MODERASI KEBIJAKSANAAN DALAM HUBUNGAN IDENTITAS DIGITAL DAN PERBANDINGAN SOSIAL PADA GENERASI Z PENGGUNA LINKEDIN
DOI:
https://doi.org/10.51878/cendekia.v6i1.8256Keywords:
Kebijaksanaan, Identitas Digital , Perbandingan Sosial, , Generasi Z, LinkedinAbstract
ABSTRACT
Digital identity is a self-representation built through online activities and has become a crucial aspect for Generation Z, who grew up amidst technological advancements. One widely used platform is LinkedIn, which functions not only to expand professional networks but also as a means of building self-image. However, exposure to other people's profiles on LinkedIn, which tend to be perceived as better and more attractive than one's own self-image, can trigger social comparison, potentially reducing an individual's psychological well-being. This study aims to examine the relationship between digital identity and social comparison among Generation Z LinkedIn users, as well as the moderating role of wisdom in this relationship. This study used a quantitative method, with 404 Generation Z LinkedIn employee participants aged 18–25 years old. The instruments used included the Digital Identity Scale to measure digital identity, the IOWA Netherlands Comparison Orientation Measure (INCOM) to measure social comparison, and the Brief Self-Assessed Wisdom Scale (BSAWS) to measure wisdom. Data analysis was conducted using correlation tests and multiple linear regression. The results showed that digital identity had a positive and significant effect on social comparison (? = 0.711, p < 0.001). Meanwhile, wisdom did not significantly moderate the relationship (p = 0.608). Additional findings showed significant differences in wisdom based on age and employment status, but not by gender.
ABSTRAK
Digital identity (identitas digital) merupakan representasi diri yang dibangun melalui aktivitas daring dan menjadi aspek penting bagi Generasi Z yang tumbuh di tengah perkembangan teknologi. Salah satu platform yang banyak digunakan adalah LinkedIn, yang difungsikan bukan hanya untuk memperluas jaringan kerja profesional tetapi juga sebagai sarana pembentukan citra diri. Namun, paparan terhadap profil orang lain di media sosial LinkedIn, yang cenderung dianggap lebih baik dan menarik dibandingkan dengan citra diri sendiri, dapat memicu social comparison (perbandingan sosial) yang berpotensi menurunkan kesejahteraan psikologis individu. Penelitian ini bertujuan untuk menguji hubungan antara identitas digital dan perbandingan sosial pada Generasi Z pengguna LinkedIn, serta menguji peran moderasi wisdom (kebijaksanaan) dalam hubungan tersebut. Metode penelitian ini adalah kuantitatif, dengan responden 404 partisipan karyawan Generasi Z pengguna LinkedIn, berusia 18–25 tahun. Instrumen yang digunakan meliputi Digital Identity Scale untuk mengukur identitas digital, IOWA Netherlands Comparison Orientation Measure (INCOM) untuk mengukur perbandingan sosial, serta Brief Self-Assessed Wisdom Scale (BSAWS) untuk mengukur kebijaksanaan. Analisis data dilakukan dengan uji korelasi dan regresi linear berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa identitas digital berpengaruh positif dan signifikan terhadap perbandingan sosial (? = 0.711, p < 0.001). Sementara itu, kebijaksanaan tidak memoderasi hubungan tersebut secara signifikan (p = 0.608). Temuan tambahan menunjukkan perbedaan kebijaksanaan yang signifikan berdasarkan usia dan status pekerjaan, namun tidak berdasarkan jenis kelamin.
