PERAN MAKANAN TRADISIONAL DALAM PEMBENTUKAN IDENTITAS BUDAYA: SUATU TINJAUAN SISTEMATIS
DOI:
https://doi.org/10.51878/cendekia.v6i1.8195Keywords:
Makanan, Tradisional, Identitas, Budaya, NasionalAbstract
ABSTRACT
Traditional food is an important part of Indonesian society and culture, reflecting social and cultural values as well as cultural identity. However, modernization and lifestyle changes, including the increasing consumption of fast food, have led to a decline in societal interest in traditional food, despite its symbolic significance for national cultural identity. This study aims to examine the role of traditional food in the formation of cultural identity. The study employed a systematic review method following the PRISMA 2020 model. Data were collected through the Google Scholar database using the keywords “traditional food” and “cultural identity.” Of the 30 articles identified, only six met the inclusion criteria for analysis. The data were analyzed using thematic analysis. The findings indicate that traditional food plays an important role as a symbol of cultural identity and as a means of preserving national values in the era of globalization. The findings of this study are expected to contribute information, references, and evaluative insights regarding the role of traditional food in the development of local cultural studies.
ABSTRAK
Makanan tradisional merupakan bagian penting dari kehidupan dan budaya masyarakat Indonesia yang mencerminkan nilai serta identitas sosial-budaya. Namun, modernisasi dan perubahan gaya hidup, termasuk meningkatnya konsumsi makanan cepat saji, menyebabkan menurunnya minat masyarakat terhadap makanan tradisional, meskipun makanan tersebut memiliki makna simbolis bagi jati diri budaya bangsa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran makanan tradisional dalam pembentukan identitas budaya. Metode yang digunakan yaitu metode systematic review dengan model PRISMA 2020. Data dikumpulkan melalui database Google Scholar. Pencarian data menggunakan kata kunci “makanan tradisional” dan “identitas budaya”. Dari 30 artikel yang ditemukan hanya 6 artikel yang memenuhi kriteria ke tahap analisis. Kemudian, data dianalisis dengan menggunakan teknik analisis tematik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa makanan tradisional memiliki peranan penting sebagai simbol identitas budaya serta sarana dalam melestarikan nilai-nilai bangsa di tengah era globalisasi saat ini. Temuan hasil ini diharapkan dapat memberikan informasi, referensi, dan evaluasi mengenai peran makanan tradisional bagi pengembangan kajian budaya lokal.
References
Abror, K. T., Zennika, T., Putri, E. P. M., Yukuri, K. A., & Supriyono. (2024). Peran makanan tradisional dalam menguatkan identitas nasional. Jurnal Budaya Nusantara, 7(1), 24-35. https://doi.org/10.36456/JBN.vol7.no1.8834
Afni, N. (2025). Karakteristik makanan sebagai identitas budaya: Studi komparatif kuliner Timur Tengah dan Indonesia. Jurnal Pendidikan Tambusai, 9(2), 12883-12890. https://jptam.org/index.php/jptam/article/download/26858/18398/45872
Aini, A. N., Ahmad, D. A., Puspa, E., Putri, M., Muthmainnah, F. H., & Hurumatillah, Z. H. (2024). Peran kuliner tradisional nusantara dalam memengaruhi kegiatan ekonomi dan bahasa di Indonesia. Jurnal Pendidikan Tambusai, 8(2), 22243-22252. Retrieved from https://jptam.org/index.php/jptam/article/view/15667
Candra, M. A., Enjeladinata, O. V., & Widana, M. R. (2023). Eksistensi makanan tradisional di tengah gempuran makanan Korea. Prosiding Seminar Nasional Ilmu Ilmu Sosial (SNIIS), 2, 352-361. Retrieved from https://proceeding.unesa.ac.id/index.php/sniis/article/view/815
Dewantara, Y., Nurbaeti, & Gunawijaya, J. (2023). Ritual gastronomy and cultural identity formation in Kampung Naga: an ethnographic investigation of the role of culinary in religious rituals and cultural practices. Gema Wiralodra, 14(3), 1447-1459. https://doi.org/10.31943/gw.v14i3.560
Eliza, H., Elmustian, Fatihah, Efendi, A. N., Candra, Z. P. R., Utari, N., Ahadani, S., & Gunawan, R. A. (2024). Kuliner sebagai warisan budaya : Eksplorasi sate kuok dan makan bedulang di Desa Pulau Belimbing. Student Research Journal, 2(6), 208-219. https://doi.org/10.55606/srj-yappi.v2i6.1628
Fischler, C. (1988). Food, self and identity. Social science information, 27(2), 275-292.
