https://jurnalp4i.com/index.php/educational/issue/feed EDUCATIONAL : Jurnal Inovasi Pendidikan & Pengajaran 2026-03-18T05:58:54+00:00 Randi Pratama Murtikusuma, M.Pd randi.popo@gmail.com Open Journal Systems <p><strong>EDUCATIONAL: Jurnal Inovasi Pendidikan dan Pengajaran | <a href="https://sinta.kemdiktisaintek.go.id/journals/profile/12049">Terakreditasi Sinta 4 </a></strong>diterbitkan 4 kali setahun (Februari, Mei, Agustus dan November) oleh Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I) yang berafiliasi dengan Perguruan Tinggi Indonesia. Jurnal ini berisi artikel hasil pemikiran dan penelitian yang ditulis oleh para guru, dosen, pakar, ilmuwan, praktisi, dan pengkaji dalam semua disiplin ilmu yang berkaitan dengan pedidikan dan pengajaran.<br /><strong>e-ISSN : </strong><strong>2775-2593 </strong><strong>| </strong><strong>p-ISSN :</strong> <strong>2775-2585</strong></p> https://jurnalp4i.com/index.php/educational/article/view/9523 NILAI-NILAI PENDIDIKAN KARAKTER DALAM NOVEL NEGERI 5 MENARA KARYA AHMAD FUADI DAN RELEVANSINYA SEBAGAI BAHAN AJAR BAHASA INDONESIA 2026-02-17T01:16:37+00:00 Danik Ary Widyanto akhdanik@gmail.com Agus Yuliantoro akhdanik@gmail.com Sukini Sukini akhdanik@gmail.com Hersulastuti Hersulastuti akhdanik@gmail.com <p><strong>ABSTRACT </strong></p> <p>This study is motivated by the urgency of strengthening character education in junior high school literature learning, which has not optimally utilized literary works as a medium for internalizing values, resulting in a gap between curriculum objectives and classroom practices that remain cognitively oriented. The study aims to describe the character education values contained in the novel <em>Negeri 5 Menara</em> by Ahmad Fuadi and to analyze its relevance as an alternative teaching material for eighth-grade novel text learning. This research employs a descriptive qualitative approach using content analysis. The primary data consist of the novel text, while supporting data are derived from curriculum documents. Data were collected through intensive reading and note-taking, then analyzed through data reduction, data display, and conclusion drawing, strengthened by document triangulation. The findings reveal values of religiosity, discipline, hard work, responsibility, honesty, independence, appreciation of knowledge, and friendship, which align with the basic competencies of novel text learning and support the development of students’ character profiles. The study concludes that integrating literary works enriches literacy experiences and fosters contextual character formation, making the novel relevant and appropriate as teaching material in literature learning.</p> <p><strong>ABSTRAK</strong></p> <p>Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya penguatan pendidikan karakter dalam pembelajaran sastra di SMP yang belum optimal memanfaatkan karya sastra sebagai media internalisasi nilai, sehingga terjadi kesenjangan antara tujuan kurikulum dan praktik pembelajaran yang masih berorientasi kognitif. Penelitian bertujuan mendeskripsikan nilai-nilai pendidikan karakter dalam novel <em>Negeri 5 Menara</em> karya Ahmad Fuadi serta menganalisis relevansinya sebagai alternatif bahan ajar teks novel kelas VIII SMP. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode analisis isi. Data berupa teks novel sebagai sumber utama dan dokumen kurikulum sebagai pendukung, dikumpulkan melalui pembacaan intensif dan pencatatan, lalu dianalisis melalui reduksi, penyajian, dan penarikan simpulan dengan penguatan triangulasi dokumen. Hasil menunjukkan adanya nilai religiusitas, disiplin, kerja keras, tanggung jawab, kejujuran, kemandirian, apresiasi terhadap ilmu, dan persahabatan yang selaras dengan kompetensi dasar pembelajaran teks novel serta mendukung profil pelajar berkarakter. Temuan menegaskan bahwa integrasi karya sastra dapat memperkaya literasi sekaligus membentuk karakter secara kontekstual, sehingga novel tersebut relevan dan layak digunakan sebagai bahan ajar dalam pembelajaran sastra.</p> 2026-03-05T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2026 EDUCATIONAL : Jurnal Inovasi Pendidikan & Pengajaran https://jurnalp4i.com/index.php/educational/article/view/9582 EFEKTIVITAS KONSELING REBT (RATIONAL EMOTIVE BEHAVIOR THERAPY) DALAM PENYELESAIAN KONFLIK INTERPERSONAL SISWA DI UPTD SMP NEGERI 2 GUNUNGSITOLI 2026-02-23T03:13:50+00:00 Piterman Gulo pitermangulo2@gmail.com Hosianna Rodearni Damanik pitermangulo2@gmail.com Justin Foera-era Lase pitermangulo2@gmail.com Famahato Lase pitermangulo2@gmail.com <p><strong>ABSTRACT</strong></p> <p>This study was motivated by the increasing incidence of interpersonal conflicts among students at UPTD SMP Negeri 2 Gunungsitoli, which has disrupted social interactions and the learning process. Unresolved conflicts may hinder students’ emotional regulation and social adjustment, thus requiring appropriate counseling interventions. This study aimed to examine the effectiveness of Rational Emotive Behavior Therapy (REBT) counseling in resolving students’ interpersonal conflicts. This study emphasizes the importance of a cognitive-behavioral approach in school counseling services as a systematic strategy to develop rational thinking patterns and adaptive social responses. The research employed a quantitative approach using a quasi-experimental method with a Nonequivalent Control Group Design. The sample consisted of 22 eighth-grade students divided into an experimental group and a control group, each comprising 11 students. The instrument was a Likert-scale questionnaire that met validity and reliability criteria, and data were analyzed using inferential statistics and N-Gain analysis. The results showed a significance value (2-tailed) of 0.000 (&lt;0.05) in the experimental group, with an average N-Gain of 62.59% (moderately effective category), while the control group obtained only 1.73% (ineffective category). These findings indicate that REBT counseling effectively enhances rational thinking, emotional regulation, and the quality of students’ social relationships in a more constructive manner. Therefore, REBT is considered an effective intervention for addressing interpersonal conflicts in the school setting.</p> <p><strong>ABSTRAK</strong></p> <p>Penelitian ini dilatarbelakangi oleh meningkatnya konflik interpersonal antar siswa di UPTD SMP Negeri 2 Gunungsitoli yang berdampak pada terganggunya interaksi sosial dan proses pembelajaran. Konflik yang tidak terselesaikan berpotensi menghambat regulasi emosi dan penyesuaian diri siswa, sehingga diperlukan intervensi konseling yang tepat. Penelitian ini bertujuan menguji efektivitas konseling <em>Rational Emotive Behavior Therapy</em> (REBT) dalam membantu penyelesaian konflik interpersonal siswa. Penelitian ini menekankan pentingnya pendekatan kognitif-perilaku dalam layanan bimbingan dan konseling sekolah sebagai strategi sistematis untuk membentuk pola pikir rasional dan respons sosial yang adaptif. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode quasi-eksperimen melalui desain Nonequivalent Control Group Design. Sampel berjumlah 22 siswa kelas VIII-B yang dibagi ke dalam kelompok eksperimen dan kontrol masing-masing 11 siswa. Instrumen berupa angket skala Likert yang telah memenuhi uji validitas dan reliabilitas, sedangkan analisis data menggunakan uji statistik inferensial dan N-Gain. Hasil menunjukkan nilai signifikansi (2-tailed) sebesar 0,000 (&lt;0,05) pada kelompok eksperimen, dengan rata-rata N-Gain 62,59% (kategori cukup efektif), sedangkan kelompok kontrol hanya 1,73% (tidak efektif). Temuan ini menunjukkan bahwa konseling REBT efektif meningkatkan rasionalitas berpikir, pengendalian emosi, dan kualitas relasi sosial siswa secara lebih konstruktif. Dengan demikian, REBT layak diterapkan sebagai intervensi dalam menangani konflik interpersonal di lingkungan sekolah.