UPAYA MENINGKATKAN HASIL BELAJAR BERHITUNG PENJUMLAHAN DAN PENGURANGAN PESERTA DIDIK MELALUI METODE PEMBERIAN TUGAS DI KELAS 1 SD NEGERI SEMPUR KIDUL SEMESTER 2 TAHUN PELAJARAN 2018/2019
DOI:
https://doi.org/10.51878/elementary.v1i2.158Keywords:
Hasil Belajar Peserta Didik, Mata Pelajaran Matematika Materi Pemjumlahan dan pengurangan, Metode Pemberian Tugas.Abstract
Tujuan penelitian ini adalah untuk meningkatkan hasil belajar peserta didik pada mata pelajaran matematika tentang penjumlahan dan pengurangan melalui metode pemberian tugas. Metode penelitian yang digunakan adalah metode eksperimen dengan subjek penelitian adalah peserta didik kelas 1 SDN Sempur Kidul Bogor yang terdiri dari 28 peserta didik . Pelaksanaan penelitian tindakan kelas ini di lakukan pada semester 2 tahun pelajaran 2018 – 2019. Proses penelitian tindakan kelas ini dilakukan tiga siklus, yaitu siklus 1, siklus 2, dan siklus 3 setiap siklus terdiri dari empat tindakan utama yaitu perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi. Akhir dari setiap siklus dilaksanakan tes menggunakan instrumen soal. Kemudian hasil yang diperoleh pada pertemuan pertama , kedua dan pertemuan ketiga dirata – ratakan untuk menjadi hasil akhir dari setiap siklus. Jika dilihat kenaikan hasil belajar dari siklus 1 ke siklus 2, terjadi kenaikan persentase ketuntasan sebesar 46,42 % yaitu ketuntasan belajar pada siklus 1 sebesar 14,29 % menjadi 60,71 %, sedangkan dari siklus 2 ke siklus 3,terjadi peningkatan ketuntasan belajar sebesar 28,59 % yaitu dari 60,71 % menjadi 89,3 % rata-rata 84. Peserta didik yang memperoleh nilai mencapai KKM dari siklus 1 sebanyak 4 orang atau sebesar 14,29 % menjadi 25 orang atau sebesar 89,3 % yang berarti kenaikanya sebesar 28,59 %. Peserta didik yang memperoleh nilai belum mencapai KKM pada siklus 3 sebanyak 3 orang atau sebesar 10,7 %, Apabila dibandingkan antara hasil tes pada kondisi awal dengan hasil tes pada siklus II, akan terlihat perubahan yang lebih signifikan yaitu kenaikan rata-rata nilai dari 60 menjadi 84, berarti kenaikan sebesar 24. Peserta didik yang memperoleh nilai mencapai KKM dari 4 orang atau sebesar 14,29 % menjadi 25 orang atau sebesar 89,3 %, berarti kenaikan sebanyak 21 orang atau sebesar 75,01 %. Sedangkan peserta didik yang memperoleh nilai belum mencapai KKM yang semula sebanyak 24 orang atau sebesar 85,71 % berkurang menjadi sebanyak 3 orang atau sebesar 10,7 %, berarti terjadi penurunan sebanyak 11 orang.
Downloads
References
Depdiknas. Undang-undang Republik Indonesia No. 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional. Bandung : Fokus Media.
Priyatno, Duwi. 2009. Belajar Olah Data SPSS. Yogjakarta : Andi Offset
Nukman, Ilhamuddin. 2009. Mind Revolution. Jogjakarta: Diva Press.
Muchith, M. Saekhan. 2008. Pembelajaran Kontekstual. Semarang: Rasail Media Group.
Amien, Mappadjanti .2008. Kemandirian Lokal. Jakarta : Gramedia.
Hamalik, Oemar . 2003. Proses Belajar Mengajar. Jakarta : Bumi Aksara.
Ridwan. 2005. Belajar mudah Penelitian untuk Guru- karyawan dan Peneliti Pemula. Bandung: Alfabeta.
Nasoetion, S. 2002. Berbagai Pendekatan dalam Proses Belajar dan Mengajar. Jakarta : Bumi Aksara.
Sudjana 2002. Dasar-dasar Proses Belajar Mengajar. Bandung : Sinar Baru Algesindo.
Sugiyono 2006. Metode Penelitian Pendidikan. Bandung : Alfabeta.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2021 ELEMENTARY: Jurnal Inovasi Pendidikan Dasar

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.














