ANALISIS PENERAPAN KAIDAH YUKHTARU AHWANU SYARRAINI DALAM CERAI GUGAT KARENA SUAMI HILANG
DOI:
https://doi.org/10.51878/cendekia.v6i2.9334Keywords:
Yukhtaru Ahwanu Syarraini, Cerai Gugat, Suami HilangAbstract
This study examines the application of the rule of Yukhtaru Ahwanu Syarraini in cases of divorce due to a missing husband, focusing on Religious Court Decision Number 1868/Pdt. G/2024/PA.Grt. The main problem in this research is how the concept of the rule Yukhtaru Ahwanu Syarraini is applied and to what extent it aligns with judges’ legal considerations in the decision to minimize harm. This study uses a normative legal research method with conceptual, statutory, and case approaches. The data sources consist of primary legal materials in the form of court decisions and secondary legal materials, such as books of fiqh rules, legislation, the Compilation of Islamic Law, and related scientific literature. Data analysis was conducted qualitatively through textual and descriptive qualitative analysis. The research findings indicate that the principle of "Yukhtaru Ahwanu Syarraini" (choosing the lesser of two evils) is highly relevant in cases of divorce due to the husband's absence from the country. This is because the judge is faced with two equally harmful options: maintaining a marriage that causes ongoing suffering or granting a divorce, although undesirable, which is the lesser of the two evils. The decision of Religious Court Number 1868/Pdt. G/2024/PA.Grt essentially reflects legal protection and substantive justice for plaintiffs. However, the judge's legal reasoning is not fully aligned with the principle of Yukhtaru Ahwanu Syarraini, as it relies more on the existence of a violation of divorce taklik, making it less comprehensive and not explicitly based on the principle of Yukhtaru Ahwanu Syarraini. This study is expected to enrich the study of Islamic law and serve as a reference for judges and legal practitioners in formulating legal considerations aimed at minimizing harm in accordance with the objectives of Islamic law.
ABSTRAK
Penelitian ini mengkaji penerapan kaidah Yukhtaru Ahwanu Syarraini dalam perkara cerai gugat karena suami hilang, dengan studi pada Putusan Pengadilan Agama Nomor 1868/Pdt.G/2024/PA.Grt. Permasalahan utama dalam penelitian ini adalah bagaimana konsep kaidah Yukhtaru Ahwanu Syarraini serta penerapannya dan sejauh mana kesesuaiannya dengan pertimbangan hukum hakim dalam putusan tersebut guna meminimalisir kemudaratan. Penelitian ini menggunakan metode penelitian hukum normatif dengan pendekatan konseptual, perundang-undangan, dan kasus. Sumber data terdiri atas bahan hukum primer berupa putusan pengadilan, serta bahan hukum sekunder berupa kitab-kitab kaidah fikih, peraturan perundang-undangan, Kompilasi Hukum Islam, dan literatur ilmiah terkait. Analisis data dilakukan secara kualitatif melalui analisis tekstual dan deskriptif-kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kaidah Yukhtaru Ahwanu Syarraini memiliki relevansi yang kuat dalam perkara cerai gugat karena suami hilang, karena hakim dihadapkan pada dua pilihan yang sama-sama mengandung kemudaratan, yaitu mempertahankan perkawinan yang menimbulkan penderitaan berkelanjutan atau menjatuhkan perceraian yang meskipun dibenci, tetapi lebih ringan mudaratnya. Putusan Pengadilan Agama Nomor 1868/Pdt.G/2024/PA.Grt pada dasarnya telah mencerminkan perlindungan hukum dan keadilan substantif bagi penggugat. Namun, konstruksi pertimbangan hukum hakim belum sepenuhnya selaras dengan kaidah Yukhtaru Ahwanu Syarraini, karena lebih bertumpu pada adanya pelanggaran taklik talak yang menjadikannya kurang komprehensif dan tidak secara eksplisit bersandar pada kaidah Yukhtaru Ahwanu Syarraini. Penelitian ini diharapkan dapat memperkaya kajian hukum Islam serta menjadi rujukan bagi hakim dan praktisi hukum dalam merumuskan pertimbangan hukum yang berorientasi pada upaya meminimalisir kemudaratan sesuai dengan tujuan syariat Islam.