</p> 2026-03-05T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2026 EDUCATIONAL : Jurnal Inovasi Pendidikan & Pengajaran https://jurnalp4i.com/index.php/educational/article/view/9650 HUBUNGAN ANTARA KEMAMPUAN MEMBUAT KOLASE DENGAN TINGKAT KREATIVITAS SISWA SANGGAR BIMBINGAN AT-TANZIL MALAYSIA 2026-02-27T14:21:47+00:00 Clara Rizkina Agustin clararizkina@gmail.com Sri Widayati clararizkina@gmail.com Ridha Sarwono clararizkina@gmail.com <p>Creativity is an important aspect in student development that can be stimulated through art activities, one of which is collage making. However, studies on the relationship between collage making ability and students' creativity are still limited, especially in the guidance studio environment. This study aims to analyze the relationship between collage making ability and students' creativity at the At-Tanzil Guidance Studio in Malaysia. The study used a quantitative approach with a correlational design. All studio students were used as research subjects with a saturated sampling technique. Data were obtained through collage making practice tests and creativity questionnaires that had met the criteria for validity and reliability. Data analysis techniques were carried out using the Pearson Product Moment correlation test assisted by statistical software. The results of the study showed a positive and significant relationship between students' ability to make collages and their level of creativity. These findings indicate that collage making activities can be used as an effective learning alternative in developing creativity. This study is expected to contribute to educators in designing art learning activities oriented towards developing students' creative potential.</p> <p><strong>ABSTRAK<br /></strong>Kreativitas merupakan aspek penting dalam perkembangan siswa yang dapat distimulasi melalui kegiatan seni, salah satunya pembuatan kolase. Namun, kajian mengenai hubungan kemampuan membuat kolase dengan kreativitas siswa masih terbatas, khususnya pada lingkungan sanggar bimbingan.Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara kemampuan membuat kolase dengan kreativitas siswa di Sanggar Bimbingan At-Tanzil Malaysia. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain korelasional. Seluruh siswa sanggar dijadikan subjek penelitian dengan teknik sampling jenuh. Data diperoleh melalui tes praktik pembuatan kolase serta angket kreativitas yang telah memenuhi kriteria validitas dan reliabilitas. Teknik analisis data dilakukan menggunakan uji korelasi Pearson Product Moment berbantuan perangkat lunak statistik. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan positif dan signifikan antara kemampuan siswa dalam membuat kolase dengan tingkat kreativitas yang dimiliki. Temuan ini mengindikasikan bahwa kegiatan membuat kolase dapat dijadikan sebagai salah satu alternatif untuk pembelajaran yang efektif dalam mengembangkan kreativitas. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi bagi pendidik dalam merancang kegiatan pembelajaran seni yang berorientasi pada pengembangan potensi kreatif siswa.</p> 2026-03-06T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2026 EDUCATIONAL : Jurnal Inovasi Pendidikan & Pengajaran https://jurnalp4i.com/index.php/educational/article/view/9663 PENYUSUNAN INSTRUMEN ASESMEN KETERAMPILAN VOKASIONAL MEMBUAT KUE COKLAT BERBAHAN EGGDROP UNTUK SISWA DENGAN HAMBATAN INTELEKTUAL 2026-03-02T01:39:14+00:00 Wilda Rojanah wildarojanah769@gmail.com Eka Yuli Astuti ekayuliastuti@uninus.ac.id <p>The development of vocational skills for students with intellectual disabilities requires appropriate assessment instruments to measure their abilities and learning progress. This study aims to develop a performance-based assessment instrument for eggdrop-based chocolate cake making skills spesifically designed for students with intellectual disabilities phase D. The study used a descriptive qualitative approach implemented at Pelita Al Karomah Special Education School teachers with two special education teachers and two validators as subjects. The development process was carried out through three stages: preparation with a literature review and need analysis, preparation of an instrument covering three main aspects (work readiness, manufacturing process and product results), and validation and limited trials. The instrument was designed using task analysis principles by breaking down complex tasks into simple, sequential, and observable steps, equipped with a 1-4 scale scoring rubric based on hierarchical prompting. Validation results showed the instrument met content validity criteria with clear, observable indicators that were appropriate to student characteristics. Limited trials demonstrated its practicality with a 15-20 minute completion time and ease of use by teachers. The developed instrument enables objective and systematic assessment that supports individualized learning planning and documentation of student learning progress in culinary vocational skills.</p> <p><strong>ABSTRAK</strong></p> <p>Pengembangan keterampilan vokasional bagi peserta didik dengan hambatan intelektual memerlukan instrumen asesmen yang tepat untuk mengukur kemampuan dan perkembangan belajar mereka. Penelitian ini bertujuan untuk menyusun instrumen asesmen berbasis kinerja pada keterampilan pembuatan kue coklat berbahan dasar eggdrop yang dirancang khusus untuk peserta didik dengan hambatan intelektual fase D. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif yang dilaksanakan di Sekolah Khusus Pelita Al Karomah dengan subjek dua orang guru pendidikan khusus dan dua orang validator. Proses pengembangan dilakukan melalui tiga tahap yaitu persiapan dengan kajian literatur dan analisis kebutuhan, penyusunan instrumen yang mencakup tiga aspek utama (kesiapan kerja, proses pembuatan, dan hasil produk), serta validasi dan uji coba terbatas. Instrumen dirancang menggunakan prinsip analisis tugas dengan memecah tugas kompleks menjadi langkah-langkah sederhana dan berurutan yang dapat diamati, dilengkapi rubrik penilaian skala 1-4 berdasarkan hirarki prompting. Hasil validasi menunjukkan instrumen memenuhi kriteria validitas konten dengan indikator yang jelas, dapat diobservasi, dan sesuai karakteristik peserta didik. Uji coba terbatas menunjukkan kepraktisan dengan efisiensi waktu pengisian 15-20 menit dan kemudahan penggunaan oleh guru. Instrumen yang dikembangkan memungkinkan asesmen yang objektif dan sistematis yang mendukung perencanaan pembelajaran terindividualisasi serta dokumentasi kemajuan belajar siswa dalam keterampilan vokasional tataboga.</p> <p> </p> 2026-03-12T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2026 EDUCATIONAL : Jurnal Inovasi Pendidikan & Pengajaran https://jurnalp4i.com/index.php/educational/article/view/9741 UPAYA MENINGKATKAN KEMAMPUAN MENGENAL LINGKUNGAN MELALUI KEGIATAN BERKEBUN PADA ANAK USIA 4-5 TAHUN 2026-03-02T01:38:37+00:00 Dewi Krisiyanti Monita dewimonita93@gmail.com Nahdiyah Hidayah dewimonita93@gmail.com <p>Early childhood is a golden period of brain development that requires integrated stimulation, but environmental awareness is often hampered by conventional learning methods that lack direct experience for students. This study aims to optimize ecological literacy through gardening activities for twenty students aged four to five years at KB Al-Kautsar Banjarnegara. Using a Classroom Action Research design with a spiral model, this study was conducted in two cycles involving the stages of scenario planning, implementation of planting actions, systematic observation, and critical reflection in the field. Data collection was carried out through direct observation techniques on three main indicators that were analyzed using simple descriptive statistics. The research findings show a substantial increase in children's capacity in each cycle: the ability to recognize plant types increased significantly from 40% to 95%, understanding of plant care procedures increased from 45% to 90%, and the manifestation of caring attitudes towards the surrounding environment grew from 40% to 80%. These results prove that outdoor experience-based learning methods are able to transform abstract material into concrete understanding that is imprinted in children's long-term memory. The main conclusion confirms that gardening activities are a highly effective contextual pedagogical strategy in improving the ability to recognize the environment while simultaneously building naturalist intelligence and responsible character in early childhood in a sustainable manner.