REPRESENTASI GANGGUAN KESEHATAN MENTAL TOKOH UTAMA DALAM FILM RUMAH UNTUK ALIE MELALUI MEDIA KOMUNIKASI VISUAL (ANALISIS SEMIOTIKA CHARLES SANDERS PEIRCE)

Authors

  • Arun Yudha Safiudin Putra Program Studi Ilmu Komunikasi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Budaya, Universitas Pakuan
  • Dipo Krishyudi Ono Program Studi Ilmu Komunikasi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Budaya, Universitas Pakuan
  • Jati Noegroho Program Studi Ilmu Komunikasi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Budaya, Universitas Pakuan

DOI:

https://doi.org/10.51878/cendekia.v6i4.14311

Keywords:

Representasi, Gangguan Kesehatan Mental, Semiotika Charles Sanders Peirce, PTSD, Komunikasi Visual

Abstract

Mental health disorders have become an increasingly prominent theme in Indonesian cinema, one of which is portrayed in the film Rumah untuk Alie through the psychological pressure experienced by the main character due to repeated family conflict and emotional violence. This study aims to analyze the representation of the main character's mental health disorder in the film through visual communication elements and to interpret the visual signs leading to the characteristics of Post-Traumatic Stress Disorder (PTSD) symptoms using Charles Sanders Peirce's semiotic analysis. This research employs a descriptive qualitative approach within an interpretive paradigm. Data were collected through documentation in the form of scene screenshots representing the character's psychological condition, repeated observation of the film, and interviews with the screenwriter and a psychologist as supporting data. The data were analyzed using the Miles and Huberman model, consisting of data reduction, data display, and conclusion drawing, and were then interpreted through the concepts of representamen, object, and interpretant classified into icons, indexes, and symbols. The findings show that Rumah untuk Alie represents PTSD symptoms such as intrusive memory, hyperarousal, freeze response, emotional numbing, and social withdrawal through facial expressions, body language, color, lighting, and spatial and frame composition. Icons appear through the character's facial expressions and gestures, indexes reveal the causal relationship between traumatic events and emotional responses, while symbols are constructed through color, lighting, and spatial arrangement that convey isolation and longing for the mother figure. The study concludes that the film not only presents family conflict as its storyline but also positions visual communication as a medium for deeply representing the character's psychological condition.

ABSTRAK

Gangguan kesehatan mental menjadi salah satu isu yang semakin banyak diangkat dalam industri perfilman Indonesia, salah satunya melalui film Rumah untuk Alie yang menggambarkan tekanan psikologis tokoh utama akibat konflik keluarga dan kekerasan emosional yang berulang. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis representasi gangguan kesehatan mental tokoh utama dalam film tersebut melalui elemen komunikasi visual, serta memaknai tanda visual yang mengarah pada karakteristik gejala Post-Traumatic Stress Disorder (PTSD) dengan menggunakan analisis semiotika Charles Sanders Peirce. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan paradigma interpretatif. Data dikumpulkan melalui dokumentasi berupa tangkapan layar adegan yang merepresentasikan kondisi psikologis tokoh, observasi terhadap tayangan film secara berulang, serta wawancara dengan pengamat film dan psikolog sebagai data pendukung. Data dianalisis mengikuti model Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan, kemudian dimaknai melalui konsep representamen, objek, dan interpretan yang diklasifikasikan ke dalam ikon, indeks, dan simbol. Hasil penelitian menunjukkan bahwa film Rumah untuk Alie merepresentasikan gejala PTSD berupa intrusive memory, hyperarousal, freeze response, emotional numbing, dan social withdrawal melalui ekspresi wajah, bahasa tubuh, warna, pencahayaan, serta komposisi ruang dan frame. Ikon ditunjukkan melalui ekspresi wajah dan gestur tubuh tokoh, indeks memperlihatkan hubungan sebab-akibat antara peristiwa traumatis dan respons emosional, sedangkan simbol dibangun melalui warna, pencahayaan, dan tata ruang yang memaknai keterasingan serta kerinduan terhadap sosok ibu. Penelitian ini menyimpulkan bahwa film tidak hanya menghadirkan konflik keluarga sebagai alur cerita, tetapi juga menjadikan komunikasi visual sebagai media representasi kondisi psikologis tokoh secara mendalam.

Downloads

Download data is not yet available.

