EDUTECH : Jurnal Inovasi Pendidikan Berbantuan Teknologi https://jurnalp4i.com/index.php/edutech <p><strong>EDUTECH: Jurnal Inovasi Pendidikan Berbantuan Teknologi</strong> | <a href="https://sinta.kemdiktisaintek.go.id/journals/profile/11945"><strong>Terakreditasi Sinta 4 </strong></a>diterbitkan 4 kali setahun (Februari, Mei, Agustus, dan November) oleh Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I) yang berafiliasi dengan Perguruan Tinggi Indonesia. Jurnal ini berisi artikel hasil pemikiran dan penelitian yang ditulis oleh para guru, dosen, pakar, ilmuwan, praktisi, dan pengkaji dalam semua disiplin ilmu yang berkaitan dengan pendidikan berbantuan teknologi dan Inovasi Pembelajaran Berbasis teknologi<br /><strong>e-ISSN : </strong><strong>2797-0140 </strong><strong>| </strong><strong>p-ISSN :</strong> <strong>2797-0590</strong></p> Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I) en-US EDUTECH : Jurnal Inovasi Pendidikan Berbantuan Teknologi 2797-0590 PENERAPAN PRESENSI DARING BERBASIS WEBASSEMBLY DAN MICROSERVICES UNTUK PENGENALAN WAJAH PADA LEARNING MANAGEMENT SYSTEM https://jurnalp4i.com/index.php/edutech/article/view/9474 <p>The demand for reliable, real-time online attendance systems capable of handling large-scale users continues to increase alongside the widespread adoption of Learning Management Systems (LMS) in higher education and online training. Conventional attendance methods based on manual input or simple authentication mechanisms suffer from weaknesses such as susceptibility to fraud, limited automation, and degraded performance under high workloads. Face recognition has emerged as a promising alternative, as it enables automatic and non-intrusive user identity verification. However, most face-based attendance systems still rely on centralized server-side processing, which leads to high latency and limited scalability. This study aims to design and evaluate an online attendance architecture that integrates WebAssembly and Microservices by separating computational workloads between the client and server. The Design Science Research method is employed to develop a web-based face attendance application as the research artifact, in which face detection and feature extraction are executed entirely on the client side using OpenCV.js compiled to WebAssembly, while authentication, attendance recording, and session management are handled by a Microservices-based backend. The evaluation includes face recognition accuracy testing, end-to-end latency measurement, and system throughput analysis. Experimental results demonstrate that the proposed architecture reduces attendance latency by approximately 72 percent compared to a monolithic server-side processing approach, while simultaneously increasing request handling capacity without compromising accuracy. These findings indicate that the integration of WebAssembly and Microservices constitutes an effective architectural solution for real-time biometric attendance systems.</p> <p><strong>ABSTRAK<br /></strong>Kebutuhan akan sistem presensi daring yang andal, real-time, dan mampu menangani skala pengguna besar terus meningkat seiring dengan meluasnya penggunaan Learning Management System (LMS) dalam pendidikan tinggi dan pelatihan daring. Metode presensi konvensional berbasis input manual maupun autentikasi sederhana memiliki kelemahan berupa potensi kecurangan, keterbatasan otomatisasi, serta performa yang menurun pada kondisi beban tinggi. Pengenalan wajah menjadi solusi alternatif yang menjanjikan karena mampu memverifikasi identitas pengguna secara otomatis dan non-intrusif. Namun, sebagian besar sistem presensi berbasis wajah masih bergantung pada pemrosesan terpusat di sisi server, yang mengakibatkan latensi tinggi dan keterbatasan skalabilitas. Penelitian ini bertujuan merancang dan mengevaluasi arsitektur presensi daring berbasis integrasi WebAssembly dan Microservices dengan pendekatan pemisahan beban komputasi antara klien dan server. Metode Design Science Research digunakan untuk mengembangkan artefak berupa aplikasi presensi wajah berbasis web, di mana proses deteksi dan ekstraksi fitur wajah dijalankan sepenuhnya di sisi klien menggunakan OpenCV.js yang dikompilasi ke WebAssembly, sedangkan autentikasi, pencatatan presensi, dan manajemen sesi ditangani oleh backend berbasis Microservices. Evaluasi dilakukan melalui pengujian akurasi pengenalan wajah, pengukuran latensi end-to-end, dan analisis throughput sistem. Hasil pengujian menunjukkan bahwa arsitektur yang diusulkan mampu menurunkan latensi presensi sekitar 72 persen dibandingkan pendekatan monolitik berbasis pemrosesan server, sekaligus meningkatkan kapasitas penanganan permintaan tanpa mengorbankan tingkat akurasi. Temuan ini menunjukkan bahwa integrasi WebAssembly dan Microservices merupakan solusi arsitektural yang efektif untuk sistem presensi biometrik real-time.