</p> <p><strong>ABSTRAK</strong></p> <p>Fase usia dini merupakan periode keemasan perkembangan otak yang memerlukan stimulasi terintegrasi, namun pengenalan lingkungan seringkali terhambat oleh metode pembelajaran konvensional yang kurang melibatkan pengalaman langsung bagi peserta didik. Penelitian ini bertujuan untuk mengoptimalkan literasi ekologis melalui aktivitas berkebun pada dua puluh anak didik usia empat hingga lima tahun di KB Al-Kautsar Banjarnegara. Menggunakan rancangan Penelitian Tindakan Kelas dengan model spiral, studi ini dilaksanakan dalam dua siklus yang melibatkan tahapan perencanaan skenario, pelaksanaan tindakan menanam, observasi sistematis, serta refleksi kritis di lapangan. Pengumpulan data dilakukan melalui teknik observasi langsung terhadap tiga indikator utama yang dianalisis menggunakan statistik deskriptif sederhana. Temuan penelitian menunjukkan peningkatan kapasitas anak secara substansial pada setiap siklus: kemampuan mengenali jenis tanaman meningkat signifikan dari 40% menjadi 95%, pemahaman tata cara merawat tumbuhan naik dari 45% menjadi 90%, dan manifestasi sikap peduli terhadap lingkungan sekitar tumbuh dari 40% ke angka 80%. Hasil ini membuktikan bahwa metode pembelajaran berbasis pengalaman di luar ruangan mampu mentransformasi materi abstrak menjadi pemahaman konkret yang membekas pada ingatan jangka panjang anak. Simpulan utama menegaskan bahwa kegiatan berkebun merupakan strategi pedagogis kontekstual yang sangat efektif dalam meningkatkan kemampuan mengenal lingkungan sekaligus membangun kecerdasan naturalis serta karakter bertanggung jawab pada anak usia dini secara berkelanjutan.</p> 2026-03-12T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2026 EDUCATIONAL : Jurnal Inovasi Pendidikan & Pengajaran https://jurnalp4i.com/index.php/educational/article/view/9743 MENGATASI OVERTHINKING: TANTANGAN MAHASISWA PAI MENUJU GURU PROFESIONAL 2026-03-02T01:38:47+00:00 Agus Susanti agussusanti@radenintan.ac.id <p><strong>ABSTRACT</strong></p> <p>This study aims to describe the challenges faced by Islamic Education (PAI) students in their academic journey toward teacher professionalism, particularly regarding the phenomenon of overthinking, which often arises as a form of anxiety and self-doubt. Using a qualitative method with a phenomenological approach, the research explores the experiences of seven PAI students from the 2021 cohort at UIN Raden Intan Lampung through interviews, observations, and documentation, and analyzes them thematically to uncover the essential meaning of their experiences. The findings reveal that overthinking negatively affects productivity, emotional stability, and self-confidence, yet simultaneously serves as a medium for building resilience and mental toughness. The strategies employed by students to manage overthinking include integrating psychological and spiritual approaches, such as strengthening Islamic values and fostering a supportive academic environment. These findings affirm that Islamic higher education plays a crucial role in shaping professional PAI teachers, not only through mastery of knowledge but also through psychological and spiritual balance that supports the development of character, exemplary conduct, and readiness to face the dynamics of the educational world.</p> <p><strong> </strong></p> <p><strong>ABSTRAK</strong></p> <p>Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan tantangan mahasiswa Pendidikan Agama Islam (PAI) dalam proses akademik menuju profesionalisme guru, khususnya terkait fenomena overthinking yang kerap muncul sebagai bentuk kecemasan dan keraguan diri. Dengan menggunakan metode kualitatif berpendekatan fenomenologi, penelitian ini menggali pengalaman tujuh mahasiswa PAI angkatan 2021 UIN Raden Intan Lampung melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi, serta dianalisis secara tematik untuk menemukan makna esensial dari pengalaman mereka. Hasil penelitian menunjukkan bahwa overthinking berdampak pada penurunan produktivitas, kestabilan emosional, dan kepercayaan diri, namun sekaligus menjadi sarana pembentukan resiliensi dan ketangguhan mental. Strategi pengelolaan overthinking yang dilakukan mahasiswa meliputi integrasi pendekatan psikologis dan spiritual, seperti penguatan nilai-nilai Islam, serta dukungan lingkungan akademik yang kondusif. Temuan ini menegaskan bahwa pendidikan tinggi Islam berperan penting dalam membentuk guru PAI yang profesional, tidak hanya melalui penguasaan ilmu pengetahuan, tetapi juga melalui keseimbangan psikologis dan spiritual yang mendukung pembentukan karakter, keteladanan, dan kesiapan menghadapi dinamika dunia pendidikan.</p> 2026-03-12T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2026 EDUCATIONAL : Jurnal Inovasi Pendidikan & Pengajaran https://jurnalp4i.com/index.php/educational/article/view/9638 ANALISIS NILAI-NILAI PENDIDIKAN ISLAM DALAM KEGIATAN EKSTRAKULIKULER HIZBUL WATHAN DI SD 2026-02-20T15:03:37+00:00 Rifdah Alifiyah pairifdah@gmail.com Budi Haryanto budiharyanto@umsida.ac.id <p>This study aims to analyze the content and implementation of Islamic educational values in the extracurricular activities of Hizbul Wathan at SD Muhammadiyah 9 Ngaban Tanggulangin. This study is motivated by the importance of strengthening character education based on Islamic values through non-formal activities in Muhammadiyah elementary schools. The method used is qualitative research with a phenomenological approach to understand the meaning of the internalization of values that occur in scouting activities. The research subjects included Hizbul Wathan coaches, fourth to sixth grade students, and the school principal. Data collection techniques were carried out through observation, open interviews, and documentation, while data validity was tested through source triangulation. The results showed that the values of faith, worship, morals, and social values were internalized in an integrated manner through habit formation, role modeling, and direct experience. The values of faith and worship are reflected through communal prayer, the habit of greeting others, the correction of intentions, and the interpretation of every activity as a form of obedience to Allah SWT. Moral values are evident in discipline, responsibility, politeness, and the example set by humanistic and compassionate mentors. Meanwhile, social values develop through teamwork, mutual assistance (ta'awun), solidarity, and concern for the school environment. The high level of student participation shows the growth of intrinsic motivation as a result of a religious and enjoyable coaching approach. Thus, Hizbul Wathan functions as an effective medium for the internalization of Islamic educational values in an applicable and contextual manner at the elementary school level.</p> <p><strong>ABSTRAK</strong></p> <p>Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kandungan serta implementasi nilai-nilai pendidikan Islam dalam kegiatan ekstrakurikuler Hizbul Wathan di SD Muhammadiyah 9 Ngaban Tanggulangin. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya penguatan pendidikan karakter berbasis nilai Islam melalui kegiatan nonformal di sekolah dasar Muhammadiyah. Metode yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan fenomenologis untuk memahami makna internalisasi nilai yang terjadi dalam aktivitas kepanduan. Subjek penelitian meliputi pembina Hizbul Wathan, siswa kelas IV–VI, dan kepala sekolah. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara terbuka, dan dokumentasi, sedangkan keabsahan data diuji melalui triangulasi sumber. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai aqidah, ibadah, akhlak, dan sosial terinternalisasi secara terpadu melalui pembiasaan, keteladanan, dan pengalaman langsung. Nilai aqidah dan ibadah tercermin melalui doa bersama, pembiasaan salam, pelurusan niat, serta pemaknaan setiap aktivitas sebagai bentuk ketaatan kepada Allah Swt. Nilai akhlak tampak dalam sikap disiplin, tanggung jawab, sopan santun, serta keteladanan pembina yang humanis dan penuh kasih sayang. Sementara itu, nilai sosial berkembang melalui kerja regu, tolong-menolong (ta’awun), solidaritas, dan kepedulian terhadap lingkungan sekolah. Tingginya partisipasi siswa menunjukkan tumbuhnya motivasi intrinsik sebagai hasil pendekatan pembinaan yang religius dan menyenangkan. Dengan demikian, Hizbul Wathan berfungsi sebagai media efektif dalam internalisasi nilai-nilai pendidikan Islam secara aplikatif dan kontekstual di tingkat sekolah dasar.