IMPLEMENTASI PELATIHAN PEMBATIK DALAM MENINGKATKAN KOMPETENSI TIK GURU SMA

Authors

  • Hanna Kali Wahyumi Program Pascasarjana, Program Studi Pendidikan Masyarakat, Universitas Palangka Raya
  • Saifullah Darlan Program Pascasarjana, Program Studi Pendidikan Masyarakat, Universitas Palangka Raya
  • Muhamad Affandi Program Pascasarjana, Program Studi Pendidikan Masyarakat, Universitas Palangka Raya

DOI:

https://doi.org/10.51878/cendekia.v5i1.4581

Keywords:

Pendidikan Orang Dewasa, Kompetensi, Pelatihan, Pembatik

Abstract

The development of technology today certainly has a very significant impact on the world of education. With the many trainings that can be followed by teachers related to the use of ICT, one of which is PembaTIK. This study aims to determine: (1) the implementation of PembaTIK training for high school teachers in Palangka Raya, (2) supporting and inhibiting factors for high school teachers in Palangka Raya in participating in PembaTIK training and (3) the impact on teachers in high schools in Palangka Raya after participating in the PembaTIK training program. The approach used in this study is descriptive qualitative. Data collection techniques use observation, interviews and documentation. Data analysis is carried out in stages, the stages are (1) data collection, (2) data condensation, (3) data presentation, and (4) drawing conclusions/verification. The results of this study are (1) PembaTIK training is carried out with the principle of adult education that emphasizes the experience of training participants. (2) Supporting factors for participants during the PembaTIK training are awareness of the urgency of ICT in learning, relevant and applicable materials, mentoring by professional mentors, and flexibility and ease of access. Meanwhile, the inhibiting factors for participants during the training process were time constraints, obstacles in video editing and challenges in time management and learning consistency. (3) The impact on teachers after participating in this training is an increase in teacher responsibility in determining the right content and materials in the use of technology in learning.

ABSTRAK
Perkembangan teknologi pada saat ini tentunya membawa dampak yang sangat signifikan dalam dunia pendidikan. Dengan banyaknya pelatihan yang dapat diikuti oleh Bapak Ibu Guru terkait dengan pemanfaatan TIK, salah satunya adalah PembaTIK. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) pelaksanaan pelatihan PembaTIK bagi Guru SMA di Palangka Raya, (2) faktor pendukung dan penghambat bagi Guru SMA di Palangka Raya dalam mengikuti pelatihan PembaTIK dan (3) dampak bagi guru di SMA Palangka Raya setelah mengikuti program pelatihan PembaTIK. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara dan dokumentasi. Analisis data dilakukan secara bertahap, tahapan tersebut adalah (1) pengumpulan data, (2) kondensasi data, (3) penyajian data, dan (4) penarikan kesimpulan/verifikasi. Hasil penelitian ini adalah (1) Pelatihan PembaTIK dilaksanakan dengan prinsip pendidikan orang dewasa yang menekankan pada pengalaman peserta pelatihan. (2) Faktor pendukung peserta selama mengikuti pelatihan PembaTIK adalah kesadaran akan urgensi TIK dalam pembelajaran, materi yang relevan dan aplikatif, pendampingan oleh mentor profesional, dan fleksibilitas dan kemudahan akses. Sedangkan faktor penghambat peserta selama proses pelatihan adalah keterbatasan waktu, kendala dalam pengeditan video dan tantangan manajemen waktu dan konsistensi belajar. (3) Dampak bagi Guru setelah mengikuti pelatihan ini adalah peningkatan tanggung jawab guru dalam menentukan konten dan materi yang tepat dalam penggunaan teknologi dalam pembelajaran.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Al-Munawwarah, S. F. (2014). Teachers’ perceptions of technology integration in Indonesian EFL classrooms. English Language Teaching, 7(6), 85-94. https://doi.org/10.5539/elt.v7n6p85

Darling-Hammond, L., et al. (2017). Effective teacher professional development. Learning Policy Institute.

