IDEOLOGI DALAM MAJALAH ANAK DIGITAL
DOI:
https://doi.org/10.51878/cendekia.v6i1.8306Keywords:
Ideologi, Representasi, Strategi, Pemikiran anakAbstract
Digital children's magazines have now transformed into strategic socialization agents that not only entertain but also instill certain values ??and ideologies to shape children's social cognition and character. This study aims to deconstruct the ideological content of Bobo Digital magazine, focusing on identifying the ideas constructed, the mechanisms of representation, and the discursive strategies used to influence readers. Using a critical qualitative paradigm through Teun A. Van Dijk's Critical Discourse Analysis model, this study examines textual and visual data from the fiction and nonfiction sections throughout the 2020 edition. The findings indicate that the magazine consistently champions the ideology of multiculturalism, environmental conservation, health awareness (COVID-19), and social ethics. Operationally, this ideology is manifested through techniques of representation of reality and misrepresentation (such as marginalizing negative behavior) to assert moral boundaries. Discursive strategies are systematically implemented through macrostructure (thematic), superstructure (schematic), and microstructure (semantic, syntactic, stylistic, and rhetorical). It is concluded that Bobo Digital acts as a subtle instrument of hegemony that directs children's thinking patterns to align with the norms and expectations of the adult world.
ABSTRAK
Majalah anak digital kini bertransformasi menjadi agen sosialisasi strategis yang tidak sekadar menghibur, tetapi juga menanamkan nilai dan ideologi tertentu guna membentuk kognisi sosial serta karakter anak. Penelitian ini bertujuan untuk mendekonstruksi muatan ideologis dalam majalah Bobo Digital, dengan fokus pada identifikasi gagasan yang dibangun, mekanisme representasi, serta strategi diskursif yang digunakan untuk memengaruhi pembaca. Menggunakan paradigma kualitatif kritis melalui pisau bedah Analisis Wacana Kritis model Teun A. Van Dijk , penelitian ini mengkaji data tekstual dan visual dari rubrik fiksi serta nonfiksi sepanjang edisi tahun 2020. Temuan menunjukkan bahwa majalah ini secara konsisten memperjuangkan ideologi multikulturalisme, pelestarian lingkungan, kesadaran kesehatan (Covid-19), serta etika sosial. Secara operasional, ideologi tersebut dimanifestasikan melalui teknik representasi realitas dan misrepresentasi (seperti marginalisasi perilaku negatif) untuk menegaskan batasan moral. Strategi pewacanaan diterapkan secara sistematis melalui elemen makrostruktur (tematik), superstruktur (skematik), dan mikrostruktur (semantik, sintaksis, stilistik, retoris). Disimpulkan bahwa Bobo Digital berperan sebagai instrumen hegemoni halus yang mengarahkan pola pikir anak agar selaras dengan norma dan ekspektasi dunia orang dewasa.
References
Andheska, H. (2015). Ekslusi dan inklusi pada rubrik Metropolitan Harian Kompas: Analisis wacana kritis berdasarkan sudut pandang Theo Van Leeuwen. Jurnal Bahastra, 34(1), 1–18. https://doi.org/10.26555/bahastra.v34i1.3592
Ando, M. T., Tulenan, V., & Sentinuwo, S. (2016). Rancang bangun aplikasi game edukasi pengenalan bahasa daerah Galela untuk anak tingkat sekolah dasar. Jurnal Teknik Informatika, 9(1), 1–9. https://doi.org/10.35793/jti.9.1.2016.12879
Andriana, W. D., Suyatno, S., & Indrawati, D. (2025). Interpretasi dan internalisasi nilai kehidupan dongeng majalah Bobo di era digital. Edukatif: Jurnal Ilmu Pendidikan, 7(1), 1150–1161. https://doi.org/10.31004/edukatif.v7i1.7454
Chaerowati, D. L. (2009). Idealisasi anak dalam wacana rubrik nonfiksi majalah “Bobo”. MIMBAR: Jurnal Sosial dan Pembangunan, 25(1), 1–14. https://doi.org/10.29313/mimbar.v25i1.272
Citraresmana, E., & Amalia, R. M. (2018). Representasi TKI di surat kabar Indonesia: Kajian wacana dan kognisi melalui studi korpus. Metalingua: Jurnal Penelitian Bahasa, 16(1), 13–24. https://doi.org/10.26499/metalingua.v16i1.134
