KULINER SEBAGAI WARISAN BUDAYA: STUDI KASUS PELESTARIAN MAKANAN TRADISIONAL WINGKO BABAT DI ERA GENERASI MILENIAL

Authors

  • Madani Waskita Putra Nagari Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya

DOI:

https://doi.org/10.51878/cendekia.v6i1.8019

Keywords:

Kuliner Tradisional, Observasi Warisan Budaya, Generasi Milenial

Abstract

This study examines the preservation of Wingko Babat, a traditional Indonesian culinary product, as a form of local cultural heritage amid social changes and shifting consumption patterns among the millennial generation. Wingko Babat functions not only as a food product but also as a representation of cultural identity, collective memory, and local values within the Babat community of Lamongan Regency. This research employs a qualitative approach with a case study design to explore cultural meanings, millennial perceptions, and preservation strategies implemented by local producers, community groups, and local government. Data were collected through field observations, in-depth interviews with Wingko Babat producers, millennial consumers, and sub-district officials, as well as documentation of production and promotional activities. The findings indicate that the millennial generation plays a strategic role in preserving Wingko Babat through packaging innovation, product diversification, the use of social media, and digital marketing strategies based on cultural storytelling. However, preservation efforts continue to face challenges, including weak producer regeneration, limited digital literacy, and competition from modern culinary products. This study highlights the importance of adaptive and collaborative approaches in sustaining traditional culinary heritage as part of Indonesia’s intangible cultural heritage in the digital era.

ABSTRAK

Penelitian ini mengkaji upaya pelestarian makanan tradisional Wingko Babat sebagai warisan budaya lokal di tengah dinamika sosial dan perubahan pola konsumsi generasi milenial. Wingko Babat tidak hanya berfungsi sebagai produk pangan, tetapi juga merepresentasikan identitas budaya, memori kolektif, dan nilai-nilai lokal masyarakat Babat, Kabupaten Lamongan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus untuk menggali makna kultural, persepsi generasi milenial, serta strategi pelestarian yang dilakukan oleh pelaku usaha, komunitas lokal, dan pemerintah setempat. Data dikumpulkan melalui observasi lapangan, wawancara mendalam dengan produsen Wingko Babat, generasi milenial, dan aparatur kecamatan, serta dokumentasi aktivitas produksi dan promosi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa generasi milenial memiliki peran strategis dalam pelestarian Wingko Babat melalui inovasi kemasan, pengembangan varian rasa, pemanfaatan media sosial, dan strategi pemasaran digital berbasis storytelling budaya. Meskipun demikian, pelestarian masih menghadapi tantangan berupa lemahnya regenerasi produsen, keterbatasan literasi digital, dan persaingan dengan produk kuliner modern. Penelitian ini menegaskan pentingnya pendekatan adaptif dan kolaboratif dalam menjaga keberlanjutan kuliner tradisional sebagai bagian dari warisan budaya takbenda di era digital.

References

Ali, M. (2025). Dinamika Tren Kuliner Asing dan Tantangan Pelestarian Kuliner Tradisional di Indonesia. Journal Of Economics, Business, Management, Accounting And Social Sciences, 3(3), 137-147. https://doi.org/10.63200/jebmass.v3i3.186

Aziz, B. (2025). Identitas Budaya Di Era Digital. Yayasan Tri Edukasi Ilmiah.

Chusaini, F., Prawoto, E., & Apriliani, R. A. E. P. (2023). Pengaruh Word Of Mouth, Harga, Kualitas Produk Dan Brand Image Terhadap Keputusan Pembelian Wingko Babat Pak Suratman. Jamasy: Jurnal Akuntansi, Manajemen dan Perbankan Syariah, 3(4), 40-51. https://doi.org/10.32699/jamasy.v3i4.5465

Faradilla, H., Deswita, R., & Anggraini, R. S. (2025). Systematic Literature Review: Eksplorasi Etnomatematika Pada Makanan Tradisional. Tematik: Jurnal Konten Pendidikan Matematika, 3(1), 34-43. https://doi.org/10.55210/tematik.v3i1.1934

Intani, R. (2014). Kiat penjual makanan tradisional dalam menembus pasar. Patanjala: Journal of Historical and Cultural Research, 6(2), 315-328. https://doi.org/10.30959/patanjala.v6i2.202

Kharisma, D., & Evi, E. (2023). Penerapan Strategi Bauran Pemasaran Usaha Pada Wingko Babat Pak Sugito Di Merbau-Banyumanik. Magisma: Jurnal Ilmiah Ekonomi Dan Bisnis, 11(1), 22-30. https://doi.org/10.35829/magisma.v11i1.273

