DIAGNOSA : Jurnal Hasil Riset dan Pengembangan ilmu Kesehatan
https://jurnalp4i.com/index.php/diagnosa
<p><strong>DIAGNOSA : Jurnal Hasil Riset dan Pengembangan Ilmu Kesehatan </strong>diterbitkan 2 kali setahun (April dan Oktober ) oleh Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I) Bekerjasama dengan Pusat Studi Ilmu Kesehatan Indonesia (PASKI). Jurnal ini berisi artikel hasil pemikiran dan penelitian yang ditulis oleh para dosen, pakar, ilmuwan, praktisi, dan pengkaji dalam disiplin ilmu yang berkaitan dengan Hasil-Hasil Riset dan Pengembangan Ilmu Kesehatan</p>Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesiaen-USDIAGNOSA : Jurnal Hasil Riset dan Pengembangan ilmu Kesehatan<p>CC Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0</p>TINJAUAN SISTEMATIS LITERATUR MENGENAI PENGANE SPARUH KONSUMSI MAKANAN CEPAT SAJI TERHADAP KESEHATAN ANAK DAN REMAJA
https://jurnalp4i.com/index.php/diagnosa/article/view/5163
<p><strong>ABSTRACT</strong></p> <p>Fast food consumption has become a widespread phenomenon among children and adolescents with serious health implications. This systematic review aims to evaluate and analyze current evidence on the impact of fast food consumption on nutritional status, metabolic parameters, psychological health, and social factors that influence consumption habits in children and adolescents. The literature reviewed included observational and interventional studies published in the last fifteen years. The review showed that fast food consumption contributes significantly to an increased risk of obesity, metabolic disorders such as insulin resistance and dyslipidemia, and mental health problems such as depression and conduct disorder. Social and environmental factors, including the influence of advertising, accessibility of fast food, and family upbringing, reinforce the consumption of these unhealthy foods. Nutrition education interventions and advertising regulation policies are effective in reducing fast food consumption and promoting healthy eating. These findings emphasize the need for a holistic and multisectoral approach to prevent health problems related to fast food consumption in children and adolescents. Further research is needed to develop sustainable and effective intervention strategies.</p> <p><strong>ABSTRAK</strong></p> <p>Konsumsi makanan cepat saji telah menjadi fenomena yang meluas di kalangan anak dan remaja dengan berbagai implikasi kesehatan yang serius. Tinjauan sistematis ini bertujuan untuk mengevaluasi dan menganalisis bukti-bukti terkini mengenai dampak konsumsi makanan cepat saji terhadap status gizi, parameter metabolik, kesehatan psikologis, serta faktor sosial yang mempengaruhi kebiasaan konsumsi pada anak dan remaja. Literatur yang dikaji meliputi studi observasional dan intervensi yang dipublikasikan dalam lima belas tahun terakhir. Hasil tinjauan menunjukkan bahwa konsumsi makanan cepat saji berkontribusi signifikan terhadap peningkatan risiko obesitas, gangguan metabolik seperti resistensi insulin dan dislipidemia, serta masalah kesehatan mental seperti depresi dan gangguan perilaku. Faktor sosial dan lingkungan, termasuk pengaruh iklan, aksesibilitas makanan cepat saji, dan pola asuh keluarga, turut memperkuat konsumsi makanan tidak sehat tersebut. Intervensi edukasi gizi dan kebijakan regulasi iklan dinilai efektif dalam mengurangi konsumsi makanan cepat saji dan meningkatkan pola makan sehat. Temuan ini menegaskan perlunya pendekatan holistik dan multisektoral dalam upaya pencegahan masalah kesehatan terkait konsumsi makanan cepat saji pada anak dan remaja. Penelitian lebih lanjut diperlukan untuk mengembangkan strategi intervensi yang berkelanjutan dan efektif.</p> <p> </p> <p><em> </em></p> <p> </p>Imelda ImeldaSunah SartikaLiatreRahmayani
Copyright (c) 2025 Imelda Imelda, Sunah Sartika, Liatre, Rahmayani
https://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0
2025-05-212025-05-2111110EFEKTIVITAS INTERVENSI PENDIDIKAN KESEHATAN DALAM MENINGKATKAN KESADARAN GIZI PADA IBU HAMIL : SYSTEMATIC LITERATURE REVIEW
https://jurnalp4i.com/index.php/diagnosa/article/view/5164