</p> 2026-03-12T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2026 EDUCATIONAL : Jurnal Inovasi Pendidikan & Pengajaran https://jurnalp4i.com/index.php/educational/article/view/9744 TINDAK TUTUR ILOKUSI DALAM PIDATO SAMBUTAN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA PADA ACARA KEAGAAMAN: SEBUAH KAJIAN PRAGMATIK 2026-03-02T01:38:59+00:00 Ratna Khoirunnisa ratna.khoirunnisa@mesin.pnj.ac.id Dhea Tisane Ardhan ratnaanisa2916@gmail.com Ifa Saidatuningtyas ratnaanisa2916@gmail.com <p>Presidential speeches at religious events are often viewed as mere ceremonial formalities, yet they contain crucial pragmatic strategies for influencing public attitudes. This study examines the illocutionary speech acts in President Prabowo Subianto's welcoming speech at the 2025 National Christmas Celebration to describe their types, dominant types, and communicative functions. Using a descriptive qualitative approach with a content analysis method, the research stages include data collection from the official website of the Cabinet Secretariat and classification of speech segments based on John Searle's theory. The analysis results identified 31 occurrences of illocutionary speech acts in 25 speech segments. Quantitatively, the assertive type dominated with 12 findings (38.7%), followed by expressive with 7 findings (22.6%), directive with 5 findings (16.1%), and commissive with 4 findings (12.9%), with no declarative speech acts. The findings indicate that assertive dominance functions to frame the factual narrative of the nation's condition, while expressive strengthens interpersonal relationships with the audience. Directive speech acts are used as instruments of moral persuasion to maintain unity, while commissive speeches emphasize the government's promise of performance for the welfare of the people. The main conclusion of this study confirms that the president's speech is a strategic political discourse that utilizes a variety of linguistic strategies to construct meaning and influence in communication in the public sphere. This study demonstrates that speech choices play a vital role in shaping the image of inclusive leadership in Indonesia's multicultural society.</p> <p><strong>ABSTRAK</strong></p> <p>Pidato presiden dalam acara keagamaan sering kali hanya dipandang sebagai formalitas seremonial, padahal di dalamnya terkandung strategi pragmatik krusial untuk memengaruhi sikap publik. Penelitian ini mengkaji tindak tutur ilokusi dalam pidato sambutan Presiden Prabowo Subianto pada Perayaan Natal Nasional 2025 guna mendeskripsikan jenis, tipe dominan, serta fungsi komunikatifnya. Menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode analisis isi, tahapan penelitian meliputi pengumpulan data dari situs resmi Sekretariat Kabinet dan klasifikasi segmen pidato berdasarkan teori John Searle. Hasil analisis mengidentifikasi 31 kemunculan tindak tutur ilokusi dalam 25 segmen pidato. Secara kuantitatif, tipe asertif mendominasi dengan 12 temuan (38,7%), diikuti ekspresif 7 temuan (22,6%), direktif 5 temuan (16,1%), dan komisif 4 temuan (12,9%), tanpa adanya tindak tutur deklaratif. Temuan menunjukkan bahwa dominasi asertif berfungsi membingkai narasi faktual kondisi bangsa, sementara ekspresif memperkuat relasi interpersonal dengan audiens. Tindak tutur direktif digunakan sebagai instrumen persuasi moral untuk menjaga persatuan, sedangkan komisif menegaskan janji kinerja pemerintah bagi kesejahteraan rakyat. Simpulan utama penelitian ini menegaskan bahwa pidato presiden merupakan wacana politik strategis yang memanfaatkan keragaman strategi kebahasaan untuk membangun makna dan pengaruh komunikasi di ruang publik. Kajian ini membuktikan bahwa pilihan tuturan berperan vital dalam membentuk citra kepemimpinan yang inklusif pada masyarakat Indonesia yang multikultural.</p> <p> </p> 2026-03-12T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2026 EDUCATIONAL : Jurnal Inovasi Pendidikan & Pengajaran https://jurnalp4i.com/index.php/educational/article/view/9764 EFEKTIVITAS KONSELING COGNITIVE BEHAVIOR DENGAN TEKNIK REFRAMING UNTUK MENINGKATKAN KEBAHAGIAAN BERBASIS NILAI-NILAI TRI HITA KARANA BAGI REMAJA KORBAN PERCERAIAN 2026-03-04T15:41:32+00:00 Ni Wayan Cindy Amelia Putri cindy.amelia@student.undiksha.ac.id I Ketut Gading cindy.amelia@student.undiksha.ac.id Wayan Eka Paramartha cindy.amelia@student.undiksha.ac.id <p>Happiness is a condition where individuals tend to remember positive experiences rather than negative ones. Happiness can also be defined as a positive emotion that fuels enthusiasm and gives meaning to every individual's actions. According to the local value of Tri Hita Karana, happiness is a harmonious relationship between humans and God (Parahyangan), between humans and others (Pawongan), and between humans and the environment (Palemahan). This study addresses the low happiness of adolescent victims of divorce, which often causes emotional trauma, depression, and difficulties in social adaptation. The impacts of parental divorce include loss of affection, mental stress, and environmental changes, with triggering factors such as economics, conflict, and infidelity. This study tested the effectiveness of Cognitive Behavior counseling using the <em>Reframing</em> technique to increase the happiness of adolescents at the Dana Punia Orphanage, Singaraja. This intervention changed negative thought patterns into positive perspectives through stages such as identifying perceptions, <em>reframing</em>, and follow-up. The hypothesis stated that the intervention was effective in increasing happiness indicators such as spiritual calm and harmonious relationships. This study used a quasi-experimental design with a <em>Pretest-Posttest</em> control group experimental research design with 10 samples of adolescents aged 15-21 years (5 experimental groups, 5 control groups). The intervention consisted of six sessions, measured using a Tri Hita Karana-based happiness questionnaire. <em>Reframing</em> techniques included rational strategies, perception modification, and <em>homework</em> for habituation. Cognitive Behavior Counseling with <em>Reframing</em> integrated with local Tri Hita Karana values effectively restored happiness through cognitive and behavioral changes. This research differs from previous studies by focusing on specific intervention experiments in the Balinese context.</p> <p><strong>ABSTRAK<br /></strong>Kebahagiaan adalah kondisi individu yang cenderung mengingat pengalaman positif dibandingkan dengan pengalaman negatif. Kebahagiaan juga dapat diartikan sebagai emosi positif yang memicu semangat dan memberikan makna dalam setiap tindakan individu. Menurut nilai lokal Tri Hita Karana, kebahagiaan merupakan keharmonisan hubungan antara manusia dengan Tuhan (Parahyangan), hubungan antara manusia dengan sesama (Pawongan), dan hubungan antara manusia dengan lingkungan (Palemahan). Penelitian ini mengatasi rendahnya kebahagiaan remaja korban perceraian, yang sering menyebabkan trauma emosional, depresi, dan kesulitan adaptasi sosial. Dampak perceraian orang tua termasuk kehilangan kasih sayang, tekanan mental, dan perubahan lingkungan, dengan faktor pemicu seperti ekonomi, konflik, dan perselingkuhan. Menguji efektivitas konseling Cognitive Behavior teknik <em>Reframing</em> untuk meningkatkan kebahagiaan remaja di Panti Asuhan Dana Punia, Singaraja. Intervensi ini mengubah pola pikir negatif menjadi perspektif positif melalui tahapan seperti identifikasi persepsi, <em>reframing</em>, dan tindak lanjut. Hipotesis menyatakan intervensi tersebut efektif dalam meningkatkan indikator kebahagiaan seperti ketenangan spiritual dan hubungan harmonis. Penelitian ini menggunakan desain quasi-eksperimen dengan design penelitian eksperimen <em>Pretest-Posttest</em> control group dengan 10 sampel remaja usia 15-21 tahun (5 kelompok eksperimen, 5 kontrol). Intervensi dilakukan 6 sesi, diukur dengan kuesioner kebahagiaan berbasis Tri Hita Karana. Teknik <em>Reframing</em> meliputi rasional strategi, modifikasi persepsi, dan <em>homework</em> untuk pembiasaan. Konseling Cognitive Behavior dengan <em>Reframing</em> diintegrasikan dengan nilai lokal Tri Hita Karana efektif memulihkan kebahagiaan melalui perubahan kognitif dan perilaku. Penelitian ini membedakan diri dari studi sebelumnya dengan fokus eksperimen intervensi spesifik pada konteks Bali.