Khoiriah, U., & Fauziyah, E. (2024). Preferensi Konsumen Terhadap Kue Wingko Babat Produksi UMKM di Lamongan. Journal of Agribusiness Science and Rural Development, 4(1), 32-50. https://doi.org/10.32639/2z617a79

Kurniawan, R. W., & Munir, N. S. (2021). Pengembangan Bisnis Toko Wingko “Kelapa Muda”. Journal of Emerging Business Management and Entrepreneurship Studies, 1(1), 79-101. https://doi.org/10.34149/jebmes.v1i1.9

Meike, P. P. (2018). Oral History Wingko Babat Kue Tradisional Khas Babat Lamongan Jawa Timur (Tugas Akhir, Universitas Airlangga). https://repository.unair.ac.id/73074/

Nugraheni, S., & Prasetyanto, H. (2025). Melestarikan Kuliner Tradisional Yogyakarta: Peran STP AMPTA dalam Pariwisata Berkelanjutan. Gastronomy and Culinary Art, 4(1), 50-60. https://doi.org/10.36276/gastronomyandculinaryart.v4i1.836

Putri, R., & Dwiyanto, B. M. (2023). Pengaruh digital marketing dan word of mouth terhadap keputusan pembelian konsumen dengan brand image sebagai variabel mediasi (Studi Pada Konsumen Wingko Babat Pak Moel di Kota Semarang). Diponegoro Journal of Management, 12(1). https://ejournal3.undip.ac.id/index.php/djom/article/view/38685

Sarwopeni, S. D., & Saraswati, U. (2021). Intangible Conservation: Keberadaan Wingko Babat Kuliner Khas Semarang Tahun 1946-2019. Journal of Indonesian History, 10(1), 77-85. https://doi.org/10.15294/jih.v10i1.47029

Sholikhah, E. A., & Nurlaela, L. (2013). Manajemen Produksi Usaha Wingko Khas Kota Babat Di Kecamatan Babat Kabupaten Lamongan (Studi Di Pabrik Wingko Loe Lan Ing Babat). E-journal Boga, 2(3), 86-94. https://ejournal.unesa.ac.id/index.php/jurnal-tata-boga/article/view/4050

Syahputra, A. R., Marhendra, S. D., Nugroho, A. S., Ara, G. R. D., Fadilla, R. V., Hidayat, A., & Fitrianti, A. (2025). Penerapan Komunikasi Edukatif Untuk Promosi Budaya Kuliner Wingko Tugu Muda Di Cfd Kota Semarang. Jurnal Multidisiplin Ilmu Akademik, 2(4), 700-707. https://doi.org/10.61722/jmia.v2i4.5922

Trisnawati, I. D., & Purwadiani, N. (2015). Pengaruh Proporsi Tepung Ketan dan Tepung Kedelai Terhadap Sifat Organoleptik Wingko Babat. E-Journal Boga, 4(2), 67-76. https://ejournal.unesa.ac.id/index.php/jurnal-tata-boga/article/view/11942

Utami, M. D. S. (2024). Analisis Kelayakan Bisnis Pada Usaha Makanan Tradisional Wingko Babat Loe Lan Ing Di Kecamatan Babat Kabupaten Lamongan: Tinjauan Pada Aspek Legalitas Usaha, Syariah Dan Kehalalan. Jurnal Media Akademik (JMA), 2(6). https://doi.org/10.62281/v2i6.500

Yaskun, M., Pambudy, A. P., & Hidayat, K. (2019). Strategi pengembangan industri wingko babat. e-Prosiding SNasTekS, 1(1), 357-366. https://journal.unusida.ac.id/index.php/snts/article/view/105

Downloads

Published

2026-01-08

How to Cite

Nagari, M. W. P. (2026). KULINER SEBAGAI WARISAN BUDAYA: STUDI KASUS PELESTARIAN MAKANAN TRADISIONAL WINGKO BABAT DI ERA GENERASI MILENIAL. CENDEKIA: Jurnal Ilmu Pengetahuan , 6(1), 69-79. https://doi.org/10.51878/cendekia.v6i1.8019

Issue

Section

Articles

Most read articles by the same author(s)

Obs.: This plugin requires at least one statistics/report plugin to be enabled. If your statistics plugins provide more than one metric then please also select a main metric on the admin's site settings page and/or on the journal manager's settings pages.