<p><strong>ABSTRACT</strong></p> <p>Nutrition awareness in pregnant women is an important factor that plays a role in determining maternal and fetal health. Low nutritional knowledge can increase the risk of pregnancy complications and child development disorders. This study aimed to review the effectiveness of health education interventions in improving nutrition awareness in pregnant women through a systematic literature review of articles published in the last five years (2019-2024) obtained from electronic databases such as Google Scholar, PubMed, and ScienceDirect. A total of 15 articles that met the inclusion criteria were thematically analyzed. The results showed that health education interventions, whether through face-to-face, digital media, or audiovisual methods, were generally effective in improving pregnant women's nutritional knowledge, attitudes, and behaviors. An interactive, sustainable approach with support from health workers and the social environment was found to yield more optimal results. Thus, health education is an important strategy that needs to be developed contextually and holistically to encourage sustainable changes in the nutritional behavior of pregnant women.</p> <p><strong>ABSTRAK</strong></p> <p>Kesadaran gizi pada ibu hamil merupakan faktor penting yang berperan dalam menentukan kesehatan ibu dan janin. Rendahnya pengetahuan gizi dapat meningkatkan risiko komplikasi kehamilan dan gangguan tumbuh kembang anak. Penelitian ini bertujuan untuk meninjau efektivitas intervensi pendidikan kesehatan dalam meningkatkan kesadaran gizi pada ibu hamil melalui systematic literature review terhadap artikel-artikel terbitan lima tahun terakhir (2019–2024) yang diperoleh dari database elektronik seperti Google Scholar, PubMed, dan ScienceDirect. Sebanyak 15 artikel yang memenuhi kriteria inklusi dianalisis secara tematik. Hasil menunjukkan bahwa intervensi pendidikan kesehatan, baik melalui metode tatap muka, media digital, maupun audiovisual, secara umum efektif dalam meningkatkan pengetahuan, sikap, dan perilaku gizi ibu hamil. Pendekatan yang interaktif, berkelanjutan, dan disertai dukungan dari tenaga kesehatan serta lingkungan sosial terbukti memberikan hasil yang lebih optimal. Dengan demikian, pendidikan kesehatan merupakan strategi penting yang perlu terus dikembangkan secara kontekstual dan holistik untuk mendorong perubahan perilaku gizi ibu hamil secara berkelanjutan.</p> <p> </p> <p><em> </em></p> <p> </p>LiatreSindi AntikaRahmayaniImelda
Copyright (c) 2025 Liatre, Sindi Antika, Rahmayani, Imelda
https://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0
2025-05-212025-05-21111119STUDI DESKRIPTIF KUALITATIF TENTANG PERSEPSI REMAJA TERHADAP KESEHATAN MENTAL DAN BANTUAN PSIKOLOGIS
https://jurnalp4i.com/index.php/diagnosa/article/view/5165
<p><strong>ABSTRACT</strong></p> <p>This study aims to understand adolescents' perceptions of mental health and psychological help through a qualitative descriptive approach. Adolescence is a period that is vulnerable to various psychological stresses, so an understanding of mental health is essential to improve their well-being. Data collection methods were conducted through in-depth interviews with a number of adolescents aged 15-19 years old in a high school setting. Data analysis used thematic coding techniques to identify patterns of perceptions and attitudes towards mental health and psychological help services. The results showed that adolescents have a diverse understanding of mental health, with strong social stigma and ignorance regarding the function of psychological help. Academic and social pressures were the main factors affecting their mental state, while family support and social environment played an important role in shaping positive attitudes towards help-seeking. This study recommends the need for integrated mental health education programs in schools and stigma reduction campaigns involving families and communities to create a supportive environment for adolescent mental health. The findings can serve as a basis for developing more effective policies and interventions to support young people's mental health.