</p> 2026-03-12T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2026 EDUCATIONAL : Jurnal Inovasi Pendidikan & Pengajaran https://jurnalp4i.com/index.php/educational/article/view/9636 IMPLEMENTASI MODEL PEMBELAJARAN BERDIFERENSIASI DALAM MENINGKATKAN EFEKTIVITAS PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM: KAJIAN LITERATUR 2026-03-09T03:05:25+00:00 Sy. Rohana sy.rohana@staindirundeng.ac.id <p>Islamic Religious Education (PAI) faces challenges in accommodating the diverse characteristics of students, including differences in learning readiness, interests, learning styles, and socio-cultural backgrounds. One relevant approach to addressing these challenges is the differentiated learning model. This article aims to conceptually analyze the implementation of differentiated learning in Islamic Religious Education, including its fundamental concepts, characteristics, implementation procedures, and challenges encountered in practice. This study employs a library research method by collecting and analyzing various scholarly sources such as books, journal articles, and educational policy documents related to differentiated instruction and Islamic Religious Education. The findings indicate that differentiated learning enables teachers to adjust content, learning processes, and learning products according to students’ needs, thereby creating a more inclusive, effective, and meaningful learning environment. The implementation of this model contributes to increased motivation, active participation, and the development of students’ cognitive, affective, and psychomotor domains. Therefore, differentiated learning serves as an essential strategy in supporting the optimal and sustainable achievement of Islamic Religious Education learning objectives.</p> <p><strong>ABSTRAK</strong></p> <p>Pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) menghadapi tantangan dalam mengakomodasi keberagaman karakteristik peserta didik yang meliputi perbedaan kesiapan belajar, minat, gaya belajar, serta latar belakang sosial dan kultural. Salah satu pendekatan yang relevan untuk menjawab tantangan tersebut adalah model pembelajaran berdiferensiasi. Artikel ini bertujuan untuk menganalisis secara konseptual penerapan model pembelajaran berdiferensiasi dalam pembelajaran PAI, meliputi konsep dasar, karakteristik, langkah-langkah implementasi, serta kendala yang dihadapi dalam praktiknya. Penelitian ini menggunakan metode kajian pustaka (<em>library research</em>) dengan mengumpulkan dan menganalisis berbagai sumber ilmiah berupa buku, artikel jurnal, dan dokumen kebijakan pendidikan yang berkaitan dengan pembelajaran berdiferensiasi dan PAI. Hasil kajian menunjukkan bahwa pembelajaran berdiferensiasi memungkinkan guru menyesuaikan konten, proses, dan produk pembelajaran sesuai kebutuhan peserta didik, sehingga tercipta pembelajaran yang lebih inklusif, efektif, dan bermakna. Penerapan model ini berkontribusi terhadap peningkatan motivasi, partisipasi aktif, serta pengembangan aspek kognitif, afektif, dan psikomotorik peserta didik. Dengan demikian, pembelajaran berdiferensiasi menjadi strategi penting dalam mendukung pencapaian tujuan pembelajaran PAI secara optimal dan berkelanjutan.</p> 2026-03-17T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2026 EDUCATIONAL : Jurnal Inovasi Pendidikan & Pengajaran https://jurnalp4i.com/index.php/educational/article/view/9815 PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN GAME ROLE PLAY BERBASIS PROYEK PADA MATERI AKAD DAN JUAL BELI 2026-03-13T21:45:13+00:00 Rohmat Hidayattullah Rohmathidayatullah0@gmail.com Anita Puji Astutik Rohmathidayatullah0@gmail.com <p><strong>ABSTRACT</strong></p> <p>The importance of innovation in instructional media in religious education encourages teachers to develop more interactive and contextual methods so that students can understand learning materials more meaningfully. This study aims to develop a project-based role-play game learning media on the topic of contracts (akad) and buying–selling transactions for second-grade students of Madrasah Aliyah. The background of this research is the low level of student engagement in Fiqh learning due to conventional approaches that are less contextual and interactive. The method used is Research and Development (R&amp;D) with the ADDIE model, which includes the stages of analysis, design, development, implementation, and evaluation. The results show that the developed media effectively increases students’ active participation, practical understanding of the material, and social skills such as communication and collaboration. Limited trials indicate positive responses from both students and teachers, although several technical constraints were encountered, such as limited instructional time and initial adaptation to the role-play method. In conclusion, this learning media is feasible to be used to improve the quality of Fiqh learning so that it becomes more contextual, engaging, and aligned with the characteristics of Generation Z, while also supporting more collaborative, participatory, and experiential learning in the school environment.</p> <p><strong>ABSTRAK</strong></p> <p>Pentingnya inovasi media pembelajaran dalam pendidikan agama mendorong guru untuk mengembangkan metode yang lebih interaktif dan kontekstual agar siswa dapat memahami materi secara lebih bermakna. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan media pembelajaran berupa <em>game role play</em> berbasis proyek pada materi akad dan jual beli untuk siswa kelas 2 Madrasah Aliyah. Latar belakang penelitian ini adalah rendahnya keterlibatan siswa dalam pembelajaran Fikih akibat pendekatan konvensional yang kurang kontekstual dan interaktif. Metode yang digunakan adalah <em>Research and Development</em> (R&amp;D) dengan model ADDIE yang meliputi tahapan analisis, perancangan, pengembangan, implementasi, dan evaluasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media yang dikembangkan efektif meningkatkan partisipasi aktif siswa, pemahaman materi secara aplikatif, serta keterampilan sosial seperti komunikasi dan kerja sama. Uji coba terbatas menunjukkan respon positif dari siswa dan guru, meskipun terdapat kendala teknis seperti keterbatasan waktu dan adaptasi awal terhadap metode <em>role play</em>. Kesimpulannya, media pembelajaran ini layak digunakan untuk meningkatkan kualitas pembelajaran Fikih yang kontekstual, menyenangkan, dan sesuai dengan karakteristik generasi Z, serta berpotensi mendukung pembelajaran yang lebih kolaboratif, partisipatif, dan berorientasi pada pengalaman belajar nyata di lingkungan sekolah.</p> 2026-03-18T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2026 EDUCATIONAL : Jurnal Inovasi Pendidikan & Pengajaran https://jurnalp4i.com/index.php/educational/article/view/9816 PEMBENTUKAN AKHLAK SISWA DENGAN STRATEGI HUMANISTIK GURU PENDIDIKAN AGAMA ISLAM 2026-03-08T16:12:13+00:00 Ilyas Rozak Hanafi ilyasrozakhanafi@gmail.com Rofiudin Rofiudin ilyasrozakhanafi@gmail.com Dedi Junaidi Al Hidayah ilyasrozakhanafi@gmail.com Prasetiawan Prasetiawan ilyasrozakhanafi@gmail.com Sundari Astuti ilyasrozakhanafi@gmail.com Muhamad Qomarudinul Huda ilyasrozakhanafi@gmail.com <p><strong>ABSTRACT</strong></p> <p>This study focuses on the role of Islamic Religious Education teachers in the process of fostering students’ moral character at SMK Muhammadiyah 2 Kalirejo, Central Lampung. The purpose of this research is to describe the strategies employed by Islamic Religious Education teachers, the various challenges encountered in their implementation, and the efforts made to overcome these obstacles. This research applies a qualitative approach, with data collection conducted through interview techniques. The findings reveal that Islamic Religious Education teachers perform their roles as role models, mentors, and motivators by demonstrating positive behavior, habituating good attitudes, delivering contextual learning, and employing persuasive communication. The main challenges identified in this study include limited time during the learning process and differences in students’ backgrounds. In response to these conditions, teachers implement a humanistic and collaborative approach. The study also emphasizes that the active participation of Islamic Religious Education teachers and the synergy among all elements of the school play a crucial role in supporting the implementation of character education. Furthermore, the findings indicate that moral development requires consistency, exemplary behavior, and a supportive school environment so that moral values can be continuously internalized within students.