PERAN PENYULUH AGAMA ISLAM DALAM MEMBANGUN KELUARGA SAKINAH DI ERA DIGITAL SDGS-16: PERDAMAIAN, KEADILAN DAN KELEMBAGAAN YANG TANGGUH
DOI:
https://doi.org/10.51878/educator.v6i3.15747Keywords:
Penyuluh Agama Islam, Keluarga Sakinah, Era DigitalAbstract
The advancement of digital technology has brought about significant changes in family life and societal communication patterns. While digital technology facilitates information gathering and expands access to religious services, it also presents challenges that can potentially affect domestic harmony. This study aims to analyze the role of Islamic religious extension officers in fostering sakinah (harmonious and tranquil) families in the digital era and to examine their contribution to achieving Sustainable Development Goal (SDG) 16: Peace, Justice, and Strong Institutions. A qualitative approach with a descriptive method was employed. Data were collected through observation, in-depth interviews, and document analysis at the Office of Religious Affairs (KUA) in Lima Puluh District, Batu Bara Regency. The findings indicate that religious extension officers have successfully adapted to digital technological advancements by utilizing social media, the SIMKAH application, WhatsApp, Zoom, and other digital platforms for outreach, consultation, and family guidance. These strategies have proven effective in disseminating religious information, expanding service reach, strengthening family conflict mediation, instilling values of justice within the household, and enhancing public trust in the KUA institution. Thus, in the digital era, the role of Islamic religious extension officers extends beyond religious guidance; they act as agents of social change who support the creation of sakinah families while contributing to the implementation of SDG 16.
ABSTRAK
Perkembangan teknologi digital telah membawa perubahan yang signifikan terhadap kehidupan keluarga dan pola komunikasi masyarakat. Di satu sisi, teknologi digital memberikan kemudahan dalam memperoleh informasi dan memperluas akses terhadap layanan keagamaan, namun di sisi lain juga menghadirkan berbagai tantangan yang berpotensi memengaruhi keharmonisan rumah tangga. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran Penyuluh Agama Islam dalam membangun keluarga sakinah di era digital serta mengkaji kontribusinya terhadap pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) poin 16 tentang Perdamaian, Keadilan, dan Kelembagaan yang Tangguh. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Data diperoleh melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi di Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Lima Puluh, Kabupaten Batu Bara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penyuluh agama telah mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi digital melalui pemanfaatan media sosial, aplikasi SIMKAH, WhatsApp, Zoom, dan berbagai platform digital lainnya sebagai media penyuluhan, konsultasi, serta pembinaan keluarga sakinah. Strategi tersebut terbukti meningkatkan efektivitas penyampaian informasi keagamaan, memperluas jangkauan pelayanan, memperkuat mediasi konflik keluarga, menanamkan nilai keadilan dalam rumah tangga, serta meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap kelembagaan KUA. Dengan demikian, peran Penyuluh Agama Islam di era digital tidak hanya berfungsi sebagai pembimbing keagamaan, tetapi juga sebagai agen perubahan sosial yang mendukung terwujudnya keluarga sakinah sekaligus berkontribusi terhadap implementasi SDGs 16.
Downloads
References
Agustina, A. P. (2024). Perubahan pola komunikasi keluarga di era digital. Global Komunika: Jurnal Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, 6(2), 73–80. https://doi.org/10.33822/gk.v6i2.6498
Alam, R. H., Mulyana, Alia, N., Siagian, N., & Rabitha, D. (2024). Memetakan tingkat literasi digital penyuluh agama. Jurnal Bimas Islam, 17(1), 185–214. https://doi.org/10.37302/jbi.v17i1.1293
Arvia, A., & Setiawan, J. L. (2020). Kepuasan pernikahan pasangan beda etnis ditentukan resolusi konflik dan intimasi spiritual. Jurnal Psikologi Teori dan Terapan, 11(1), 17–31. https://doi.org/10.26740/jptt.v11n1.p17-31
Fathiyah, F., & Vionita G., F. (2025). Keluarga 5.0: Dinamika penggunaan teknologi dalam relasi sosial keluarga modern. SHOUTIKA: Jurnal Studi Komunikasi dan Dakwah, 5(2), 88–97. https://doi.org/10.46870/jkpi.v5i2.2042
Firmansyah, F., Tarmizi, T., & Parasetiani, A. (2022). Aktualisasi konsep sakinah mawaddah warahmah pada keluarga Muslim di Kota Metro. Syakhshiyyah Jurnal Hukum Keluarga Islam, 2(1), 90–106. https://doi.org/10.32332/syakhshiyyah.v2i1.5123
Gunawan, I. (2021). Dialektika tradisi dan modernitas: Strategi adaptasi keluarga di era digital. Literasi Nusantara.