</p> <p><strong>ABSTRAK</strong></p> <p>Penelitian ini bertujuan untuk memahami persepsi remaja mengenai kesehatan mental dan bantuan psikologis melalui pendekatan deskriptif kualitatif. Masa remaja merupakan periode yang rentan terhadap berbagai tekanan psikologis, sehingga pemahaman tentang kesehatan mental sangat penting untuk meningkatkan kesejahteraan mereka. Metode pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam dengan sejumlah remaja berusia 15-19 tahun di lingkungan sekolah menengah atas. Analisis data menggunakan teknik coding tematik untuk mengidentifikasi pola-pola persepsi dan sikap terhadap kesehatan mental serta layanan bantuan psikologis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa remaja memiliki pemahaman yang beragam mengenai kesehatan mental, dengan adanya stigma sosial yang masih kuat dan ketidaktahuan terkait fungsi bantuan psikologis. Tekanan akademik dan sosial menjadi faktor utama yang memengaruhi kondisi mental mereka, sementara dukungan keluarga dan lingkungan sosial memiliki peran penting dalam membentuk sikap positif terhadap pencarian bantuan. Penelitian ini merekomendasikan perlunya program edukasi kesehatan mental yang terintegrasi di sekolah dan kampanye pengurangan stigma yang melibatkan keluarga serta masyarakat untuk menciptakan lingkungan yang mendukung kesehatan mental remaja. Temuan ini dapat menjadi dasar untuk pengembangan kebijakan dan intervensi yang lebih efektif dalam mendukung kesehatan mental generasi muda.</p> <p> </p> <p> </p>RahmayaniSindi AntikaImeldaSunah SartikaLiatre
Copyright (c) 2025 Rahmayani, Sindi Antika, Imelda, Sunah Sartika, Liatre
https://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0
2025-05-212025-05-21112029PANDANGAN TENAGA KESEHATAN TERHADAP TANTANGAN DALAM MEMBERIKAN EDUKASI KESEHATAN DI DAERAH TERPENCIL
https://jurnalp4i.com/index.php/diagnosa/article/view/5166
<p><strong>ABSTRACT</strong></p> <p>Remote areas in Indonesia still face various problems in efforts to improve the health status of the community, one of which is related to the low access and effectiveness of health education. Health workers who work in these areas have a strategic role in delivering health information, but in practice, they face various obstacles. This study aims to determine health workers' views on the challenges they face in providing health education in remote areas. The method used was descriptive research with an indirect qualitative approach, namely through literature study, documentation, and review of previous research results. The results showed that the main challenges faced by health workers include limited geographical access, lack of facilities and infrastructure to support education, differences in local culture and language, low community health literacy, and weak policy support. Nevertheless, health workers tried to overcome these obstacles with various adaptive strategies, such as culture-based approaches, using local languages, and involving community leaders in the education process. It can be concluded that the success of health education in remote areas depends on the ability of health workers to adapt to local conditions and systemic support from various parties. This study recommends the need for specialized training for health workers, strengthening policies, and improving public health literacy through contextual and sustainable approaches.</p> <p><strong>ABSTRAK</strong></p> <p>Daerah terpencil di Indonesia masih menghadapi berbagai permasalahan dalam upaya peningkatan derajat kesehatan masyarakat, salah satunya terkait dengan rendahnya akses dan efektivitas edukasi kesehatan. Tenaga kesehatan yang bertugas di wilayah ini memiliki peran strategis dalam menyampaikan informasi kesehatan, namun dalam praktiknya, mereka menghadapi berbagai hambatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pandangan tenaga kesehatan terhadap tantangan yang mereka hadapi dalam memberikan edukasi kesehatan di daerah terpencil. Metode yang digunakan adalah penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif tidak langsung, yaitu melalui studi literatur, dokumentasi, dan telaah terhadap hasil-hasil penelitian sebelumnya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tantangan utama yang dihadapi