</p> <p><strong>ABSTRAK</strong></p> <p>Kajian ini menitikberatkan pada peran guru Pendidikan Agama Islam dalam proses pembinaan akhlak peserta didik di SMK Muhammadiyah 2 Kalirejo Lampung Tengah. Penelitian ini bertujuan untuk menguraikan strategi yang digunakan oleh guru Pendidikan Agama Islam, berbagai tantangan yang dihadapi dalam pelaksanaannya, serta upaya yang dilakukan untuk mengatasi berbagai kendala tersebut. Penelitian ini menerapkan pendekatan kualitatif, sementara proses pengumpulan data dilaksanakan melalui teknik wawancara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru Pendidikan Agama Islam menjalankan peran sebagai teladan, pembimbing, dan motivator melalui penunjukan perilaku yang positif, pembiasaan sikap yang baik, penyampaian pembelajaran yang kontekstual, serta penggunaan komunikasi yang bersifat persuasif. Tantangan utama yang dihadapi dalam penelitian ini meliputi keterbatasan waktu pada pelaksanaan proses pembelajaran serta adanya perbedaan latar belakang yang dimiliki oleh para siswa. Sebagai respons terhadap kondisi tersebut, guru menerapkan pendekatan yang bersifat humanis dan kolaboratif. Penelitian ini juga menegaskan bahwa partisipasi aktif guru Pendidikan Agama Islam serta sinergi seluruh unsur sekolah memegang peranan penting dalam mendukung pelaksanaan pendidikan karakter. Selain itu, temuan penelitian ini menunjukkan bahwa pembinaan akhlak memerlukan konsistensi, keteladanan, serta dukungan lingkungan sekolah yang kondusif agar nilai-nilai moral dapat tertanam secara berkesinambungan dalam diri siswa.</p> 2026-03-19T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2026 EDUCATIONAL : Jurnal Inovasi Pendidikan & Pengajaran https://jurnalp4i.com/index.php/educational/article/view/9859 PERAN SEKOLAH DALAM PELAKSANAAN PROGRAM MAKAN BERGIZI GRATIS (MBG) DI UPTD SMP NEGERI 1 SIROMBU 2026-03-14T01:14:30+00:00 Nirawati Gulo nirawatigulo33@gmail.com Syukur Kasieli Hulu nirawatigulo33@gmail.com Adrianus Bawamenewi nirawatigulo33@gmail.com Restu Yandika Sakti Zendrato nirawatigulo33@gmail.com <p><strong>ABSTRACT</strong></p> <p>The Free Nutritious Meal Program (MBG) is a national initiative launched by the government to improve the quality of human resources starting from school age, with schools serving as the primary implementers at the educational unit level. This study aims to analyze the implementation of the roles and functions of schools in the Free Nutritious Meal Program (MBG) at UPTD SMP Negeri 1 Sirombu. The research employed a descriptive approach with a qualitative method. Data were collected through observation, interviews, and documentation involving the principal, one teacher, and one student as informants. Data analysis was conducted through data reduction, data display, and interactive conclusion drawing, strengthened by source triangulation to ensure the validity of the findings. The results indicate that the school’s role has been implemented systematically, including identifying student beneficiaries such as those with special conditions providing supporting facilities, receiving and inspecting meals, distributing food, supervising consumption, and preparing accountability reports. The school’s functions in this program include ensuring accurate targeting, addressing students’ special needs, guaranteeing that meals are appropriate, safe, and nutritious, and creating an orderly and comfortable consumption process. Overall, the school’s active involvement in managing and supervising the program is a key factor in the successful implementation of MBG and demonstrates that optimizing managerial and supervisory functions significantly determines the program’s effectiveness at the school level.</p> <p><strong>ABSTRAK</strong></p> <p>Program Makan Bergizi Gratis (MBG) merupakan program nasional yang dicanangkan pemerintah untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia sejak usia sekolah, dengan sekolah sebagai pelaksana utama di tingkat satuan pendidikan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pelaksanaan peran dan fungsi sekolah dalam implementasi Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di UPTD SMP Negeri 1 Sirombu. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif dengan metode kualitatif. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi dengan informan yang terdiri atas kepala sekolah, satu guru, dan satu siswa. Analisis data dilakukan melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan secara interaktif, serta diperkuat dengan teknik triangulasi sumber untuk menjamin keabsahan temuan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan peran sekolah telah berjalan secara sistematis, meliputi pendataan peserta didik penerima manfaat termasuk yang memiliki kondisi khusus, penyediaan sarana pendukung, penerimaan dan pengecekan makanan, pendistribusian, pengawasan saat konsumsi, hingga penyusunan laporan pertanggungjawaban. Fungsi sekolah dalam program ini mencakup memastikan ketepatan sasaran, memperhatikan kebutuhan khusus peserta didik, menjamin makanan yang layak, aman, dan bergizi, serta menciptakan proses konsumsi yang tertib dan nyaman. Secara keseluruhan, keterlibatan aktif sekolah dalam pengelolaan dan pengawasan program menjadi faktor kunci keberhasilan implementasi MBG serta menunjukkan bahwa optimalisasi fungsi manajerial dan pengawasan sekolah sangat menentukan efektivitas program di tingkat satuan pendidikan.</p> 2026-03-23T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2026 EDUCATIONAL : Jurnal Inovasi Pendidikan & Pengajaran https://jurnalp4i.com/index.php/educational/article/view/9737 ANALISIS KEMAMPUAN BERPIKIR KREATIF SISWA DALAM PEMBELAJARAN IPAS MELALUI MODEL PROBLEM BASED LEARNING DI SEKOLAH DASAR 2026-03-09T03:07:31+00:00 Afifah Setyaningrum afifahsetyaningrum2112@gmail.com Meidawati Suswandari meidawatisuswandari@gmail.com <p>The purpose of this study was to describe the process of developing creative thinking skills in science (IPAS) subjects through the Problem Based Learning (PBL) model in grade VI students of Mertan 1 Elementary School. The data collection techniques used included observation, interviews, and documentation with 7 students from grade IV as the subjects. The data analysis technique applied was interactive data analysis through four stages: data collection, data reduction, data presentation, and drawing conclusions, processed using NVivo version 12. The results of the study indicate that students’ creative thinking skills through PBL developed comprehensively: fluency of thinking produced various alternative problem-solving ideas and initial ideas; flexibility of thinking generated new solutions and different ways of collecting information; originality of thinking resulted in presenting outcomes independently and contributing actively to discussions; and the development of thinking processes produced detailed idea elaboration, systematic explanation of investigation steps, and evaluation of results with logical improvement measures.