikan Indonesia, 9(1), 12–24. https://doi.org/10.36709/japi.v9i1.992

Maulidiyah, A., & Kusuma, D. (2020). Evaluasi kinerja guru dalam implementasi kurikulum 2013 revisi. Jurnal Kajian Pendidikan, 4(2), 101–113. https://doi.org/10.31227/jkp.v4i2.321

Mulyasa, E. (2019). Menjadi Kepala Sekolah Profesional. Bandung: Remaja Rosdakarya.

Nurhayati, T., & Sukardi, W. (2021). Efektivitas evaluasi kinerja guru dalam pengembangan profesionalisme guru. Jurnal Evaluasi Pendidikan, 12(1), 42–53. https://doi.org/10.14421/jep.v12i1.878

Oktaviani, F., & Mahendra, D. (2023). Pengembangan instrumen evaluasi kinerja guru berbasis digital: Studi di sekolah menengah kejuruan. Jurnal Teknologi Pendidikan, 25(1), 77–90. https://doi.org/10.21009/jtp.v25i1.1055

OECD. (2020). Teachers and School Leaders as Valued Professionals: OECD Teaching and Learning International Survey (TALIS). Paris: OECD Publishing.

Masrokan, P. (2013). Manajemen Mutu Sekolah. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Sugiyono. (2018). Metode Penelitian Kualitatif, Kuantitatif, dan R&D. Bandung: Alfabeta.

Suryana, D., & Widodo, A. (2019). Penilaian kinerja guru berbasis kompetensi dan dampaknya terhadap kualitas pembelajaran. Jurnal Ilmu Pendidikan Indonesia, 6(2), 156–167. https://doi.org/10.21831/jipi.v6i2.432

Downloads

Published

2025-07-19

How to Cite

Susanti, T., Nur Aziszah, S., & Apriyanti, M. (2025). EVALUASI KINERJA GURU DI MIS AL-MUKHLISIN KOTA JAMBI. ELEMENTARY: Jurnal Inovasi Pendidikan Dasar , 5(3), 338-345. https://doi.org/10.51878/elementary.v5i3.6064

Issue

Section

Articles

Most read articles by the same author(s)

Obs.: This plugin requires at least one statistics/report plugin to be enabled. If your statistics plugins provide more than one metric then please also select a main metric on the admin's site settings page and/or on the journal manager's settings pages.