ANALISIS KRITIK TERHADAP DAKWAH KONTEMPORER DALAM PESPEKTIF ILMU HADITS
DOI:
https://doi.org/10.51878/educational.v5i2.6511Keywords:
Dakwah Kontemporer, Kritik Dakwah, Media SosialAbstract
The advancement of information technology has significantly influenced the transformation of Islamic preaching (dakwah) methods in the contemporary era. Traditional forms of dakwah have evolved through social media, podcasts, television, and other digital platforms. While this shift enhances accessibility, it also raises concerns regarding the essence of dakwah, which risks being diluted by worldly interests. This article aims to analyze the main criticisms toward contemporary dakwah methods, including commercialization, lack of scholarly competence among preachers, poor audience engagement, and the pursuit of fame. Using a qualitative literature-based approach, the study identifies the root issues and offers solutions rooted in the principles of the Qur’an and Sunnah. The findings reveal that the integrity of dakwah can be preserved through sincere intention, deep religious knowledge, understanding the audience context, and avoiding vanity and fame. This article seeks to contribute to the preservation of authentic Islamic preaching values amidst the digital era's challenges.
ABSTRAK
Perkembangan teknologi informasi telah memberikan pengaruh besar terhadap perubahan metode dakwah Islam di era kontemporer. Dakwah yang sebelumnya dilakukan secara konvensional kini berkembang melalui media sosial, podcast, televisi, dan platform digital lainnya. Fenomena ini membawa dua sisi mata uang yang berbeda: di satu sisi mempermudah akses dakwah, namun di sisi lain menimbulkan kekhawatiran terhadap esensi dakwah yang mulai tercemar oleh kepentingan duniawi. Artikel ini bertujuan untuk menganalisis kritik-kritik utama terhadap metode dakwah kontemporer, meliputi komersialisasi dakwah, minimnya kompetensi keilmuan para da’i, lemahnya pendekatan terhadap objek dakwah, serta kecenderungan menjadikan dakwah sebagai ajang ketenaran. Dengan pendekatan kualitatif berbasis studi pustaka, penulis mengevaluasi akar permasalahan dan menawarkan solusi yang bersumber dari prinsip-prinsip dakwah dalam Al-Qur’an dan Sunnah. Hasil analisis menunjukkan bahwa kesucian dakwah dapat tetap terjaga apabila para da’i kembali memurnikan niat, memperdalam ilmu, memahami kondisi mad’u, serta menjauhkan diri dari riya’ dan popularitas. Artikel ini diharapkan dapat memberikan kontribusi bagi penguatan nilai-nilai dakwah Islam agar tetap autentik dan relevan di tengah tantangan era digital.
Downloads
References
Ahmad. (1895). Musnad al-Imam Ahmad bin Hanbal. Kairo: Muassasah Qurtubah.
Al-Barrak, A. B. A. (2016). Tahdzir min Thalab al-Shuhrah fi al-Da'wah. Riyadh: Dar al-Salaf.
Al-Bukhari, M. I. B. (1994). Shahih al-Bukhari. Damaskus: Dar Ibn Katsir.
Al-Buthy, M. S. R. (2018). Fiqh al-Dakwah. Damaskus: Dar al-Fikr.
Al-Fauzan, S. B. F. (2021). Tafsir Ayat-Ayat Tentang Dakwah. Riyadh: Maktabah al-Imam Ahmad.
Al-Madkhali, R. B. H. (2020). Manhaj al-Anbiya fi al-Da’wah. Riyadh: Maktabah Malik Fahd.
Al-Utsaimin, M. S. (2019). Syarah Ushul al-Iman. Riyadh: Dar al-Wathan.
Arifin, H. M. (1987). Filsafat Pendidikan Islam. Jakarta: Buna Aksara.
Estuningtyas, R. D. (2021). Strategi komunikasi dan dakwah pada kalangan milenial di era modernisasi. Muttaqien; Indonesian Journal of Multidiciplinary Islamic Studies, 2(1), 75-86.
Hasan, A. (2021). Krisis otoritas keilmuan dalam dakwah digital. Jakarta: Pustaka Ilmu.
Jawas, Y. B. A. Q. (2022). Dakwah Salafiyah dan Tantangannya di Era Digital. Bogor: Pustaka Imam Syafi’i.
Kasir, I., & Awali, S. (2024). Peran dakwah digital dalam menyebarkan pesan Islam di era modern. Jurnal An-Nasyr: Jurnal Dakwah Dalam Mata Tinta, 11(1), 59-68.
Kementerian Agama Republik Indonesia. (2019). Al-Qur'an dan Terjemahannya. Jakarta: Lajnah Pentashihan Mushaf Al-Qur’an.
Munawwir, A. W. (1997). Kamus Al-Munawwir: Arab-Indonesia Terlengkap (Cet. ke-14). Surabaya: Pustaka Progressif.
Muslim, M. (1998). Shahih Muslim. Beirut: Dar Ihya’ at-Turats.
Nurhayati, R. (2020). Komersialisasi dakwah dan implikasinya terhadap orientasi nilai. Jurnal Dakwah dan Komunikasi Islam, 8(2), 101–118. https://doi.org/10.1234/jdki.v8i2.101
Nurjamilah, N., Nazwa, R., & Abdillah, R. (2025). Kontribusi Pendidiskan Islam dalam Pembentukan Dai Muda Yang Berkualitas dalam Menyebarkan Dakwah Islami. Bayt Al Hikmah: Jurnal Pendidikan dan Pengembangan Masyarakat Islam, 1(1), 45-53.
Poerwadarminta, W. J. S. (2024). Kamus Besar Bahasa Indonesia. Jakarta: Balai Pustaka.
Putri, S. A. (2022). Popularitas versus substansi: Analisis retorika dalam konten dakwah media sosial. Jurnal Ilmu Dakwah, 17(1), 55–70.
Ramdhani, M., & Fadilah, N. (2019). Kontekstualisasi dakwah di era digital: Tantangan dan solusi. Jurnal Komunikasi Islam, 5(3), 220–234.
Salim, H. (2024). Kamus Bahasa Indonesia Kontemporer. Bandung: Pustaka Harapan Bangsa.
Saudi, Y. (2018). Media dan Komodifikasi Dakwah. Al-I'lam: Jurnal Komunikasi dan Penyiaran Islam, 2(1), 37-44.
Thabrani, S. (1984). Al-Mu’jam al-Kabir. Beirut: Maktabah al-Ma’arif.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 EDUCATIONAL : Jurnal Inovasi Pendidikan & Pengajaran

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.













