ACADEMIA: Jurnal Inovasi Riset Akademik https://jurnalp4i.com/index.php/academia <p><strong>ACADEMIA: Jurnal Inovasi Riset Akademik</strong> diterbitkan 4 kali setahun (Februari, Mei, Agustus dan November) oleh Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I) yang berafiliasi dengan Perguruan Tinggi Indonesia. Jurnal ini berisi artikel hasil pemikiran dan penelitian yang ditulis oleh para guru, dosen, pakar, ilmuwan, praktisi, dan pengkaji dalam inovasi riset akademik.<br /><strong>e-ISSN : 2807-1808 | p-ISSN : 2807-2294</strong></p> en-US randi.popo@gmail.com (Randi Pratama Murtikusuma, M.Pd) ardhysmart7@gmail.com (Dr. Muhamad suhardi, M.Pd) Sat, 03 Jan 2026 11:30:42 +0000 OJS 3.2.1.1 http://blogs.law.harvard.edu/tech/rss 60 PEMETAAN KEBUTUHAN GAYA BELAJAR DAN MINAT BELAJAR ERA TRANSFORMASI DIGITAL PENDIDIKAN PADA SISWA KELAS VIII MATA PELAJARAN SKI DI MTsN https://jurnalp4i.com/index.php/academia/article/view/8660 <p><strong>ABSTRACT </strong></p> <p>The development of education in the digital era requires educators to gain a deep understanding of students’ learning characteristics in order to create effective and meaningful learning processes. In the context of Islamic Cultural History (SKI) learning at MTsN 1 Tuban, this study focuses on mapping the learning styles and learning interests of eighth-grade students, as well as examining the use of digital learning media in the instructional process. The study was designed using a qualitative descriptive approach, with data collected through in-depth interviews, participatory observation, and analysis of instructional documentation. The results indicate that students exhibit diverse learning styles, including visual, auditory, and kinesthetic, with visual learning being the most prominent. The use of digital learning media such as visual presentations, instructional videos, and interactive quizzes was shown to enhance students’ learning interest and engagement in SKI learning. Nevertheless, the implementation of digital learning continues to face several challenges, including limited availability of devices, internet connectivity constraints, and teachers’ readiness to systematically map students’ learning styles. This study concludes that digital-based mapping of learning styles and learning interests plays an important role as a foundation for designing differentiated and student-centered SKI learning in the era of digital transformation.</p> <p><strong>ABSTRAK</strong></p> <p>Perkembangan pendidikan di era digital menuntut pendidik untuk memahami secara mendalam karakteristik belajar peserta didik guna mewujudkan proses pembelajaran yang efektif dan bermakna. Dalam konteks pembelajaran SKI di MTsN 1 Tuban, penelitian ini difokuskan pada pemetaan gaya belajar dan minat belajar siswa kelas VIII serta kajian terhadap pemanfaatan media pembelajaran digital dalam proses pembelajaran. Penelitian ini dirancang menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan tahapan pengumpulan data meliputi wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan analisis dokumentasi pembelajaran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keberagaman gaya belajar siswa mencakup visual, auditorial, dan kinestetik, dengan gaya belajar visual sebagai kecenderungan yang paling menonjol. Penggunaan media pembelajaran digital, seperti presentasi visual, video pembelajaran, dan kuis interaktif, terbukti mampu meningkatkan minat serta keterlibatan siswa dalam pembelajaran SKI. Meskipun demikian, pelaksanaan pembelajaran digital masih menghadapi sejumlah kendala, antara lain keterbatasan perangkat, akses jaringan internet, serta kesiapan guru dalam melakukan pemetaan gaya belajar secara sistematis. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pemetaan gaya belajar dan minat belajar berbasis digital berperan penting sebagai dasar perancangan pembelajaran SKI yang berdiferensiasi serta berorientasi pada peserta didik di era transformasi digital.