Downloads
References
Afriyani, A., & Saputra, W. N. E. (2025). Beyond the divorce: Membangun strategi koping yang kuat pada remaja melalui CBT. LEARNING: Jurnal Inovasi Penelitian Pendidikan dan Pembelajaran, 5(2), 706–715. https://doi.org/10.51878/learning.v5i2.4351
Al-Farisi, M. A., Sirojudin, R., Arifin, M. N., Lazzavietamsi, F. A., & Wasehudin, W. (2025). Nilai-nilai pendidikan tauhid pada novel “Suluk Abdul Jalil” karya Agus Sunyoto. LEARNING: Jurnal Inovasi Penelitian Pendidikan dan Pembelajaran, 5(1), 120–129. https://doi.org/10.51878/learning.v5i1.4309
Amelia, A., Fikri, A. N., Erlina, E., Ghazi, F., & Kholid, I. (2025). Rekonstruksi pemenuhan hak-hak anak dalam syariat Islam: Analisis kritis terhadap implementasinya dalam pendidikan Islam kontemporer. LEARNING: Jurnal Inovasi Penelitian Pendidikan dan Pembelajaran, 5(4), 1944–1953. https://doi.org/10.51878/learning.v5i4.7498
Atthallah, K., Rafardhan, R., & Qazzafi, F. (2024). Analysis of fiqh review of child custody rights after divorce (?a??nah) in Religious Court decisions. Syariat: Jurnal Hukum Keluarga Islam, 1(4), 189–198. https://doi.org/10.35335/4m7ekc86
Dewi, L. P. T., & Setiawan, M. R. (2025). Serial hukum keluarga: Perlindungan perempuan terhadap perkawinan dini dan implikasi harta kekayaan pasca perceraian. COMMUNITY: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, 5(2), 507–516. https://doi.org/10.51878/community.v5i2.7023
Elmahjub, E. (2023). Artificial intelligence (AI) in Islamic ethics: Towards pluralist ethical benchmarking for AI. Philosophy & Technology, 36(4), 68. https://doi.org/10.1007/s13347-023-00668-x
Fauzi, A. (2025). Pembaruan hukum keluarga Islam di Indonesia. Peradaban Journal of Law and Society, 4(1), 47–56. https://doi.org/10.59001/pjls.v4i1.493
Hamdalah, I. A., & Jamil, S. (2022). Rights and duties of husband and wife in the perspective of prophetic hadiths in the book of ’Uq?d Al-Lujayn: A study of hadith syarah. Jurnal Riset Agama, 2(3), 182–196. https://doi.org/10.15575/jra.v2i3.19526
Hudaefi, F. A., & Heryani, N. (2019). The practice of local economic development and Maq??id al-Shar?‘ah. International Journal of Islamic and Middle Eastern Finance and Management, 12(4), 512–530. https://doi.org/10.1108/IMEFM-08-2018-0279
Imaniyar, N., & Ramadhani, D. A. (2025). Legal implications of determining a missing person in relation to his rights and obligations as a subject of civil law. JLPH (Journal of Law Politic and Humanities), 5(5), 3432–3440. https://doi.org/10.38035/jlph.v5i5.1969
Kusnandar, D., & Rahma, F. (2023). Optimizing legal protection for divorce outside of court: Study of the need for divorce isbat in the Indonesian legal system. Indonesian Journal of Islamic Law, 6(2), 73–94. https://doi.org/10.35719/ijil.v6i2.2010
Musthofa. (2006). Al-Qawaid al-fiqhiyyah wa tathbiqotiha fi al-mazahib al-arba’ah (Vol. 1). Dar Al-Fikr. https://books.google.co.id/books?id=example_id