Harsoyo, T. T., Denilson, H., Anugrah, C., Nisa, A., Yulindasari, A., & Tiatri, S. (2024). Persepsi mahasiswa terhadap penguatan identitas budaya dan nilai pancasila melalui kuliner tradisional di universitas x. J-CEKI : Jurnal Cendekia Ilmiah, 4(1), 1573-1580. https://www.ulilalbabinstitute.id/index.php/J-CEKI/article/view/6324
Krisnawati, I. (2022, Maret). Nasi liwet solo, kuliner tradisional dengan keunikan sejarah, budaya dan filosofi. Destinesia: Jurnal Hospitaliti dan Pariwisata, 3(2). https://doi.org/10.31334/jd.v3i2.2216
Modhe Dua, F., Neonbeni, R., Timo, R. I., Elsin, F., Mas’ud, F., & Benu, A. (2025). Peran makanan tradisional dalam mempertahankan identitas budaya di era globalisasi. Pendas: Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar, 10(04). https://doi.org/10.23969/jp.v10i04.36819
Nugraheni, S., Saryani, & Prasetyanto, H. (2025). Melestarikan kuliner tradisional Yogyakarta: Peran STP AMPTA dalam pariwisata berkelanjutan. Gastronomy and Culinary Art, 4(1), 50-60. https://doi.org/10.36276/gastronomyandculinaryart.v4i1.836
Nurhayati, Cahyani, I. G., Adella, J., Annisa, N., Harahap, N. A. H., Tambunan, S. K. T., & Mecca, Z. A. (2025). Analisis persepsi dan praktik gizi pencegahan diabetes tipe 2 di kalangan generasi milenial perkotaan. Jurnal Review Pendidikan Dan Pengajaran, 8(2), 5833-5839. https://doi.org/10.31004/jrpp.v8i2.47017
Pohan, M., Margaret, N. T., & Darma, S. P. (2024). Tantangan wirausaha penjual kuliner tradisional di tengah popularitas makanan modern era globalisasi saat ini (Studi Kasus Usaha Lemang dan Tape Desa Karang Rejo). Jurnal Ilmiah Ekonomi, Akuntansi, dan Pajak, 1(4), 142-152. https://doi.org/10.61132/jieap.v1i4.650
Pugra, I. W., Kencanawati, A. A. A. M., & Kurniawan, I. G. W. A. (2025). The cultural significance of traditional foods in shaping Indonesian social identity: Challenges and preservation strategies. Journal of Language, Literature, Social and Cultural Studies, 3(1), 21–31. https://doi.org/10.58881/jllscs.v3i1.318
Rahmawati, T., & Syarifuddin, D. (2025). Partisipasi masyarakat dalam pelestarian makanan tradisional wajit sebagai daya tarik wisata di desa cililin. Jurnal Pendidikan dan Perhotelan, 5(1), 36-43. https://doi.org/10.21009/JPPV5i104
Rohmawati, Y. (2024). Historiography of Indonesian culinary: Tracing trails and national identity through the history of food. Siginjai: Jurnal Sejarah, 4(2). https://doi.org/10.22437/js.v4i2.37758
Rosidin, O., Riansi, E. S., & Muhyidin, A. (2021). Leksikon kuliner tradisional masyarakat kabupaten pandeglang. LITERA, 20(1). https://doi.org/10.21831/ltr.v20i1.33908
Roza, Y. M., Razali, G., Fatmawati, E., Syamsuddin, S., & Wibowo, G. A. (2023). Identitas budaya dan sosial pada makanan khas daerah: Tinjauan terhadap perilaku konsumsi masyarakat muslim pada bulan ramadan di Indonesia. Komitmen: Jurnal Ilmiah Manajemen, 4(1), 305-315. https://doi.org/10.15575/jim.v4i1.25031
Saputri, Y. W., Rhodinia, S., & Setiawan, B. (2024). Dampak globalisasi terhadap perubahan gaya hidup di Indonesia. Maximal Journal : Jurnal Ilmiah Bidang Sosial, Ekonomi, Budaya Dan Pendidikan, 1(5), 208-217. https://malaqbipublisher.com/index.php/MAKSI/article/view/192
Semotiuk, A. J., Ezcurra, E., Ahmad, L., & Cuerrier, A. (2022). Ancestral traditions of the future: Where is traditional knowledge and practice preservation directed? Ethnobotany Research and Applications, 23, 1-23. https://ethnobotanyjournal.org/index.php/era/article/view/3315
Simanjuntak, B. Y., Suryani, D., Haya, M., & Khomsan, A. (2020). Identification and farmer family's preference of indigenous food in rural Bengkulu. Jurnal Kesehatan Prima, 14(2), 120-138. https://doi.org/10.32807/jkp.v14i2.562
Sophianti, N., & Bashori, M. (2024). Lentog tanjung: Antara tradisi kuliner dan tantangan modernisasi di era globalisasi di abad 20. HISTORIA PEDAGOGIA: Jurnal Penelitian dan Inovasi Pendidikan Sejarah, 13(2). https://journal.unnes.ac.id/journals/hp/article/view/14820/2675
Wachidah, L. R., Subandiyah, H., Indarti, T., Ahmadi, A., & Yohanes, B. (2025). Identitas kolektif dalam cerita rakyat bertema kuliner ASEAN: Kajian gastronomi sastra. GHANCARAN: Jurnal Pendidikan Bahasa Dan Sastra Indonesia, 7(1), 307-326. https://doi.org/10.19105/ghancaran.v7i1.17902
Wattimena, J. (2025). Memudarnya budaya dayung pada suku biak kafdarun: Analisis faktor internal & eksternal. Jurnal Ekologi Birokrasi, 13(1), 34-45. https://ejournal.uncen.ac.id/index.php/JEB/article/view/4490
Yusriman, Fadlillah, & Syafril. (2025). Transformasi kebudayaan lokal dalam era globalisasi: Studi kasus pada masyarakat pasaman barat. Jurnal Dinamika Sosial Dan Sains, 2(2), 462-470. https://doi.org/10.60145/jdss.v2i2.122