</p> Rizkia Fifiqotul Imamah, Nurul lailatul Hidayah Copyright (c) 2026 Rizkia Fifiqotul Imamah, Nurul lailatul Hidayah https://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0 https://jurnalp4i.com/index.php/academia/article/view/8660 Sat, 03 Jan 2026 00:00:00 +0000 STUDI KEBUTUHAN DAN KONDISI TOILET UMUM DI TAMAN PRESTASI SURABAYA: TINJAUAN KUALITAS PELAYANAN DLH SEBAGAI DASAR PENGAWASAN KOMISI C DPRD https://jurnalp4i.com/index.php/academia/article/view/8860 <p><strong>ABSTRACT</strong></p> <p>Public toilets are basic infrastructure in green open spaces that affect visitor comfort, environmental health, and inclusivity. This study aims to: (1) map visitor needs related to public toilets at Taman Prestasi Surabaya; (2) assess existing conditions including physical aspects, cleanliness, accessibility, safety, and operations; (3) evaluate the quality of management services provided by the Environmental Agency (DLH) using the SERVQUAL framework; and (4) formulate relevant supervision indicators for Commission C of the Regional House of Representatives (DPRD). The study employed a mixed methods approach through structured observation, visitor perception surveys (expectations versus perceptions) based on SERVQUAL dimensions, and semi structured interviews. Data analysis was conducted using descriptive analysis, gap analysis (perception minus expectation), and qualitative thematic analysis. The study confirms that public toilet issues generally relate to daily maintenance, availability of consumable supplies, odor control, and responsiveness to complaints. The main recommendations include implementing cleanliness standard operating procedures based on visitation frequency, strengthening supporting facilities such as anti slip flooring, ventilation, and signage, establishing a documented rapid complaint channel, and applying measurable key performance indicators for the supervision of Commission C of the DPRD to support sustainable and accountable public service quality improvement.</p> <p><strong>ABSTRAK</strong></p> <p>Toilet umum merupakan infrastruktur dasar pada ruang terbuka hijau yang mempengaruhi kenyamanan, kesehatan lingkungan, dan inklusivitas pengunjung. Penelitian ini bertujuan: (1) memetakan kebutuhan pengunjung terkait toilet umum di Taman Prestasi Surabaya; (2) menilai kondisi eksisting (fisik, kebersihan, aksesibilitas, keamanan, dan operasional); (3) mengevaluasi kualitas pelayanan pengelolaan oleh Dinas Lingkungan Hidup (DLH) menggunakan kerangka SERVQUAL; serta (4) merumuskan indikator pengawasan yang relevan bagi Komisi C DPRD. Metode menggunakan <em>mixed methods</em> melalui observasi terstruktur, survei persepsi pengunjung (harapan vs persepsi) berbasis dimensi SERVQUAL, dan wawancara semi-terarah. Analisis dilakukan dengan deskriptif, <em>gap analysis</em> (persepsi minus harapan), serta tematik kualitatif. Studi menegaskan bahwa masalah toilet publik umumnya terletak pada pemeliharaan harian, ketersediaan bahan habis pakai, pengendalian bau, dan respons aduan. Rekomendasi utama meliputi SOP kebersihan berbasis frekuensi kunjungan, penguatan sarana pendukung (anti-slip, ventilasi, <em>signage</em>), penerapan kanal aduan cepat yang tercatat, serta KPI terukur untuk pengawasan Komisi C DPRD guna mendukung peningkatan kualitas layanan publik yang berkelanjutan dan akuntabel.</p> Leila Pangastuti Copyright (c) 2026 Leila Pangastuti https://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0 https://jurnalp4i.com/index.php/academia/article/view/8860 Tue, 13 Jan 2026 00:00:00 +0000 PENGARUH PERSONAL BRANDING PRABOWO SUBIANTO DALAM PEMILU 2024 TERHADAP MINAT PEMILIH GEN Z DI DAERAH KABUPATEN WONOSOBO https://jurnalp4i.com/index.php/academia/article/view/8980 <p><strong>ABSTRACT</strong></p> <p>The development of social media as a primary arena for political communication has transformed the way candidates build relationships with voters, particularly Generation Z who have grown up in a digital environment. This study aims to examine the influence of Prabowo Subianto’s personal branding on the voting intention of Generation Z in the 2024 Presidential Election in Wonosobo Regency. The research adopts a quantitative approach using a survey method involving 400 Generation Z respondents listed in the Permanent Voters List, with data collected through online questionnaires and analyzed using correlation tests, simple linear regression, and t-tests with the assistance of SPSS software. The results show that personal branding has a strong and statistically significant relationship with the voting intention of Generation Z, accounting for 59.3 percent of the variance in voting attitudes. These findings indicate that candidate images constructed through social media particularly those emphasizing emotional closeness, appealing visual presentation, and a more informal communication style are more effective in attracting and engaging young voters than conventional campaign approaches. Based on these results, the study confirms that personal branding is an important instrument in digital political communication strategies for strengthening the engagement and political participation of Generation Z. Overall, this research provides empirical contributions to the development of digital political communication studies and to the academic understanding of young voters’ behavior in contemporary elections.