References
Alutaybi, A., Al-Thani, D., McAlaney, J., & Ali, R. (2020). Mengatasi Rasa Takut Ketinggalan (Fomo) Di Media Sosial: Metode Fomo-R. Jurnal Internasional Penelitian Lingkungan dan Kesehatan Masyarakat, 17 (17), 6128. https://doi.org/10.3390/ijerph17176128
Ardelt, M., & Jeste, DV (2018). Kebijaksanaan Dan Masa-Masa Sulit: Efek Perbaikan Kebijaksanaan Pada Hubungan Negatif Antara Peristiwa Kehidupan Yang Merugikan Dan Kesejahteraan. Jurnal Gerontologi: Seri B, 73 (8), 1374–1383. https://doi.org/10.1093/geronb/gbx117
Ardelt, M., Gerlach, KR, & Vaillant, GE (2019). Prediktor Kebijaksanaan Dan Kesejahteraan Subjektif Di Usia Tua Pada Masa Awal Dan Pertengahan Kehidupan. Jurnal Gerontologi: Ilmu Psikologi, 74 (8), 1354–1364. https://doi.org/10.1093/geronb/gbx165
Badan Pusat Statistik. (2025). Statistik pemuda Indonesia 2025 . https://www.bps.go.id
Brienza, JP, Kung, FYH, Santos, HC, Bobocel, DR, & Grossmann, I. (2018). Kebijaksanaan, Bias, Dan Keseimbangan: Menuju Pengukuran Kognisi Terkait Kebijaksanaan Yang Sensitif Terhadap Proses. Jurnal Kepribadian dan Psikologi Sosial, 115 (6), 1093–1126. https://doi.org/10.1037/pspp0000171
Brillon, A., Visser, M., & Roche, M. (2025). Perbandingan Sosial Ke Atas Di Media Sosial Profesional Dan Pengaruhnya Terhadap Kesejahteraan Orang Dewasa Muda. Jurnal Psikologi Media, 37 (1), 12–25. https://doi.org/10.1027/1864-1105/a000350
de Vries, DA, & Kühne, R. (2015). Facebook Dan Persepsi Diri: Kerentanan Individu Terhadap Perbandingan Sosial Negatif Di Facebook. Personality and Individual Differences, 86, 217–221. https://doi.org/10.1016/j.paid.2015.06.026
Faelens, L., Hoorelbeke, K., Fried, E., De Raedt, R., & Koster, EHW (2021). Pengaruh Negatif Penggunaan Facebook Melalui Perbandingan Sosial Dan Perenungan. Current Opinion in Psychology, 36 , 43–47. https://doi.org/10.1016/j.copsyc.2020.04.002
Festinger, L. (1954). Sebuah Teori Tentang Proses Perbandingan Sosial. Hubungan Manusia, 7 (2), 117–140. https://doi.org/10.1177/001872675400700202
GoodStats. (2024). Laporan Tenaga Kerja Pemuda: Persaingan Kerja Digital Di Asia Tenggara . https://goodstats.id
Grossmann, I., Weststrate, NM, & Ardelt, M. (2020). Ilmu Kebijaksanaan Dalam Psikologi: Mendefinisikan, Mengukur, Dan Memelihara Pemikiran Bijak. Psychological Inquiry, 31 (2), 142–159. https://doi.org/10.1080/1047840X.2020.1750917
Kim, J., & Lee, JR (2022). Presentasi Diri Strategis Dan Konstruksi Identitas Ideal Di Situs Jejaring Sosial. Komputer Dalam Perilaku Manusia, 130, 107–119. https://doi.org/10.1016/j.chb.2021.107119
Lee, SY (2021). Bagaimana Orang Membandingkan Diri Mereka Dengan Orang Lain Di Situs Jejaring Sosial?: Peran Presentasi Diri Yang Dikurasi Dan Orientasi Perbandingan Sosial. Computers in Human Behavior, 115, 106610. https://doi.org/10.1016/j.chb.2020.106610
Liu, Y., Wang, X., & Zhang, L. (2023). Perbandingan Sosial Di Linkedin Dan Dampak Psikologisnya Pada Pencari Kerja. Computers in Human Behavior, 140, 107602.
https://doi.org/10.1016/j.chb.2022.107602
Marino, C., Finos, L., Vieno, A., Lenzi, M., & Spada, MM (2017). Perilaku Facebook Objektif: Perbedaan Antara Pengguna Bermasalah Dan Tidak Bermasalah. Computers in Human Behavior, 73 , 541–546. https://doi.org/10.1016/j.chb.2017.04.015
Niu, G., Sun, X., Zhou, Z., Yu, F., Yang, S., & Fan, C. (2022). Penggunaan Situs Jejaring Sosial Dan Perbandingan Sosial: Sebuah Meta-Analisis. Psikologi Terkini, 41, 4114–4128.
https://doi.org/10.1007/s12144-020-00827-9
Odgers, CL, & Jensen, MR (2020). Tinjauan Penelitian Tahunan: Teknologi Digital, Perkembangan Identitas, Dan Masa Dewasa Awal. Jurnal Psikologi Anak dan Psikiatri, 61 (3), 336–351. https://doi.org/10.1111/jcpp.13207
Przybylski, AK, Murayama, K., DeHaan, CR, & Gladwell, V. (2013). Korelasi Motivasi, Emosional, Dan Perilaku Dari Rasa Takut Ketinggalan. Komputer Dalam Perilaku Manusia, 29 (4), 1841–1848. https://doi.org/10.1016/j.chb.2013.02.014
Schmuck, D., Karsay, K., Matthes, J., & Stevic, A. (2019). Melihat Ke Atas Dan Merasa Ke Bawah: Pengaruh Penggunaan Situs Jejaring Sosial Seluler Terhadap Perbandingan Sosial Ke Atas, Harga Diri, Dan Kesejahteraan Pengguna Ponsel Pintar Dewasa. Telematika dan Informatika, 42, 101240. https://doi.org/10.1016/j.tele.2019.101240
Scuderia, M. (2024). Statistik pengguna LinkedIn di Indonesia 2024. Social Media Insights Asia. https://socialmediainsights.asia/linkedin-indonesia-2024
Wayment, HA, & Taylor, SE (2020). Proses Evaluasi Diri Dalam Konteks Media Sosial. Current Opinion in Psychology, 36, 41–46. https://doi.org/10.1016/j.copsyc.2020.03.006