tenaga kesehatan meliputi keterbatasan akses geografis, kurangnya sarana dan prasarana pendukung edukasi, perbedaan budaya dan bahasa lokal, rendahnya literasi kesehatan masyarakat, serta lemahnya dukungan kebijakan. Meskipun demikian, tenaga kesehatan berusaha mengatasi hambatan tersebut dengan berbagai strategi adaptif, seperti pendekatan berbasis budaya, penggunaan bahasa lokal, serta melibatkan tokoh masyarakat dalam proses edukasi. Selain itu, kolaborasi lintas sektor juga menjadi salah satu solusi penting dalam mendukung keberhasilan edukasi kesehatan.Dapat disimpulkan bahwa keberhasilan edukasi kesehatan di daerah terpencil sangat bergantung pada kemampuan tenaga kesehatan dalam beradaptasi dengan kondisi lokal serta adanya dukungan sistemik dari berbagai pihak. Penelitian ini merekomendasikan perlunya pelatihan khusus bagi tenaga kesehatan, penguatan kebijakan, serta peningkatan literasi kesehatan masyarakat melalui pendekatan yang kontekstual dan berkelanjutan.</p> <p> </p>Sri Hasmi YatniMuhamad SuhardiRandi Pratama MurtikusumaRandi Pratama MurtikusumaYogi Setiawan
Copyright (c) 2025 Sri Hasmi Yatni, Muhamad Suhardi, Randi Pratama Murtikusuma, Randi Pratama Murtikusuma, Yogi Setiawan
https://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0
2025-05-212025-05-21113038PERSEPSI MASYARAKAT DESA TERHADAP PROGRAM POSYANDU SEBAGAI UPAYA PENCEGAHAN PENYAKIT PADA BALITA
https://jurnalp4i.com/index.php/diagnosa/article/view/5167
<p><strong>ABSTRACT</strong></p> <p>This study aims to describe the village community's perception of the Posyandu program as an effort to prevent diseases in children under five. Using a descriptive qualitative approach and indirect data collection methods through documentation studies and non-participatory observation, this study reveals various factors that influence community perceptions. The results show that community perceptions are strongly influenced by the level of understanding of the benefits of Posyandu, direct experience in accessing services, the active role of cadres, and the availability of facilities and infrastructure. Communities that understand the benefits and have positive experiences tend to actively participate, while constraints such as busyness, limited access, and uneven communication become inhibiting factors. The role of communicative cadres and social closeness with residents proved important in building positive perceptions. Therefore, increasing the capacity of cadres, inclusive socialization, and improving facilities are the main recommendations so that the Posyandu program can run effectively and be widely accepted as an effort to prevent diseases in children under five.</p> <p><strong>ABSTRAK</strong></p> <p>Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan persepsi masyarakat desa terhadap program Posyandu sebagai upaya pencegahan penyakit pada balita. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dan metode pengumpulan data tidak langsung melalui studi dokumentasi serta observasi tidak partisipatif, penelitian ini mengungkap berbagai faktor yang memengaruhi persepsi masyarakat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa persepsi masyarakat sangat dipengaruhi oleh tingkat pemahaman tentang manfaat Posyandu, pengalaman langsung dalam mengakses layanan, peran aktif kader, serta ketersediaan sarana dan prasarana. Masyarakat yang memahami manfaat dan merasakan pengalaman positif cenderung berpartisipasi aktif, sementara kendala seperti kesibukan, akses yang terbatas, dan komunikasi yang kurang merata menjadi faktor penghambat. Peran kader yang komunikatif dan kedekatan sosial dengan warga terbukti penting dalam membangun persepsi positif. Oleh karena itu, peningkatan kapasitas kader, sosialisasi yang inklusif, serta perbaikan fasilitas menjadi rekomendasi utama agar program Posyandu dapat berjalan efektif dan diterima secara luas sebagai upaya pencegahan penyakit pada balita.</p>Yogi SetiawanMuhamad SuhardiRandi Pratama MurtikusumaSri Hasmi Yatni
Copyright (c) 2025 Yogi Setiawan, Muhamad Suhardi, Randi Pratama Murtikusuma, Sri Hasmi Yatni
https://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0
2025-05-212025-05-21113946