PENGGUNAAN BAHAN ALAMI DALAM UPACARA JAMASAN PUSAKA DI PUNCAK SUROLOYO, KULON PROGO

Authors

  • Tambak Sihno Purwanto Jurusan Tata Kelola Seni, Fakultas Seni Rupa dan Desain ISI Yogyakarta
  • Yohana Ari Ratnaningtyas Jurusan Tata Kelola Seni, Fakultas Seni Rupa dan Desain ISI Yogyakarta

DOI:

https://doi.org/10.51878/cendekia.v6i2.8858

Keywords:

Jamasan Pusaka, Puncak Suroloyo, Bahan Alami

Abstract

ABSTRACT

The jamasan ceremony is a Javanese cultural practice that persists. In practice, the jamasan ceremony is associated with the use of materials sourced from the surrounding environment. However, scientific studies specifically addressing the use of natural materials in the jamasan ceremony remain very limited, particularly those examining the types of materials, their contents, and application procedures. This study aims to explore the use of natural materials in the jamasan of the Kyai Manggolo Murti and Songsong Makutha Dewa at Puncak Suroloyo, Kulon Progo. The study employed a qualitative case study approach. The research stages include a preliminary survey (pre-survey), data collection, data analysis, and report preparation. Data were collected through participatory observation, interviews with caregivers and community members involved in the ritual, and documentation of the jamasan ceremony. The research was conducted at the jamasan location, namely Padukuhan Keceme, Garbosari, Samigaluh, Kulon Progo, DIY, on June 26–27, 2025. Data analysis was conducted descriptively and qualitatively through data reduction, data presentation, and concluding. The results of the study showed that the natural materials used in the jamasan of heirlooms include kawul bamboo rope (Gigantochloa apus), lime (Citrus aurantiifolia), noni fruit (Morinda citrifolia L.), green coconut water (Cocos nucifera var. viridis), and Sendang Kawidodaren water sprinkled with kantil, jasmine, rose, and cananga flowers. Each material has a specific function determined by its natural chemical composition. The application is carried out in accordance with the condition of the heirloom. The conclusion of this study is that the use of natural materials in jamasan at Puncak Suroloyo constitutes part of a spiritual ritual and represents traditional conservation practices.

ABSTRAK

Upacara jamasan pusaka merupakan salah satu praktik budaya Jawa yang masih bertahan hingga saat ini. Secara praktis, jamasan pusaka identik dengan penggunaan bahan-bahan yang berasal dari lingkungan sekitar. Namun, kajian ilmiah yang secara khusus membahas penggunaan bahan alami dalam upacara jamasan pusaka masih sangat terbatas. Terutama pengkajian tentang jenis bahan, kandungan, dan tata cara pengaplikasiannya. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji penggunaan bahan alami dalam upacara jamasan pusaka Tombak Kyai Manggolo Murti dan Songsong Makutha Dewa di Puncak Suroloyo, Kulon Progo. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Tahapan penelitian meliputi studi pendahuluan (pra-survei), pengumpulan data, analisis data, dan penyusunan laporan. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi partisipatif, wawancara dengan juru kunci dan masyarakat yang terlibat dalam ritual, serta dokumentasi pelaksanaan upacara jamasan. Penelitian dilakukan di lokasi jamasan yaitu Padukuhan Keceme, Garbosari, Samigaluh, Kulon Progo, DIY pada 26–27 Juni 2025. Analisis data dilakukan secara deskriptif-kualitatif melalui proses reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bahan alami yang digunakan dalam jamasan pusaka meliputi kawul bambu tali (Gigantochloa apus), jeruk nipis (Citrus aurantiifolia), buah mengkudu (Morinda citrifolia L.), air kelapa hijau (Cocos nucifera var. viridis), serta air Sendang Kawidodaren yang ditaburi bunga kantil, melati, mawar, dan kenanga. Setiap bahan memiliki fungsi spesifik berdasarkan kandungan kimia alaminya. Pengaplikasiannya dilakukan sesuai kondisi bilah pusaka. Kesimpulan penelitian ini adalah penggunaan bahan alami dalam jamasan pusaka di Puncak Suroloyo berfungsi sebagai bagian dari ritual spiritual dan representasi praktik konservasi tradisional.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Abdullah, V. I. (2021). Efektivitas Pemberian Air Kelapa Hijau (Cocos Nucifera L) Untuk Mengatasi Dismenore. Jurnal Kebidanan Sorong, 1(1), 1–7. https://doi.org/10.36741/jks.v1i1.119

Ardelina, P. A. N. (2025). Makna Simbolik Tradisi Kirab Pusaka Sebagai Media Edukasi Budaya Bagi Generasi Muda Di Kabupaten Trenggalek. Diwangkara: Jurnal Pendidikan, Bahasa, Sastra Dan Budaya Jawa, 5(1). https://doi.org/10.60155/dwk.v5i1.660

Arissky, L., & Fauzi, A. M. (2024). Tradisi Jamasan Pusaka Pada Bulan Suro: Penggabungan Nilai Budaya Jawa Dan Ajaran Agama Islam. Panangkaran: Jurnal Penelitian Agama Dan Masyarakat, 8(1), 53–65.

Diar, O. Y., Badariah, P. P. N., & Dora, N. (2025). Kearifan Lokal Serta Makna Dari Benda-Benda Pengiring Pernikahan Suku Jawa. Rekayasa: Jurnal Saintek, 1(01), 1–9.

