IMPLEMENTASI TEORI KONEKTIVISME DALAM PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA KRISTEN DI ERA DIGITAL: SYSTEMATIC LITERATURE REVIEW
DOI:
https://doi.org/10.51878/academia.v6i3.12812Keywords:
Konektivisme, Pendidikan Agama Kristen, Pembelajaran Digital, Pedagogi Digital, Tinjauan Literatur SistematisAbstract
The advancement of digital technology has changed the way learning takes place in education. Learning processes that were previously more traditional are now shifting toward digital learning environments that are more open, interactive, and connected. This development has made Connectivism increasingly relevant in Christian Religious Education learning in the digital era. This study aims to examine the implementation of connectivism theory in Christian Religious Education through a Systematic Literature Review (SLR) approach. The study employed a qualitative method using the PRISMA 2020 stages, including identification, screening, eligibility, and included studies. Data were collected from Scopus and Google Scholar databases covering publications from 2020–2026 and supported by several theoretical references related to connectivism. The findings show that the implementation of connectivism in Christian Religious Education can be seen through the use of digital media, Learning Management Systems (LMS), social media, and network-based learning that support student participation, learning flexibility, and spiritual reflection. On the other hand, the study also identified several challenges, including low teacher digital literacy, technology use that still focuses mainly on technical functions, and the potential for superficial spiritual learning. This study provides a broader understanding of the implementation of connectivism in Christian Religious Education, particularly in relation to digital pedagogy and spiritual learning in the digital era. The findings are expected to contribute to the development of more adaptive Christian Religious Education learning models that are relevant to current educational changes.
ABSTRAK
Kemajuan teknologi digital membawa perubahan dalam cara proses belajar berlangsung di dunia pendidikan. Pembelajaran yang sebelumnya cenderung bersifat tradisional mulai berkembang ke arah pembelajaran digital yang lebih terbuka, aktif, dan saling terhubung. Perkembangan ini membuat teori Connectivism semakin relevan digunakan dalam pembelajaran Pendidikan Agama Kristen di era digital. Penelitian ini bertujuan mengkaji penerapan teori connectivism dalam pembelajaran Pendidikan Agama Kristen melalui metode Systematic Literature Review (SLR). Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan tahapan PRISMA 2020 yang mencakup identifikasi, penyaringan, kelayakan, dan penentuan artikel yang digunakan dalam kajian. Data diperoleh dari database Scopus dan Google Scholar dengan rentang publikasi tahun 2020–2026 serta didukung beberapa referensi teoritis mengenai connectivism. Hasil kajian menunjukkan bahwa penerapan connectivism dalam Pendidikan Agama Kristen terlihat melalui penggunaan media digital, Learning Management System (LMS), media sosial, dan pembelajaran berbasis jaringan yang membantu meningkatkan partisipasi peserta didik, keleluasaan belajar, dan refleksi spiritual. Di sisi lain, penelitian ini juga menemukan beberapa tantangan, seperti rendahnya literasi digital guru, penggunaan teknologi yang masih berfokus pada aspek teknis, serta potensi pembelajaran spiritual yang bersifat dangkal. Kajian ini memberikan gambaran mengenai penerapan connectivism dalam Pendidikan Agama Kristen, khususnya yang berkaitan dengan pedagogi digital dan spiritual learning di era digital. Hasil penelitian diharapkan dapat menjadi bahan pertimbangan dalam pengembangan model pembelajaran Pendidikan Agama Kristen yang lebih sesuai dengan kebutuhan pembelajaran masa kini.
Downloads
References
Bessie, B. G. W., & Manurung, H. (2025). Challenges and opportunities of Christian religious education in the digital era. International Perspectives in Christian Education and Philosophy, 2(3), 01–10. https://doi.org/10.61132/ipcep.v2i3.332
Corbett, F., & Spinello, E. (2020). Connectivism and leadership: Harnessing a learning theory for the digital age to redefine leadership in the twenty-first century. Heliyon, 6(1), Artikel e03250. https://doi.org/10.1016/j.heliyon.2020.e03250
Darti, D., Rantung, D. A., Naibaho, L., & Boiliu, N. I. (2023). Pembelajaran transformatif pendidikan agama Kristen di era teknologi digital. Regula Fidei: Jurnal Pendidikan Agama Kristen, 8(2), 133–146. https://doi.org/10.33541/rfidei.v8i2.175
Dharma, I. D. A. E. P., Santosa, M. H., Sudatha, I. G. W., & Suartama, I. K. (2025). Cyber pedagogy, educational transformation in the digital era: Systematic literature review. Santhet: Jurnal Sejarah Pendidikan dan Humaniora, 9(6), 2354–2373. https://doi.org/10.36526/santhet.v9i6.6169
