PEMBELAJARAN AGAMA ISLAM SEBAGAI UPAYA PEMBINAAN AKHLAK MAHASISWA PRODI PAI DI ERA BUDAYA INDIVIDUALISME
DOI:
https://doi.org/10.51878/educational.v5i2.5606Keywords:
Pembelajaran Agama Islam, Akhlak, IndividualismeAbstract
ABSTRACT
This study aims to describe the role of Islamic learning in fostering the morals of students of the Islamic Education Study Program (PAI) in the midst of the increasingly strong culture of individualism in the modern era. The culture of individualism often weakens the value of togetherness, empathy, and social responsibility, thus affecting the character of students in the university environment. Therefore, learning Islamic Religion needs to be interpreted not only as a means of delivering religious material, but also as a strategic instrument in the process of building morals as a whole. This research uses a qualitative approach with a field study method. Data collection techniques include observation, in-depth interviews, and documentation. The results showed that Islamic learning in PAI Study Program has been arranged integratively, by accommodating moral values in the components of learning objectives, teaching materials, methods, and evaluation. Lecturers act as exemplary models, both through attitudes and interactions in the learning process. However, the results also show that the influence of the culture of individualism is still a significant challenge. Some students tend to show selfishness, lack of empathy, and low social participation. Therefore, a more contextual and participatory learning strategy is needed, as well as an approach that touches the emotional and spiritual dimensions of students. This research contributes to developing an Islamic religious learning model that is adaptive to students' social dynamics, as well as being a foundation for strengthening moral values ??in Islamic higher education environments.
ABSTRAK
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan peran pembelajaran Agama Islam dalam membina akhlak mahasiswa Program Studi Pendidikan Agama Islam (PAI) di tengah arus budaya individualisme yang semakin menguat di era modern. Budaya individualisme kerap melemahkan nilai kebersamaan, empati, dan tanggung jawab sosial, sehingga memengaruhi karakter mahasiswa di lingkungan perguruan tinggi. Oleh karena itu, pembelajaran Agama Islam perlu dimaknai tidak sekadar sebagai sarana penyampaian materi keagamaan, tetapi juga sebagai instrumen strategis dalam proses pembinaan akhlak secara menyeluruh. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi lapangan. Teknik pengumpulan data meliputi observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran Agama Islam di Prodi PAI telah disusun secara integratif, dengan mengakomodasi nilai-nilai moral dalam komponen tujuan pembelajaran, materi ajar, metode, dan evaluasi. Dosen berperan sebagai model keteladanan, baik melalui sikap maupun interaksi dalam proses pembelajaran. Namun, hasil juga menunjukkan bahwa pengaruh budaya individualisme masih menjadi tantangan signifikan. Beberapa mahasiswa cenderung menunjukkan sikap egois, kurang empati, dan rendahnya partisipasi sosial. Oleh karena itu, dibutuhkan strategi pembelajaran yang lebih kontekstual dan partisipatif, serta pendekatan yang menyentuh dimensi emosional dan spiritual mahasiswa. Penelitian ini memberikan kontribusi dalam mengembangkan model pembelajaran Agama Islam yang adaptif terhadap dinamika sosial mahasiswa, serta menjadi landasan dalam memperkuat nilai-nilai moral di lingkungan pendidikan tinggi Islam.
References
Abdussamad, Z. (2021). Metode Penelitian kualitatif. (Makasar: Syakir Media Press).
Amri, M. dkk. (2016). Aqidah Akhlak. (Makasar: Risna Mosiba).
Ardiyanti, S. (2019). Pendidikan Akhlak Pada Anak Usia Dini. At Turots: Jurnal Pendidikan Islam. https://doi.org/10.51468/jpi.v1i1.4
Azzohardi. (2017). Analisis Pembelajaran Pendidikan Agama Islam di MTs Muhammadiyah Rejang Lebong. An-Nizom.
Daryanto. (2013). Pendidikan Karakter di Era Globalisasi. (Yogyakarta: Gava Media).
Erica, R. L. D. (2022). Dampak Moderasi pada Kehidupan Beragama Krisis Akhlak Remaja di Era Modern. Realita?: Jurnal Penelitian Dan Kebudayaan Islam. https://doi.org/10.30762/realita.v20i2.131
Fadilah, N. U. (2019). Peran Pendidikan Agama Islam Dalam Pembentukan Karakter Generasi Z (Studi Kasus pada Siswa SMP Negeri 4 Pakem Yogyakarta).