Dhawan, S. (2020). Online learning: A panacea in the time of COVID-19 crisis. Journal of Educational Technology Systems, 49(1), 5–22. https://doi.org/10.1177/0047239520934018

Ertmer, P. A., et al. (2012). Teacher beliefs and technology integration practices: A critical relationship. Computers & Education, 59(2), 423-435. https://doi.org/10.1016/j.compedu.2012.02.001

Ferdig, R. E., et al. (Eds.). (2020). Teaching, technology, and teacher education during the COVID-19 pandemic: Stories from the field. Association for the Advancement of Computing in Education (AACE).

Handayani, R., & Kuntarto, E. (2021). Persepsi guru terhadap penggunaan ict sebagai media pembelajaran daring di sd negeri kecamatan bengkalis. Jurnal Pendidikan dan Konseling, 3(1), 100-105.

Hew, K. F., & Cheung, W. S. (2014). Teachers’ use of blended learning: A preliminary study. In J. Viteli & M. Leikomaa (Eds.), Proceedings of EdMedia: World conference on educational media and technology 2014 (pp. 731-736). Association for the Advancement of Computing in Education (AACE).

Hrastinski, S. (2008). Asynchronous and synchronous e-learning. Educause Quarterly, 31(4), 51-55.

Kurt, S. (2012). How do teachers plan and teach with ICT? An analysis of teachers' TPACK (Technological Pedagogical Content Knowledge) in Turkey. Computers & Education, 59(2), 680-692. https://doi.org/10.1016/j.compedu.2012.04.013

Mailizar, et al. (2020). Secondary school mathematics teachers' views on e-learning implementation barriers during the COVID-19 pandemic: The case of Indonesia. Eurasia Journal of Mathematics, Science and Technology Education, 16(7), em1860. https://doi.org/10.29333/ejmste/8240

Marzuki, S. (2012). Pendidikan Nonformal. Remaja Rosdakarya.

Means, B., et al. (2013). Learning online: What research tells us about whether, when and how. Routledge.

Miarso, Y. H. (2004). Menyemai Benih Teknologi Pendidikan. Prenada Media.

Miles, M. B., et al. (2014). Analisis Data Kualitatif (T. Rohidi, Penerjemah). Penerbit Universitas Indonesia (UI-Press).

Mishra, P., & Koehler, M. J. (2006). Technological pedagogical content knowledge: A framework for teacher knowledge. Teachers College Record, 108(6), 1017-1054. https://doi.org/10.1111/j.1467-9620.2006.00684.x

Modul Pelaksanaan PembaTIK Tahun 2024. (2024). [Nama Penerbit, jika ada].

Novauli, F. (2015). Kompetensi guru dalam peningkatan prestasi belajar pada SMP Negeri dalam Kota Banda Aceh. Jurnal Administrasi Pendidikan Pascasarjana Universitas Syiah Kuala, 3(1).

Reigeluth, C. M. (Ed.). (2010). Instructional-design theories and models: A new paradigm of instructional theory (Vol. II). Lawrence Erlbaum Associates.

Sanjaya, W. (2018). Strategi Pembelajaran Berorientasi Standar Proses. Kencana.

Sugiyono. (2018). Metode Penelitian Pendidikan Pendekatan Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D. Alfabeta.

Suhana, C., & Hanafiah, N. (2010). Konsep Strategi Pembelajaran. PT. Refika Aditama.

Tondeur, J., et al. (2012). Understanding the relationship between teachers' pedagogical beliefs and technology use in education: A systematic review of qualitative evidence. Educational Technology Research and Development, 60(3), 347-365. https://doi.org/10.1007/s11423-012-9230-7

Villegas-Reimers, E. (2003). Teacher professional development: An international review of the literature. UNESCO International Institute for Educational Planning.

Vygotsky, L. S. (2010). Mind in society: The development of higher psychological processes. Harvard University Press.

Downloads

Published

2025-03-10

How to Cite

Wahyumi, H. K., Darlan, S. ., & Affandi, M. . (2025). IMPLEMENTASI PELATIHAN PEMBATIK DALAM MENINGKATKAN KOMPETENSI TIK GURU SMA . CENDEKIA: Jurnal Ilmu Pengetahuan , 5(1), 397-405. https://doi.org/10.51878/cendekia.v5i1.4581

Issue

Section

Articles