</p> <p><strong>ABSTRAK</strong></p> <p>Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan proses kemampuan berpikir kreatif dalam mata pelajaran IPAS melalui model <em>Problem-Based Learning</em> siswa kelas VI Sekolah Dasar Negeri Mertan 1. Teknik pengumpulan data yang digunakan terdiri dari observasi, wawancara, dan dokumentasi, dengan subjek kelas IV yang terdiri dari 7 siswa, sedangkan teknik analisis data yang digunakan adalah teknik analisis data interaktif melalui empat tahapan, meliputi pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan yang diolah melalui Nvivo versi 12. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kemampuan berpikir kreatif pada siswa melalui PBL berkembang secara menyeluruh, kelancaran berpikir menghasilkan berbagai alternatif pemecahan masalah dan ide awal, keluwesan berpikir menghasilkan solusi baru dan cara pengumpulan informasi yang berbeda, keaslian berpikir menghasilkan penyampaian hasil dengan cara sendiri dan kontribusi nyata dalam diskusi, serta pengembangan proses berpikir menghasilkan elaborasi ide yang rinci, penjelasan langkah penyelidikan secara sistematis, dan evaluasi terhadap hasil yang diperoleh dengan langkah perbaikan yang logis.</p> 2026-03-23T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2026 EDUCATIONAL : Jurnal Inovasi Pendidikan & Pengajaran https://jurnalp4i.com/index.php/educational/article/view/9807 STRATEGI MANAJERIAL KEPALA SEKOLAH UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS LAYANAN EKSTRAKURIKULER KARATE 2026-03-11T16:06:46+00:00 Rimang Andani rudihariawan1@undikma.ac.id Rudi Hariawan rudihariawan@undikma.ac.id Hardiansyah Hardiansyah rudihariawan@undikma.ac.id <p><strong>ABSTRACT</strong></p> <p>Extracurricular activities are an important component of educational programs that contribute to the development of students’ potential, skills, and character beyond formal classroom learning. However, the quality of extracurricular services in schools often faces various managerial challenges, including limited facilities, program coordination, and stakeholder involvement. This study aims to examine the principal’s managerial strategies in improving the quality of karate extracurricular services at SMP Negeri 4 Kuripan. This research employed a qualitative approach with a case study design. Data were collected through participatory observation, in-depth interviews with the principal, vice principal, extracurricular supervisors, and students, as well as document analysis. The findings indicate that the improvement of service quality is achieved through four systematic stages: program identification, provision of facilities, active communication with parents, and resolution of operational constraints, supported by regular evaluations and a gradual sanction mechanism. The strategy for managing parental involvement is implemented by integrating the POAC management functions (Planning, Organizing, Actuating, and Controlling) supported by effective communication. The main challenges identified include scheduling conflicts, limited facilities and infrastructure, and students’ motivation. It can be concluded that the success of the karate extracurricular program depends on a well-structured internal management system, strategic partnerships with parents, and the school’s ability to adaptively address operational challenges in order to create a holistic supporting ecosystem.</p> <p><strong>ABSTRAK</strong></p> <p>Kegiatan ekstrakurikuler merupakan bagian penting dari program pendidikan yang berperan dalam mengembangkan potensi, keterampilan, serta karakter peserta didik di luar pembelajaran formal. Namun, kualitas layanan ekstrakurikuler di sekolah sering menghadapi berbagai tantangan manajerial, seperti keterbatasan sarana, koordinasi program, dan keterlibatan pemangku kepentingan. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji strategi manajerial kepala sekolah dalam meningkatkan kualitas layanan ekstrakurikuler karate di SMP Negeri 4 Kuripan. Menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus, data dikumpulkan melalui observasi partisipatif, wawancara mendalam dengan kepala sekolah, wakil kepala sekolah, guru pembina, dan peserta, serta studi dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peningkatan kualitas layanan dicapai melalui penerapan empat tahap sistematis: identifikasi program, penyediaan sarana, komunikasi aktif dengan orang tua, dan penyelesaian kendala operasional, yang dilengkapi dengan evaluasi rutin dan mekanisme sanksi bertahap. Strategi pengelolaan keterlibatan orang tua diimplementasikan dengan mengintegrasikan fungsi manajemen POAC (<em>Planning, Organizing, Actuating, Controlling</em>) yang didukung komunikasi efektif. Kendala utama yang dihadapi meliputi penjadwalan, keterbatasan sarana-prasarana, dan motivasi siswa. Disimpulkan bahwa keberhasilan program ekstrakurikuler karate bergantung pada struktur manajemen internal yang baik, kemitraan strategis dengan orang tua, dan kemampuan sekolah dalam mengatasi tantangan operasional secara adaptif untuk menciptakan ekosistem pendukung yang holistik.</p> 2026-03-24T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2026 EDUCATIONAL : Jurnal Inovasi Pendidikan & Pengajaran https://jurnalp4i.com/index.php/educational/article/view/9914 EKSPLORASI PERAN SUPERVISI AKADEMIK DALAM MENINGKATKAN PROFESIONALISME GURU 2026-03-18T05:58:54+00:00 Maria Goreti Kalo mariagoretikalo8@gmail.com Baiq Rohiyatun mariagoretikalo8@gmail.com Lu’luin Najwa mariagoretikalo8@gmail.com <p><strong>ABSTRACT</strong></p> <p>Academic supervision is an important strategy for improving teachers’ professionalism in schools. The effectiveness of its implementation is influenced by the quality of planning, implementation, and follow-up of the supervision process. This study aims to describe the implementation of academic supervision at SMAN 5 Mataram and its role in improving teachers’ professionalism, including pedagogical, personal, social, and professional competencies, as well as to identify the supporting and inhibiting factors. This research employed a qualitative approach using a case study design. The research informants consisted of the principal, the vice principal for curriculum affairs, and subject teachers. Data were collected through interviews, observations, and documentation, while data analysis was conducted through data reduction, data display, and conclusion drawing. The results indicate that academic supervision planning is carried out systematically through an annual coordination meeting preceded by mapping teachers’ needs. The implementation of supervision emphasizes a collaborative approach through classroom observations and individual conferences, while follow-up activities are conducted in the form of coaching and constructive feedback. Supporting factors include effective principal leadership, a collaborative school culture, and the availability of adequate facilities and infrastructure. Meanwhile, the inhibiting factors include limited time, teachers’ workload, and limited technological facilities. Overall, consistent and participatory academic supervision contributes positively to improving teachers’ professionalism at SMAN 5 Mataram.</p> <p><strong>ABSTRAK</strong></p> <p>Supervisi akademik merupakan salah satu strategi penting dalam meningkatkan profesionalisme guru di sekolah. Keberhasilan pelaksanaannya dipengaruhi oleh kualitas perencanaan, pelaksanaan, serta tindak lanjut supervisi yang dilakukan secara berkelanjutan. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pelaksanaan supervisi akademik di SMAN 5 Mataram serta perannya dalam meningkatkan profesionalisme guru yang meliputi kompetensi pedagogik, kepribadian, sosial, dan profesional, serta mengidentifikasi faktor pendukung dan penghambatnya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis studi kasus. Informan penelitian terdiri atas kepala sekolah, wakil kepala sekolah bidang kurikulum, dan guru mata pelajaran. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi, sedangkan analisis data dilakukan melalui tahap reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perencanaan supervisi akademik dilakukan secara terstruktur melalui rapat awal tahun yang diawali dengan pemetaan kebutuhan guru. Pelaksanaan supervisi menekankan pendekatan kolaboratif melalui observasi kelas dan pembicaraan individual, sedangkan tindak lanjut dilakukan dalam bentuk pembinaan serta pemberian umpan balik yang konstruktif. Faktor pendukung pelaksanaan supervisi meliputi kepemimpinan kepala sekolah yang efektif, budaya sekolah yang kolaboratif, serta ketersediaan sarana dan prasarana. Adapun faktor penghambat meliputi keterbatasan waktu, beban kerja guru, serta keterbatasan fasilitas teknologi. Secara keseluruhan, supervisi akademik yang dilaksanakan secara konsisten dan partisipatif terbukti memberikan kontribusi positif terhadap peningkatan profesionalisme guru di SMAN 5 Mataram.