PERSEPSI MASYARAKAT TENTANG KONSUMSI MAKANAN TRADISIONAL SEBAGAI BENTUK UPAYA BELA NEGARA
DOI:
https://doi.org/10.51878/cendekia.v6i1.8867Keywords:
bela negara, budaya, kualitatif, makanan tradisionalAbstract
National defence is not limited to physical efforts but can also be strengthened through economic and cultural contributions, including the consumption of traditional food. Traditional dishes play a dual function: supporting the MSME sector and preserving cultural heritage. MSMEs account for 99% of business activities and contribute 60% to the national GDP. However, in the era of globalization, the consumption of traditional food has declined as people increasingly prefer non-traditional options influenced by trends, quality, and pricing. This situation shows the need for strategies that can maintain public interest in traditional cuisine. Using a qualitative approach with convenience sampling, this study explores Indonesians’ perceptions of traditional food. The interview results indicate that participants still consume traditional dishes in their daily lives, partly because these foods convey a sense of warmth and familiarity. All participants agreed that eating traditional food represents an act of national defence and a tangible expression of patriotism, a perspective that should be more widely understood by the public. Nonetheless, significant challenges remain, particularly in promoting traditional food to younger generations due to limited creative marketing and insufficient innovation. Therefore, more inventive efforts and broader support are needed to ensure traditional food remains appealing and relevant to society.
ABSTRAK
Bela negara tidak hanya berbentuk fisik melainkan juga melalui kontribusi ekonomi dan budaya yang diwujudkan melalui konsumsi makanan tradisional. Makanan tradisional memiliki peran ganda, yaitu sebagai penopang ekonomi UMKM dan melestarikan budaya bangsa. Data menunjukan bahwa UMKM mewakili 99% kegiatan bisnis dan berkontribusi 60% terhadap PDB, namun pada era globalisasi konsumsi makanan tradisional menurun. Masyarakat lebih memilih makanan non-tradisional yang dipengaruhi oleh beberapa faktor, seperti tren, kualitas, dan harga. Maka dari itu diperlukan strategi agar makanan tradisional tetap diminati. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan convenience sampling untuk mengetahui persepsi masyarakat Indonesia mengenai makanan tradisional. Hasil wawancara menunjukan bahwa partisipan masih mengonsumsi makanan tradisional sebagai makanan sehari-hari dengan beberapa alasan, salah satunya adalah dikarenakan rasa kehangatan yang diberikan dari makanan tradisional tersebut. Dengan mengkonsumsi hidangan tradisional, semua partisipan setuju bahwa hal tersebut merupakan salah satu cara untuk membela negara sekaligus bentuk nyata cinta tanah air. Cara ini perlu diketahui oleh masyarakat luas. Namun, terdapat tantangan utama dalam mengenalkan makanan tradisional, khususnya kepada generasi muda, seperti kurangnya promosi kreatif dan terbatasnya inovasi. Oleh karena itu, diperlukan upaya baru yang lebih kreatif serta dukungan dari berbagai pihak agar makanan tradisional semakin diminati oleh masyarakat luas.
References
Alhudawi, U., Simatupang, E., & Rachman, F. (2021). Membangun kesadaran bela negara masyarakat pedesaan berbasis nilai kearifan lokal. Jurnal Muara Ilmu Sosial Humaniora dan Seni, 5(2), 529. https://doi.org/10.24912/jmishumsen.v5i2.10156.2021
Candra, M. A., Enjeladinata, O. V., & Widana, M. R. (2023). Eksistensi makanan tradisional di tengah gempuran makanan Korea. Prosiding Seminar Nasional Ilmu Ilmu Sosial (SNIIS), 2, 352–361. https://proceeding.unesa.ac.id/index.php/sniis/article/view/815/296
Disemadi, H. S., Sudirman, L., Tan, D., & Situmeang, A. (2023). The dichotomy of traditional cuisine protection in Indonesia: Geographical indications vs. traditional knowledge. Jurnal Hukum Novelty, 14(2), 224. https://doi.org/10.26555/novelty.v14i2.a27282
Hakim, I. N., & Hamidah, S. (2022). Peran kuliner tradisional dalam mendukung pemajuan kebudayaan di destinasi pariwisata prioritas Yogyakarta. Mozaik Humaniora, 21(2), 193–208. https://doi.org/10.20473/mozaik.v21i2.29444
Harsana, M., & Triwidayati, M. (2021). Potensi makanan tradisional sebagai daya tarik wisata kuliner di D.I. Yogyakarta. Prosiding Pendidikan Teknik Boga Busana, 15(1), 1–24. https://journal.uny.ac.id/index.php/ptbb/article/view/36472
Ikhwana, A., & Purkon, H. M. (2025). Penetapan faktor pendukung loyalitas konsumen pada industri makanan dan minuman. Jurnal Kalibrasi, 23(1), 39. https://doi.org/10.33364/kalibrasi/v.23-1.2049
Isroissholikhah, W. O. (2022). Efektivitas Content Creator Dalam Strategi Promosi Di Era Digital. SIBATIK JOURNAL Jurnal Ilmiah Bidang Sosial Ekonomi Budaya Teknologi Dan Pendidikan, 2(1), 121. https://doi.org/10.54443/sibatik.v2i1.507
Kartika, I., Sulistyowati, S., Wahyundaru, S. D., & Rahman, A. A. (2021). Peningkatan Usaha Kreatif dan Pengelolaan Keuangan Berbasis Akuntansi Keluarga di Desa Pabelan Kabupaten Semarang dalam Rangka Peningkatan Ketahanan Ekonomi Keluarga. Indonesian Journal of Community Services, 3(2), 135. https://doi.org/10.30659/ijocs.3.2.135-144
Kurniawan, J. H., & Nuringsih, K. (2022). Pengaruh orientasi pasar, orientasi kewirausahaan, dan media sosial terhadap kinerja UMKM makanan khas Jambi. Jurnal Muara Ilmu Ekonomi dan Bisnis, 6(1), 176. https://doi.org/10.24912/jmieb.v6i1.13357
Lestari, A. A., Sitanggang, C. S. U., Harisi, F. F., Novia., & Yulandari, S. (2024). Bela negara dalam kehidupan sehari-hari: Studi tentang kesadaran mahasiswa terhadap produk lokal. Jurnal Cendekiawan, 3(4), 67–75.