Fauzan, U. (2014). Analisis wacana kritis dari model Fairclough hingga Mills. Pendidik: Jurnal Tenaga Kependidikan, 6(1), 1–12. http://etd.repository.ugm.ac.id/home/detail_pencarian/78979
Hadi, A. S. (2018). Cerita Si Kuncung: Membaca relasi kuasa dalam majalah anak-anak Indonesia. Indonesian Historical Studies, 2(1), 22–32. https://doi.org/10.14710/ihis.v2i1.2284
Hidayati, O. N. (2018). CILUKBA: Popular learning dan akhlak inklusif dalam majalah anak Islam. MIQOT: Jurnal Ilmu-ilmu Keislaman, 42(1), 61–80. https://doi.org/10.30821/miqot.v42i1.312
Huda, M. (2020). Leksikon sebagai sarana pembuat klasifikasi: Kajian AWK dalam berita pemilihan presiden 2019 Kompas.com & Republika.co.id. Lingua Franca: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pengajarannya, 4(2), 226–238. https://doi.org/10.30651/lf.v4i2.5369
Khalik, S., & Suhartini, Z. (2017). Penggunaan kosakata dalam wacana berita tentang kasus Hambalang. Cakrawala Indonesia, 2(1), 1–10. https://doi.org/10.55678/cakrawala.v2i1.60
Lange, T., & Meaney, T. (2019). What the mathematics in the puzzles and handicrafts in 1920s Danish children’s magazines tells us about childhood. Contemporary Issues in Early Childhood, 20(4), 365–378. https://doi.org/10.1177/1463949119888480
Lestari, H. P. (2021). Analisis wacana kritis lirik lagu “Lexicon” ciptaan Isyana Sarasvati. Undas: Jurnal Hasil Penelitian Bahasa dan Sastra, 17(1), 31–42. https://doi.org/10.26499/und.v17i1.3398
Mahardhika, P. S. (2020). Analisis wacana tangan kidal pada grup Facebook KOKI (Komunitas Orang Kidal Indonesia). The Commercium, 3(3), 118–129. https://ejournal.unesa.ac.id/index.php/Commercium/article/view/37973
Mauluddia, Y., & Yulindrasari, H. (2024). Peran literasi digital dalam mendukung perkembangan anak usia dini melalui pemanfaatan teknologi. Jurnal Obsesi: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 8(5), 1209–1220. https://doi.org/10.31004/obsesi.v8i5.6166
Mudana, I. W. (2021). Majalah Bobo sebagai arena konstruksi sosial dalam pengembangan literasi sosial pada anak-anak. Jurnal Widya Citra, 2(1), 38–47. https://doi.org/10.53675/juwitra.v2i1.40
Nurul, Z. (2017). Representasi ideologi dalam struktur wacana Kata Hari Ini. Lingua, 12(2), 97–116. https://doi.org/10.18860/ling.v12i2.4056
Nuryadi, N. (2016). Analisis tematik dan skematik pemberitaan The Jakarta Post mengenai penerapan syariat Islam di Aceh. Jurnal Makna, 1(1), 1–19. https://jurnal.unimus.ac.id/index.php/makna/article/view/3233
Radhani, M., Syafira, P., Sulitia, R., Novalza, S., Indah, T., Agustin, V., & Setiawan, D. (2024). Pengaruh media digital dalam perkembangan sikap dan emosional siswa sekolah dasar. Action Research Journal Indonesia (ARJI), 6(4), 55–60. https://doi.org/10.61227/arji.v6i4.276
Risa, F. A., & Anwar, M. (2021). Analisis wacana kritis model Teun A. van Dijk pada iklan Ramayana Department Store. Suar Betang, 16(2), 173–184. https://doi.org/10.26499/surbet.v16i2.285
Rivanti, T. A., & Yuliati, D. (2020). Majalah Si Kuntjung: Suatu media penanaman spirit nasionalisme anak tahun 1956-1965. Historiografi, 1(1), 22–28. http://journal.unnes.ac.id/sju/index.php/historiografi/article/view/39327
Sari, C. P. (2018). Struktur tematik berita penyalahgunaan narkoba Harian Media Indonesia (Analisis wacana kritis Teun A. van Dijk). FON: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, 12(1), 11–22. https://doi.org/10.25134/fjpbsi.v12i1.1517
Sholikhati, N. I., & Mardikantoro, H. B. (2017). Analisis tekstual dalam konstruksi wacana berita korupsi di Metro TV dan NET dalam perspektif analisis wacana kritis Norman Fairclough. Seloka: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, 6(2), 123–129. https://doi.org/10.15294/seloka.v6i2.17649
Songgo, S. (2012). Representasi ideologi dan kekuasaan dalam semantik wacana delik pers. Sawerigading, 18(2), 169–178. https://doi.org/10.26499/sawer.v18i2.338