Handayani, R., & Afiyanto, H. (2024). Eksistensi Pusaka Tombak Kyai Upas: Dari Sakralitas Ke Media Hiburan Tahun 1824-2000an. Indonesian Journal Of History And Islamic Civilization (Ijhic), 1(1), 29–42. https://doi.org/10.35719/ijhic.v1i1.4

Hasma, H., Panaungi, A. N., & Usman, Y. (2023). Uji Fitokimia Dan Stabilitas Fisik Sediaan Hair Tonic Ekstrak Jeruk Nipis (Citrus Aurantifolia). Jurnal Mipa, 13(1), 7–12. https://doi.org/10.35799/jm.v13i1.48705

Ilafi, A. (2020). Tradisi Jamasan Pusaka Dan Kereta Kencana Di Kabupaten Pemalang. Pangadereng : Jurnal Hasil Penelitian Ilmu Sosial Dan Humaniora, 6(1), 73–86. https://doi.org/10.36869/pjhpish.v6i1.41

Imamah, F. M., & Pebriyani, I. (2023). How People Perceived Heirlooms As Sources Of Environmental Values: Magic’s Frazer Theory On The Jamasan Ritual. Empirisma: Jurnal Pemikiran Dan Kebudayaan Islam, 32(2), 317–338. https://doi.org/10.30762/empirisma.v32i2.1036

Kamal, Moh. Z., & Effendi, A. (2024, October 16). Ritual Penjamasan Pusaka Akulturasi Nilai Nilai Islami Dan Local Wisdom Di Desa Aeng Tong Tong Kecamatan Saronggi Kabupaten Sumenep. Enhancing Islamic Values Trough Local Wisdom In Keeping Harmony And Tolerance. 6th Annual Conference For Muslim Scholar, UIN Sunan Ampel Surabaya.

Kristina, A. (2024). Teknik Wawancara Dalam Penelitian Kualitatif. Deepublish.

Kurniawan, B. N., Wibisono, S. S., Muna, Nailatul, Ernawati, Pradianda, D. S., Agustina, S. D., & Dasuki, N. P. (2025). Revitalisasi Tradisi Jamasan Pada Era Modernisasi Di Desa Dawuhan, Banyumas. Padaringan : Jurnal Pendidikan Sosiologi Antropologi, 07(01), 46–59.

Martayani, A. A. S. D. D. M., Suaniti, N. M., & Sulihingtyas, W. D. (2017). Kapasitas Antioksidan Dan Kadar Fenolik Total Dalam Sari Buah Mengkudu Terfermentasi. Jurnal Kimia, 113. https://doi.org/10.24843/jchem.2017.v11.i02.p02

Mulana, F., Muhammad, S., Nurmaida, A. L., & Sukma, W. A. (2018). Pengaktifan Kulit Asam Jawa Dengan Campuran Asam Sitrat Dan Asam Tartarat Untuk Penyerapan Ion Logam Cd (Ii). Jurnal Rekayasa Kimia &Amp; Lingkungan, 13(2), 135–143. https://doi.org/10.23955/rkl.v13i2.9050

Rohman, A., & Riyanto, S. (2017). Aktivitas Antioksidan Ekstrak Buah Mengkudu (Morinda Citrifolia, L). Agritech, 25(3), 131. https://doi.org/10.22146/agritech.13347

Rukhmana, T., Darwis, D., Alatas, Abd. R., Tarigan, W. J., Mufidah, Z. R., Arifin, M., & M.M., N. C., S. St. ,. (2022). Metode Penelitian Kualitatif. Cv Rey Media Grafika.

Saputri, I. R. (2022). Tradisi Kembar Mayang Dalam Kehidupan Masyarakat Jawa Di Desa Gulurejo. Jurnal Dinamika Sosial Budaya, 24(1), 92–98. https://doi.org/10.26623/jdsb.v24i1.3529

Sarbini, S., & Hapsari, I. S. (2020). Strategi Pelestarian Tradisi Jamasan Pusaka Suroloyo Sebagai Aset Budaya Tradisional Di Kulon Progo Yogyakarta. Kepariwisataan: Jurnal Ilmiah, 14(03), 185–194. https://doi.org/10.47256/kepariwisataan.v14i03.64

Sarosa, S. (N.D.). Analisis Data Penelitian Kualitatif. Pt Kanisius.

Sitorus, P., Suharyanisa, S., Chandra, D., & Sitanggang, B. (2021). Karakterisasi Dan Skrining Fitokimia Serta Analisis Flavonoid Dari Buah Mengkudu (Morindacitrifolia L) Secara Kromatografi Lapis Tipis. Jurnal Farmanesia, 8(2), 77–81. https://doi.org/10.51544/jf.v8i2.2793

Supriadi, S. (2022). Analisa Pemanfaatan Serat Sabut Kelapa Dan Serat Bambu Pada Pembuatan Kampas Rem Komposit Dengan Uji Mekanis. Roda: Jurnal Pendidikan Dan Teknologi Otomotif, 2(1), 49. https://doi.org/10.24114/roda.v2i1.33202

Syafa’ah, N., & Azis, D. K. (2024). Tradisi Jamasan Pusaka Bendedan Nilai Pendidikan Islamdi Bumijawa, Tegal: Sebuah Analisis Kultural. Tambo; Journal Of Manuscript And Oral Tradition, 02(02), 1–15.

Wulandari, F. T. (2020). Karateristik Sifat Fisika Bambu Tali (Gigantolochloa Apus Kurz ), Sebagai Bahan Baku Bambu Kerajinan. Jurnal Belantara, 3(1), 69–79. https://doi.org/10.29303/jbl.v3i1.424

Downloads

Published

2026-02-03

How to Cite

Purwanto, T. S., & Ratnaningtyas, Y. A. (2026). PENGGUNAAN BAHAN ALAMI DALAM UPACARA JAMASAN PUSAKA DI PUNCAK SUROLOYO, KULON PROGO. CENDEKIA: Jurnal Ilmu Pengetahuan , 6(2), 611-621. https://doi.org/10.51878/cendekia.v6i2.8858

Issue

Section

Articles