Negara, M. A. (2020). Kaidah yukhtaru ahwanu asy-syarrayn. Abufurqan.id. https://abufurqan.id/kaidah-yukhtaru-ahwanu-asy-syarrayn/
Norcahyono, N., & Arni, M. (2021). Strategies of career women at Islamic universities in Kalimantan in carrying out household obligations from the perspective of maqashid as-syari’ah. Syariah: Jurnal Hukum dan Pemikiran, 21(1), 88–104. https://doi.org/10.18592/sjhp.v21i1.4143
Nurdin, A., Usman, B., Samad, F., & Mukhtar, M. (2022). Tujuan hukum Islam untuk kemaslahatan manusia: Penerapan kaidah fiqhiyah dalam bidang ekonomi dan hukum keluarga. El-Usrah: Jurnal Hukum Keluarga, 5(1), 41–53. https://doi.org/10.22373/ujhk.v5i1.14665
Nurhidayat, A. (2021). Qawaid tafsir dan ushul tafsir Siti Aisyah dalam Kitab Sahih Muslim. Jurnal Ilmiah Al-Mu’ashirah, 18(2), 152–163. https://doi.org/10.22373/jim.v18i2.11281
Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 9 Tahun 1975 tentang Pelaksanaan Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 tentang Perkawinan. (1975). https://peraturan.bpk.go.id/Details/48208/pp-no-9-tahun-1975
Purnama, D., Asmuni, A., & Tanjung, D. (2023). Prinsip proporsional pertanggungan ganti rugi dalam perkara wanprestasi akad musyarakah (Analisis Putusan Mahkamah Agung RI Nomor 624 K/Ag/2017). Justicia Islamica: Jurnal Kajian Hukum dan Sosial, 20(2), 241–262. https://doi.org/10.21154/justicia.v20i2.6845
Putri, D. N. (2022). Kritik atas tafsir Al-Qur’an dengan sunnah Nabi. Jurnal Iman dan Spiritualitas, 2(3), 429–434. https://doi.org/10.15575/jis.v2i3.18917
Sidqi, I., & Witro, D. (2021). Kebijakan politik hukum penanganan Covid-19 dalam perspektif maqashid al-syari’ah. Mahkamah: Jurnal Kajian Hukum Islam, 6(1), 16–26. https://doi.org/10.24235/mahkamah.v6i1.7644
Syukrawati, S., Sidqi, I., Nisa, S. M., Zufriani, Z., & Witro, D. (2024). Post-divorce rights of women and children in Pekalongan City, Central Java: Challenges in Islamic law analysis. Al-Ahkam, 34(1), 121–142. https://doi.org/10.21580/ahkam.2024.34.1.20624
Taufiki, M., Darsyah, R., & Ridha, M. (2022). The use of maxims (al-qaw??id al-u??liyyah wa al-fiqhiyyah) in legal argumentation of Sharia Economic Court decisions in Indonesia. AL-IHKAM: Jurnal Hukum & Pranata Sosial, 17(1), 165–188. https://doi.org/10.19105/al-lhkam.v17i1.6070
Ula, S. N. N., Basri, L. O. A., & Mardliyah, U. (2020). Fenomena gugatan cerai dari kalangan istri terhadap suami (Studi kasus pada Pengadilan Agama Kabupaten Malang). Jurnal Noken: Ilmu-Ilmu Sosial, 6(1), 63–76. https://doi.org/10.33506/jn.v6i1.1125
Wahyudi, M. (2017). Judges’ legal reasoning on child protection: Analysis of Religious Courts’ decisions on the case of child parentage. Al-Jami’ah: Journal of Islamic Studies, 55(1), 127–154. https://doi.org/10.14421/ajis.2017.551.127-154
Yulisa, I., Yusuf, M., Witro, D., Putri, L. A., Rasidin, M., & Alamin, N. (2020). Arrangement and dynamication of family law updating in Indonesia. Al-Adl, 13(2), 285–304. https://doi.org/10.31332/aladl.v13i2.1879















