PANDANGAN TENAGA KESEHATAN TERHADAP TANTANGAN DALAM MEMBERIKAN EDUKASI KESEHATAN DI DAERAH TERPENCIL
Keywords:
Tenaga Kesehatan, Edukasi Kesehatan, Tantangan, Daerah Terpecil, Stragtegi AdaptasiAbstract
ABSTRACT
Remote areas in Indonesia still face various problems in efforts to improve the health status of the community, one of which is related to the low access and effectiveness of health education. Health workers who work in these areas have a strategic role in delivering health information, but in practice, they face various obstacles. This study aims to determine health workers' views on the challenges they face in providing health education in remote areas. The method used was descriptive research with an indirect qualitative approach, namely through literature study, documentation, and review of previous research results. The results showed that the main challenges faced by health workers include limited geographical access, lack of facilities and infrastructure to support education, differences in local culture and language, low community health literacy, and weak policy support. Nevertheless, health workers tried to overcome these obstacles with various adaptive strategies, such as culture-based approaches, using local languages, and involving community leaders in the education process. It can be concluded that the success of health education in remote areas depends on the ability of health workers to adapt to local conditions and systemic support from various parties. This study recommends the need for specialized training for health workers, strengthening policies, and improving public health literacy through contextual and sustainable approaches.
ABSTRAK
Daerah terpencil di Indonesia masih menghadapi berbagai permasalahan dalam upaya peningkatan derajat kesehatan masyarakat, salah satunya terkait dengan rendahnya akses dan efektivitas edukasi kesehatan. Tenaga kesehatan yang bertugas di wilayah ini memiliki peran strategis dalam menyampaikan informasi kesehatan, namun dalam praktiknya, mereka menghadapi berbagai hambatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pandangan tenaga kesehatan terhadap tantangan yang mereka hadapi dalam memberikan edukasi kesehatan di daerah terpencil. Metode yang digunakan adalah penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif tidak langsung, yaitu melalui studi literatur, dokumentasi, dan telaah terhadap hasil-hasil penelitian sebelumnya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tantangan utama yang dihadapi tenaga kesehatan meliputi keterbatasan akses geografis, kurangnya sarana dan prasarana pendukung edukasi, perbedaan budaya dan bahasa lokal, rendahnya literasi kesehatan masyarakat, serta lemahnya dukungan kebijakan. Meskipun demikian, tenaga kesehatan berusaha mengatasi hambatan tersebut dengan berbagai strategi adaptif, seperti pendekatan berbasis budaya, penggunaan bahasa lokal, serta melibatkan tokoh masyarakat dalam proses edukasi. Selain itu, kolaborasi lintas sektor juga menjadi salah satu solusi penting dalam mendukung keberhasilan edukasi kesehatan.Dapat disimpulkan bahwa keberhasilan edukasi kesehatan di daerah terpencil sangat bergantung pada kemampuan tenaga kesehatan dalam beradaptasi dengan kondisi lokal serta adanya dukungan sistemik dari berbagai pihak. Penelitian ini merekomendasikan perlunya pelatihan khusus bagi tenaga kesehatan, penguatan kebijakan, serta peningkatan literasi kesehatan masyarakat melalui pendekatan yang kontekstual dan berkelanjutan.
References
Kemenkes RI. (2020). Profil Kesehatan Indonesia Tahun 2020. Jakarta: Kementerian Kesehatan Republik Indonesia.
World Health Organization. (2021). World Health Statistics 2021: Monitoring Health for the SDGs. Geneva: WHO Press.
Putri, A. R., & Nugroho, H. S. (2019). Tantangan dalam Pelayanan Kesehatan di Wilayah Terpencil: Studi Literatur. Jurnal Ilmu dan Teknologi Kesehatan, 7(1), 42–49. https://doi.org/10.30602/jitk.v7i1.241
WHO. (2020). State of the World’s Nursing 2020: Investing in Education, Jobs and Leadership. Geneva: World Health Organization.
Maulani, R., & Hidayat, A. A. (2021). Analisis Kesiapan Tenaga Kesehatan dalam Edukasi Masyarakat Pedesaan. Jurnal Promkes: The Indonesian Journal of Health Promotion and Health Education, 9(2), 117–125. https://doi.org/10.20473/jpk.V9.I2.2021.117-125
Yuliana, E., & Rosita, D. (2022). Strategi Komunikasi Tenaga Kesehatan dalam Meningkatkan Literasi Kesehatan di Daerah Terpencil. Jurnal Komunikasi Kesehatan Indonesia, 11(1), 30–38. https://doi.org/10.22146/jkki.61532
Ningsih, S., & Ramadhan, R. (2020). Peran Kearifan Lokal dalam Edukasi Kesehatan Masyarakat Adat. Jurnal Keperawatan Indonesia, 23(1), 1–8. https://doi.org/10.7454/jki.v23i1.1024
Lestari, P., & Pramitasari, A. (2019). Penerapan Model Edukasi Kesehatan Komunitas di Wilayah 3T. Jurnal Kesehatan Masyarakat Nasional, 13(3), 145–153. https://doi.org/10.21109/kesmas.v13i3.2900
UNICEF. (2022). Addressing Health Inequities in Remote Areas of Indonesia. Jakarta: United Nations Children’s Fund.
Wahyuni, S., & Herlina, E. (2021). Pengaruh Bahasa dan Budaya Lokal terhadap Efektivitas Komunikasi Kesehatan. Jurnal Psikologi Ulayat, 8(2), 215–226. https://doi.org/10.24854/jpu2021.8.2.215
Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan (Balitbangkes). (2020). Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2020. Jakarta: Kemenkes RI.
Zulfa, M., & Fadillah, N. (2023). Kolaborasi Lintas Sektor dalam Pelayanan Kesehatan Primer di Daerah Terpencil. Jurnal Administrasi Kesehatan Indonesia, 11(1), 20–28. https://doi.org/10.31289/jaki.v11i1.5778
Nasution, D. S., & Harahap, N. A. (2020). Faktor Penghambat dan Pendukung Edukasi Kesehatan oleh Bidan di Desa Terpencil. Jurnal Kebidanan, 9(2), 88–95. https://doi.org/10.31289/jk.v9i2.3647
WHO. (2019). Primary Health Care on the Road to Universal Health Coverage: 2019 Monitoring Report. Geneva: World Health Organization.
Sari, K., & Dewi, T. R. (2022). Inovasi Edukasi Kesehatan Berbasis Digital di Komunitas Terpencil. Jurnal Media Kesehatan, 14(1), 45–52. https://doi.org/10.20885/jmk.vol14.iss1.art5
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 Sri Hasmi Yatni, Muhamad Suhardi, Randi Pratama Murtikusuma, Randi Pratama Murtikusuma, Yogi Setiawan

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.
CC Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0