References

American Psychiatric Association. (2013). Diagnostic and statistical manual of mental disorders (5th ed.). American Psychiatric Association. https://doi.org/10.1176/appi.books.9780890425596

Apriliana, L. D. N., & Tandyonomanu, D. (2023). Representasi Depresi Dalam Film Aftersun. The Commercium, 7(3), 111-119. https://doi.org/10.26740/tc.v7i3.57057

Efendi, E., Siregar, I. M., & Harahap, R. R. (2023). Semiotika Tanda dan Makna. Da’watuna: Journal of Communication and Islamic Broadcasting, 4(1), 154–163. https://doi.org/10.47467/dawatuna.v4i1.3329

Erlin, F., & Sari, I. Y. (2020). Gejala PTSD (Post Traumatic Stress Disorder) Akibat Bencana Banjir Pada Masyarakat Kelurahan Meranti Rumbai Pesisir Pekanbaru. Dinamika Lingkungan Indonesia, 7(1), 17. https://doi.org/10.31258/dli.7.1.p.17-21

Huda, A. S., Nafsika, S. S., & Salman. (2023). Film Sebagai Media dalam Mengubah Cara Pandang Manusia dalam Prinsip Kemanusiaan. Irama: Jurnal Seni, Desain Dan Pembelajarannya, 5(1), 9–14. https://doi.org/10.17509/irama.v5i1.50149

Hutapea, L., Nasution, S. A. F., Ghani, M. F. A., Nursiah, N., Pratama, H. M., Novianto, R., ... & Efendi, M. (2025). Analisis Semiotika Logo UIN Sumatera Utara: Pendekatan Tanda dan Makna Menurut Teori Charles Sanders Peirce. Filosofi: Publikasi Ilmu Komunikasi, Desain, Seni Budaya, 2(2), 60-70. https://doi.org/10.62383/filosofi.v2i2.602

Ikhwan, F., Akbar, M., Mau, M., & Sa’idah, I. (2025). Tanda-Tanda Trauma : Representasi Gangguan Mental dalam Film 27 Steps of May. Jurnal Publikasi Ilmu Komunikasi Media Dan Cinema, 7(2), 277–289. https://doi.org/10.24076/pikma.v7i2.1880

Julianingsih, D., Prawiyogi, A. G., Dolan, E., & Apriani, D. (2021). Utilization of Gadget Technology as a Learning Media. IAIC Transactions on Sustainable Digital Innovation (ITSDI), 3(1), 43–45. https://doi.org/10.34306/itsdi.v3i1.522

Kusuma, L., Utomo, I. W., & Irhamdhika, G. (2025). Representasi Kesehatan Mental Dalam Film “Kukira Kau Rumah” Sebagai Media Komunikasi Visual (Analisis Semiotika Charles Sanders Peirce). Socius: Jurnal Penelitian Ilmu-Ilmu Sosial, 3(2), 418–432. https://doi.org/10.5281/zenodo.17150326

Murphy, R. (2025). Analisis Fungsi Media Dalam Film Vina Sebelum 7 Hari [Institut Agama Islam Negeri Curup]. http://e-theses.iaincurup.ac.id/id/eprint/8448

Pohan, D. D., & Fitria, U. S. (2021). Jenis Jenis Komunikasi. Journal Educational Research and Social Studies, 2, 45–79. https://pusdikra-publishing.com/index.php/jrss/article/view/158

Rismayanti, F., Azzani, S. N. A., Anggraeni, N., & Mulyeni, S. (2026). Pengaruh kehilangan dan berduka terhadap kondisi mental individu. Observasi: Jurnal Publikasi Ilmu Psikologi, 4(1), 103-116. https://doi.org/10.61132/observasi.v4i1.2035

Tinambunan, T. M., & Siahaan, C. (2022). Implementasi teknik lobi dan negosiasi yang efektif dalam melakukan bisnis. MASSIVE: Jurnal Ilmu Komunikasi, 2(2), 55-67. https://doi.org/10.35842/massive.v2i2.21

World Health Organization. (2022). Addressing Mental Health in Indonesia. https://iris.who.int/server/api/core/bitstreams/7d153a55-caf7-4e3f-8400-7892ae402ed7/content

Yuliana, Y. (2022). Pentingnya Kewaspadaan Berinternet untuk Kesehatan Mental Anak dan Remaja. Jurnal Ilmu Medis Indonesia, 2(1), 25–31. https://doi.org/10.35912/jimi.v2i1.1218

Downloads

Published

2026-08-27

How to Cite

Putra, A. Y. S., Ono, D. K., & Noegroho, J. (2026). REPRESENTASI GANGGUAN KESEHATAN MENTAL TOKOH UTAMA DALAM FILM RUMAH UNTUK ALIE MELALUI MEDIA KOMUNIKASI VISUAL (ANALISIS SEMIOTIKA CHARLES SANDERS PEIRCE). CENDEKIA: Jurnal Ilmu Pengetahuan , 6(4), 3330–3338. https://doi.org/10.51878/cendekia.v6i4.14311

Issue

Section

Articles