PERSEPSI MASYARAKAT DESA TERHADAP PROGRAM POSYANDU SEBAGAI UPAYA PENCEGAHAN PENYAKIT PADA BALITA

Authors

  • Yogi Setiawan Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia
  • Muhamad Suhardi Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia
  • Randi Pratama Murtikusuma Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia
  • Sri Hasmi Yatni Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Keywords:

Persepsi Masyarakat, Posyandu, Pencegahan Penyakit, Balita, Kualitatif Deskriptif

Abstract

ABSTRACT

This study aims to describe the village community's perception of the Posyandu program as an effort to prevent diseases in children under five. Using a descriptive qualitative approach and indirect data collection methods through documentation studies and non-participatory observation, this study reveals various factors that influence community perceptions. The results show that community perceptions are strongly influenced by the level of understanding of the benefits of Posyandu, direct experience in accessing services, the active role of cadres, and the availability of facilities and infrastructure. Communities that understand the benefits and have positive experiences tend to actively participate, while constraints such as busyness, limited access, and uneven communication become inhibiting factors. The role of communicative cadres and social closeness with residents proved important in building positive perceptions. Therefore, increasing the capacity of cadres, inclusive socialization, and improving facilities are the main recommendations so that the Posyandu program can run effectively and be widely accepted as an effort to prevent diseases in children under five.

ABSTRAK

Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan persepsi masyarakat desa terhadap program Posyandu sebagai upaya pencegahan penyakit pada balita. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dan metode pengumpulan data tidak langsung melalui studi dokumentasi serta observasi tidak partisipatif, penelitian ini mengungkap berbagai faktor yang memengaruhi persepsi masyarakat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa persepsi masyarakat sangat dipengaruhi oleh tingkat pemahaman tentang manfaat Posyandu, pengalaman langsung dalam mengakses layanan, peran aktif kader, serta ketersediaan sarana dan prasarana. Masyarakat yang memahami manfaat dan merasakan pengalaman positif cenderung berpartisipasi aktif, sementara kendala seperti kesibukan, akses yang terbatas, dan komunikasi yang kurang merata menjadi faktor penghambat. Peran kader yang komunikatif dan kedekatan sosial dengan warga terbukti penting dalam membangun persepsi positif. Oleh karena itu, peningkatan kapasitas kader, sosialisasi yang inklusif, serta perbaikan fasilitas menjadi rekomendasi utama agar program Posyandu dapat berjalan efektif dan diterima secara luas sebagai upaya pencegahan penyakit pada balita.

References

Ardiansyah, F., & Sari, R. P. (2023). Peran Posyandu dalam Meningkatkan Kesehatan Balita di Wilayah Perdesaan. Jurnal Kesehatan Masyarakat Indonesia, 18(2), 120-130.

Dewi, M. K., & Nugroho, A. (2022). Persepsi masyarakat terhadap layanan Posyandu sebagai upaya pencegahan stunting. Jurnal Gizi dan Kesehatan Anak, 7(1), 45-53.

Fauzan, M., & Wulandari, D. (2021). Faktor-faktor yang mempengaruhi partisipasi ibu dalam kegiatan Posyandu di Desa X. Jurnal Kesehatan Komunitas, 12(3), 89-97.

Gunawan, S., & Hartono, B. (2020). Efektivitas Posyandu dalam pencegahan penyakit pada balita di daerah terpencil. Jurnal Ilmiah Kesehatan, 10(4), 234-242.

Handayani, T. R., & Prasetyo, E. (2019). Hubungan tingkat pendidikan dan persepsi masyarakat terhadap Posyandu. Jurnal Pengabdian Masyarakat, 5(2), 67-75.

Irawan, P., & Lestari, D. (2023). Strategi komunikasi kader Posyandu dalam meningkatkan kesadaran kesehatan ibu balita. Jurnal Komunikasi dan Kesehatan, 9(1), 15-23.

Juwita, S., & Ramadhan, A. (2022). Analisis hambatan partisipasi masyarakat dalam program Posyandu. Jurnal Kesehatan Masyarakat, 14(1), 58-66.

Kusuma, H., & Putri, N. (2021). Peran keluarga dalam mendukung program Posyandu di desa terpencil. Jurnal Studi Keluarga, 6(2), 101-110.

Lestari, S., & Santoso, Y. (2020). Pengaruh kualitas pelayanan Posyandu terhadap kepuasan masyarakat. Jurnal Manajemen Pelayanan Kesehatan, 8(3), 130-138.

Maulana, R., & Fitriani, D. (2019). Evaluasi pelaksanaan Posyandu dan dampaknya pada kesehatan balita. Jurnal Kesehatan dan Gizi, 11(2), 72-80.

Nugraha, A., & Sari, M. (2023). Persepsi dan motivasi masyarakat mengikuti kegiatan Posyandu di daerah rural. Jurnal Psikologi Kesehatan, 7(1), 35-44.

Oktaviani, L., & Rahman, F. (2022). Keterlibatan ayah dalam mendukung kesehatan anak melalui program Posyandu. Jurnal Kesehatan Keluarga, 9(2), 90-98.

Putra, D., & Wicaksono, T. (2021). Faktor sosial budaya yang mempengaruhi persepsi masyarakat terhadap Posyandu. Jurnal Antropologi Kesehatan, 5(1), 40-49.

Rahayu, E., & Santika, P. (2020). Pengaruh sosialisasi terhadap peningkatan partisipasi masyarakat di Posyandu. Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat, 13(4), 150-159.

Sari, N., & Hadi, S. (2019). Hubungan peran kader Posyandu dengan tingkat kehadiran balita. Jurnal Keperawatan Masyarakat, 4(3), 27-35.

Wibowo, A., & Kurniawati, S. (2023). Peningkatan efektivitas Posyandu melalui pendekatan partisipatif. Jurnal Kesehatan dan Pembangunan, 10(1), 55-63.

Downloads

Published

2025-05-21

How to Cite

Setiawan, Y., Suhardi, M., Murtikusuma, R. P. ., & Yatni, S. H. (2025). PERSEPSI MASYARAKAT DESA TERHADAP PROGRAM POSYANDU SEBAGAI UPAYA PENCEGAHAN PENYAKIT PADA BALITA. DIAGNOSA : Jurnal Hasil Riset Dan Pengembangan Ilmu Kesehatan, 1(1), 39-46. Retrieved from https://jurnalp4i.com/index.php/diagnosa/article/view/5167

Issue

Section

Articles