EDUCATIONAL : Jurnal Inovasi Pendidikan & Pengajaran https://jurnalp4i.com/index.php/educational <p><strong>EDUCATIONAL: Jurnal Inovasi Pendidikan dan Pengajaran | <a href="https://sinta.kemdiktisaintek.go.id/journals/profile/12049">Terakreditasi Sinta 4 </a></strong>diterbitkan 4 kali setahun (Februari, Mei, Agustus dan November) oleh Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I) yang berafiliasi dengan Perguruan Tinggi Indonesia. Jurnal ini berisi artikel hasil pemikiran dan penelitian yang ditulis oleh para guru, dosen, pakar, ilmuwan, praktisi, dan pengkaji dalam semua disiplin ilmu yang berkaitan dengan pedidikan dan pengajaran.<br /><strong>e-ISSN : </strong><strong>2775-2593 </strong><strong>| </strong><strong>p-ISSN :</strong> <strong>2775-2585</strong></p> Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I) en-US EDUCATIONAL : Jurnal Inovasi Pendidikan & Pengajaran 2775-2585 NILAI-NILAI PENDIDIKAN KARAKTER DALAM NOVEL NEGERI 5 MENARA KARYA AHMAD FUADI DAN RELEVANSINYA SEBAGAI BAHAN AJAR BAHASA INDONESIA https://jurnalp4i.com/index.php/educational/article/view/9523 <p><strong>ABSTRACT </strong></p> <p>This study is motivated by the urgency of strengthening character education in junior high school literature learning, which has not optimally utilized literary works as a medium for internalizing values, resulting in a gap between curriculum objectives and classroom practices that remain cognitively oriented. The study aims to describe the character education values contained in the novel <em>Negeri 5 Menara</em> by Ahmad Fuadi and to analyze its relevance as an alternative teaching material for eighth-grade novel text learning. This research employs a descriptive qualitative approach using content analysis. The primary data consist of the novel text, while supporting data are derived from curriculum documents. Data were collected through intensive reading and note-taking, then analyzed through data reduction, data display, and conclusion drawing, strengthened by document triangulation. The findings reveal values of religiosity, discipline, hard work, responsibility, honesty, independence, appreciation of knowledge, and friendship, which align with the basic competencies of novel text learning and support the development of students’ character profiles. The study concludes that integrating literary works enriches literacy experiences and fosters contextual character formation, making the novel relevant and appropriate as teaching material in literature learning.</p> <p><strong>ABSTRAK</strong></p> <p>Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya penguatan pendidikan karakter dalam pembelajaran sastra di SMP yang belum optimal memanfaatkan karya sastra sebagai media internalisasi nilai, sehingga terjadi kesenjangan antara tujuan kurikulum dan praktik pembelajaran yang masih berorientasi kognitif. Penelitian bertujuan mendeskripsikan nilai-nilai pendidikan karakter dalam novel <em>Negeri 5 Menara</em> karya Ahmad Fuadi serta menganalisis relevansinya sebagai alternatif bahan ajar teks novel kelas VIII SMP. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode analisis isi. Data berupa teks novel sebagai sumber utama dan dokumen kurikulum sebagai pendukung, dikumpulkan melalui pembacaan intensif dan pencatatan, lalu dianalisis melalui reduksi, penyajian, dan penarikan simpulan dengan penguatan triangulasi dokumen. Hasil menunjukkan adanya nilai religiusitas, disiplin, kerja keras, tanggung jawab, kejujuran, kemandirian, apresiasi terhadap ilmu, dan persahabatan yang selaras dengan kompetensi dasar pembelajaran teks novel serta mendukung profil pelajar berkarakter. Temuan menegaskan bahwa integrasi karya sastra dapat memperkaya literasi sekaligus membentuk karakter secara kontekstual, sehingga novel tersebut relevan dan layak digunakan sebagai bahan ajar dalam pembelajaran sastra.</p> Danik Ary Widyanto Agus Yuliantoro Sukini Sukini Hersulastuti Hersulastuti Copyright (c) 2026 EDUCATIONAL : Jurnal Inovasi Pendidikan & Pengajaran https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 2026-03-05 2026-03-05 6 2 473 481 10.51878/educational.v6i2.9523 EFEKTIVITAS KONSELING REBT (RATIONAL EMOTIVE BEHAVIOR THERAPY) DALAM PENYELESAIAN KONFLIK INTERPERSONAL SISWA DI UPTD SMP NEGERI 2 GUNUNGSITOLI https://jurnalp4i.com/index.php/educational/article/view/9582 <p><strong>ABSTRACT</strong></p> <p>This study was motivated by the increasing incidence of interpersonal conflicts among students at UPTD SMP Negeri 2 Gunungsitoli, which has disrupted social interactions and the learning process. Unresolved conflicts may hinder students’ emotional regulation and social adjustment, thus requiring appropriate counseling interventions. This study aimed to examine the effectiveness of Rational Emotive Behavior Therapy (REBT) counseling in resolving students’ interpersonal conflicts. This study emphasizes the importance of a cognitive-behavioral approach in school counseling services as a systematic strategy to develop rational thinking patterns and adaptive social responses. The research employed a quantitative approach using a quasi-experimental method with a Nonequivalent Control Group Design. The sample consisted of 22 eighth-grade students divided into an experimental group and a control group, each comprising 11 students. The instrument was a Likert-scale questionnaire that met validity and reliability criteria, and data were analyzed using inferential statistics and N-Gain analysis. The results showed a significance value (2-tailed) of 0.000 (&lt;0.05) in the experimental group, with an average N-Gain of 62.59% (moderately effective category), while the control group obtained only 1.73% (ineffective category). These findings indicate that REBT counseling effectively enhances rational thinking, emotional regulation, and the quality of students’ social relationships in a more constructive manner. Therefore, REBT is considered an effective intervention for addressing interpersonal conflicts in the school setting.