</p> 2026-03-24T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2026 EDUCATIONAL : Jurnal Inovasi Pendidikan & Pengajaran https://jurnalp4i.com/index.php/educational/article/view/9852 ANALISIS IMPLEMENTASI KURIKULUM MERDEKA DALAM MENINGKATKAN KOMPETENSI PESERTA DIDIK 2026-03-13T01:26:59+00:00 Masaad Haidah masaadhaidah@gmail.com Baiq Rohiyatun masaadhaidah@gmail.com Lu’luin Najwa masaadhaidah@gmail.com <p><strong>ABSTRACT</strong></p> <p>The Merdeka Curriculum is an educational policy designed to provide flexibility for schools in developing students’ potential based on their characteristics, interests, and talents. This curriculum emphasizes student-centered learning, collaboration, and project-based approaches to strengthen the Pancasila Student Profile. This study aims to examine the implementation of the Merdeka Curriculum at SMA Negeri 2 Mataram and to identify the supporting and inhibiting factors in improving students’ competencies. This research employs a qualitative approach with a descriptive method. The informants include the vice principal for curriculum affairs, subject teachers, and twelfth-grade students. Data were collected through observation, interviews, and documentation, and analyzed through data reduction, data display, and conclusion drawing. The results indicate that the implementation of the Merdeka Curriculum has been carried out gradually and systematically. Teachers refer to Learning Outcomes, develop Learning Objective Flows, and apply differentiated learning strategies. The Pancasila Student Profile Strengthening Project plays a role in fostering students’ character, creativity, and collaboration. Its implementation is supported by school commitment, teacher readiness, and adequate facilities, although challenges remain, such as limited instructional time and differences in students’ abilities.</p> <p><strong>ABSTRAK</strong></p> <p>Kurikulum Merdeka merupakan kebijakan pendidikan yang memberikan keleluasaan kepada satuan pendidikan dalam mengembangkan potensi peserta didik sesuai karakteristik, minat, dan bakatnya. Kurikulum ini menekankan pembelajaran berpusat pada peserta didik, kolaborasi, serta penggunaan pendekatan berbasis proyek untuk memperkuat Profil Pelajar Pancasila. Penelitian ini bertujuan mengkaji implementasi Kurikulum Merdeka di SMA Negeri 2 Mataram serta mengidentifikasi faktor pendukung dan penghambat dalam meningkatkan kompetensi peserta didik. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Informan terdiri atas wakil kepala sekolah bidang kurikulum, guru, dan siswa kelas XII. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, kemudian dianalisis melalui reduksi, penyajian, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi Kurikulum Merdeka telah berjalan secara bertahap dan sistematis. Guru mengacu pada Capaian Pembelajaran, mengembangkan Alur Tujuan Pembelajaran, serta menerapkan pembelajaran berdiferensiasi. Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila berperan dalam mengembangkan karakter, kreativitas, dan kolaborasi siswa. Keberhasilan didukung oleh komitmen sekolah, kesiapan guru, dan fasilitas, meskipun masih terdapat kendala seperti keterbatasan waktu dan perbedaan kemampuan siswa.</p> 2026-03-24T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2026 EDUCATIONAL : Jurnal Inovasi Pendidikan & Pengajaran https://jurnalp4i.com/index.php/educational/article/view/9897 PENGARUH KEMAMPUAN MANAJEMEN KELAS GURU BERSERTIFIKASI DAN MOTIVASI BELAJAR TERHADAP PRESTASI BELAJAR SISWA 2026-03-17T11:33:14+00:00 Jubaida F Abdullah jubaidahabdullah918@gmail.com Rudi Hariawan jubaidahabdullah918@gmail.com Lukmanul Hakim jubaidahabdullah918@gmail.com Lukmanul Hakim jubaidahabdullah918@gmail.com <p><strong>ABSTRACT</strong></p> <p>Teachers who possess strong professional competencies are able to establish and sustain an effective and engaging learning environment that prevents students from feeling bored during the learning process. In addition, teachers can guide students in utilizing various learning resources, such as textbooks, printed materials, and digital technologies, which encourage students to think critically, explore information, and exchange ideas with their peers. Such learning conditions can stimulate students’ motivation and ultimately contribute to improved academic achievement. This study aims to examine the influence of certified teachers’ classroom management skills on students’ academic achievement at SMP Negeri 15 Mataram. In addition, the study seeks to analyze the effect of students’ learning motivation on their academic achievement, as well as to determine the combined effect of certified teachers’ classroom management ability and learning motivation on students’ learning outcomes. The research employed a quantitative approach using a correlational method. The results of the partial test indicate that the classroom management ability of certified teachers does not have a significant effect on students’ academic achievement, as indicated by a significance value of 0.633 (&gt; 0.05). In contrast, students’ learning motivation has a significant effect on academic achievement with a significance value of 0.005 (&lt; 0.05). Furthermore, the results of the F-test show that the calculated F value is 5.397, which is greater than the F-table value of 3.09 (5.397 &gt; 3.09), with a significance level of 0.006 (&lt; 0.05). The significance test of the F-change model also produced an F value of 5.397 with a significance level of 0.006 (&lt; 0.05). These findings indicate that the regression model is statistically significant, meaning that the two independent variables simultaneously influence students’ academic achievement.</p> <p><strong>ABSTRAK</strong></p> <p>Guru yang memiliki kompetensi profesional mampu menciptakan suasana pembelajaran yang kondusif, efektif, dan menyenangkan sehingga peserta didik tidak mudah merasa bosan selama proses pembelajaran berlangsung. Selain itu, guru juga berperan dalam mengembangkan kemampuan siswa dalam memanfaatkan berbagai sumber dan media pembelajaran, seperti buku, media cetak, maupun teknologi, sehingga siswa dapat berpikir kritis, berdiskusi, serta saling bertukar gagasan. Kondisi pembelajaran yang demikian diharapkan dapat meningkatkan motivasi belajar siswa yang pada akhirnya berdampak pada peningkatan prestasi belajar. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh kemampuan manajemen kelas guru yang telah bersertifikasi terhadap prestasi belajar siswa di SMP Negeri 15 Mataram, mengetahui pengaruh motivasi belajar terhadap prestasi belajar siswa, serta mengkaji pengaruh kedua variabel tersebut secara bersama-sama terhadap prestasi belajar. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode korelasional. Berdasarkan hasil analisis uji parsial, diketahui bahwa variabel kemampuan manajemen kelas guru bersertifikasi tidak memiliki pengaruh yang signifikan terhadap prestasi belajar siswa, yang ditunjukkan oleh nilai signifikansi sebesar 0,633 (&gt; 0,05). Sebaliknya, variabel motivasi belajar terbukti berpengaruh signifikan terhadap prestasi belajar siswa dengan nilai signifikansi sebesar 0,005 (&lt; 0,05). Sementara itu, hasil uji simultan melalui uji F menunjukkan nilai Fhitung sebesar 5,397 yang lebih besar daripada F tabel sebesar 3,09 (5,397 &gt; 3,09) dengan tingkat signifikansi 0,006 (&lt; 0,05). Hasil tersebut menunjukkan bahwa model regresi yang digunakan signifikan secara statistik. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa secara simultan kemampuan manajemen kelas guru bersertifikasi dan motivasi belajar memiliki pengaruh terhadap prestasi belajar siswa.</p> 2026-03-24T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2026 EDUCATIONAL : Jurnal Inovasi Pendidikan & Pengajaran