PERBEDAAN MOTORIK HALUS ANAK PRA SEKOLAH USIA 48-60 BULAN SEBELUM DAN SESUDAH DIBERIKAN PERMAINAN PLAYDOUGH

Authors

  • Firda Fitria Ayuni Fatikasari Politeknik Kesehatan Kemenkes Malang
  • Koekoeh Hardjito Politeknik Kesehatan Kemenkes Malang
  • Ririn Indriani Politeknik Kesehatan Kemenkes Malang

DOI:

https://doi.org/10.51878/edukids.v5i1.4811

Keywords:

Motorik Halus, Permainan Playdough

Abstract

Fine motor skills involve activities that encompass precision, dexterity, visual-motor integration, and upper limb coordination. Delays in fine motor skills can impact children by making them less active, leading to emotional disturbances, difficulties in adapting to their surroundings, potentially affecting their psychosocial development, and influencing their performance both in school and outside of school. Efforts needed to help improve fine motor development in children include educational and safe play therapy, such as playdough. This study uses a Pre-Experimental Design with the model of the one-group pretest-posttest design. The population in this study consists of preschool children aged 48-60 months, totaling 41 children, with a sample of 38 respondents selected through simple random sampling. Data were collected using a Pretest-Posttest with a Fine Motor Development Assessment Instrument, and analyzed to determine the difference in values. Before being given playdough activities, the majority of respondents (65.8%) were at the beginning development level. After the playdough activities, a portion of the respondents (50%) reached the very good development category, with a significance value of P (0.000) < ? (0.05). There is a difference in fine motor development in preschool children aged 48-60 months before and after engaging in playdough activities.

ABSTRAK
Motorik halus merupakan kegiatan yang mencakup ketepatan, ketangkasan, integrasi visual-motorik dan koordinasi lengan atas. Keterlambatan motorik halus memberikan dampak pada anak, anak menjadi kurang aktif, gangguan emosional, sulit beradaptasi dengan lingkungan disekitarnya, dapat mempengaruhi psikososial anak, dan berpengaruh pada prestasi anak di sekolah ataupun diluar sekolah. Upaya yang perlu dilakukan untuk membantu meningkatkan perkembangan motorik halus pada anak adalah dengan terapi bermain yang edukatif dan aman yaitu playdough. Penelitian ini menggunakan desain penelitian Pre Eksperimental Design dengan model desain the one group pretest postest design. Populasi dalam penelitian ini adalah anak pra sekolah usia 48-60 bulan sejumlah 41 anak, sampel yang digunakan adalah 38 responden yang dipilih secara simple random sampling. Data dikumpulkan dengan Pretest-Posttest menggunakan Instrumen Penilaian Perkembangan Motorik Halus kemudian diolah untuk mengetahui nilai perbedaannya. sebelum diberikan permainan playdough sebagian besar responden (65,8%) pada tingkat mulai berkembang dan setelah diberikan permainan playdough sebagian responden (50%) pada tingkat kategori berkembang sangat baik dan didapatkan nilai signifikansi P value (0,000) < ? (0,05). Terdapat perbedaan perkembangan motorik halus anak pra sekolah usia 48-60 bulan sebelum dan sesudah diberikan permainan playdough.

References

Abdullah, A. (2023). Peningkatan kecerdasan visual-spasial anak kelompok B melalui. 2(July), 111–122.

Ariesthi, K. D., & F.A.Y.P., H. N. (2020). Pengaruh indeks massa tubuh (IMT) dan aktivitas fisik terhadap kejadian dismenore pada remaja putri di Kota Kupang. CHMK Health Journal, 4(2), 0–7.

Friska Sinulingga, Y., Yolanda Dalimunthe, S., Sihaloho, E., Krista Simamora, M., & Rumondang Lubis, R. (2022). Hubungan pola asuh ibu bekerja dengan perkembangan anak usia prasekolah di Desa Patumbak II tahun 2022 program studi kebidanan program diploma tiga Akademi Kebidanan Nusantara 2000. Jurnal Pionir LPPM Universitas Asahan, 8(2), 273–283.

Hayati, H. (2019). Meningkatkan kemampuan motorik halus anak melalui kegiatan meronce bentuk dan warna pada kelompok B TK Dharma Wanita Tetebatu. Nusantara, 1(20), 222–223.

Huda, K., & Hariati, H. (2020). Penggunaan media playdough dalam mengembangkan motorik halus anak usia 4-5 tahun di TK Hamzanwadi Pancor tahun ajaran 2019/2020. Realita: Jurnal Bimbingan dan Konseling, 5(1). https://doi.org/10.33394/realita.v5i1.2902

Khadijah, Huda, N., & Turtati, A. (2022). Bentuk-bentuk stimulasi dalam perkembangan motorik anak usia dini di RA Hidayatul Ilmi Desa Kolam. Jurnal Pendidikan dan Konseling (JPDK), 4(4), 1–5.