</p> <p><strong>ABSTRAK</strong></p> <p>Penelitian ini dilatarbelakangi oleh meningkatnya konflik interpersonal antar siswa di UPTD SMP Negeri 2 Gunungsitoli yang berdampak pada terganggunya interaksi sosial dan proses pembelajaran. Konflik yang tidak terselesaikan berpotensi menghambat regulasi emosi dan penyesuaian diri siswa, sehingga diperlukan intervensi konseling yang tepat. Penelitian ini bertujuan menguji efektivitas konseling <em>Rational Emotive Behavior Therapy</em> (REBT) dalam membantu penyelesaian konflik interpersonal siswa. Penelitian ini menekankan pentingnya pendekatan kognitif-perilaku dalam layanan bimbingan dan konseling sekolah sebagai strategi sistematis untuk membentuk pola pikir rasional dan respons sosial yang adaptif. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode quasi-eksperimen melalui desain Nonequivalent Control Group Design. Sampel berjumlah 22 siswa kelas VIII-B yang dibagi ke dalam kelompok eksperimen dan kontrol masing-masing 11 siswa. Instrumen berupa angket skala Likert yang telah memenuhi uji validitas dan reliabilitas, sedangkan analisis data menggunakan uji statistik inferensial dan N-Gain. Hasil menunjukkan nilai signifikansi (2-tailed) sebesar 0,000 (&lt;0,05) pada kelompok eksperimen, dengan rata-rata N-Gain 62,59% (kategori cukup efektif), sedangkan kelompok kontrol hanya 1,73% (tidak efektif). Temuan ini menunjukkan bahwa konseling REBT efektif meningkatkan rasionalitas berpikir, pengendalian emosi, dan kualitas relasi sosial siswa secara lebih konstruktif. Dengan demikian, REBT layak diterapkan sebagai intervensi dalam menangani konflik interpersonal di lingkungan sekolah.</p> Piterman Gulo Hosianna Rodearni Damanik Justin Foera-era Lase Famahato Lase Copyright (c) 2026 EDUCATIONAL : Jurnal Inovasi Pendidikan & Pengajaran https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 2026-03-05 2026-03-05 6 2 482 492 10.51878/educational.v6i2.9582 HUBUNGAN ANTARA KEMAMPUAN MEMBUAT KOLASE DENGAN TINGKAT KREATIVITAS SISWA SANGGAR BIMBINGAN AT-TANZIL MALAYSIA https://jurnalp4i.com/index.php/educational/article/view/9650 <p>Creativity is an important aspect in student development that can be stimulated through art activities, one of which is collage making. However, studies on the relationship between collage making ability and students' creativity are still limited, especially in the guidance studio environment. This study aims to analyze the relationship between collage making ability and students' creativity at the At-Tanzil Guidance Studio in Malaysia. The study used a quantitative approach with a correlational design. All studio students were used as research subjects with a saturated sampling technique. Data were obtained through collage making practice tests and creativity questionnaires that had met the criteria for validity and reliability. Data analysis techniques were carried out using the Pearson Product Moment correlation test assisted by statistical software. The results of the study showed a positive and significant relationship between students' ability to make collages and their level of creativity. These findings indicate that collage making activities can be used as an effective learning alternative in developing creativity. This study is expected to contribute to educators in designing art learning activities oriented towards developing students' creative potential.</p> <p><strong>ABSTRAK<br /></strong>Kreativitas merupakan aspek penting dalam perkembangan siswa yang dapat distimulasi melalui kegiatan seni, salah satunya pembuatan kolase. Namun, kajian mengenai hubungan kemampuan membuat kolase dengan kreativitas siswa masih terbatas, khususnya pada lingkungan sanggar bimbingan.Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara kemampuan membuat kolase dengan kreativitas siswa di Sanggar Bimbingan At-Tanzil Malaysia. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain korelasional. Seluruh siswa sanggar dijadikan subjek penelitian dengan teknik sampling jenuh. Data diperoleh melalui tes praktik pembuatan kolase serta angket kreativitas yang telah memenuhi kriteria validitas dan reliabilitas. Teknik analisis data dilakukan menggunakan uji korelasi Pearson Product Moment berbantuan perangkat lunak statistik. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan positif dan signifikan antara kemampuan siswa dalam membuat kolase dengan tingkat kreativitas yang dimiliki. Temuan ini mengindikasikan bahwa kegiatan membuat kolase dapat dijadikan sebagai salah satu alternatif untuk pembelajaran yang efektif dalam mengembangkan kreativitas. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi bagi pendidik dalam merancang kegiatan pembelajaran seni yang berorientasi pada pengembangan potensi kreatif siswa.</p> Clara Rizkina Agustin Sri Widayati Ridha Sarwono Copyright (c) 2026 EDUCATIONAL : Jurnal Inovasi Pendidikan & Pengajaran https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 2026-03-06 2026-03-06 6 2 493 500 10.51878/educational.v6i2.9650