Fadillah, R., & Sari, N. M. (2023). Pengaruh media sosial terhadap pembentukan karakter mahasiswa di era digital. Jurnal Pendidikan dan Sosial Humaniora, 5(2), 115–124. https://doi.org/10.1234/jpsh.v5i2.4567
Faishol, R., Fadlullah, M. E., Hidayah, F., Fanani, A. A., & Silvia, Y. (2021). Peran Guru Pendidikan Agama Islam Sebagai Motifator Dalam Membentuk Akhlak Siswa di MTs An-Najahiyyah. Jurnah Ilmiah Pendidikan Panasila Dan Kewarganegaraan (JPPKn). https://doi.org/10.36526/jppkn.v6i1.1657
Fatimah, F., & Rahma, S. A. (2025). Pengaruh Budaya Pop Global Terhadap Nilai dan Identitas Generasi Z pada Masa Kini. https://doi.org/https://doi.org/10.55606/cendikia.v5i1.3526
Febrianti, F., Soelfema, S., & Putri, L. D. (2025). Penguatan Karakter Melalui Pendidikan Agama Islam di Era Digital. Bhinneka: Jurnal Bintang Pendidikan dan Bahasa.
Haryoko, S. dkk. (2020). Analisis Data Penelitian Kualitatif (Konsep,Teknik, & Prosedur Analisis). (Makasar: Badan Penerbit Universitas Negeri Makasar).
Kountur, R. (2004). Metode Penelitian Untuk Penulisan Skripsi dan Tesis. (Jakarta: PPM).
Umar, M. F. I. (2020). Buku Ajar Pendidikan Agama Islam (konsep Dasar Bagi Mahasiswa Perguruan Tinggi Umum). (Purwokerto: Cv. Pena Persada).
Usman, M. U. (2015). Menjadi mahasiswa bermoral dan cerdas. Bandung: Remaja Rosdakarya.
Novana, M. (2021). Pengaruh Pembelajaran Pendidikan Agama Islam Terhadap Akhlak Siswa di SMA Negeri 1 Ambarawa Kabupaten Pringsewu.
Nurmala, S., & Mashuri, A. (2025). Peran kepribadian dan orientasi budaya ( individualis vs . kolektivis ) terhadap perilaku inovatif individual pada pegawai. https://doi.org/10.7454/jps.2025.08
Pahrudin, A. (2017). Strategi Belajar Mengajar Pendidikan Agama Islam di Madrasah. In Pusaka Media (Vol. 2, Issue 1705045066).
Rukajat, A. (2020). Pembelajaran contextual teaching and learning untuk meningkatkan mutu hasil pembelajaran. PIONIR: Jurnal Pendidikan. http://dx.doi.org/10.22373/pjp.v8i1.4589
Simanjuntak, B., I. L. P. (1990). Membina dan Mengembangkan GenerasiMuda. (Makasar: Tarsito).
Subagio, Erny Muliyani, S., & Muliadi, A. (2021). Pengaruh Lingkungan Kampus Terhadap Motivasi Belajar. Jurnal Ilmiah IKIP Mataram. https://ojs.ikipmataram.ac.id/index.php/jiim
Sudjana, N. (2005). Dasar-dasar Proses Belajar Mengajar. (Bandung: Sinar Baru Algensindo).
Sulhan, A. (2019). Pembelajaran Sistem PAI. In Pusat Penelitian dan Publikasi Ilmiah LP2M Universitas Islam Negeri (UIN) Mataram (Vol. 11, Issue 1).
Sunarto. (2017). Sistem Pembelajaran PAI Berwawasan Multikultural. Al-Tadzkiyyah: Jurnal Pendidikan Islam. https://doi.org/https://doi.org/10.24042/atjpi.v7i2.1504
Susanti, A. (2024). Penanaman Nilai-nilai Religius dalam pembinaan Peserta Didik. https://doi.org/10.51878/educational.v4i3.3235
Wardani, A. P. K., Rahmah, S. A., Ramadani, F., & Inayati, N. L. (2024). Pengaruh Evaluasi Pembelajaran Pendidikan Agama Islam Terhadap Hasil Belajar Siswa di SMK Muhammadiyah Kartasura. Hikmah: Jurnal Studi Pendidikan Agama Islam, 2(1), 574–576. https://doi.org/10.57235/jleb.v2i1.1935
Wardhana, W. G. & Nathan, N. (2023). The Role of Islamic Religious Education in Developing Student Character in the Digital Era. SALIHA: Jurnal Pendidikan Islam.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 EDUCATIONAL : Jurnal Inovasi Pendidikan & Pengajaran

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.