Diniati, R., & Mukhlas, M. (2025). Peran teknologi dalam inovasi pembelajaran Pendidikan Agama Islam. Widya Balina, 10(2), 34–50. https://doi.org/10.53958/wb.v10i2.826
Goldie, J. G. S. (2016). Connectivism: A knowledge learning theory for the digital age? Medical Teacher, 38(10), 1064–1069. https://doi.org/10.3109/0142159x.2016.1173661
Korompis, F. L. S., Rawung, S., Manullang, D. R., & Renol Hs, S. (2025). Tantangan dan peluang dalam pengembangan profesionalisme guru di era digital: Suatu kajian literatur. Takuana: Jurnal Pendidikan, Sains, dan Humaniora, 4(3), 631–646. https://doi.org/10.56113/takuana.v4i3.250
Maabuat, P. S. (2026). Pendekatan digital dalam pendidikan agama Kristen: Menjembatani jarak, memperkuat iman. D’elaha, 2(2), 36–44. https://doi.org/10.70420/delaha.v2i2.171
Maranatha, C. A., & Tandana, E. A. (2025). Digital faith formation and Christian religious education teachers’ leadership in 21st-century learning. MODERATE: Journal of Religious Education and Social, 3(1), 41–56. https://doi.org/10.46362/moderate.v3i1.25
Naibaho, D., Widiastuti, M., Hasugian, J. M., & Nababan, B. D. (2024). The integration of spirituality and technology: The role of Christian education in the digitalization era. Edukasia: Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran, 5(2), 411–424. https://doi.org/10.62775/edukasia.v5i2.1604
Pulung, R., Degeng, I. N. S., & Aulia, F. (2025). Deep learning in Christian religious education: A systematic review of pedagogical models and digital challenges. Edcomtech: Jurnal Kajian Teknologi Pendidikan, 10(2), 120–132. https://doi.org/10.17977/um039v10i22025p120-132
Purwanto, N., Murtadho, N., Dewi, R. S. I., & Kusumaningrum, S. R. (2025). Implementasi teori konektivisme dalam pengajaran BIPA di era digital: Systematic literature review. Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa, dan Sastra, 11(2), 1995–2013. https://doi.org/10.30605/onoma.v11i2.5741
Riza, M., & Santosa, M. H. (2025). Strategi pemanfaatan e-learning dan teleedukasi untuk pemerataan pendidikan kesehatan di Indonesia (Tinjauan literatur dan rekomendasi kebijakan). Prima: Jurnal Ilmiah Ilmu Kesehatan, 11(1), 32–43. https://doi.org/10.47506/dbsd8685
Saingo, Y. A. (2022). Pemanfaatan media sosial sebagai sarana pembentukan karakter Kristiani tingkat sekolah menengah pertama. Jurnal Shanan, 6(1), 89–110. https://doi.org/10.33541/shanan.v6i1.3652
Sanjaya, Y. (2024). Transformative leadership: Exploration of the combination of Christian values and technological advances in the digital era. Kinaa: Jurnal Kepemimpinan Kristen dan Pemberdayaan Jemaat, 5(2), 93–107. https://doi.org/10.34307/kinaa.v5i2.174
Sihotang, H. (2020). Penggunaan media teknologi informasi dalam pembelajaran pendidikan agama Kristen di masa pandemi Covid-19. Immanuel: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristen, 1(2), 63–75. https://doi.org/10.46305/im.v1i2.16
Simaremare, S., & Palyn, M. (2024). Membangun minat belajar anak usia dini melalui penggunaan media digital: Sebuah refleksi spiritualitas pendidikan Kristiani. Redominate: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristiani, 5(2), 75–82. https://doi.org/10.59997/redominate.v5i2.102
Tamba, G. (2025). Integrasi pendidikan agama Kristen dalam era AI dan teknologi digital: Tantangan dan peluang. Jurnal Ilmiah Multidisiplin, 2(1), 74–86. https://doi.org/10.62282/juilmu.v2i1.74-86
Thomas, J., & Harden, A. (2008). Methods for the thematic synthesis of qualitative research in systematic reviews. BMC Medical Research Methodology, 8(1), 45. https://doi.org/10.1186/1471-2288-8-45
Tombeu, S. J., & Padjalo, M. V. W. (2025). Integrasi teknologi digital dalam pendidikan Kristen dan dampaknya terhadap spiritualitas mahasiswa teologi. ORTHOTOMEO: Jurnal Penelitian Ilmiah, 2, 31–51. https://doi.org/10.71304/zfk5ah92
Trisani, K. S., Boiliu, E. R., & Triposa, R. (2025). Remaja, teknologi, dan iman: Pendidikan Kristen sebagai kompas spiritualitas digital. Philoxenia: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristiani, 3(2), 95–110. https://doi.org/10.59376/philo.v3i2.46
Widjaja, F. I., Tjasmadi, M. P., Pakpahan, G. K., Simanjuntak, H., & Boiliu, F. M. (2022). The role of Christian religious education as a mission development in 4.0 era. Proceedings of the International Conference on Theology, Humanities, and Christian Education (ICONTHCE 2021), 187–191. https://doi.org/10.2991/assehr.k.220702.043
Xiao, Y., & Watson, M. (2019). Guidance on conducting a systematic literature review. Journal of Planning Education and Research, 39(1), 93–112. https://doi.org/10.1177/0739456x17723971
Zega, Y. K. (2020). Radikalisme agama dalam perspektif Alkitab dan implikasinya bagi pendidikan agama Kristen. Jurnal Shanan, 4(1), 1–20. https://doi.org/10.33541/shanan.v4i1.1765
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Jecsonius Robinson, Supiana Supiana

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.