Lestari, V. D., Manajemen, J., Tinggi, S., Ekonomi, I., & Negara, K. (2023). Implementasi efektivitas pengendalian intern pada sistem informasi akuntansi penggajian. Jurnal Riset Mahasiswa Ekonomi (RITMIK), 5(1), 49–61.

Lutfiya, I., Irwanto, & Purnomo, W. (2019). Identification validity early detection of child development using Indonesian MCH handbook. Indian Journal of Public Health Research and Development, 10(8), 1819–1824. https://doi.org/10.5958/0976-5506.2019.02113.2

Millati, I. (2023). Meningkatkan kemampuan motorik halus anak melalui bermain playdough alami pada kelompok B3 di TK Ma’had Islam Kota Pekalongan tahun ajaran 2020/2021. AUDIENSI: Jurnal Pendidikan dan Perkembangan Anak, 1(2), 124–134. https://doi.org/10.24246/audiensi.vol1.no22022pp124-134

Oktiningrum, M. (2021). Literatur review: Faktor-faktor yang berhubungan dengan perkembangan motorik anak usia pra sekolah. Call for Paper Seminar Nasional Kebidanan, 188–195.

Pamungkas, M. S. H., Rahman, T., & Infrantini, L. D. (2023). Pengaruh permainan playdough terhadap perkembangan motorik halus anak usia dini. Tinta Emas: Jurnal Pendidikan Islam Anak Usia Dini, 2(1), 49–60. https://doi.org/10.35878/tintaemas.v2i1.763

Permadi, K. S., & Dewi, P. Y. A. (2022). Esensi permainan playdough dapat meningkatkan kemampuan kognitif anak usia dini. Widya Kumara: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 3(1), 41. https://doi.org/10.55115/widyakumara.v3i1.2071

Rianti, A., Syamsuardi, & Jenny. (2022). Meningkatkan motorik halus anak melalui permainan playdough di kelompok B TK Dharma Buana. Profesi Kependidikan, 3(1), 139–152.

Rohmatin, Z. A., & Hijriyani, Y. S. (2023). Penggunaan media playdough untuk mengembangkan sikap kreatif anak usia dini di RA Perwanida Ngrandu Kauman Ponorogo. Kindergarten: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Indonesia, 2(1), 56–70.

Rusmini, Emilyani, D., Fathoni, A., & Darwissusanto. (2023). Perkembangan motorik halus pada anak usia prasekolah (3-<6 tahun) di TK Dharma Pertiwi Penujak Kecamatan Praya Barat Lombok Tengah. Journal of Excellent Nursing Students, 1(2), 1–10.

Sari, K., Fadhilah, U., & Erlina Wati Harahap, Y. (2022). Pengaruh permainan finger painting terhadap perkembangan motorik halus pada anak prasekolah. Jurnal Keperawatan, 12(2), 44–50. https://doi.org/10.59870/jurkep.v13i1.138

Sary, Y. N. E., Ambarsari, N., & Suhartin, S. (2023). Pengaruh permainan lego terhadap perkembangan motorik halus pada anak usia 3-6 tahun. Jurnal Obsesi: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 7(5), 6273–6280. https://doi.org/10.31004/OBSESI.V7I5.5350

Swarjana, I. K. (2015). Metodologi penelitian kesehatan. Andi.

Tanto, O. D., & Sufyana, A. H. (2020). Stimulasi perkembangan motorik halus anak usia dini dalam seni tradisional tatah sungging. Jurnal Obsesi: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 4(2), 575. https://doi.org/10.31004/obsesi.v4i2.421

Tarigan, H. N. (2023). Pengaruh permainan plastisin terhadap perkembangan kemampuan motorik halus anak usia prasekolah di TK Swasta Karunia Medan Johor. Jurnal Penelitian Keperawatan Medik, 6(1), 1–9. https://doi.org/10.36656/jpkm.v6i1.1560

Tauriana, S., Ramadani, D., & Kholisotin, K. (2022). Pengaruh media bermain playdough terhadap peningkatan gerak motorik halus pada jari-jemari tangan anak usia 5 tahun di TK Ar-Ruhama’ dan TK PKK Mandiri Desa Patokan Bantaran Probolinggo. Politeknik Kesehatan Makassar, 13(1), 2087–2122.

Tripuspa, A., Mujtaba, I., & Damayanti, A. (2024). Upaya meningkatkan keterampilan motorik halus melalui kegiatan finger painting pada anak usia 5–6 tahun di KB TK Lab School Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Muhammadiyah Jakarta. Universitas Muhammadiyah Jakarta, 1429–1437.

Downloads

Published

2025-05-01

How to Cite

Fatikasari, F. F. A., Hardjito, K. ., & Indriani, R. . (2025). PERBEDAAN MOTORIK HALUS ANAK PRA SEKOLAH USIA 48-60 BULAN SEBELUM DAN SESUDAH DIBERIKAN PERMAINAN PLAYDOUGH . EDUKIDS : Jurnal Inovasi Pendidikan Anak Usia Dini, 5(1), 1-9. https://doi.org/10.51878/edukids.v5i1.4811

Issue

Section

Articles