Loise, M., & Syukur, M. (2025). Analisis modal sosial dalam aktivitas ekonomi pedagang kuliner di Pasar Cidu’ Kota Makassar. Cendekia: Jurnal Ilmu Pengetahuan, 5(4), 1807. https://doi.org/10.51878/cendekia.v5i4.7314
Marpung, V. J., Utomo, R. B., Aini, N., Hendrawan, H., W, D. N. R., Ilma, A. L., & Ikaningtyas, M. (2025). Studi literatur: Strategi pengembangan produk lokal berdasarkan perilaku konsumen generasi muda. Jurnal Bisnis dan Komunikasi Digital, 2(4), 12. https://doi.org/10.47134/jbkd.v2i4.4394
Nuringsih, K., & Edalmen, E. (2021). Local food entrepreneurship: Sebagai model pengembangan kewirausahaan berkelanjutan. Jurnal Muara Ilmu Ekonomi dan Bisnis, 5(2), 457. https://doi.org/10.24912/jmieb.v5i2.12143
Putri, A., Ramdhani, R., Rosalia, M., Arraniri, F. F., Kurnia, I., & Rahayu, K. S. (2024). Authenticity and uniqueness of Asinan Bogor as a distinctive culinary delight of Bogor City. Home Economics Journal, 8(1), 24. https://doi.org/10.21831/hej.v8i1.72162
Putri, E. P. M., Yukuri, K. A., Abror, K. T., Zennika, T., & Supriyono. (2024). Peran makanan tradisional dalam menguatkan identitas nasional. Jurnal Budaya Nusantara, 7(1), 24–35. https://doi.org/10.36456/JBN.vol7.no1.8834
Rachmad, M., Suhirwan, S., Zaini, A., Bangun, E., Prakoso, L. Y., R, D. D. A., & Sianturi, D. (2021). Strengthening the marine defense strategy of Lanal Banten area through empowerment of the traffic separation scheme in the Sunda Strait. Journal of Social and Political Sciences, 4(1). https://doi.org/10.31014/aior.1991.04.01.268
Rinawati, W., Harsana, M., & Fauziah, A. (2023). Digitalization of legendary foods to support culinary tourism in Yogyakarta City region. Devotion: Journal of Research and Community Service, 4(11), 2220. https://doi.org/10.59188/devotion.v4i11.600
Rohmiyati, A., Suwarni, W., & Yanke, R. V. P. (2025). Pemberdayaan generasi muda sebagai penggerak perubahan dalam rangka meningkatkan kepedulian masyarakat terhadap kesenian dan kebudayaan. Community: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, 4(2), 293. https://doi.org/10.51878/community.v4i2.4374
Setiawan, A. I., Hendraningsih, A. P., Rahayu, S., & Dewi, A. S. (2022). The role of digital marketing interventions in e-advocacy leverage capacity: A culinary business breakthrough to counter the COVID-19 pandemic. Journal of Indonesian Economy and Business, 37(2), 201. https://doi.org/10.22146/jieb.v37i2.3995
VOI. (2023, March 17). Cintailah produk-produk Indonesia sebagai wujud bela negara. https://voi.id/bernas/264506/cintailah-produk-produk-indonesia-sebagai-wujud-bela-negara
Wijaya, F. S., & Tamani, N. D. B. (2020). Persepsi dan partisipasi masyarakat terhadap ekowinawisata Pulau Lusi di Desa Kedungpandan Kecamatan Jabon Kabupaten Sidoarjo. Agriscience, 1(2), 410–428. http://journal.trunojoyo.ac.id/agriscience
Wijaya, N. M. S., Tjundawan, A. G., Waiman, D., & Gadjuli, N. C. (2025). From Culture To Virality: The Social Media Effect On Tourist Destination In Greater Jakarta Area. Journal of architecture&ENVIRONMENT, 24(2), 127. https://doi.org/10.12962/j2355262x.v24i2.a22273