Hamid, M. A. (2020). Teologi aksi dalam kehidupan berkeluarga: Menyeimbangkan iman dan relasi sosial. Pustaka Pelajar.
Kementerian Agama Republik Indonesia. (2019). Bimbingan perkawinan bagi calon pengantin. Direktorat Bina KUA dan Keluarga Sakinah.
Kementerian Agama Republik Indonesia. (2020). Pedoman penyuluh agama Islam. Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam.
Lisaniyah, H. F., Shodiqoh, M., & Sucipto, Y. (2021). Manajemen membangun keluarga sakinah bagi pasangan LDM (long distance marriage). The Indonesian Journal of Islamic Law and Civil Law, 2(2), 206–220. https://doi.org/10.51675/jaksya.v2i2.169
Lubis, S. A., Abdurrahman, Saleh, K., & Ali, R. (2022). Prinsip-prinsip bimbingan konseling Islami dalam membina rumah tangga sakinah. Jurnal Bimbingan dan Konseling Terapan, 6(1), 33–44. https://doi.org/10.30598/jbkt.v6i1.1601
Mubarok, A. (2020). Psikologi keluarga: Dari keluarga sakinah hingga parenting. Remaja Rosdakarya.
Noormawanti. (2021). Etika komunikasi anak pada keluarga dalam Islam. Jurnal Bimbingan Penyuluhan Islam, 3(2), 229–242. https://e-journal.metrouniv.ac.id/index.php/JBPI/article/view/4064
Puspita, D., & Aminah, S. (2026). Transformasi dakwah digital: Pelatihan pembuatan frame konten dakwah dengan Canva bagi penyuluh agama Islam. FORDICATE: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat, 5(2), 116–123. https://garuda.kemdiktisaintek.go.id/documents/detail/6223563
Rahman, A. (2021). Tantangan dan peluang penyuluh agama di era digital. Dakwah: Jurnal Kajian Dakwah dan Kemasyarakatan, 25(1), 102–115. https://doi.org/10.15408/dakwah.v25i1.23185
Sarnoto, A. Z. (2021). Metode pendidikan komunikasi Islami dalam keluarga perspektif Al-Qur’an. Statement: Jurnal Media Informasi Sosial dan Pendidikan, 11(2), 83–95. https://doi.org/10.56745/js.v11i2.238
Silawati, Aslati, Novendri, M., & Syafiuddin, F. A. (2025). Bimbingan penyelesaian konflik keluarga melalui pendekatan mediasi. Menara Riau: Jurnal Ilmu Pengetahuan dan Pengembangan Masyarakat Islam, 19(1), 69–79. https://doi.org/10.24014/menara.v19i1.35283
Sukestiyarno, Sugiyana, Sulthon, M., Wuriningsih, & Hartutik. (2022). Indeks kerukunan umat beragama Kota Semarang ditinjau dari dimensi moderasi beragama. Jurnal SMART (Studi Masyarakat, Religi, dan Tradisi), 8(2), 177–190. https://doi.org/10.18784/smart.v8i2.1728
Suryadi, S. (2024). Konsep keluarga sakinah dalam perspektif fiqh munakahat. Abdurrauf Law and Sharia, 1(1), 79–102. https://doi.org/10.70742/arlash.v1i1.21
Zaduqisti, E., Mashuri, A., Zuhri, A., Haryati, T. A., & Ula, M. (2020). On being moderate and peaceful: Why Islamic political moderateness promotes outgroup tolerance and reconciliation. Archive for the Psychology of Religion, 42(3), 359–378. https://doi.org/10.1177/0084672420931204
Zulkarnain, H. (2023). Literasi agama inklusif dan perdamaian domestik: Studi kasus masyarakat urban. RajaGrafindo Persada.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 EDUCATOR : Jurnal Inovasi Tenaga Pendidik dan Kependidikan

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.