</p> <p><strong>ABSTRAK</strong></p> <p>Perkembangan media sosial sebagai ruang utama komunikasi politik telah mengubah cara kandidat membangun hubungan dengan pemilih, terutama Generasi Z yang tumbuh dalam lingkungan digital. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh personal branding Prabowo Subianto terhadap minat memilih Generasi Z pada Pemilihan Presiden 2024 di Kabupaten Wonosobo. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei terhadap 400 responden Generasi Z yang tercantum dalam Daftar Pemilih Tetap, di mana data dikumpulkan melalui kuesioner daring dan dianalisis menggunakan uji korelasi, regresi linear sederhana, serta uji t berbantuan perangkat lunak SPSS. Hasil analisis menunjukkan bahwa personal branding memiliki hubungan yang kuat dan berpengaruh secara signifikan terhadap minat memilih Generasi Z, dengan kontribusi penjelasan sebesar 59,3 persen terhadap variasi sikap memilih. Temuan ini memperlihatkan bahwa citra kandidat yang dibangun melalui media sosial, khususnya yang menonjolkan kedekatan emosional, visualisasi yang menarik, serta gaya komunikasi yang lebih informal, lebih efektif dalam membangun ketertarikan politik pemilih muda dibandingkan pendekatan kampanye konvensional. Berdasarkan hasil tersebut, penelitian ini menegaskan bahwa personal branding merupakan instrumen penting dalam strategi komunikasi politik digital untuk memperkuat keterlibatan dan partisipasi politik Generasi Z. Secara keseluruhan, hasil penelitian ini memberikan kontribusi empiris bagi pengembangan kajian komunikasi politik digital serta pemahaman akademik mengenai perilaku pemilih muda dalam konteks pemilu modern.</p> Khoirul Hidayat Copyright (c) 2026 Khoirul Hidayat https://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0 https://jurnalp4i.com/index.php/academia/article/view/8980 Thu, 15 Jan 2026 00:00:00 +0000 POTENSI DAN TANTANGAN PROGRAM SEKOLAH RAKYAT DALAM KONTEKS PENCAPAIAN SDGS PENDIDIKAN DI INDONESIA https://jurnalp4i.com/index.php/academia/article/view/8965 <p>The achievement of the fourth Sustainable Development Goal (SDG), regarding quality education, in Indonesia is still faced with disparities in accessibility, especially for marginalized groups who are difficult to reach by the formal system. This study focuses on an in-depth analysis of the potential and challenges of the People's School Program as a grassroots initiative to bridge this educational gap. Using a descriptive qualitative approach that integrates literature studies and field observations, the study evaluates the program's effectiveness in providing inclusive education services. The study findings indicate that People's Schools have significant potential to reduce financial barriers and increase independent learning participation by 25%, primarily driven by strong parental support. However, the sustainability of this program is still hampered by funding uncertainty, lack of curriculum standardization, and the qualifications of volunteer teachers who have not been certified. The main conclusion confirms that People's Schools function as a strategic complement to formal education, which requires strengthening legitimacy through cross-sector collaboration between the government and the private sector. In addition, the integration of digital learning technology is recommended as an adaptive solution to overcome geographical barriers and increase graduate competitiveness to achieve equitable and inclusive national education.