</p> Wawan Sismadi Imam Riadi Murinto Murinto Copyright (c) 2026 EDUTECH : Jurnal Inovasi Pendidikan Berbantuan Teknologi https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 2026-03-06 2026-03-06 6 2 318 331 10.51878/edutech.v6i2.9474 ANALISIS MINAT MAHASISWA DALAM MELAKUKAN PENELITIAN TENTANG MEDIA PEMBELAJARAN PROGRAM STUDI PENDIDIKAN TEKNOLOGI INFORMASI https://jurnalp4i.com/index.php/edutech/article/view/9758 <p>This research is motivated by the importance of learning media in the digital transformation of education and the need for prospective educators in the Information Technology Education Study Program to have research competencies in this field. The focus of the problem in this study is to analyze the interest and trends of students in conducting research on learning media and the factors that influence it. The research method used is quantitative with a descriptive approach, where data were collected through an analysis of 64 thesis titles from students and alumni as well as questionnaires. The results showed that student research was dominated by Learning Media topics with 28 titles (43.75%), followed by Information Systems with 12 titles (18.75%), while other categories such as Educational Games and Mobile Applications still had a low proportion. The main conclusion of this study is that there is a strong orientation of students towards the development of technology-based learning products in response to the need for innovation in schools, but academic policies are needed to encourage a balance between developmental research and evaluative research and analysis so that the contribution of student research becomes more comprehensive.</p> <p><strong>ABSTRAK</strong></p> <p>Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya peran media pembelajaran dalam transformasi digital pendidikan serta perlunya calon pendidik di Program Studi Pendidikan Teknologi Informasi untuk memiliki kompetensi riset di bidang tersebut. Fokus masalah dalam penelitian ini adalah untuk menganalisis minat dan kecenderungan mahasiswa dalam melakukan penelitian tentang media pembelajaran serta faktor-faktor yang mempengaruhinya. Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan pendekatan deskriptif, di mana data dikumpulkan melalui analisis terhadap 64 judul skripsi mahasiswa dan alumni serta penyebaran kuesioner. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penelitian mahasiswa didominasi oleh topik Media Pembelajaran dengan jumlah 28 judul (43,75%), diikuti oleh Sistem Informasi sebanyak 12 judul (18,75%), sementara kategori lain seperti Game Edukasi dan Aplikasi Mobile masih memiliki proporsi yang rendah. Simpulan utama penelitian ini adalah terdapat orientasi yang kuat dari mahasiswa terhadap pengembangan produk pembelajaran berbasis teknologi sebagai respon terhadap kebutuhan inovasi di sekolah, namun diperlukan kebijakan akademik untuk mendorong keseimbangan antara penelitian pengembangan dengan penelitian evaluatif dan analisis agar kontribusi riset mahasiswa menjadi lebih komprehensif.</p> <p> </p> Agil Muharam Zila Razilu Rahmawati Rahmawati Copyright (c) 2026 EDUTECH : Jurnal Inovasi Pendidikan Berbantuan Teknologi https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 2026-03-12 2026-03-12 6 2 332 341 10.51878/edutech.v6i2.9758 PEMBUATAN MODUL INTERAKTIF PADA MATA KULIAH TARIF DAN DOKUMEN PASASI PERJALANAN WISATA https://jurnalp4i.com/index.php/edutech/article/view/9759 <p>The course on Fares and Travel Documents is a core course in vocational tourism education that equips students with ticket reservation and travel document management skills in line with the needs of the travel agency industry. However, the conventional learning process has resulted in suboptimal student engagement and understanding of technical material. This study aims to develop an interactive teaching module as a learning innovation to improve the effectiveness of the learning process in the Fare and Passage Documents course. This study uses a teaching material development approach through the stages of needs analysis, Semester Learning Plan analysis, outline design, interactive content development, and validation through discussions with lecturers. The results show that the developed interactive module has a feasibility level of 83% in material expert validation and 83% in module/media expert validation with a feasible category after revision. The interactive module is declared feasible for use as teaching material to support student independent learning, improve material accessibility, and assist lecturers in delivering material in a structured manner.</p> <p><strong>ABSTRAK</strong></p> <p>Mata kuliah Tarif dan Dokumen Pasasi merupakan mata kuliah inti dalam pendidikan vokasi perjalanan wisata yang berperan dalam membekali mahasiswa dengan kompetensi reservasi tiket dan pengelolaan dokumen perjalanan sesuai kebutuhan industri biro perjalanan. Namun, proses pembelajaran yang masih bersifat konvensional menyebabkan keterlibatan mahasiswa dan pemahaman materi teknis belum optimal. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan modul ajar interaktif sebagai inovasi pembelajaran guna meningkatkan efektivitas proses pembelajaran pada matakulia Tarif dan Dokumen Pasasi. Penelitian ini menggunakan pendekatan pengembangan bahan ajar melalui tahapan anĂ¡lisis kebutuhan, anĂ¡lisis Rencana Pembelajaran Semester (RPS), perancangan outline, penyusunan konten interaktif, serta validasi melalui diskusi dengan dosen pengampu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa modul interaktif yang dikembangkan memiliki tingkat kelayakan sebesar 83% pada validasi ahli materi dan 83% pada validasi ahli modul/media dengan kategori layak setelah revisi. Modul interaktif dinyatakan layak digunakan sebagai bahan ajar untuk mendukung pembelajaran mandiri mahasiswa, meningkatkan aksesibilitas materi, serta membantu dosen dalam menyampaikan materi secara terstruktur.</p> Reski Meidasari Fitriyah Fitriyah Ni Made Ayu Windu Kartika Desmala Sari Copyright (c) 2026 EDUTECH : Jurnal Inovasi Pendidikan Berbantuan Teknologi https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 2026-03-12 2026-03-12 6 2 342 352 10.51878/edutech.v6i2.9759