</p> <p><strong>ABSTRAK</strong></p> <p>Pencapaian <em>Sustainable Development Goals</em> (SDGs) poin keempat mengenai pendidikan berkualitas di Indonesia masih dihadapkan pada disparitas aksesibilitas, khususnya bagi kelompok masyarakat marginal yang sulit terjangkau sistem formal. Penelitian ini berfokus pada analisis mendalam mengenai potensi dan tantangan Program Sekolah Rakyat sebagai inisiatif akar rumput dalam menjembatani kesenjangan pendidikan tersebut. Melalui pendekatan kualitatif deskriptif yang mengintegrasikan studi pustaka dan observasi lapangan, penelitian mengevaluasi efektivitas program dalam memberikan layanan pendidikan inklusif. Temuan studi menunjukkan bahwa Sekolah Rakyat memiliki potensi signifikan dalam mereduksi hambatan finansial dan meningkatkan partisipasi belajar mandiri sebesar 25%, terutama didorong oleh dukungan kuat dari orang tua. Namun, keberlanjutan program ini masih terkendala oleh ketidakpastian pendanaan, minimnya standarisasi kurikulum, serta kualifikasi tenaga pengajar sukarela yang belum tersertifikasi. Simpulan utama menegaskan bahwa Sekolah Rakyat berfungsi sebagai komplemen strategis bagi pendidikan formal yang memerlukan penguatan legitimasi melalui kolaborasi lintas sektor antara pemerintah dan swasta. Selain itu, integrasi teknologi pembelajaran digital direkomendasikan sebagai solusi adaptif untuk mengatasi hambatan geografis dan meningkatkan daya saing lulusan demi tercapainya pemerataan pendidikan nasional yang inklusif.</p> <p> </p> Rohani Rohani, Elysa Akbariah, Maisyaroh Maisyaroh, Eva Novaria Copyright (c) 2026 Rohani Rohani, Elysa Akbariah, Maisyaroh Maisyaroh, Eva Novaria https://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0 https://jurnalp4i.com/index.php/academia/article/view/8965 Thu, 15 Jan 2026 00:00:00 +0000 PERAN KOPERASI MERAH PUTIH SEBAGAI OFFTAKER PRODUK PERTANIAN LOKAL UNTUK STABILISASI HARGA https://jurnalp4i.com/index.php/academia/article/view/8966 <p>Agricultural commodity price volatility is a persistent structural problem in Indonesia, often detrimental to farmers due to the dominance of middlemen and long distribution chains. This study focuses on analyzing the effectiveness of the Red and White Village/Sub-district Cooperative (KMP) program as an institutional solution that acts as an offtaker or standby buyer to stabilize prices at the producer level. Using a descriptive qualitative approach through a study of pilot project evaluation documents in West Java and an analysis of supply chain management literature, this study examines the mechanisms of planting contracts, stock management, and financing facilitation. The study findings indicate that the KMP intervention significantly reduced the supply chain from 5–7 layers to 2–3 layers, which directly impacted the selling price at the farm level by 10–20% compared to the free market price during the main harvest. The forward contract mechanism proved effective in providing certainty of market absorption and transferring price risk from farmers to the cooperative. It concluded that KMP plays a vital role in transforming the agricultural ecosystem and controlling food inflation, but the sustainability of this model is highly dependent on support for access to affordable capital and the integration of digital technology for operational efficiency.</p> <p><strong>ABSTRAK</strong></p> <p>Volatilitas harga komoditas pertanian menjadi masalah struktural yang persisten di Indonesia, sering kali merugikan petani akibat dominasi tengkulak dan panjangnya rantai distribusi. Penelitian ini berfokus pada analisis efektivitas program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KMP) sebagai solusi kelembagaan yang berperan sebagai <em>offtaker</em> atau pembeli siaga guna menstabilkan harga di tingkat produsen. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif melalui studi dokumen evaluasi <em>pilot project</em> di Jawa Barat serta analisis literatur manajemen rantai pasok, penelitian ini menelaah mekanisme kontrak tanam, pengelolaan stok, dan fasilitasi pembiayaan. Temuan studi menunjukkan bahwa intervensi KMP mampu memangkas rantai pasok secara signifikan dari 5–7 lapis menjadi 2–3 lapis, yang berdampak langsung pada peningkatan harga jual di tingkat petani sebesar 10–20% dibandingkan harga pasar bebas saat panen raya. Mekanisme <em>forward contract</em> terbukti efektif dalam memberikan kepastian serapan pasar dan mentransfer risiko harga dari petani kepada koperasi. Disimpulkan bahwa KMP memiliki peran vital dalam mentransformasi ekosistem pertanian dan mengendalikan inflasi pangan, namun keberlanjutan model ini sangat bergantung pada dukungan akses permodalan murah serta integrasi teknologi digital untuk efisiensi operasional.</p> <p> </p> Ahmad Nuroni, Ahmadi Ahmadi, Eva Novaria Copyright (c) 2026 Ahmad Nuroni, Ahmadi Ahmadi, Eva Novaria https://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0 https://jurnalp4i.com/index.php/academia/article/view/8966 Thu, 15 Jan 2026 00:00:00 +0000